
#rumah
Mommy menyambut adik kesayangan nya malam ini, dengan berbagai hidangan nikmat tentunya favorit sang adik bahkan hampir seluruh hidangan Mommy masak sendiri, maklum lah Mommy dan tante Titi memang hanya tinggal berdua di dunia ini, orang tua mereka sudah meninggal, ibunda Mommy meninggal saat melahirkan tante Titi dan sang Ayah meninggal beberapa tahun lalu karena penyakit jantungnya.
"Ti, kamu kayanya kurusan, jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja kalau kamu lelah cuti kan bisa". kebiasaan mommy klo bertemu tante Titi pasti akan ceramah panjang lebar, mommy sangat khawatir dengan adik satu satunya ini.
"nanti lah kak, lagi pula aku emang lagi program diet jadi kakak ku yang cantik ini gak perlu khawatir ya". ucap tante Titi setelah itu memberi ciuman di salah satu pipi sang kakak.
"ih..kebiasaan deh kamu bisa banget alihin pembicaraan, udah kamu duduk dulu, kakak mau panggil yang lain, kak Arya mu itu juga sama kaya kamu kalau sudah kerja gak ingat waktu". ucap Mommy mendumel sambil berjalan menuju ruang kerja daddy dan kamar Kimy.
❤❤❤❤
Makan malam bersama sungguh terasa hangat, biasanya hanya ada Kimy, daddy dan Mommy tapi malam ini di lengkapi dengan Juna, Mini, tante Titi bahkan bi As pun ikut serta, awalnya bi As menolak tapi karena bujukan Kimy yang luar biasa dan sedikit ada adegan merajuk yang dibuat Kimy, akhirnya bi As menyerah.
setelah makan malam Kimy, tante Titi, Mini, Mommy dan juga Daddy memilih untuk bicara serius di ruang keluarga sedangkan bi As dan Juna undur diri lebih awal karena tidak mau menggangu pembicaraan di luar konteks kerja mereka.
"apa kamu bisa jelaskan soal Paris ti?". tanya daddy dengan mimik serius nya.
"jadi gini loh kak, La Mode Paris setiap tahun selalu mengadakan fashion show untuk designer designer terbaik di setiap negara, dan Kimy terpilih sebagai salah satu model yang akan memamerkan busana dari designer nomor satu di Indonesia dan itu salah satu jalan untuk jadi model international menurut ku kak, jadi boleh ya Kimy ikut dalam ajang ini kak?".
"kamu tahu kan saya tidak mentoleransi perihal pendidikan?". tanya daddy dengan wajah serius yang sama sekali belum berkurang.
"iya kak...aku paham, aku yakin Kimy pasti tanggung jawab dengan study nya kak". tante Titi memberi kode pada Kimy dari tatapan mata nya untuk meyakinkan sang daddy.
"dad, i promise i will keep doing the best for my education, daddy percaya kan sama aku?". ucap Kimy dengan wajah puppies nya.
"hunny, aku yakin Kimy gak akan kecewakan kita". Mommy mengenggam tangan daddy, berusaha membujuk nya.
"kak, Mini juga sudah mengurus izin Kimy untuk kuliah online dan pihak kampus juga sudah setuju". tante Titi berusaha membujuk kembali.
"Daddy will support you as long as you can be responsible with your education". ucap daddy dengan tatapan penuh ke putri kesayangan nya".
"i'm promise dad.." ucap Kimy sambil menujukan kedua jari nya pertanda berjanji dihadapan sang daddy.
"kak, ini impian Kimy dan aku yakin Kimy akan sangat bahagia dengan kesempatan ini".
"apa kamu yakin ini impian Kimy bukan obsesi mu?". tanya daddy menelisik.
