Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
ketiban tronton


__ADS_3

#acara pesta


tante Kara dan om Joan menyampaikan sambutan di depan tamu undang serta acara pemotongan kue pernikahan seperti reka adegan saat mereka menikah dulu, sungguh mereka pasangan yang mampu membuat iri dengan keromantisan mereka.


Kimy pun terpukau dengam prilaku om Joan yang sangat terlihat mencintai tante Kara, Kimy jadi membayangkan sendiri apabila ia yang menjadi tante Kara dan Juna adalah om Juan sungguh dia akan menjadi wanita yang sangat bahagia.


"kak Kimy kenapa senyum senyum?". tiba tiba suara Nami membuyarkan hayalan romantis Kimy.


"hah?, ohh.. enggak cuma ikut bahagia aja liat orang tua kamu". Kimy jadi malu, apakah tadi ekspresi nya sangat ketara, bisa bisa orang yang melihat menganggap nya gila.


"nona, sebentar lagi pesta dansa, apakah nona ingin berdansa atau mau iatirahat saja? saya akan carikan bangku untuk nona?." tanya Juna.


'dansa?, Juna ngajakin gue dansa?, ya Tuhan ini namanya kesempatan, aku sebagai umat mu yang sholehah gak boleh menyianyiakan'. batin Kimy.


"aku mau dansa". Kimy menjawab dengan antusias level 10.


"will you dance with me?". ucap seorang pria sudah mengulurkan tangan nya dengan mencondongkan sedikit tubuhnya berharap sang gadis menyambut dan menerima ajakan nya.


Kimy terkejut tiba tiba Seon mengulurkan tangan nya, pupus sudah harapan Kimy, ia tidak mungkin menolak Seon, orang tua nya akan malu karena sifatnya yang akan terlihat angkuh apalagi Seon anak salah satu rekan bisnis daddy nya.


Kimy pun tersenyum dengan sedikit keterpaksaan menyambut uluran tangan Seon.


Juna memperhatikan setiap gerak gerik sang nona bersama Tuan Seon, ada sedikit yang menggelitik di hatinya, entah perasaan apa itu namun segera ia tepis. Juna memutuskan untuk ke toilet dari pada terus memandang pemandangan yang membuat hatinya tidak karuan.


❤❤❤❤


"Juna". sapa seorang wanita memgenakan seragam catering.


otak Juna otamatis berfikir siapa wanita yang menyapa nya, kecerdasan nya tidak pernah menipu, ia langsung mengingat walau baru sekali bertemu.


"Lena". sapa Juna kembali.

__ADS_1


"kamu ngapain disini Jun?". Lena memperhatikan penampilan Juna yang sungguh memukau semua barang yang ia gunakan bukan brand abal abal, Lena bisa mengetahuinya karena restaurant tempat ia bekerja sering dikunjungi kalangan kelas atas.


"menghadiri undangan, kamu?". tanya Juna kembali.


"kebetulan hotel ini menggunakan jasa catering restaurant aku bekerja jadi aku sedang berjaga untuk pesta yang saat ini berlangsung".


'pakaian brended, datang ke undangan yang pastinya bukan undangan sembarangan, masa iya..Juna ajudan Kimy?, buktinya penampilan nya sangat berkelas, tapi masa Kimy bohong?.' batin Lena terus berdebat.


"oh, pantas tadi saya mencicipi masakannya seperti pernah saya coba". ya Juna cukup cerdas untuk menghafal segala sesuatu.


"ehemmm.." suara yang mampu membuyarkan pembicaraan dua sejoli yang tampak akrab.


"Kimy". Lena sedikit kaget melihat sahabat nya tiba tiba muncul.


"kalian udah lama ngobrol?, akrab banget kayanya". Kimy mengeluarkan nada bicara yang kurang enak di dengar.


"haha bisa aja lo kita cuma ngobrol santai koq" jawab Lena yang menganggap nada bicara Kimy karena meledek nya bukan karena cemburu.


"Kim, lo hadirin acara ini juga? ih ..lo boongin gue ya, bilang Juna ajudan lo?". tanya Lena penasaran.


'Juna masih belom ngakuin bahwa dia kenal gue sama Lena sampai saat ini' batin Kimy.


"ih Kim, lo kenapa bengong aja". Lena menepuk bahu telanjang Kimy yang tidak tertutup gaun indahnya malam ini.


