Gadis Kampung Vs Anak Hedon

Gadis Kampung Vs Anak Hedon
Bab 9 kekhawatiran Mpok


__ADS_3

...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...


...****************...


Seminggu kemudian...


"Vi, Kamu datang nggak ke ulang tahunnya si Kevin?"


"Hmmm,.. pasti dong gue akan datang. kan lumayan bisa lihat cogan, terutama Si Daffa. Hehehe.." Vivi tertawa centil menjawab pertanyaan Dila. Kemudian dia bertanya disampingnya. Emang kamu nggak datang ya dil?


"Aku mah enggak tahu sih," ucap dila yang menggaruk-garuk kepalanya.


"Kok nggak tahu sih, kenapa emang? Emang si bokapnya mita dan Mila ngelarang mau datang?"


"Bukan gitu vivi soalnya sih gue bingung tentang dua hal,yang pertama itu kan besok kan kita harus sekolah emang kita ada libur apa sih Kan kamu tahu aku enggak suka bolos? Yang kedua Aku nggak tahu pengen pakai baju apa ke pesta nya si Kevin, kan kamu tahu sendiri kan VI, aku mah nggak punya baju untuk pergi ke pesta. Baju aku sendiri mah hanya pakai bekas si Mila dan Si Mita aja" ucap Dila


ViVi yang mengerti perasaan sahabatnya itu segera memeluknya dan ia berkata


"Dila, kayaknya kamu nggak punya teman aja masih lupa kan masih ada gue, ntar deh kalau masalah baju gue yang pinjamin,dan masalah sekolah besok masa lupa sih Kan besok hari libur kan besok 18 Agustus toh besok kan hari lusa kan hari itu tanggal merah..


Memang sih Kevin ulan tahunnya itu Pas 17 Agustus.


"Iya juga sih Vi, Kamu benar ku lupa hehehe ,dan makasih ya Vin untuk tawarannya pinjamin baju, Tapi Vin, aku ngak enak sama kamu"


"Yaelah santai aja kali. Kan aku masih sahabat kamu Dil"


"Tapi Vi," sebelum dia mulai berbicara ucapannya terpotong oleh Vivi


"pokoknya ntar malam kamu harus datang kalau nggak aku kan putusin pertemanan kita selama 2 tahun ini" ancaman vivi kepada Dila

__ADS_1


Dila sedih mendengar ucapan vivi karena mau tidak mau dia datang ke ke pesta Kevin kalau enggak hubungan persahabatan yang dibangun selama 2 tahun ini langsung hancur seketika


"Ehmm,Kamu ngancam aku vi?" Tanya Dilla


"Siapa suruh ngak mau datang" ucap Vivi yang sebal


"Iya,iya aku akan datang Vi, tapi janji ya kamu jangan ngambek dong" Ucap Dila seraya mencoba membunjuk sahabatnya yang lagi ngambek


Keduanya berpelukan Dila tidak bisa membayangkan bahwa hubungan yang selama ini ini yang dia pertahankan selama 2 tahun harus berakhir gara-gara satu alasan yang konyol yaitu datang ke pesta ulang tahun si Kevin.


Dan Dila juga paling sedih karena dia tidak bisa membayangkan bahwa jika dia tidak berteman dengan Vivi maka selama 2 tahun ini ini dengan siapa ya harus berteman karena jika tidak ada Vivii mungkin 2 tahun selama SMA dia harus menderita dan selalu dibully karena dia adalah gadis kampung. Dan Siapa pula yang mau berteman dengan gadis kampung selain Vivi sahabatnya"


......................


Malam pun tiba.


"MPOK, Dila pamit ya mau pergi kepesta nya teman kelas ku Kevin, Sama Vivi" Dila mulai mencium tangan empok nya sendari itu adalah kebiasaannya sejak dulu


Tapi Dila masa bodoh toh mengenai penampilannya Masa orang harus sewot sih, untuk apa memperdulikan kata-kata orang yang belum tentu tahu bagaimana ia menjalani kehidupannya.


Dila hanya mengenakan aksesoris penjepit rambut sederhana dan menggerai rambut hitamnya. Dia memakai lip balm yang senada warna bibirnya tak lupa pula sepatu heels yang tak begitu tinggi yang merupakan pemberian dari empok nya pada saat dia berulang tahun yang ke 17 tahun.


"Nak, Kamu udah minta izin sama Tuan rumah ?" Tanya empok kepada Dila yang masih setia memegang tangan keriputnya


"Udah empok, katanya Dila boleh pergi karena Mita dan Mila juga ada di sana kok"


Entah karena alasan apa empok Sumi merasa akan ada ada yang terjadi pada Dila. Iya merasa sangat khawatir dan tidak ingin melepaskan kepergian Dila ke pesta itu.


" Ya Allah kenapa ya, empok khawatir dengan kamu empok merasa nggak enak akhir-akhir ini? Empok sering memikirkan kamu akhir-akhir ini ?Empok juga sangat khawatir sama kamu Dila" ucap empok Sumi kepada dilah dengan nada yang khawatir karena empuk nya sudah menganggap diri sendiri sebagai anaknya

__ADS_1


Bukannya khawatir Dila justru tertawa dan mencium pipi infonya seraya agar empuk nya tidak perlu merasa khawatir


"Haha, Ya aduh empok nggak usah mikirin itu kan juga Dila nya nggak sendirian nanti juga ada ViVi teman Dila kok. Empok tenang aja ya nggak usah khawatir?" Ucap Dila yang yang berusaha menenangkan hati Mpok nya itu


Raut wajah masih terlihat panik pada empok Sumi.


"tapi nak, kemarin malam mimpiin kamu sampai nangis loh."


"Kok empok bisa nangis?"


Tiba-tiba bunyi klakson mobil Vivi mengagetkan keduanya. Dila hampir lupa apa yang ingin dia tanyakan kepada Empoknya itu itu.


"Empok Saras Dila pergi dulu ya tuh ada mobil Vivi yang telah menjemput assalamualaikum mpok?" Ucap Dila seraya melepaskan tangan empoknya itu dan seraya berlari kecil mendekati mobil Vivi dan sambil melambaikan tangannya


Empok nya Dila hanya diam seribu bahasa. Hatinya masih dihantui oleh rasa khawatir kepada Dila . DIA hanya bisa berdoa dan berharap kepada yang maha kuasa


"Tolong lindungi Dila ya Allah, " Doa mpok Sumi dalam hati sambil mengiringi kepergian Dila ke pesta malam itu.


...----------------...


#Bersambung....


😇😇😇😇😇😇


**Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘**


Jangan jadi pembaca gelap (Astagfirullah!)

__ADS_1


^^^Salam author^^^


^^^@aratia3❣️^^^


__ADS_2