Gadis Kampung Vs Anak Hedon

Gadis Kampung Vs Anak Hedon
23 . Kenyataan


__ADS_3

...Tolong tekan tombol Like 👍 buat author biar Author semangat nulisnya :)...


...****************...


Dan...


Tring". Bel sekolah berbunyi


menandakan Siswa SMA itu sudah mau pulang dan pastinya Akan banyak orang lalu lalang mengingat hal itu.


"Udalah, Ambil bareng' loh duluan. nanti gue tunggu di parkiran".


"Baik dimas".


Setelah itu Dimas mengajak Dila ke tempat yang Sepi dan mengajaknya berbicara


Kemudian ....


"Tunjukin cewek kampung, Gimana Hasilnya ha." ucap Dimas


Perlahan ku perlihatkan tangan mungil ku kepada Dimas.


Aku sangat takut mengetahui hasilnya.


Perlahan aku membuka tanganku dan yes!!


Hanya ada satu garis, aku mulai senang sekarang, sampai tanganku perlahan terbuka seluruhnya.


Memperlihatkan kenyataan yang sesungguhnya. Kenyataan yang harus aku hadapi sendirian.


JLEP


Seperti ada badai dan petir besar yang menyambar tubuhku ini. Aku segera menjatuhkan testpack itu ke bawah lantai .


aku menatap Dimas"


Apa yang dia takutkan sudah terjadi.


" A--aku hamil Dim... Hiks... "

__ADS_1


Aku menangis seketika, butir-butir air mata yang selalu aku tahan akhirnya membanjiri pipi ku.


Ekspresi penolakan untuk anak yang ada di kandungannya ini.


Diam dan hening cukup lama menyelimuti keduanya.


Hanya suara angin kencang yang mendominasi mereka berdua.


Dimas yang melihat itu berusaha untuk tetap menetralkan ekspresi wajahnya, ia tak mau menunjukkan kepanikan melihat benda putih bergaris dua merah itu.


Dimas mengerutkan keningnya, "  Apaan nih maksudnya?! " tanya Dimas yang sebenarnya tau maksud testpack itu.


Dila menarik nafasnya dalam-dalam, mengumpulkan lebih banyak keberanian untuk mengatakan yang sejujurnya.


"  A- aku hamil anak kamu Dimas. " jawab Dila tergugup-gugup sambil menunduk, ia takut melihat ekspresi wajah Dimas.


Ekspresi penolakan untuk anak yang ada di kandungannya ini.


Diam dan hening cukup lama menyelimuti keduanya.


Hanya suara angin kencang yang mendominasi mereka berdua.


"  Gue mau lu gugurin anak sialan itu, dia bukan anak gue dan gak akan pernah menjadi anak gue!  " 


Jlebb


Hati Dila begitu nge-jlebb mendengar jawaban yang keluar dari mulut Dimas.


Dila mengangkat wajahnya, ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Dimas barusan.


Dengan mudahnya ia membuat bayi ini dan sekarang dengan mudahnya juga Dimas ingin membunuhnya begitu saja?


Matanya mulai berkaca - kaca.


" Apa? Tadi kamu ngomong apa? " tanya


Dila sekali lagi.


Sebenarnya kuping Dila tidak kurang tajam untuk mendengar semua kalimat yang terlontar asal dari mulut Dimas, hanya saja hatinya masih tidak bisa percaya sama apa yang di ucapkan Dimas.

__ADS_1


Semudah itu kah seorang Ayah menyingkirkan anaknya?


"  Lu tuli ya ?!  "


"  Apa?  "


"  GUE BILANG GUGURIN ANAK SIALAN ITU!"


" Ta-tapi ini anak kamu Dim. "


Dimas tertawa sinis.


"  Gue gak pernah ngerasa pernah ngebuat  anak itu . Kan lu sendiri yang gak mau  gue bayar waktu itu , so.... gue udah lepas tangan sekarang. "


Ucap Dimas dengan kesombongannya yang sangat besar.


"  Aku gak masalah kalo kamu mau gugurin anak ini, tapi setidaknya kamu harus ngakuin dia sebagai anak kamu. Di dalam darahnya mengalir darah kamu D!  Kamu mikir gak sih?! " kali ini air mata Dila sudah tumpah tak terbendung lagi.


"  Gue gak sudi dan gak akan pernah sudi ngakuin anak yang ada di rahim wanita kampung kaya lu, anak gue kelak harus terlahir dari wanita yang jauh dari kata wanita murahan kayak elu !  Catet tuh baik-baik "   Dimas menoyor kening Dila dengan jari telunjuknya.


Dila memegang dadanya yang sudah mulai sesak mendengar ucapan Dimas. Dila memang punya riwayat penyakit asma, sehingga ia tidak boleh terlalu stres dan tertekan..


"  Aku emang orang kampung dan miskin Dim hiks... , tapi bukan berarti anak yang akan aku lahirkan nanti bakal sama kayak aku hidupnya, kamu gak bisa dengan mudah ngejudge gitu aja. Oh ya, aku ingetin kamu satu hal, mulut kamu bisa aja menyangkal anak ini tapi kenyataan gak akan pernah bisa kamu sangkal Dim. " ucap Dila sambil menunjuk kearah perutnya.


Dimas hanya tersenyum kecut mendengar ucapan gadis kampung yang selama ini  tidak ia sangka akan berani berbicara seperti itu kepadanya yang terkenal arogan dan keras.


...----------------...


 


#Bersambung....


😇😇😇😇😇😇


Hai readers . Terimakasih Telah mampir di Novelnya Author


Jangan lupa tinggalkan jejak ya ! Berupa vote 💓 like 👍 dan komentar berupa saran 😘


Jangan jadi pembaca gelap

__ADS_1


__ADS_2