
#lombok
sudah hari ketiga mereka berada di Lombok dan sejak kejadian Kimy dan Juna saling tatap dan kepergok Mini, mereka aat ini terlihat canggung dan jarang berkomunikasi kecuali untuk hal hal yang penting, Mini pun dibuat pusing oleh kedua mahluk lain jenis itu, bagaimana tidak pusing Mini terkadang menjadi media komunikasi untuk dua mahluk itu.
saat ini Kimy sedang menyelesaikan sesi terakhir pemotretannya untuk salah satu iklan, hari ini adalah hari terakhir ia berada di Lombok untuk bekerja, tersisa dua hari sebelum kembali ke Jakarta Kimy dan Mini memutuskan untuk liburan menikmati pulau Lombok.
"ya Kimy..lebih natural Kim...oke good tahan ya." komando sang photografer.
ceklek..ceklek..
"okey bungkus." ucap sang photografer kembali setelah puas dengan hasil bidikan nya.
"thankyou mas dan semuanya." Kimy tidak pernah lupa untuk berterimakasih pada photografer dan rekan rekan kerja yang lainnya.
❤❤❤❤
Kimy menunggu Mini di ruang ganti sambil Kimy membersihkan sisa sisa make up pada wajahnya.
"permisi non, pakaian nya saya taruh dimana?". tiba tiba suara Juna menggema di telinga Kimy cukup membuat Kimy sedikit terkejut karena tidak mendengar ketukan pintu sebelumnya.
"taruh saja di sofa, Mini kemana? kenapa bukan dia yg antar pakaian aku?". Kimy masih menghadap cermin tetapi tetap bisa memperhatikan Juna dari cermin, sebenarnya ia malu karena di dalam pakain gantinya ada beserta pakain dalam, Kimy khawatir Juna melihat nya saat membawakan pakaian gantinya.
"Mini sedang mengurus kontrak kerja nona karena hari ini adalah sesi terakhir jadi dia meminta bantuan saya untuk mengantarkan pakaian ganti nona". Juna menjelaskan tanpa merubah ekspresi datarnya.
'huh..sepertinya Juna gak tau ada pakaian dalam yang tadi ia bawa buktinya ekspresi nya datar aja gak ada canggung sama sekali' batin Kimy.
"non, saya juga bawakan pakaian dalam baru untuk non tadi Mini yang menyuruh saya untuk ambil di koper kecil nona" ucap Juna santai.
WHAT!
"oh..i..ya..ma..ka..sih..kamu bisa keluar nanti klo aku butuh bantuan kamu, aku akan panggil lagi" Kimy kaget bahkan sampai sulit berucap, wajahnya sudah sangat merah akibat malu tapi orang yang menjadi penyebabnya hanya berwajah datar dan santai sungguh sangat menjengkelkan.
Juna pun keluar dari ruang ganti Kimy dan Kimy segera mengunci ruang gantinya, ia memegang dada nya sangat terasa detak jantung yang bedenyut cepat.
"sialan Mini, awas aja gue bales nanti..akkhh Mommy Kimy malu...mau ditaruh mana muka gue abis ini, Juna pasti udah bayangin sesuatu pas bawa benda kramat itu". Kimy terus mendumel sambil mengganti pakaiannya.
❤❤❤❤
#mobil
__ADS_1
"Kim, besok kita mau kemana? gue dah buat list beberapa tempat wisata yang keren keren nih, lo mau liat gak?". ucap Mini tanpa rasa dosa padahal Kimy masih sangat jengkel saat ini bahkan wajahnya pun terlihat masam sejak keluar dari tempat pemotretan.
"coba gue liat". Kimy langsung merebut HP Mini.
"ini oke...ini juga oke...hemm okelahh". ucap Kimy sambil terus menscroll layar HP Mini.
"jadi besok kita kemana dulu?". tanya Mini antusias karena sang bos pun terlihat tidak menolak saran nya.
"besok, lo di villa aja, beresin barang barang gue dan bersihin kamar gue, gue bisa pergi di temenin Juna". ucap Kimy tanpa dosa, lancar aja tuh mulut tanpa melihat ekspresi wajah Mini yang berubah seketika.
"WHAT?!". Mini berteriak tepat di kuping Kimy.
"ih..apa sih Min, sakit tahu kuping gue". Kimy langsung mendorong kening Mini kebelakang, Juna hanya memperhatikan dari cermin depan mobil yang mengarah ke belakang perdebatan dua orang itu tanpa mau ikut campur.
"gue gak mau Kim, lo kan udah janji sisa dua hari kita holiday disini". Mini merengek pada Kimy sambil menarik narik sebelah lengan Kimy.
"kapan?, gue kan bilang kalau gue mau holiday sisa dua hari, bukan KITA TAPI GUE!". Kimy menekan beberapa kalimat nya agar Mini berhenti merengek.
"masa lo tega sih ninggalin gue, sama aa Jun gue lagi pergi nya..gak mau...gak mau..please Kim". Mini terus memohon pada Kimy tanpa kenal lelah sedangkan Kimy masih saja cuek tak peduli.
"keputusan gue bulat kaya tahu gak bisa diganggu gugat". jawab Kimy santai.
diam diam Kimy tertawa kecil tanpa Mini tahu, biar aja itu asistent laknatnya BETE seharian ini, eh..setengah hari deh udah sore juga saat ini di lombok anggap aja impas sama rasa malu yang tadi Kimy rasakan perihal pakaian dalam.
