
...Tolong tekan tombol Like buat author biar Author semangat nulisnya :)...
...****************...
"Selamat pagi , dunia" sapa dila yang baru membuka matanya
Hari ini semangatnya menggebu-gebu
Sebelum iya beranjak dari tempat tidur dia merapikannya setelahnya dia pergi mengambil air wudhu untuk memenuhi kewajiban nya sebagai hamba yang taat (Sholat subuh)
Segera setelah Dilla selesai ,ia langsung ke dapur untuk membantu Mpok Sumi
"Mpok ini ayamnya mau di goreng ya ?"
"Iya nak , tolong kamu goreng habis itu Lomboknya kamu uletin " tunjuk Mpok Sumi di atas meja terlihat Lombok yang belum di uletin
Dengan cepat Dila membantu Mpok nya memasak . Setelah selesai memasak dan menyusun piring di meja makan . Dila bersegera pergi Mandi dan berganti pakaian
Ditatapnya pantulan dirinya cermin memperlihatkan dia sudah rapi dengan seragam Putih Abu-abu nya. Tak lama Dilla mengambil tas nya untuk bersegera kesekolah
Pagi ini Dila berangkat bersama Mila dan Mita ,menggunakan mobil yang biasa Mila dan Mita pakai ke sekolah tentu nya dengan supir yang selalu mengantar jemput mereka
Dila turun dari mobil yang mewah itu.Mata yang tak berhenti menantap bangunan besar itu yang bertingkat 3
__ADS_1
"Wow,ini benar Sekolah baru ku? Kok gede banget ya ,kayak bukan sekolah melainkan istana" gumam Dila dalam hati.
Sementara Mila dan Mita telah meninggal kannya saat Dila masih terkagum-kagum melihat Sekolah nya itu. MAKLUMLAH mereka pasti malu jika Dila datang bersama mereka. Yang jelasnya Dila Kayak Kampungan Banget tuh ...
'Dasar gadis kampung' ucap Mila dan Mita dalam hati . mereka pun berjalan ingin masuk kedalam kelas bak seorang Dewi
Dila masuk ke dalam kelas yang khusus anak orang kaya dan tajir. Tadi dia? Boro-boro Jadi anak orang Kaya.Toh Emaknya cuman kerja di sawah jadi petani demi sesuap Nasi untuk dimakannya dan Adiknya Sarah sehari-hari yang masih kelas 6 SD.
Dila celingak-celinguk ,tidak tau dengan siapa dia harus berteman. APAKAH ADA YANG MAU MENJADIKANNYA TEMAN. MENGINGATKAN DIA CUMAN GADIS KAMPUNG..
Dila tiba-tiba terkejut dengan suara seorang di dekat telinga nya.
"WOYY ,namamu siapa? Kenalin nama ku VIVI CANTIKA SARI putri Bambang Pamungkas ( Nak pengusaha sukses di Indonesia) hahaha .Nama ku kepanjangan ya?" Sapa seorang gadis sebangku dengan Dila. Gadis itu dengan rela menyapanya,bahkan menyodorkan tangannya Pada Dila Yang terlihat Kampungannya
"Owh, By the way Kamu bisa memanggilku Vivi aja biar kagak ribet deh . Gadis yang di sapa Vivi itu kembali menebar senyumannya pada Dila yang membuat Dila cukup senang. Iya tidak menyangka bahwa masih ada gadis kota yang baik kepadanya nya bahkan ,julukannya hanyalah sebagai gadis kampung. Ya memang selama ini Dila terlalu banyak nonton sinetron yang membuatnya semakin terkontaminasi pada pemahaman yang belum tentu kebenarannya?
"Dila nanti ke kantin bareng aku yuk" ajak Vivi
Dila hanya terdiam dan tidak bergeming sama sekali. Iya harus berpikir apakah dia harus menolak atau menerima ajakan Vivi. Mau dapat dari mana Iya Ya uang untuk jajannya. Dianya aja belum gajian ya memang sebenarnya Dila hanya membawa bekal ke sekolahnya jadi dia lebih mengirit uangnya. Mana lagi uang sakunya yang di berikan Emaknya hanya tinggal sedikit dan mungkin jika ia belanjakan sekarang yang itu akan habis. Kalau ada keperluan yang lebih penting dimana dia akan mengambil uang?
Seolah mengerti pikiran Dila. Vivi segera menepuk pundak dan merangkul gadis itu. "Selow aja lah ,nanti gue traktirin deh. Santai aja Dil. "
"Eh... Tapi aku' tuh ngak enak Banget sama kamu. Masa Baru kenal langsung teraktir ajรก "
__ADS_1
Kali ini Dila ,tahu diri dia tidak ingin seperti benalu yang melekat pada diri Vivi
"Santai aja lah kan gue udah bilang gue akan traktir loh," sahut vivi
"Ya elah, Alhamdulillah kalau gitu,makasih ya Vi,
Keduanya tertawa bersama. Dila tidak menyangka bahwa . Iya akan menemukan sesosok sahabat yang akan menjadi sahabatnya hingga ia lulus SMA
Kring, Kring, Kring...
Tanda bel masuk jam pertama telah berbunyi. Semua siswa akhirnya duduk di dalam kelas dengan tenang. Pelajaran pertama dimulai dari jam bahasa Jerman. Dila awalnya sangat kewalahan karena dia toh berasal dari kampung dan ia pakai itu bahasa Bugis tapi sekarang ya di sekolah bila harus belajar bahasa asing. Ngomongnya aja pakai bahasa Indonesia masih suka salah salah
Tapi adalah Hal yang mebuat pikiran nya terganggu...
...----------------...
# bersambung...
๐๐๐๐๐๐๐
{ Hai reader's Jangan Jadi pembaca gelap ya (Astagfirullah) , Minimal tinggalkan jejak deh berupa vote ๐, Like ๐ dan komentar ya ๐ค}
^^^Salam author ๐^^^
__ADS_1
^^^@aratia3โฃ๏ธ^^^