"hah?, Lo disini ngapain Len?". tanya Kimy mengalihkan pembicaraan karena bingung mau menjawab apa.


Lena menunjuk label name tag seragam nya, secara cepat Kimy paham sedang apa sahabat nya di hotel saat ini, Kimy hanya mengangguk anggukan kepala tanda paham.


"Kim, gue fikir lo deket sama Juna, gue mau minta bantuan buat PDKT sama Juna, lo tau kan gue gak pernah pacaran apalagi dekat sama cowo jadi bingung mau mulai dari mana". jelas Lena sambil senyum senyum tersipu.


'WHAT?!, Juna aja cinta pertama gue, gak bisa di biarkan, ayoo...Kim putar otak' batin Kimy bergemuruh.

__ADS_1


"lo kan tau Len gue sama kaya lo gak mikirin pacaran dan gak pernah, lagi pula kayanya si Juna itu hati nya dingin kaya es, mana pantes buat cewe lembut kaya elo, pantes nya dia sama yang bar bar banyak ngomong, terus hamble biar hatinya yang kaya batu es bisa cair,". secara tidak langsung Kimy mengatakan Juna cocok untuk nya, secara semua ciri ciri itu mengarah padanya haha.


Lena dibuat melongo dengan penjelasan Kimy, belum juga berjuang sahabat nya ini sudah mematahkan semangat nya.


"ya kan nyoba dulu Kim". jawab Lena terdengar lesu.


"eh, maksud gue..gue gak mau sahabat gue sakit hati, kaya nya si batu es itu susah deh luluh nya, jadi lo pikirin lagi ya, lagi pula lo kan cantik dan pinter, gue gak mau nanti lo dapet laki laki yang gak menghargai lo". Kimy berusaha menjelaskan agar Lena tidak curiga padanya.


"Lena". panggilan dari atasan Lena terdengar.


"iya bu." jawab Lena takut, sepertinya ia lalai dengan pekerjaan nya.


"kamu saya tunggu malah disini, kamu buat ulah ya sama nona ini?, maaf ya nona". tanya atasan Lena menghampiri dan menekan suaranya terlihat jelas menahan kekesalan.


"maaf, jangan salah paham, saya sahabatnya Lena dan kami sedikit berbincang itu pun saya yang mengajaknya, maaf jadi membuat Lena meninggalkan pekerjaan nya". Kimy membela Lena, ia tidak mau sahabatnya bermasalah dengan pekerjaanya.


"oh, baik nona tidak apa apa hanya sebentar masih banyak rekan lain yang bisa membantu". jawab atasan Lena sungkan, Kimy hanya merespon dengan senyum ramahnya.


"saya permisi nona, ayo Lena" atasan Lena memberikan salam hormat sebelum meninggalkan Kimy dengan sedikit menarik Lena.


Huhf... Kimy menghembuskan nafas nya, ia sudah dibuat tidak bisa bernafas dengan pengakuan perasaan Lena.


"non, apa nona memerlukan saya, sehingga masih disini?". tanya Juna yang sudah ada di belakang Kimy.


"emm...iya, aku mau pulang duluan, tadi sudah bilang Mommy dan Daddy". Kimy memutuskan untuk pulang dari pada nanti Lena dan Juna bertemu lagi, khawatir bisa menumbuhkan perasaan lebih kuat diantara mereka.


"kalau begitu, saya pamit dengan Nyonya dan Tuan dulu non".


"gak perlu tadi aku sudah pamitkan sekalian". Kimy bergegas menarik tangan Juna menuju loby hotel untuk pulang, Kimy lupa bahwa saat ini Seon masih menunggunya karena tadi ia hanya pamit ke toilet dengan tergesa gesa.


saat berdansa dengan Seon pandangan Kimy tidak lepas dari Juna, ia melihat Juna meninggalkan Hall, Kimy berfikir Juna marah tapi ternyata Juna malah bertemu dengan Lena dan asik ngobrol.

__ADS_1


padahal Kimy sudah seperti terbang keawan saat berfikir Juna marah karena cemburu tapi ternyata ia harus kemabali jatuh bahkan ketiban tronton rasanya saat tahu perasaan Lena yang sesungguhnya pada Juna.


__ADS_2