Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
salah kamar


__ADS_3

#bandara lombok zainudin abdul madjid


Kimy, Juna dan Mini sudah sampai di bandara tepat pukul 11 siang, mereka menunggu jemputan supir yang memang sudah disediakan oleh agensi modeling Kimy.


"aa Jun..mau dibantuin gak bawa trolly barang nya?." tanya Mini dengan manja nya ke Juna.


"tidak perlu." jawab Juna dengan singkat seperti biasa tanpa ekspresi.


"tangan nya kekar banget aa Jun." Mini terpukau dengam tangan Juna yang menggenggam besi trolly menunjukan beberapa bagian otot tangannya tetapi tidak berlebihan.


"Min, lebih baik lo telpon supirnya deh, masa belum datang juga". Kimy jengah mendengar celotehan Mini dan ada sedikit rasa cemburu saat Mini menggoda Juna.


Mini pun sedikit begeser untuk menghubungi supir yang seharusnya sudah berada di bandara saat mereka tiba.


sebenarnya Kimy sangat tidak tahan bersikap cuek ke Juna hari ini tetapi ia harus berusaha menahan diri karena ia masih sangat kesal dengan kejadian kemarin saat mereka di taman bermain, Juna bersikap dingin dan cuek dengan apapun yang Kimy lakukan.


"Kim, katanya dia udah di gerbang masuk, sedikit macet karena antrian maklum lah ini kan weekend banyak wisatawan, lo liat aja bandara lumayan padat". Mini berusaha menjelaskan agar Kimy bisa sabar dan mengerti, Mini berfikir Kimy terlihat kesal saat ini karena supir yang delay padahal karena Juna.


"hem.." jawab Kimy.


tidak lama supir pun tiba mereka langsung bergegas ke villa yang sudah di booking Mini kemarin saat di Jakarta.


❤❤❤❤


#Mora royal villa


Villa dengan fasilitas 3 kamar tidur dan private pool di daerah senggigi.


mereka telah sampai di dalam villa yang akan mereka tempati selama 5 hari kedepan.


"Min, kamar gue yang mana?." tanya Kimy sambil melepas kaca mata hitam dan topi yang ia gunakan.


"lo disana ya." tunjuk Mini pada salah satu pintu yang terlihat lebih besar dari dua pintu kamar lainya dan sepertinya itu adalah kamar utama di villa yang mereka tempati.


"okey." Kimy mengambil kopernya dan bersiap menuju kamarnya.


"biar saya saja yang bawakan kopernya non". Juna mencegah tangan Kimy untuk menyeret kopernya dan secara langsung tangan mereka bersentuhan


DEG.


jantung Kimy seperti maraton saat sentuhan lembut yang Juna alirkan dari tangan nya merambat ke relung hati Kimy.


tanpa menjawab, Kimy langsung melepas genggaman tangan nya pada koper dan berjalan dengan angkuh menuju kamar nya dan Juna pun mengikutinya dengan menyeret koper sang majikan.


"saya letakan dimana kopernya non." tanya Juna ketika sudah tiba di dalam kamar majikan nya.

__ADS_1


"disana saja". tunjuk Kimy asal tanpa mengalihkan pandangan nya dari pemandangan balkon kamarnya, ia segan menghadap ke arah Juna karena ia yakin pertahanan nya akan goyah saat menatap mata elang lelaki pujaannya.


Juna pun mengikuti perintah Kimy.


"apa ada lagi yang bisa saya bantu non?." tanya Juna kembali.


"tidak ada, terimakasih." ucap Kimy dengan tetap menolak untuk melihat sang pujaan hatinya.


"kalau begitu saya permisih, jika butuh sesuatu nona bisa panggil saya atau mengirimkan pesan ke HP saya". Selesai berucap Juna langsung bergegas keluar dari kamar sang majikan.


huh...


Kimy menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya akibat melawan keinginan hatinya demi harga dirinya.


Kimy pun memutuskan untuk membersihkan diri lebih dulu sambil berendam di bathup sebelum menata barang barang bawaan nya.


berendam membuat fikiran lebih relaxs dan juga menyegarkan badan kembali menurut Kimy.


❤❤❤❤


saat ini Kimy sedang bermalas malasan di atas kasur sambil menunggu info Mini setelah 1 jam lebih ia berendam di bathup.


'Mini koq belum kirim jadwal gue ya, apa jangan jangan dia ketiduran' batin Kimy.


Kimy pun memutuskan keluar kamar dan menuju kamar Mini (dengan pede Kimy membuka salah satu pintu kamar yang paling dekat dengan kamarnya tanpa tahu apakah benar itu kamar milik Mini atau malah kamar Sang pujaan hati yang saat ini ingin ia hindari)


DEG


tanpa berkedip dan melebarkan sedikit mulutnya Kimy melihat sang pujaan hati keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih sebatas pinggang yang pastinya tidak menutup bagian perut yang sangat sexy seperti rumah kontrakan 6 petak.