"kak....aku memang punya impian ingin menjadi model international walau pada akhirnya aku tidak berhasil tapi untuk hal ini, semua aku lakukan karena aku melihat potensi dan fashion Kimy terhadap dunia modelling dan aku tidak mau melihat Kimy kehilangan itu semua sebelum mencobanya karena aku pernah merasakan hal itu kak". jelas tante Titi.
menjadi model international adalah impian tante Titi tapi tante Titi harus merelakan mimpinya pergi karena ketika kesempatan itu datang tante Titi dihadapkan dengan dilema, ia tidak bisa meninggalkan sang Ayah yang sakit dan sang kekasih yang tidak mengizinkan nya walupun sang kakak sudah meyakinkan bahwa semua akan baik baik saja, sang kakak siap mendampingi dan menjaga sang Ayah dan ketika tante Titi memutuskan mengejar mimpinya, tante Titi dihadapkan kenyataan pahit lainnya, ia kehilangan sang kekasih yang meninggal dalam kecelakaan maut ketika ingin mengejarnya ke bandara untuk menahan kepergian tante Titi, mungkin itu juga salah satu penyebab tante Titi tidak berniat berhubungan dengan pria manapun sampai saat ini.
"hunny, please..". ucap Mommy yang sudah melihat kesedihan dimata sang adik.
"okay, daddy akan mendukung kamu sayang". ucap daddy terdengar lembut dengan arah pandang ke wajah Kimy.
__ADS_1
"thankyou daddy, i love you so much". Kimy pun menghampiri sang daddy memeluk dan memberikan kecupan di pipi daddy nya, daddy pun membalas pelukan Kimy dan memberikan kecupan di kening sang putri.
"Bi As...bi....tolong kesini". daddy sedikit berteriak memanggil Bi As.
sebenarnya ada banyak pembantu rumah tangga di rumah Kimy tetapi keluarga kecil ini memang sangat mempercayai Bi As yang memang sudah mengabdikan hampir separuh hidup nya di rumah mereka.
"iya tuan". Bi As datang tergopoh gopoh dari arah dapur.
"Bi, tolong panggilkan Juna untuk menghadap saya".
"baik tuan". bi As segera menuju paviliun kecil dimana menjadi tempat singgah untuk para pekerja di rumah tuanya.
❤❤❤❤
tok tok tok
"Jun..Jun..". bi As memanggil sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Juna.
tidak lama Juna keluar dari kamar nya dengan wajah bantal nya, ternyata pemuda itu sedang menikmati mimpinya tetapi harus terusik dengan ketukan pintu kamarnya.
"Jun, kamu dipanggil tuan sekarang".
"ada apa bi?". Juna bingung, tidak biasanya tuanya memanggil di luar jam kerja bila tidak ada sesuatu yang penting tentunya berhubungan dengan sang putri karena kalau perihal pekerjaan kantor, boss nya itu tidak pernah mengganggunya di luar jam kerja.
"kurang tahu, kamu di tunggu di ruang keluarga Jun, ayoo cepat kesana".
"sudah gak apa apa dari pada membuat tuan menunggu, ayo cepat". bi As menarik lengan Juna dan membawa nya menuju ruang keluarga.
❤❤❤❤
"selamat malam semuanya, tuan panggil saya?, maaf bila pakaian saya kurang sopan tuan " Juna sudah berdiri di ujung ruang keluarga.
netra mata Kimy langsung beralih pada pemuda tampan itu, walau dengan wajah bantal nya dan baju lusu, Juna tetap terlihat tampan bahkan sangat tampan, Kimy pernah melihat Juna dengan pakaian sederhananya tapi malam ini berbeda ada wajah bantal yang melengkapi ketampanan nya, sangat menggemaskan dimata Kimy bahkan Kimy tidak mampu berkedip, hal itu pun tidak terlewatkan dari padangan para penunggu ruang keluarga yang memperhatikan muka terpesona Kimy saat ini bahkan sang daddy sampai mengelus pundak sang putri.
"Kim...kamu kenapa sayang?". sentuhan sang daddy mengembalikan kesadarannya, Kimy sampai menujukan rona merah di wajahnya karena malu.
"e-enggak apa apa dad". Kimy berdehem berusaha menetralisir hawa panas dalam dirinya, sunghuh Kimy ingin bertanya pada Tuhan, dengan apa Tuhan menciptakan makhluk ganteng di hadapannya saat ini, tapi saat Kimy mengingat Lena, hilang sudah rona merah di wajah cantiknya tergantikan dengan wajah sendu.
