Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
ciuman pertama


__ADS_3

#pesawat


"Min, gue gak lihat Juna dari semalam, di pesawat juga gak ada". Kimy mengedarkan pandangan nya keseluruh ruang kelas bisnis pesawat, ia tidak menemukan wajah tampan Juna.


"lo duduk yang bener sih, gak pegel apa itu leher muter muter mulu". Mini tidak menjawab pertanyaan Kimy dan mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Min, gue serius...gak mungkin kan Juna ketinggalan di Paris?". Kimy semakin penasaran dan khawatir.


"hmmm". Mini hanya menjawab dengan gumaman, ia sedang mencari posisi ternyaman untuk memulai tidur sampai pesawat mendarat di Jakarta.


"MINI!". Kimy sudah sangat jengkel dengan kelakuan asisteny nya.


"sssttt...bisa gak sih jangan teriak teriak nanti lo di demo satu pesawat gimana?". Mini menggosok gosokan telinganya karena refleks mendengar teriakan Kimy.


"ya lagian elo bisa bisa nya cuekin gue, jawab dong...gue khawatir sama Juna". tanya Kimy dengan wajah sendu, ia teringat kejadian semalam, saat ia bersama Seon dan meminta Juna pergi.


"dia di kelas ekonomi". jawab Mini santai dan sudah mulai mencari posisi tidur nyaman nya lagi.


"WHAT!!". teriak Kimy lagi yang otomatis disambut dengan kejengkelan Mini lagi.


"gilak lo ya?, sakit kuping gue, Kimy cantik elo kan gak bilang apapun soal tiket pesawat Juna, biasanya elo udah info sehari sebelum keberangkatan Juna mau dipesankan kelas apa, jadi gue inisiatif aja dari pada lo marah, gue pesenin aja kelas ekonomi biar hemat juga". jawab Mini santai, sebenarnya Mini sengaja mengerjai Kimy, Mini kesal karena semalam Kimy meninggalkan pesta dan memilih Seon padahal pesta itu dibuat untuk Kimy.


"lo yang gilak!, bisa bisa nya lo pesan kelas ekonomi buat Juna, gue gak mau tahu lo harus urus Juna pindah keseini sekarang!". Kimy benar benar dibuat murka oleh asistent gemulai nya.


"gak bisa cantik, sekarang kita udah terbang, mana bisa tuker tuker tempat, udah akhh gue mau tidur, lo juga lebih baik istirahat biar syaraf emosi lo yg tegang jadi lemes". Mini menjawab dengan santainya sambil merebahkan posisi tubuh nya bersiap ke alam mimpi tak lupa senyum tipis ia perlihatkan pada model sekaligus sahabatnya.


"ih...ngeselin lo banci, yaudah klo lo gak bisa pindahin Juna, gue aja yang pindah". Kimy pun beranjak mencari Juna dikelas ekonomi, Mini tidak mendengar kalimat terakhir yang Kimy ucapkan, ia sudah memasang earphone dikedua telinganya untuk pengantar tidurnya.


❤❤❤❤


"bisa kakak bantu aku copot ini". ucap seorang anak laki laki menunjuk seat belt nya, dia duduk tepat disebelah Juna.


"kamu mau kemana, bahaya jangan di lepas ya". Juna berusaha menahan keinginan anak tersebut.


"tapi kakak cantik itu minta tukar posisi". jawab anak kecil itu dengan polosnya.


'kakak cantik?'. batin Juna bertanya tanya.


"aku mau pindah kak, kakak cantik udah kasih aku ini, kalau aku mau pindah". anak kecil itu memperlihatkan uang dengan nominal lumayan bagi seorang anak ke hadapan Juna.

__ADS_1


"orang tua kamu yang kasih itu?". tanya Juna


kembali.


"bukan..kakak cantik yang kasih jadi aku mau tukar tempat duduk dengan kakak cantik nanti aku duduk dekat mommy dan papi pindah ke tempat kakak cantik". anak kecil itu berusaha menjelaskan.


Juna dibuat semakin bingung, apa maksud anak ini bicara memutar mutar dan tidak jelas.


"cavin, ayo nak...kakaknya kasian". panggilan dari seorang wanita untuk anak kecil tersebut yang duduk tepat dibelakang cavin dan Juna.


Juna dan Cavin menoleh secara bersamaan ke asal suara, betapa kaget nya Juna ternyata tepat disamping wanita tersebut ada Kimy yang melambaikan tagan nya dengan semangat ke arah Juna.


