
#mobil
sepanjang jalan Juna berfikir keras akan membawa Nona nya kemana dalam keadaan mabuk dan meracau saat ini, apabila kembali kerumah besar sudah dipastikan nyonya Dian akan memberondong dirinya dengan banyak pertanyaan, ia khawatir salah menjawab dan menyebabkan huru hara keesokan harinya antara nyonya dan nona nya.
akhirnya Juna memutuskan membooking salah satu hotel, ia menggendong Kimy memasuki hotel tidak lupa ia menutupi identitas sang nona dengan menyelimuti tubuh Kimy menggunakan jaket yang tersimpan di bagasi mobil dan topi pun tak luput ia pakaikan agar menutupi wajah sang nona
#hotel
"Juna, aku tuh suka, sayang, cintaaaaahhh sama kamu kenapa sih kamu gak pernah bisa liat aku?!". Kimy terus meracau mengungkapkan semua perasaannya pada Juna.
bukan nya Juna tidak mendengar atau pun tak memiliki rasa, Juna menahan itu semua, baginya dirinya dan sang nona memiliki perbedaan yang tidak bisa disatukan, ia tidak mau memberikan harapan yang nantinya malah berakhir menyakitkan.
Juna membaringkan sang nona di kasur, ia mengambil handuk dan merendamnya dengan air hangat di westafel kemudian membasuh kening dan bagian bagian tubuh sang nona yang terlihat, ia tidak berani berbuat lebih walaupun bayangan Kimy menggunakan bikini saat di Lombok terkadang melintas dengan kurang ajar di otak nya.
setelah membasuh, dan sang nona mulai terlihat tenang, Juna pun menyelimuti tubuh sang nona, kemudian karena ia cukup lelah, ia pun memilih mengistirahatkan badanya di sofa kamar dan tidak lama pun Juna terlelap menyusul Kimy.
❤❤❤❤
pagi yang cerah telah mengusik tidur Juna, ia pun membuka netra nya, wajah cantik dan polos Kimy menyabut nya di pagi ini, majikan nya masih tertidur pulas dengan posisi yang sama, Juna memutuskan memesan makanan di resto hotel untuk sang nona dan dirinya, tidak lupa Juna memesan air jahe hangat agar menghilangkan rasa mual nona nya ketika bangun.
"uwek...uwek..." terdengat suara muntahan di toilet, Juna segera berlalu menuju toilet, ia khawatir dengan kondisi sang nona.
Juna refleks memijat tengkuk sang nona, setelah beberapa saat sang nona selesai dengan ritual muntah nya, Kimy terlihat pucat dan lemas, Juna memapah nya untuk kembali berbaring di kasur dengan menyandarkan punggung Kimy di kepala ranjang.
"non, ini air Jahe madu masih hangat, bisa membantu menghilangkan mual" Juna menyodorkan segelas air jahe madu dan Kimy menerima dengan tersenyum samar kemudian perlahan meminumnya.
"terimakasih, dan maaf buat kamu repot terus". ucap Kimy sendu, ia merasa Juna tidak mungkin menyukainnya, sifat nya yang bertolak belakang dengan Lena, Kimy perempuan manja dan kekanakan yang bisanya hanya merepotkan Juna dan teman teman sekelilingnya sedangkan Lena sangat dewasa bahkan ia mampu menghidupi dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Juna memperhatikan wajah sendu Kimy, sungguh ia tidak buta perasaan, ia sangat tahu nona nya sangat mengharapkan balasan akan perasaannya tetapi Juna hanya seorang ajudan yang tidak pantas untuk menerima rasa sayang dan cinta sebesar itu dari seorang Kimy Kimuji, apalagi jauh sebelum ia menggantikan sang Ayah untuk menjaga Kimy, ayah nya telah berpesan untuk menjaga hati dan perasaan nya jangan sampai lancang menyukai sang majikan dan berakibat hilangnya kepercayaan Pak Arya pada keluarganya, karena pak Arya sangat lah berjasa bagi keluargga pak Angga sampai saat ini.
"sudah tugas saya nona, untuk menjaga dan melindungi nona, apa nona mau sarapan? saya sudah menyiapkan di meja makan, apa mau saya ambilkan kesini?". Juna mengalihkan pembicaraan, ia tidak mau melihat wajah sendu sang nona.
