Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
kampung halaman


__ADS_3

#mall


sudah 2 bulan lebih Juna bekerja sebagai ajudan Kimy, Kimy masih gencar mendekati Juna sampai saat ini , walaupun cuma respon datar yang dia terima tapi Kimy tidak pernah menyerah, seperti pagi ini Kimy berusaha agar Juna menemaninya ke mall padahal hari ini jadwal Juna untuk off dan pulang ke kampung halamannya di bogor, dengan jurus merajuk ke sang daddy, akhirnya disinilah Kimy dan Juna berada.


"non, apa ada lagi yang mau di beli?". tanya Juna sambil berjalan membawa beberapa paperbag dengan brand brand asing yang di beli sang majikan.


"Jun, kita makan dulu ya?" tawar Kimy sambil menarik sebelah lengan Juna untuk mengikutinya memasuki salah satu restaurant favorit Kimy.


seusai mengisi perut, Kimy memutuskan untuk membeli beberapa hadiah untuk Juna dan keluarganya sambil mengitari dan menyinggahi beberapa store yang menjual beragam keperluan pria dan wanita.


"Jun, di bogor kamu tinggal sama siapa aja?" tanya Kimy dengan semangat.


"keluarga". jawab Juna sekedarnya.


"maksud aku siapa aja isinya, seperti aku tinggal sama daddy, mommy, bibi As serta beberapa pekerja runah lainnya, nah...kalau kamu sama siapa aja?" tanya Kimy kembali karena kurang puas dengan jawaban Juna.


"saya tinggal sama Ibu, bapak dan dua orang adik saya." jelas Juna.


"adik?". Kimy baru mengetahui bahwa pak Angga memiliki anak selain Juna.


"iya non".


"perempuan atau laki laki?" tanya Kimy.


"sepasang non, mereka kembar". jawab Juna.


"oh..., maaf aku gak tau klo pak Angga punya anak selain kamu?". tanya Kimy ragu ragu takut Juna merasa tersinggung karena ia banyak bertanya.


"bapak, menikah lagi setelah ibu wafat, dan bapak memiliki anak kembar dari pernikahan keduanya".


Kimy hanya mengangguk anggukan kepalanya mendengarkan cerita Juna


Kimy membelikan beberapa hadiah untuk keluarga Juna.


"Jun, kamu anter aku ke bogor ya?".


"bogor?, apakah nona ada jadwal foto hari ini dibogor?".


"bukan aku mau berkunjung ke rumah kamu, boleh?". tanya Kimy.


"tapi non, rumah saya di kampung dan kecil nanti nona tidak nyaman." tolak halus Juna.


"aku cuma kangen sama Pak Angga, Pak Angga kan jaga aku sejak kecil Jun dan sudah hampir 3 bulan aku gak bertemu beliau, boleh ya aku kunjungi beliau?". Kimy memohon kembali dengan wajah sendu nya.


"tapi non..".


"Jun, ini perintah ya! atau kamu mau aku telepon Daddy dan bilang kalau kamu larang aku ketemu pak Agga" Kimy kembali ke mode mengancam, dasar anak manja se enaknya aja ancam ancam haha.


akhirnya Juna pun pasrah menjalankan kendaraannya menuju kampung halamannya dengan sang nona yang wajah nya sangat bahagia karena Juna akhirnya memenuhi permintaan nya.


perjalanan yang menghabiskan waktu hampir 3 jam karena macet dan memang posisi kampung Juna bukan di kota bogor melain kan kabupaten sehingga perjalanan lumayan memakan waktu.


#desa Malasari


bersyukur rumah Juna masih bisa dilalui kendaraan beroda empat, sehingga Kimy tidak harus membawa hasil belanjaanya dengan berjalan kaki.


tok tok..

__ADS_1


"assalamualaikum". Juna mengetuk pintu rumah nya beberpa kali.


Kimy masih memperhatikan lingkungan sekitar yang sangat asri dan sejuk, senang rasanya bisa melepas penat selama di Jakarta.


"walaikumssalam" terdengar suara dari dalam rumah dan pintu pun terbuka, munculah sesosok gadis dengan menggunakan seragam Sekolah menengah pertama.


"aa Juna.." ia sangat antusias menyambut kedatangan sang kakak.


Juna langsung memeluk sang adik karena rasa rindu yang sangat besar, terlihat manis fikir Kimy, andai ia memiliki saudara pasti ia akan melakukan hal yang sama ketika bertemu.


"Juna,.. ayo nak masuk". terlihat seorang ibu usia yang tidak muda lagi ikut menyabut kedatangan Juna.


Juna pun mengalihkan pelukannya.


"ibu, sudah sehat?". tanya Juna dan terlihat khawatir.


"alhamdulillah nak.. Ibu sudah bisa berjalan normal walaupun belum bisa jauh, ayoo nak kita masuk dulu." saat Ibu ingin menggandeng dan menarik lengan Juna langkah nya terhenti melihat wanita cantik yang berada di belakang Juna dengan gaya modis nya, sang Ibu sudah bisa menebak siapa gadis yang bersama Juna dari gaya pakaiannya.


"non.. Kimy ya?". Ibu menghampiri Kimy.


"iya bu, perkenalkan saya Kimy".


"ya allah gusti gelis pisan...ayoo masuk non, maaf kalau rumah kami jelek" Ibu Juna beralih mengenggam lengan Kimy dan membawanya untuk duduk di ruang tamu.


Kimy merasa canggung di berlakukan selayaknya orang penting dengan ibu dan adik Juna.