Sungguh Juna tidak menyadari semua ini siasat Kimy sang majikan dan bagaimana caranya Kimy merayu anak tersebut, kapan?...oh mungkin saat Juna melamun sambil melihat kaca pesawat yang menunjukan suasana langit cerah pagi ini.


"kakak ini gak mau bantu Cavin lepas ini mom". ucap anak kecil tersebut sambil merajuk.


mau tidak mau Juna membantu anak tersebut melepas seat belt yang melilit pada pinggang nya, secara cepat Kimy bertukar posisi dengan anak tersebut.


"Jun, maaf aku lupa bilang Mini untuk booking pesawat kamu di kelas yg sama kaya aku". ucap Kimy memelas dengan menarik narik manja sebelah lengan Juna.


"iya tidak apa apa non, saya mengerti mungkin nona lelah setelah berkencan". jawab Juna dengan emosi tertahan.


wajah Juna merona menahan malu.


"kenapa sih kamu gak mau bilang aja klo kamu punya rasa kan sama aku". Kimy semakin meledek Juna.


"ehem... non lebih baik dipakai seatbelt nya karena bahaya". juna berusaha mengalihkan pembicaraan.


Kimy memanyunkan bibirnya, membuat Juna semakin gemas dan salah tingkah tanpa sadar Juna fokus pada bibir sang majikan yg terlihat sangat lucu dan menggiurkan.


CUP!


Juna tidak hanya mengecup namun juga ******* bibir lucu itu cecapan pun semakin terdengar, seperti orang dimabuk asmara mereka sama sekali tidak menyadari dimana posisi mereka saat ini.


Kimy yang awalnya kaget dengan apa yang Juna lakukan lama lama menikmatinya bahkan Kimy sudah mengalungkan kedua tangan nya pada bahu Juna dan Juna sudah memeluk erat pinggul Kimy sampai terdengar suara leguhan dari mulut Kimy.


em..akh...


"kakak cantik berisik sekali". tiba tiba suara seorang anak kecil menghentikan aksi mereka, secara bersama mereka melepas pungutan bibir mereka dan menjadi semakin salah tingkah.

__ADS_1


"kakak kenapa muka nya merah". Kimy semakin menundukan kepalanya, bahkan sebagian wajah nya sudah tertutup rambut.


"adik kecil, tidak baik jalan jalan di dalam pesawat, nanti kamu terjatuh, sekarang kembali ke mommy kamu ya, nanti mommy kamu hilang di culik pramugari". ucap Juna sedikit menakuti agar anak kecil itu berenti menggoda Kimy.


Kimy bahkan menahan tawa karena ancaman tidak masuk akal Juna pada anak kecil itu.


akhirnya sang anak pun berlari menuju kursinya yang tadi ia tukar dengan Kimy.


"maaf". cicit Juna sambil menundukan wajahnya berusaha menatap wajah Kimy.


Kimy masih tetap menundukan wajahnya sampai Juna mengangkat wajah Kimy kehadapannya dengan lembut.


"maaf, apa kamu menyesal?". Juna sudah menghilangkan kalimat 'nona' terasa lebih manis di dengar oleh Kimy setiap kalimat yang diucapkan Juna.


Kimy menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia takut Juna berfikir ia menyesal.


Juna tersenyum melihat Kimy tidak menyesali apa yang sudah mereka lakukan.


"kamu benar aku sudah mencintai kamu tapi aku terlalu pengecut untuk mengakuinya, maaf". ucap Juna sambil menggenggam kedua tangan Kimy padangan mata mereka pun sangat dalam menunjukan perasaan yang selama ini mereka tahan tanpa berani mengungkapkan.


"jadi?" Kimy berharap Juna mengajaknya menjalin hubungan.


"jadi maksudnya?" tanya Juna kembali dengan wajah bingung nya.


'jadi kita pacaran atau enggak, uhh... dasar laki laki gak peka , kanebo kering, gini aja gak ngerti' dumal Kimy dalam hati.


"ih..yaudahlah aku ngantuk". Kimy memejamkan matanya ia kesal Juna tidak peka.


"oh jadi maksudnya kamu ngantuk, yd selamat istirahat yaa". Juna pun mengelus sayang kepala Kimy kemudian ikut memejamkan matanya.


Juna tidak tahu saja Kimy sedang mengutuknya di dalam hati saat ini, untung cinta kalau enggak sudah dia musnakan saja dark muka bumi lelaki tidak peka ini.


.


.


.


.

__ADS_1


. next bab


__ADS_2