Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
gara gara tikus


__ADS_3

#rumah Juna


hujan melanda malam ini, sesuai dengan namanya bogor adalah kota hujan, udara pun semakin dingin.


"non, menginap saja disini nanti bisa pakai baju Dewi". ibu Juna menawarkan kepada Kimy seusai makan malam.


"tapi...Kimy takut nerepotkan Bu". jawab Kimy.


"tidak apa apa non, nanti non bisa pakai kamar Dewi, biar Dewi tidur di kamar Dewa kebetulan malam ini Dewa tidak pulang masih bantu mang Diman mumpung besok libur sekolah". Ibu membujuk Kimy, dikarenkan memang sedang hujan lebat dan sudah larut, ibu Juna khawatir apabila Juna dan Kimy memaksa kembali ke Jakarta.


Kimy melihat ke arah Juna, namun Juna tampak datar, sepertinya Juna menunggu keputusan Kimy.


"baiklah bu". jawab Kimy dengan senyum manis ke arah Ibu dan Pak Angga.


"Wi, aja teh Kimy ke kamar, siapakan perlengkapan mandi dan pinjam baju mu". Ibu memerintahkan Dewi.


"iya bu". jawab Dewi. "ayo teh..." Dewi menuntun Kimy menuju kamarnya.


Kamar Dewi sangat sederhana, berbeda jauh dengan kamar Kimy tentu nya, namun terlihat bersih dan rapih.


"teh, ini handuk baru dan baju teteh sudah Kimy siapakan dikasur, dan maaf teh kamar mandinya cuma satu ada di belakang, keluar kamar Dewi teteh ke kiri saja nanti di belakang dapur". jelas Dewi.


"tidak apa apa Dewi, aku malah senang disini suasana nya asri banget".


"teteh mau Dewi antar ke kamar mandi, takut nanti teteh bingung karena penerangan menuju kamar mandi juga agak redup teh". tawar Dewi.


"gak usah Dewi, aku bisa sendiri koq kamu istirahat aja". sanggah Kimy, ia sungkan merepotkan Dewi dan juga Ibu sejak ia hadir.


"kalau begitu Dewi ke luar ya teh, klo butuh apa apa panggil aja, Dewi ada di kamar Dewa persis sebelah kamar ini". Dewi pun meninggalkan Kimy setelah Kimy mengacungkan jempol tangan nya tanda setuju.

__ADS_1


sesaat setelah Dewi meninggalkan Kimy, Kimy pun menyiapkan perlengkapan mandi dan baju ganti yang tadi di siapkan Dewi, Kimy bergegas ke kamar mandi karena ia merasa badannya sudah sangat lengket.


Kimy menapaki jalan menuju kamar mandi, tepat sekali yang Dewi katakan lampu menuju kamar mandi lebih redup dari ruangan lain, saat Kimy ingin membuka pintu kamar mandi tiba tiba pintu terbuka dari dalam munculah sesosok pria, siapa lagi klo bukan sang pujaan hati my Juna.. kalau kata Kimy.


karena posisi badan Kimy yang tidak seimbang dan sedikit kaget dengan pintu yang tiba tiba terbuka, Kimy pun menabrak dada bidang Juna dan Juna pun merangkumnya dalam pelukan khawatir Kimy akan terjatuh.


"non, tidak apa apa?". tanya Juna khawatir masih dengan pisisi memeluk dan mata mereka bertatapan.


Kimy masih belum mudeng dan tidak merespon pertanyaan Juna, ia masih sibuk mengamati wajah tampan dengan rambut basah nya yang sangat terlihat sexy.


"non..." Juna kembali memanggil majikannya.


"e..iiya..maaf aku gak sengaja". Kimy pun segera menegakan badan nya, dan ia mendapatkan pemandangan yang lebih memukau, Juna hanya mengenakan handuk di pinggang dan membiarkan dada nya terbuka, lagi dan lagi Kimy melihat pemandang rumah kontrakan enam petak yang membuat air liur para wanita tidak berenti menetes.