"aku mau makan di meja makan saja Jun, kamu bisa bantu aku kesana?, aku masih lemas mungkin efek muntah tadi dan belum ada asupan yang masuk hari ini". Kimy menjelaskan alasannya meminta bantuan, ia tidak mau Juna mengira ia mengambil kesempatan, ya Kimy sudah sadar ia tidak bisa memaksakan perasaannya pada Juna, Juna berhak menentukan kebahagiaan nya.
Juna mengangguk kemudian memapah Kimy menuju meja makan, mereka sarapan bersama, walaupun Juna sudah bangun lebih dulu tetapi ia segan untuk sarapan lebih dulu, bukan semata mata ia ingin terlihat sopan namun Juna juga mengingin kan untuk sarapan dengan melihat wajah polos Kimy walau hanya sekali dalam hidup nya, hingga membuatnya betah untuk dipandang lama lama.
"non, semalam saya sudah menghubungi Lena dan meminta tolong padanya untuk menghubungi nyonya Dian, memberitahukan bahwa anda menginap dikosan Lena agar nyonya tidak khawatir". Juna menyampaikan disela sela sarapan, ia hanya ingin menyepakati jawaban apabila nyonya Dian bertanya nanti.
"ya, terimakasih" Kimy hanya menjawab tanpa mengalihkan pandangannya.
'ternyata mereka sudah bertukar nomor HP dan pasti sering mengobrol belakangan ini'. batin Kimy.
"non, tadi Mini menghubungi, saya diminta mengantar non setelah makan siang ada beberapa berkas yang harus di tandatangani".
__ADS_1
"tolong hubungi pak Fadli saja untuk jemput aku Jun, kamu bisa istirahat di rumah untuk hari ini". Kimy ingin mulai menahan ego nya untuk selalu dekat dengan Juna, ia tidak mau memupuk perasaan nya terus tanpa memikirkan kebahagiaan Juna jadi menghindar mungkin lebih baik untuk saat ini.
"saya akan antar nona untuk pulang lebih dahulu, nanti siang saya juga yang akan antar nona ke kantor agensi" Juna masih khawatir dengan keadaan Kimy da ia takut Kimy melakukan hal lain yang akan merugikan gadis itu bahkan mungkin masa depan karrir nya apabila diluar pengawasanya.
Kimy melihat sorot mata Juna yang tidak terima bantahan.
hufh
Kimy menghembuskan nafas kemudian hanya menjawab Juna dengan anggukan kepala nya, Kimy malas berdebat rasanya badannya masih lemas dan tidak bertenaga walau hanya untuk berdebat.
❤❤❤❤
#rumah
"sayang, boleh Mommy bicara". Mommy masuk ke kamar Kimy dan melihat sang putri sedang bersolek di meja rias.
"kenapa Mom?, soal semalam ya?". tanya Kimy ragu bahkan sorot matanya tidak berani menatapa sang Mommy.
"soal semalam?, Juna dan Lena sudah menghubungi Mommy, mereka bilang kamu sangat lelah dengan pekerjaan kemarin jadi tidur lebih awal, apa ada hal lain yang kamu sembunyikan?".tanya mommy curiga.
"oh..ti-dak mom, jadi apa yang mau mommy bicarakan?".
Mommy menatap dalam mata sang putri, khawatir putrinya menyembunyikan sesuatu hal dari nya, tapi akhirnya mommy memilih untuk tidak mengutarakan kecurigaannya karena ada hal yang lebih penting ingin ia sampaikan pada sang putri.
"soal karrir kamu, tante Titi sudah menjelaskan ke Mommy, Mommy hanya bisa mendukung kamu sayang, tapi sepertinya daddy khawatir dengan kuliah kamu, apa kamu yakin untuk cuti 1 bulan?, apa kamu akan bisa mengejar mata kuliah yg tertinggal nanti?". Mommy terlihat khawatir, mungkin bukan hanya daddy yang khawatir namun mommy juga merasakannya tetapi berusaha menutupi dari Kimy, Mommy takut membuat Kimy patah semangat akan mimpinya menjadi model international.
"baiklah sayang, nanti mommy coba bicara dengan daddy, hari ini kamu makan malam dirumah kan?, ajak Mini juga ya?, nanti mom akan masak yang enak buat kalian".
