Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
menepis rasa


__ADS_3

#Paris


tepat pukul 09.00 waktu Paris, Kimy, Juna, Mini dan tim sampai di bandara international charles de gaulle Paris.


mereka langsung menuju mess yang sudah disediakan panitia, Kimy dan beberapa teman model yang juga mewakili agensi nya di perkenankan menggunakan fasilitas mess namun Juna dan Mini harus menyewa tempat tinggal lain dan beruntungnya agensi mereka sudah menyiapkan tempat itu.


awalnya Juna ragu meninggalkan sang nona tapi Juna tidak memiliki kuasa, Mini pun meyakinkan Juna bahwa Kimy akan baik baik saja karena ada panitia yang siap membantu.


"Min, awas lo ya gerepe gerepe Juna!!". bisik Kimy sebelum Mini meninggalkan mess bersama Juna


"katanya mau move on tp masih aja posesif, yaudah sih ikhlasin aja terong lawan terong cin...". ledek Mini dengan berbisik juga.


"ihh...".Kimy mencubit lengan Mini karena kesal.


"adow...sekong cin!!!!". refleks Mini berteriak.


"ada apa non?". Juna terlihat khawatir, yang berteriak Mini namun yang Juna khawatirkan Kimy dasar memang laki laki batu es ini masih aja gak mau menurunkan ego padahal ia sudah jelas tertarik dan terpesona dengan sang nona.


"a..ku gak apa apa tadi ada semut di tangan Mini". ucap Kimy terbata bata takut Juna tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"hem". jawab Juna sambil menganggukan kepala tanda ia mempercayai alasan sang nona.


"biang semut yang cubit gue". bisik Mini kembali pada Kimy dan sebelum model nya itu mengamuk Mini segera meninggalkan mess tidak lupa menarik lengan Juna sengaja meledek Kimy.


Kimy dibuat melongo melihat aksi Mini menggandeng dan menarik lengan Juna, mau marah dan berteriak tapi dia tak kuasa, ia harus menjaga image nya saat ini bukan hanya dihadapan Juna tapi juga di hadapan rekan rekan sesama model yang saat ini berada dalam mess yang sama.


❤❤❤❤


hari hari Kimy menjalankan training di La Mode disambut dengan sangat antusias olehnya, bertemu dengan para designer dan model international sangat membuat Kimy bangga, impiannya menjadi model international sudah didepan mata, tapi niat nya untuk move on dari Juna nampak nya hanya menjadi khayalan bagaimana bisa move on sedangkan Juna saja hampir setiap hari bulak balik Mess memantau sang nona tidak peduli dengan larangan mess baginya keselamatan sang nona nomor satu ya begitulah yang dilihat Kimy tapi siapa yang tahu bahwa sebenarnya Juna juga merindukan majikan manja nya itu.


"hi girls". ucap seorang trainer memasuki ruang kelas modeling.


"hi Miss". jawab para model model terpilih yang mewakili negara mereka salah satunya Kimy.


"okey, today we will try some clothes that we will show at the show later, so we go to the fitting room, come on girls". ucap Miss Claire salah satu trainer di kelas modeling Kimy.

__ADS_1


❤❤❤❤


Kimy pun mencoba beberapa pakian yang akan ia kenakan di acara puncak, sungguh Kimy sangat takjub melihat dirinya di cermin, ini merupakan salah satu impiannya menggunakan pakaian pakain rancangan designer terpilih dan terbaik.


saat ini para model sudah siap untuk simulasi di catwalk, dihadapan mereka sudah ada para panitia dan perwakilan perwakilan perusahaan sponsor.


Kimy pun mulai belengak lenggok di atas catwalk tanpa Kimy sadari ada sesosok pria yang sangat terpesona dengan penampilanya, bahkan sang pria tidak malu untuk menunjukan wajah ketertarikannya pada Kimy.


❤❤❤❤


para model sedang menghadiri acara makan malam bersama para panitia dan perwakilan sponsor, makan malam yang sangat mewah di iringi oleh alunan musik bahkan ada beberapa yang sudah berdansa untuk menikmati alunan musik romantis.


