Gadis Kampung Vs Anak Hedon

Gadis Kampung Vs Anak Hedon
Bab 17 Masa lalu


__ADS_3

...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...


...****************...


Dimas prov


" Sial! Sial! Sial!   "Triple shit! 


Dengan penuh amarah yang masih tertahan, gue meninggalkan tempat terkutuk itu.


Gue gak peduli dengan cewe kampung yang udah gue tidurin itu! 


Siapa tadi namanya? Umm.... Dilla? Dina? Gue aja nyampe lupa siapa namanya walaupun gue udah satu kelas selama tiga tahun dengan cewek itu .


'It's not important to me!'


Gadis Kampung itu gak ada artinya sedikit pun buat gue.


" Argh!  Anjir!  Gimana bisa dengan gampangnya gue lepasin keperjakaan gue sama cewek kampung itu?!  "


Mungkin karena masih terpengaruh minuman tapi malam, kepala gue juga masih rada pusing.


Tapi meskipun gitu, gue tetap mengemudikan mobil sport  hitam gue dengan kecepatan maksimum, pikiran gue begitu kalut, gimana mungkin gue bisa tidurin itu cewe kampung? 


Beribu pertanyaan yang sama terus terus terulang di benak gue.


" JALANG SIALAN!    " kata-kata umpatan terus terlontar dari mulut gue, saking gue keselnya sama gadis kampung itu.


CKIT...!


Gue nge rem mobil gue secara mendadak. hampir aja nyerobot lampu merah di tengah jalan, pasti ini efek terlalu mikirin kejadian semalam  .


Selama gue nunggu lampu merah berganti jadi hijau , gak tau kenapa pikiran gue melayang gak tentu arah .


An*ing!  Kemana semua prinsip yang gue pegang teguh selama ini?!


Dalam kamus hidup gue, gue paling anti sama yang namanya cewek. Bahkan nyentuh mereka pun gue gak sudi.


Parahnya lagi cewek kampung itu! 


Itu udah jadi sumpah yang gue ikrarkan dari gue masih bocah ingusan.


Anti sama makhluk yang namanya perempuan.


Bukan tanpa alasan gue sebenci itu sama cewek.

__ADS_1


Segala sesuatu itu pasti ada alasannya.


Dan alasan utama gue benci sama cewe gak lain dan gak bukan adalah Macce dan Pacce ku sendiri. Gue ulangi sekali lagi , semua karena Pacce gue, Macce GUE! 


Semua karena dia! wanita yang seharusnya memberi gue kasih sayang penuh sebagai seorang ibu, tapi dia justru menyalahi kodratnya sebagai ibu.


...****************...


Flashback


Saat itu gue masih umur 5 tahun...


Kala itu gue masih belum masuk sekolah, yang gue lakuin cuma main sama baby sitter di rumah yang begitu besarnya. Sepi sih, cuma mau gimana lagi, mami dan papi sibuk sendiri sama kerjaannya.


Gue emang jarang ngedapetin perhatian dari orangtua.


Kehadiran mereka di rumah aja dalam 3 bulan bisa di hitung pake jari tangan .


(bersyukur lah kalian yang hidup dengan orang tua yang Nggak sibuk kerja)


Awalnya gue masih biasa aja, sampai saat gue ngeliat dengan mata sendiri kejadian menjijikkan itu.


Kejadian yang melatar belakangi kebencian gue kepada seseorang yang di sebut perempuan .


Saat itu gue lagi seru-serunya main petak umpet sama pembantu di rumah gue.


Gue terus menanti pembantu gue yang lagi sibuk nyari gue. Sambil tertawa iseng, gue yakin pembantu itu gak bakal nemuin gue di dalem lemari ini.


Setidaknya itu pikiran gue.


Tapi...


BRAK.


Terdengar suara pintu yang terbuka begitu kasar.


Gue pikir pembantu gue yang buka pintu.


Tapi, pas gue intip dari celah-celah lemari betapa kagetnya gue pas ngeliat macce lagi ciuman sama seorang pria yang gue tau pasti itu bukan pacce.


Gue terus memperhatikan apa yang mereka lakuin, perlahan mereka saling melucuti baju mereka sampai akhirnya melakukan hubungan seks di kasur yang harusnya hanya ditempati oleh Macce dan Pacce.


" Mama...?  "   ingin rasanya saat itu gue panggil Macce gue .


Tapi pada kenyataannya, gue cuma bisa menutup mulut gue, supaya gak teriak ngeliat adegan panas itu.

__ADS_1


Suara desahan Macce dan pria itu masih terngiang jelas di kuping gue sampai sekarang. Menjadi teror yang mematikan.


Sebuah rasa kebencian mulai tumbuh di hati gue.


Meskipun gue masih bocah, gue udah ngerti apa yang dilakukan sama macce gue. Sejak saat itu gue jadi rada jijik sama yang namanya cewe.


'Sungguh miris bukan?'


Saat itu hanya pacceyang gue percaya.


Tapi untuk yang kedua kalinya Pacce menghancurkan kepercayaan gue.


Gue pikir cuma macce yang suka anu sama pria lain,   tapi ternyata gue salah duga!


Bahkan dengan terang-terangan pacce juga anu sama pembantu dirumah yang masih muda.


Pembantu yang saat itu selalu main dan jagain gue di rumah kalo orangtua gue pergi kerja ke luar kota atau luar negeri.


'Anjir, kebayang gak hancurnya masa kecil gue?'


Dan ada satu momen yang sangat menampar hati gue.


Parahnya lagi, habis nidurin pembantu itu, pacce langsung nyelipin uang di belahan dada pembantu itu sambil sesekali menciumi payudaranya .


Gue cuma bisa nelen ludah ngeliat nya, gue gak nyangka ada ya wanita yang murahan gitu?


Kalian pikir rasa trauma gue hilang gitu aja?


'Tidak akan! '


Itu luka yang gak akan bisa sembuh.walau sampai kapan pun


...PS Author : (teruntuk orang tua jangan memperlihatkan apa yang seharusnya tidak di lihat oleh anak kerena akan menimbulkan trauma yang besar)...


...----------------...


#Bersambung....


😇😇😇😇😇😇


Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘


Jangan jadi pembaca gelap (Astagfirullah!)

__ADS_1


^^^Salam author^^^


^^^@aratia3❣️^^^


__ADS_2