Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
kecewa lagi


__ADS_3

#sungai seine


Kimy sangat terpukau dengan pemandangan di hadapannya sebuah kapal laut kecil dihiasi lampu romantis, tersedia dua bangku berhadapan dengan meja kecil sebagai pemisah dengan dihiasi lilin lilin kecil dan beberapa menu makan malam.


"kak, ini maksudnya apa?". tanya Kimy dengan wajah bingung bercampur bahagia karena melihat keindahan di depan matanya.


"ini sebagai perayaan dimulainya persahabatan kita, kamu mau kan?, kamu pasti tahu seperti apa rasa tertarik aku sama kamu tapi aku tidak mau memasakan kamu untuk menerima perasaan ku, aku rasa mengawali dengan persahabat jauh lebih baik, kamu mau kan?". tanya Seon dengan wajah pias memohon.


Kimy paham betul pria dihadapannya memiliki ketertarikan padanya, tapi selama ini Kimy memilih untuk tidak menanggapi lebih serius, ia tidak mau memberikan Seon harapan palsu karena nyatanya hati Kimy hanya untuk Juna sampai detik ini, ya...walaupun lelaki yang dia harapkan tetap saja dingin, entah terbuat dari apa hati Juna.


"Kim..?". tanya Seon kembali di ikuti elusan tangan Seon di bahu Kimy.


"eh.. iya kak". Kimy terlalu fokus dengan fikirannya sampai lupa menjawab pertanyaan Seon.


"jadi kamu mau kan terima aku sebagai sahabat kamu?". Seon bertanya kembali ia khawatir Kimy akan menolak permintaanya.


Kimy menganggukan kepalanya dan menunjukan senyum tulus nya pada Seon.


Seon pun mengenggam tangan Kimy dan membawanya duduk untuk menikmati makan malam mereka.


sungguh Seon merupakan laki laki idaman dimata Kimy, laki laki yang sangat peka dan gentel tetapi entah kenapa Kimy sudah memantapkan hatinya pada Juna, bahkan saat ini pun bola mata nya tak berenti mencari sosok Juna yang saat ia tiba di kapal sudah tidak terlihat lagi.


❤❤❤❤


Juna merasa ragu mengikuti langkah Vicky asisten Seon, ia yakin arah yang dituju bukan ke tempat nona nya.


"pak Vicky, saya tidak bisa buang buang waktu dengan anda, saya harus siap disamping nona Kimy kapan pun dia membutuhkan saya, bisa anda bawa saya menuju nona Kimy?". Juna menghentikan langkah Vicky.

__ADS_1


ia sangat khawatir dengan nona nya, ia sangat sadar rasa khawatirnya berawal dari rasa cemburu, ya ia sudah mengakui bahwa ia memiliki rasa pada majikan nya.


"tuan Juna tenang saja, kita akan menunggu di ruang tunggu, jika non Kimy membutuhkan anda, tuan Seon akan mengabari saya, dan saya sangat menjamin keamanan nona anda". Vicky pun melanjutkan langkahnya menuju ruang yang dituju.


Juna tidak bisa membiarkan hal ini secepat nya ia melawan langkah kaki Vicky, berjalan cepat mencari keberadaan sang nona, ia tidak peduli dengan teriakan Vicky memanggil manggil namanya agar kembali.


❤❤❤❤


Kimy menikmati beberapa sajian diatas meja dengan berbincang santai bersama kak Seon, sesekali mereka tertawa membahas hal hal lucu, Seon adalah pribadi yang membuat Kimy nyaman, sungguh pria itu sangat sempurna andai Kimy bisa membolak balikan perasaannya, mungkin ia akan memilih Seon untuk jadi tujuan masa depannya.


"kamu mau coba?". Seon mengarahkan sendok nya yang berisi makanan ke mulut Kimy.


awal Kimy merasa ragu tapi tatapan Seon padanya seakan menghipnotis gerak tubuhnya, Kimy maju perlahan mengarahkan mulut nya kearah sendok yg di sodorkan Seon.


Bruk!


Kimy dan Seon mengalihkan pandangan mereka tepat kearah tersangka yang menjatuhkan sendok tersebut dari tangan Seon.


"Juna!". sungguh Kimy dibuat bingung dengan kelakuan Juna dan dari mana datang nya Juna padahal tadi Kimy sempat bingung mencari sosok lelaki itu.


Seon terlihat menahan amarah dengan kelakuan Juna, dari arah lain terlihat Vicky sang asistent yang berlari menghampiri tempat kejadian perkara namun Seon mengangkat salah satu tangan nya untuk menghentikan langkah Vicky.


"bisa anda jelaskan maksud anda apa dengan bersikap seperti ini, apakah ada yang salah dengan makanan itu Pak Juna?". terlihat Seon menahan amarah nya semua terpancar dari matanya yang tidak lepas dari Juna sang tersangka.


"saya rasa nona Kimy tidak perlu menerima suapan dari orang lain dan saya juga harus memeriksa apapun yang akan dimakan nona Kimy demi kesehatannya". ucap Juna mencoba mencari alasan walaupun ia tahu jawabanya pasti tidak bisa membuat orang lain percaya.


"maksud anda saya meracuni Kimy, itu sangat mustahil pak Juna, saya tidak akan mungkin menyakiti apalagi membunuh orang yang berharga di hati saya".

__ADS_1


Juna merasa kesal mendengar pernyataan Seon, hatinya tidak menerima ada orang lain mengakui Kimy sebegai orang sepesial dalam kehidupan mereka.


awalnya Kimy ingin mendengar apa alasan Juna menyentak tangan Seon, Kimy berharap Juna cemburu tetapi laki laki kaku itu tetap saja tidak mengakuinya, kecewa berkali kali yang Kimy rasakan.


'apa memang gue sama sekali gak berarti di hati Juna, apa dia tidak memiliki perasan sedikit pun sama gue?'. batin Kimy.


Juna dan seon menunjukan tatapan permusuhan, bahkan orang orang disekitar mereka merinding melihat tatapan itu.


"stop Juna!, kak Seon itu sahabat aku mulai sekarang dan aku yakin dia gak akan nyelakain aku, lagi pula Daddy juga sudah percaya sama kak Seon, jadi aku rasa lebih baik kamu juga jangan meragukan kebaikan nya dan aku bisa menjaga diriku". Kimy akhirnya membuka suara untuk mengakhiri perdebatan antara Juna dan Seon.


"ehemm... jadi bisa anda tinggalkan saya dan Kimy, saya yang akan mengantar Kimy pulang dengan selamat, anda bia turun dari kapal ini diantar Vicky". ucap Seon dengan angkuhnya karena merasa Kimy memberikan akses untuk nya menghentikan ulah Juna yang menganggu kegiatan mereka.


"mari Pak Juna ikut saya" Vicky dengan sigap menghampiri Juna dan menggiringnya untuk meninggalkan kapal.


Seon dan Kimy kembali menikmati dinner romantis mereka, sebenarnya ada rasa tidak rela di hati Kimy meminta Juna untuk pergi tetapi Kimy ingin melihat reaksi Juna selanjutnya, Kimy masih merasa Juna memiliki rasa padanya.


.


.


.


.


.


next episode

__ADS_1


__ADS_2