"soal pakaian kamu tidak apa apa saya mengerti, ini sudah diluar jam kerja mu, Jun..saya minta kamu besok menghadap rektor dan dekan di kampus untuk meminta kelas online untul 1 bulan kedepan, nanti Mini akan membantu kamu mengurusnya". jelas daddy.
"baik tuan". ya itulah Juna dia tidak akan pernah membantah walaupun ia tidak tahu apa tujuan perintah sang majikan tapi ia percaya majikannya tidak akan pernah sembarangan menyuruh nya semua atas dasar profesional kerja, itu semua sudah ia pahami sejak ia menyetujui menggantikan sang Ayah karena memang Ayahnya pun sudah mewanti wanti dirinya untuk selalu siap dengan tugas apapun.
"dad, buat apa Juna online? apa karena ada pekerjaan dikantor daddy yang harus Juna handle?". Kimy tidak bisa menutup rasa penasarannya.
"No, Juna akan menemani kamu selama di Paris".
__ADS_1
"WHAT?!, dad...Kimy ke Paris gak sendiri, ada Mini dan beberapa TIM agensi juga, jadi daddy gak perlu khawatir, Kimy rasa Juna gak perlu dampingin Kimy". Kimy berusaha membujuk sang daddy, bisa gagal rencana move on nya bila Juna tetap ada disekitarnya, pesona laki laki itu sangat kuat.
"daddy tidak mau nego Kim, kamu setuju Juna ikut mendampingi kamu di Paris atau tidak usah berangkat ke Paris". ucap Daddy tegas.
ucapan daddy membuat semua orang yang ada di ruangan itu menengang tanpa terkecuali.
"kak, Kimy pasti setuju Juna ikut, iya kan Kimy sayang....". tante Titi berusaha menetralisir ketegangan dengan mengarahkan Kimy untuk setuju walau terkesan memaksa, masa bodo lah nanti sang ponakan ngambek yang penting izin dari kakak ipar nya tidak di anulir.
Kimy kaget dengan ucapan tante nya, mata Kimy sampai membola menatap tante Titi, tante Titi memberikan kode permohonan dengan wajah puppies nya.
"iya dad, Kimy setuju" jawab Kimy terdengar lesu.
"okay, daddy rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan dan ini juga sudah malam waktu nya istirahat".
"kalau begitu saya izin permisi tuan". Juna berpamitan dengan menundukan sedikit badanya sebelum pergi untuk menunjukan kesopanan.
daddy pun menjawab dengan anggukan kepala pada Juna tanda mengizin kan Juna kembali ke kamarnya.
"yaudah Kak, aku pamit pulang ya?". tante Titi ingin bersalaman dengan Daddy dan Mommy, namun Mommy tidak menyambut uluran tangan tante Titi.
"kalian menginap saja, ini udah malam, kakak gak izin kan kamu nyupir sendiri Ti". ucap Mommy kepada Tante Titi dan Mini, terdengar ada kekhawatiran yang tersirat.
"ya ampun kak, jarak rumah ini sama apartement aku gak jauh, tinggal masuk tol terus sampai, ini juga masih jam 10 malam kak".
"gak ada alesan Ti, kamu tuh perempuan, malam malam berkendara sendiri". Mommy masih tidak mau mengalah, tante Titi sudah menunjukan wajah merajuk.
"yaudah lah hunny, biar aja Titi pulang dia sudah dewasa". Daddy berusaha menengahi, dan mimik Mommy langsung ikutan merajuk.
"yaudah, klo gitu aku minta anter Juna aja". usul tante Titi.
"GAK BOLEH!" Kimy refleks sedikit berteriak.
"kenapa?, Juna juga pasti gak akan nolak". jawab tante Titi sengaja menggoda sang ponakan.
"ya pokoknya gak bisa tante, lagi pula ini diluar jam kerja Juna, tante tuh ganggu aja".
"aduhh... ini udah malam, kalian ribut aja, yaudah Titi klo kamu maksa pulang, kamu diantar supir kakak aja". akhirnya Daddy pun memberikan saran yang disetujui semuanya, apalagi Kimy bahkan ia sangat bahagia setidak nya bisa bobo nyenyak malam ini, gak perlu mikirin si tante nya diantar pulang Juna apalagi sang tante suka caper sama Juna, hehe.
.
.
.
.
__ADS_1
next episode