Kimy sedang menikmati dessert nya, semua makanan yang ia konsumsi selama masa training adalah makannya yang sangat di jaga kandungan lemak serta proteinnya oleh ahli gizi, sehingga Kimy tidak khawatir untuk mengkonsumsinya, hal yang wajar sebagai model Kimy harus menjaga bentuk badanya.


"selamat malam". ucap seorang pria dihadapan Kimy membuat fokus Kimy teralihkan.


"kak Seon?". Kimy sangat kaget melihat Seon tepat di hadapan nya.


"bangku ini kosong?". tanya Seon sambil menujuk kursi tepat disebelah Kimy.


"brarti aku boleh numpang sebentar ya?". tanya Seon kembali, namun belum sempat Kimy menjawab Seon sudah mendudukan dirinya dibanku tersebut.


"selamat ya Kimy kamu bisa ada di ajang luar biasa ini, aku bangga banget sama kamu". ucap Seon kembali dengan mengulurkan tangannya, Kimy pun tak segan untuk menyambut uluran tangan tersebut.


"makasih kak". jawab Kimy dengan senyum manisnya.


"kamu apa kabar?" tanya Seon kembali tanpa melepaskan jabatan tangan nya dengan Kimy.


"baik kak, kakak sendiri bagaimana?..em..kak maaf tangan aku bisa dilepas gak ya?". Kimy menarik tangan nya dari genggaman tangan Seon namun sulit, Seon menggenggam nya dengan erat.


"oh..maaf maaf rasanya kelewat nyaman sampai gak rela lepas". jawab Seon sambil melepaskan tangan Kimy diiringi senyum manis nya.


Kimy hanya tersenyum, baginya ucapan Seon hanya candaan tapi berbeda dengan Seon ia sungguh terpesona dengan Kimy sejak awal mereka bertemu.


"aku baik Kim bahkan baik sekali karena malam ini bisa melihat kamu". jawab Seon.

__ADS_1


"kenapa kakak bisa disini?" tanya Kimy kembali karena ia sangat penasaran kenapa Seon bisa ada di tempat yang sama dengannya tanpa mempedulikan ungkapan perasaan Seon.


"salah satu perusahaan ku menjadi sponsor dalam acara ini".


"wow...hebat banget kak, oh iya kak, soal waktu itu maaf ya aku pulang tanpa pamit, ada urusan mendadak" Kimy teringat saat di acara ulang tahun pernikahan orang tua Seon, Kimy pulang tanpa pamit ketika sedang berdansa dengan Seon karena ungkapan perasaan Lena pada Juna.


"it's okey, yang penting kamu baik baik aja, apa malam ini aku bisa menagih hutang kamu?"


Kimy mengerutkan dahinya, ia bingung utang apa yang ia punya pada Seon.


"maksudnya kak?".


"hutang berdansa, bisa malam ini kita berdansa lagi melunasi hutang kamu yang dulu yang tiba tiba meninggalkan ku?".


Kimy nampak berfikir, tapi ia tidak mungkin menolak, selain merasa bersalah karena dulu pernah meninggalkan Seon saat di lantai dansa, ia juga sadar Seon saat ini sebagai salah satu sponsor dalam acara La Mode, Kimy tidak mau mengecewakan orang orang yang terlibat dalam acara ini.


Seon mengulurkan tangannya sambil menunggu jawaban Kimy, tidak lama Kimy langsung menyambut uluran tangan Seon, Seon pun merangkul pinggul Kimy dan menggiringnya ke lantai dansa.


Kimy dan Seon pun menikmati alunan musik romantis seirama dengan gerakan dansa mereka bahkan mata Seon tidak pernah beralih dari kedua bola mata Kimy, Seon memancarkan kekaguman dan ketertarikannya pada Kimy


tanpa mereka sadari ada Juna yang memperhatikan pergerakan mereka, sungguh hati Juna serasa tertikam belasan pisau tapi ia berusaha menepis perasaan itu, ia berusaha berfikir bahwa perasaan ini hanya perasaan khawatir, khawatir sang nona hanya menjadi permainan laki laki tidak bertanggung jawab.


.


.


.


.


.


.


next episode

__ADS_1


__ADS_2