"non, kenalkan ini Ibu dan ini dewi adik saya." Juna memperkenalkan Ibu dan Dewi pada Kimy, Kimy dengan senang hati menyambut bahkan mengulurkan tangan nya untuk salim dengan takjim pada Ibu Juna.


"ya ampun Non, jangan begini gak pantas" Ibu terlihat canggung menyambut uluran tangan Kimy ketika ingin mencium tangan nya.


"aduh non, jangan repot repot, non Kimy mau datang ke rumah kami saja, kami sangat bersyukur" ucap Ibu menolak halus pemberian Kimy dengan tangan yang menahan tangan Kimy.


"ibu gak boleh menolak rezeki, anggap aja ini rezeki ibu dan keluarga yang dititipkan Tuhan melalui Kimy". Kimy berusaha membujuk dan akhirnya Ibu dan Dewi pun menerima pemberiannya.


"terimakasih banyak ya non". ibu mengucapkan dengan sangat tulus.


"Pak Angga kemana Bu?". tanya Kimy yang penasaran karena ia melihat rumah Juna hanya ada Ibu dan dewi.


"bapak ke sawah non, sejak tidak bekerja dengan non Kimy bapak menyibukan diri di sawah setelah selesai mengurus Ibu yang sakit sakitan ini." wajah Ibu terlihat sendu.


Kimy merangkul ibu dalam pelukannya, ingin menguatkan ibu Juna agar tidak terlampau sedih.


"pasti Pak Agus seperti itu karena sangat mencintai Ibu". ucap Kimy untuk menenangkan Ibu Juna.


"assalamualaikum" suara Pak Angga dari halam rumah sudah terdengar.


"walaikumssalam" semua yang berada di dalam rumah serentak menjawab.


Bapak terlihat kaget melihat anak majikan nya berada di rumah sederhananya.


"non Kimy, ada apa non repot repot kesini, apa Juna berbuat salah?". Pak Agus terlihat khawatir.


"bukan pak... Kimy kangen sama Pak Agus sekalian aja Kimy mampir untuk liat keadaan bapak dan keluarga". jelas Kimy.


"Bapak, temanin non Kimy ngobrol sebentar, biar Ibu dan Dewi siapkan makan malam pak". Ibu bangkit dari duduk nya.


"bu, Kimy boleh bantu". Kimy menahan langkah ibu Juna.

__ADS_1


"jangan non, kalau di dapur nanti tangan non Kimy jadi jelek". ibu berusaha mencegah.


"tidak apa apa bu sekalian belajar masak siapa tahu bentar lagi jadi menantu orang." Kimy tersenyum penuh maksud tak lupa mata nya melirik ke arah Juna, tapi yang di lirik terlihat cuek.


❤❤❤❤


Kimy beserta keluarga Juna menikmati malan malam yang menunya dimasak oleh Ibu, Dewi dan juga Kimy. tidak seperti di keluarga Kimy biasanya daddy dan mommy akan berenti bicara ketika makan tetapi di keluarga Juna mereka malah asik bercanda sambil menikmati makan malam.


"Bu, Dewa belum pulang sudah jam segini". tanya Juna disela sela menikmati makan malamnya.


"DEwa setelah pulang sekolan membantu mang Diman di kios nya Jun, katanya mau nabung buat beli sepeda motor."


"Dewa kan masih SMP bu masa beli motor, bahaya bu". Juna tampak khawatir.


"untuk tahun depan Jun, Dewa sudah SMA, Bapak rasa tidak masalah ia punya motor, juga lagi tahun depan Dewa sudah punya KTP". Bapak berusaha menjelaskan agar Juna tidak khawatir berlebih.


"aa Jun, gimana rasa masakan nya?". Dewi bertanya pada sang kakak


"enak de, masakan kamu sama Ibu pasti enaklah..apalagi aku kangen banget makan masakan kalian". Jawab Juna dengan semangat.


"ih aa...kata siapa ini masakan aku sama Ibu, ini masakan teteh Kimy".


uhukkk uhukk


Juna tersedak karena kaget mendengar ucapan Dewi, sungguh ia tidak percaya nona manja nya bisa memasak.


"Jun, minum dulu". Kimy menyedorkan segelas air putih untuk Juna.


Juna meminumnya hingga ludes.


"kamu gak percaya banget ya, aku bisa masak?" tanya Kimy sedikit jengkel pada Juna.


"bukan begitu non maksud saya..."


belum sempat Juna menjawab Pak Agus sudah mendahului.


"Jun, non Kimy ini memang pintar masak, dulu waktu Bapak tinggal disana hampir setiap makan pasti non Kimy yang masak, non Kimy banyak belajar dari bibi As."


"soalnya waktu kecil kadang aku bete pak Agus dirumah gak ada mommy dan daddy jadi main sama bi As tapi bi As nya sibuk masak sekalian aja main masak masakan sampai akhirnya aku ketagihan dan jadi belajar masak".


"bagus dong non, jarang ada gadis cantik bisa masak zaman sekarang". Ibu ikut memuji.


"kata siapa bu, buktinya Dewi bisa masak dan aku yakin pasti masakan Dewi lebih enak karena Ibu yang ajarin".


Dewi tersipu malu mendapat pujian dari Kimy.


makan malam mereka nikmati dengan sendau gurau dan sedikit lawakan yang dibuat Dewi dan Ibu, sedangkan Juna hanya ikut tertawa bahkan kadang tanpa ekspresi, dasar laki laki batu es.


.


.


.


.


next episode & jangan lupa jejak nya ya.....

__ADS_1


__ADS_2