"siap mom and thankyou mom" Kimy mencium sayang pipi kanan sang mommy sambil bergelayut manja.
❤❤❤❤
#kantor Agensi
Kimy sedang berada di ruang merting bersama beberapa model agensi yang akan mewakili untuk acara fashion show di Paris termasuk dirinya kemudian tante Titi dan perwakilan Agensin LaMode Paris.
saat ini mereka sedang menandatangani beberapa kontrak kerja dan pembahasan fee serta benefit yang akan mereka terima selama mengikuti ajang fashion show tersebut.
sungguh ini hal yang sangat Kimy impikan, siapa pun pasti tahu Prancis adalah negara modeling terbesar, semua model punya impian untuk bisa berkarrir di negara tersebut dan ini adalah permulaan untuk nya, ia harus bekerja maksimal agar bisa memberikan yang terbaik.
❤❤❤❤
"Kim, nanti malam tante akan makan malam dirumah kamu, karena daddy mu mengundang tante". tante Titi sudah duduk di kursi kebesarannya dan berhadapan dengan Kimy dan Mini.
__ADS_1
"tante sudah bicara sama daddy soal kepergian Kimy ke Paris?". tanya Kimy penasaran karrna sejak ia tahu akan ke Paris, Kimy belum bertemu daddy nya.
"kemarin tante sudah cerita dengan Mommy mu, dan pastinya mommy mu sudah memberitahu daddy mu". jelas tante Titi.
"pantas saja tadi pagi mom menanyakan soal kuliah ku, dan mengutarakan kekhawatiran daddy berarti kemungkina daady sudah tahu soal Paris ". ucap Kimy dengan sendu, ia takut daddy nya akan menolak keputusannya mengejar mimpinya.
"nanti biar tante yang coba bicara dengan daddy mu". tante Titi berusaha menenangkan keresahan Kimy.
"thankyou tante Titi ku yang jomblo tapi cantik". ucap Kimy sambil memberikan kiss jauh pada sang tante, tante Titi terlihat kesal mendengar kalimat jomblo dari sang ponakan tapi mana bisa dia marah, Kimy adalah ponakan satu satunya yang paling ia sayang.
"Min, untuk kuliah Kimy gimana?". tanya tante Titi pada Mini.
"sudah beres tan, awalnya aku minta cuti tapi tadi pagi Kimy minta untuk di izinkan kuliah online saja, akhinya aku diskusi kembali dengan rektor dan dekan, finalnya mereka lebih setuju untuk kuliah online saja setidak nya Kimy tidak tertinggal banyak untuk mata kuliahnya". jelas Mini.
"okay good berarti gak ada problem ya untuk kuliah, tinggal meluluhkan hati kak Arya aja alias daddy mu yang kepala batu itu Kim". ucap tante Titi dengan tawa mengejeknya.
"tan, klo udah gak ada yang di bahas, Kimy sama Mini pulang duluan ya nanti kita tunggu tante dirumah". pamit Kimy.
"okay, kalian diantar supir kantor saja". tante Titi menawarkan.
"gak perlu tante, hari ini Juna mengantar dia menunggu di lobby bawah". jelas Mini.
"oh ya... wow ajudan tampan mu itu ya Kim". ledek tante Titi.
"tante jangan berharap, dia udah ada yang punya". ucap Komy terdengar lesu.
"wah...kalian udah jadian?". tanya tante Titi penasaran.
"ih tante ngeledek aja, gak liat apa ponakan nya patah hati". Kimy memanyunkan bibir nya karena kesal dengan sang tante yang malah meledek.
"yaudah...masih banyak cowok diluar sana sayang, apalagi sebentar lagi kamu go international pasti banyak cowo cowo antri kaya di stasiun". tante Titi berusaha menghibur Kimy, tapi tidak berimpact banyak, ya namanya baru patah hati pastinya fokus nya masih kerasa sakit nya aja.
"gak lucu tante". Kimy semakin jengkel.
"yaudah tante kita pamit dulu ya, sebelum Kimy berubah jadi srigala, eyke... takut" Mini akhirnya menyelesaikan pembicaraan tante dan ponakan yang tidak kunjung selesai, Mini segera menggandeng Kimy untuk keluar dari ruang tante nya dan segera pulang.
.
.
.
.
__ADS_1
.
next episode & jangan lupa tinggalkan jejak buat aku makin semangat