Juna pun sempat berhenti dari kegiatannya mengeringkan rambut dengan sebelah tangan yang mengusap usap rambut nya yang basah menggunakan sehelai handuk kecil.


tak lama Juna dan Kimy sama sama tersadar dari keterkejutan mereka, Kimy pun spontan berbalik badan dan Juna berlari mengambil kaos yang paling dekat dengan nya dan mengenakannya.


"maaf non, saya.." Juna sangat menyesal karena telah memperlihatkan hal yang tidak pantas kehadapan sang nona.


"saya yang salah, maaf saya tidak ketuk pintu lebih dulu, saya fikir ini kamar Mini". sebelum Juna menyelesaikan ucapannya Kimy langsung memotongnya dan tetap menggunakan kalimat formal yang ia gunakan mulai hari ini ke hadapan Juna, ia sadar akan kesalahnya yang langsung memasuki kamar orang lain tanpa mengetuk pintu.


Setelah selesai menjelaskan Kimy pun bergegas keluar dari kamar Juna dan menutup pintunya kembali, rasanya jantung Kimy mau copot saat ini.


'ya Tuhan rezeki yang engkau berikan sangat berlebihan dan luar biasa sehingga sulit di tolak' batin Kimy sambil tersenyum malu malu di balik pintu kamar Juna yang sudah ia tutup.


jegleg..


pintu kamar Juna tiba tiba kembali terbuka ternyata sang pemilik yang membukanya dan otomatis membuat Kimy yang masih bersandar pada pintu pun terdorong kebelakang dan hampir terjatuh, untungnya Juna stanby dan menangkap badan Kimy dan adegan ini terlihat seperti pasangan kekasih, si peria memeluk punggung si wanita.

__ADS_1


Kimy pun langsung tersadar dan segera melepas dekapan tangan Juna pada kedua bahunya.


"maaf non, saya tidak tahu kalau nona.." ucap Juna.


"saya yang salah, saya tadi..." Kimy lagi lagi memotong ucapan Juna tapi kali ini ia kehabisan kata, ia bingung ingin mencari alasan apa, tidak mungkin kan...Kimy bilang dia lagi melamun membayangkan perut Juna yang seperti rumah kontrakan 6 petak, mau di tatuh dimana lagi harga dirinya.


"saya buatkan nona makan siang dulu, oh iya tadi Mini bilang mau ke luar sebentar untuk urus pekerjaan". sebenar nya saat ini Juna pun merasakan jantungnya berdebar bersentuhan dengan sang nona namun Juna segera menepis perasaan itu, ia tidak mau mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin.


Juna meninggalkan Kimy yang masih mematung di depan kamarnya.


Juna langsung menyibukan diri membuat makan siang untuk sang majikan.


"Jun, kenapa Kimy gak pamit sama aku langsung?." tanya Kimy yang saat ini duduk di mini bar menunggu Juna memasak di hadapannya, hilang sudah benteng pertahanan Kimy untuk menjaga harga dirinya dan bersikap angkuh dihadapan Juna setelah ia melihat perut yang membangkitkan gairah semua wanita.


"tadi Mini bilang sudah ketuk kamar nona beberapa kali tapi tidak ada respon Mini berfikir mungkin nona tertidur karena kelelahan di jalan jadi Mini memutuskan untuk menyampaikan pesan ke saya". ucap Juna sambil menyajikan makanan yang sudah selesai ia buat di hadapan Kimy. "maaf non di kulkas hanya ada bahan seadanya jadi saya hanya bisa buat ini untuk nona."


Juna membuat omelet yang di dalam nya terdapat nasi, sederhana namun dapat membangkitkan cacing cacing di perut Kimy, Juna pun ingin bergegas meninggalkan ruang makan.


"kamu mau kemana Jun?." tanya Kimy mencegah langkah kaki Juna.


"saya ingin kembali ke kamar non, apa nona butuh sesuatu lagi?."


"bisa kamu temani aku makan?, aku gak mau sendiri bisa hilang selera makan".


"tapi non.." Juna ingin menolak.


"saya gak terima penolakan, ini perintah". Kimy langsung menyelak ucapan Juna sebelum Juna menyampaikan penolakan nya.


Juna pun segera duduk di hadapan Kimy, karena meja bar tidak terlalu besar sehingga jarak mereka pun lumayan dekat saat ini, untuk beberapa saat mata mereka seperti terhipnotis dengan saling memandang satu sama lain.


ehem...


sebuah suara membuyarkan lamunan mereka.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


next episode dan please tinggalkan jejak.


__ADS_2