❤❤❤❤
#villa
Kimy sedang menikmati berenang dengan pemandang outdoor di rooftop villa, Kimy sangat sexy dengan menggunakan bikini berwarna hitam dengan aksen tali yang di ikat pada lingkar leher dan juga pinggang nya.
sedangkan sang asistent masih merajuk di kamar nya sejak kepulangan mereka bahkan mengancam tidak mau makan malam, tapi Kimy sudah tahu akal akalan asistent nya, sudah pasti Mini sedang menikmati berbagai macam snack yang dia sembunyikan di kamarnya untuk mengganjal perut saat ini sambil menggunakan headset agar tidak mendengar ketika Kimy memanggilnya, mana tahan dia mogok makan perut nya aja kaya toren pinguin haha.
Kimy merasakan keram pada kaki saat dia sudah beberpa menit aktif bergerak di dalam air.
"auuuu..to..long.." Kimy sudah mulai khawatir dengan dirinya yang tidak bisa menyeimbangkan badan, badan Kimy seperti tertarik ke dasar kolam, maklum aja kolam renang yang ia gunakan saat ini memang untuk dewasa dengan kedalaman 2.5 meter, Kimy memang jago dalam olah raga renang tapi entah kenapa ia tadi lupa untuk melakukan pemanasan dan langsung saja berenang.
"akk..hh...to..long". Kimy masih berusaha untuk naik ke permukaan, mata nya sudah mulai buram akibat terkena ait kolam
semakin lama kesadarnya menurun dan matanya terpejam, Kimy pun mulai masuk ke dasar kolam, tepat saat itu Juna melewati area kolam renang untuk turun kelantai kebawah , Juna ingin menyiapkan makan malam untuk sang nona, sejak tadi ternyata Juna ada di sebelah kanan rooftop tetapi tidak mengetahui bahwa ada orang selain dirinya karena tertup tembok pembatas dan dia juga sedang menikmati rokok yang hampir habis sebungkus mungkin.
__ADS_1
Juna memperhatikan bathrobe yang ada pada bangku dekat kolam, Juna sangat tahu itu punya siapa tanpa berfikir panjang Juna langsung menenggelamkan dirinya untuk membantu nona nya, ia menangkap tangan Kimy sebelum menghilang dari atas permukaan memeluk nya dan menarik nya keluar dari air, Juna pun menempatkan Kimy di lantai samping kolam, Kimy sudah hilang kesadaran.
Juna mendekatkan telingannya ke dada Kimy untuk mendegar detak jantung nya, Juna langsung memompa dengan tangan nya agar Kimy dapat memuntahkan air yang tertelan ke paru parunya, tapi air itu tidak juga keluar bahkan wajah Kimy makin terlihat pucat saat ini.
Juna pun dengan ragu membuka mulut nona nya, entah konsekuensi apa yang akan ia dapat setelah ini yang terpenting keselamatan sang nona yang utama.
Juna memberikan nafas buatan melalui mulut sang nona memompa nya terus agar air dapat keluar tak lama Kimy pun terbatuk batuk dan mengeluarkan air dari dalam mulut nya, Kimy langsung duduk dan mengusap usap matanya dengan telapak tangannya karena penglihatannya belum kembali normal.
"Ju..na". Kimy kaget setelah ia dapat melihat orang yang menolong nya adalah Juna, sungguh ia sudah sangat pasrah tadi apabila besok namanya sudah ada di media masa dengan judul seorang model mati karena tenggelam.
"nona, bagaimana keadaannya?." Juna terlihat sangat khawatir.
Kimy langsung berhambur kepelukan Juna bahkan air mata nya sudah tidak bisa ia bendung lagi, Kimy menangis di bahu Juna dan tidak melepas pelukan nya.
"ma..ka..sihh makasih banget, kamu udah nolongin aku, klo gak ada kamu mungkin aku...." Kimy tidak bisa melanjutkan kalimat nya, ia sendiri sangat takut mengucapkan kalimat seperti itu.
Juna reflek mengelus bahu Kimy dalam pelukan nya, ia pun sangat khawatir dengan kondisi sang majikan.
setelah lumayan lama Kimy menangis dalam dekapan Juna, Juna pun mulai merasa canggung dan tidak seharusnya dia ada diposisi seperti saat ini.
"non, saya bantu nona ke kamar ya..disini dingin nanti nona masuk angin". ucap Juna dengan pelan dan lembut, ia takut nona nya masih shock dengan kejadian tadi.
Kimy hanya mengangguk, kemudian Juna membantunya berdiri dan saat ingin melangkah Kimy seperti kehilangan kekuatan pada kakinya mungkin karena keram yang ia rasakan tadi, Juna pun melihat hal itu dan kembali memeluk Kimy, Juna takut Kimy akan terjatuh.
"saya gendong saja non, maaf bila lancang". Juna pun langsung menggendong Kimy ala bridal.
Juna menuruni tangga dengan Kimy berda pada gendonganya, tangan Kimy mengalung indah di leher Juna wajahnya pun menempel tepat di dada lelaki itu, rasanya jantung Kimy seperti maraton menghirup aroma badan Juna dan membayakan perut Juna yang seperti kontarakan 6 petak, yang tadi sempat tercetak dibalik kaosnya yang basah.
Jantung Kimy terus berdebar selama perjalannan menuju kamarnya di lantai dasar, ingin rasanya ia memperluas jarak kolam renang dan kamarnya agar ia bisa lebih lama dalam dekapan Juna sang lelaki pujaan hatinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
next episode & please tinggalkan jejak ya