"non, bisa geser saya mau keluar" pintu kamar mandi yang kecil tentu sulit di lewati Juna saat ini karena Kimy berdiri persis di depan pintu kamar mandi.


"hah?, oh... iya ,maaf" Kimy pun langsung memiringkan badannya dan bersandar pada tembok, Juna melewatinya, harum badan Juna sungguh sangat memikat saat ia tepat melewati Kimy.


❤❤❤❤


Kimy sudah menyelesaikan mandi nya, ia menuju kamar Dewi, dengan santai Kiny melalu lorong menuju kamar Dewi, ia mendenger suara di kolong kompor dapur.


'suara apa ya?' batin Kimy., Kimy pun menuju asal suara karena penasaran dan merasa terusik ia menundukan kepalanya bermaksud ingin melihat lebih jelas apa yang ada di bawah kompor dan tiba tiba ....


"akkhhh... tikus...." Kimy langsung lompat lompat karena geli melihat tikus hitam yang sedang mengunyah remahan makanan di kolong meja Kompor.


Juna datang dengan raut muka khawatir bahkan ia setengah berlari, Kimy yang melihat langsung segera loncat seperti kangguru memeluk induk nya, kedua kaki Kimy melingkar ke pinggang Juna, tangan nya melingkar di leher Juna, Kimy bukan takut dengan tikus tapi geli, hemmm... sama aja kayanya.


"Jun, itu ada tikus, di situ" Kimy menunjuk nujuk berbagai arah masih dengan posisi dalam gendongan Juna seperti anak kangguru.

__ADS_1


"tenang ya non, saya cek dulu...non bisa turun dulu?" Juna berusaha menenangkan Kimy.


"aku takut, gak mau turun! nanti tikusnya loncatin kaki aku gimana?" Kimy semakin merapatkan badanya pada Juna.


akhirnya Juna memutuskan tetap menggendong Kimy dan membawanya ke kamar Dewi mendudukan nya di kasur.


Kimy menyadari dirinya tidak lepas dari gendongan Juna hingga mendarat di kasur kamar Dewi, Kimy tersipu malu dan wajahnya memerah.


"Jun, maaf". Kimy menundukan kepalanya dan memainkan jari jari tangan nya karena gugup.


"tidak apa apa non, non tidur saja ya?, saya permisi untuk cek dapur lebih dulu". Juna ingin melangkahkan kaki nya namun tertahan oleh tangan kimy yang menarik tangannya.


"Jun, aku takut, bisa kamu disini dulu sampai aku tidur?". tanya Kimy dengan ragu.


Juna merasa tidak tega dengan majikan manjanya ini, ia pun memutuskan untuk menemani Kimy hingga tertidur, ingat yaa hanya menemani bukan meniduri hehehe.


Juna mengganggukan kepalanya tanda setuju, Kimy pun merebahkan dirinya dikasur dan menarik selimut dibantu Juna.


Juna memutuskan duduk di karpet samping Kimy dengan menyandarkan punggungnya pada dipan kasur, membelakangi sang majikan, maklum di kamar Dewi tidak ada sofa.


Kimy tertegun, ia merasa beruntung memiliki Juna sebagai orang kepercayaan nya saat ini, Juna tidak pernah mengeluh bahkan selalu ada ketika Kimy membutuhkannya, bagaimana ia bisa menahan perasaan nya, setiap hari rasa kagum itu bertambah membentuk rasa sayang dan mengarah pada rasa cinta.


lambat laun Kimy memejamkan matanya dan tertidur, Juna memperhatikn dengan seksama wajah Kimy yang terlihat tenang dan polos ketika tertidur, Juna tidak memungkiri ada magnet pada diri Kimy yang terus menariknya, ia pun terpesona dengan Kimy sejak awal pertemuan mereka namun Juna tidak bisa melewati batasnya, ia sadar akan hal itu, ia memilih mengikuti arus membawanya tanpa mau berharap lebih.


.


.


.

__ADS_1


.


next episode & please tinggalkan jejak yaa


__ADS_2