Gadis Manja Vs Ajudan Tampan

Gadis Manja Vs Ajudan Tampan
cari perhatian


__ADS_3

#villa


Juna mendudukan Kimy di sofa kamar, Jantung Kimy belum juga normal, ia masih meraskan kehangatan dari dekapan tangan juna pada bahunya.


"saya tinggal sebentar ya non?." Juna membuyarkan lamunan Kimy.


saat Juna ingin melangkah Kimy menahan pergelang tanganya.


"kamu mau kemana?". tanya Kimy, ia terlihat sendu, Kimy sengaja memberikan espresi itu agar Juna iba dan mau menemaninya, licik memang tapi klo bisa merubah sikap dingin Juna rasanya tidak rugi mencoba.


"saya mau panggil Mini sebentar, agar Mini bisa membatu nona Kimy ganti pakaian, saya rasa bikini itu sudah tidak nyaman untuk digunakan". jawab Juna dengan arah mata tertuju pada dua gundukan sintal milik Kimy yang hanya menutup sekitaran pu**ng, sumpah demi apapun Juna sudah sangat menahan Juniornya yang ingin demo minta di keluarkan sejak tadi.


Kimy refleks menutup asetnya dengan kedua telapan tangan, ia berharap sudah tidak terlihat tapi harapan hanya tinggal kenangan, kenyataanya kedua telapak tangan Kimy tidak bisa menutupi semuanya yang ada Junior Juna semakin tidak terkendali dibawah sana dengan melihat tangan Kimy yang mendekap asetnya terlihat bulat dan terasa kenyal itulah yang ada di otak Juna saat ini, Juna cepat cepat menghilangkan fikiran kotornya, ia khawatir dirinya akan berakhir dikamar mandi semalaman, Juna segera berlalu memanggil Mini.


❤❤❤❤


#sukarara-kecamatan jonggot


pagi berikut nya Kimy dan Mini memilih wisata batik terkenal di lombok, akhirnya Mini di izin kan ikut oleh Kimy karena memang sebetulnya Kimy hanya mengerjai manager nya itu.


sepertinya efek canggung masih terasa antara Kimy dan Juna, Kimy fikir Juna tidak akan ikut wisata hari ini tapi ternyata Juna sudah ready sejak pagi bahkan Juna lah yang mengemudi untuk hari ini, sepertinya Kimy lupa Juna adalah ajudan nya tidak mungkin Juna meninggalkan Kimy apalagi di daerah asing.


Kimy dan Mini sangat antusias mempelajari seni menenun kain, di desa sukarare ini para wanita harus memiliki keterampilan menenun kain sebelum menikah itu menjadi syarat mutlak yang di terapkan oleh kepala adat.


Kimy melirik sekilas pada Juna, tidak perlu diragukan dengan ketampanan Juna di desa pun ia sudah seperti gula yang dikerubitin para semut, gadis gadis desa bergantian mengajarkan Juna untuk menenun tak jarang saling rebut perhatian Juna, Kimy sunggung jengkel melihatnya, mungkin kalau tidak ada kejadian memalukan semalam saat ini Kimy sudah menjabak satu persatu rambut gadis desa yang kecentilan pada Juna.


'bisa bisa nya dia ramah banget, padahal sama gue aja kaku banget kaya kanebo kering' batin Kimy.


"Kim, lo gak mau nyoba nenun, nih liat gue udah jago dong" ucap Mini pamer tapi sayang Kimy nampak tidak peduli, bagaimana mau peduli saat ini saja perhatian Kimy hanya fokus pada Juna.


"kim...woy..woy...suttttt cewe cewe ada babang tamvan neh..." Mini berusaha menyadarkan Kimy.


akhirnya Kimy tersadar namun tetap ada kilat amarah dan cemburu di mata nya.


"apa sih Min?". tanya Kimy malas.


"ihh.. elo tuh perhatiin si ibu nya ngajarin nenun atau eggak sih?, gue lihat fokus lo bukan ke benang". Mini sedikit kesal karena diabaikan.


"tau akhh..gue ke toilet dulu". Kimy memilih ke toilet untuk menenangkan diri.

__ADS_1


Mini memperhatikan langkah kaki Kimy yang menghentak hentak menuju toilet, jelas sekali si Kimy cemburu buta pada Juna, Mini tersenyum meledek sambil memperhatikan punggung Kimy yang meninggalkan nya.


❤❤❤❤


Kimy membasuh wajah nya di toilet berkali kali untuk mendinginkan pikiran dan hatinya, dia sungguh kesal melihat keramahan Juna dengan orang lain padahal dengan dirinya Juna sangat dingin.


setelah Kimy merasa cukup tenang dia pun memutuskan kembali, dalam perjalanan Kimy tidak sengaja menabrak seseorang.


brug..


"akh.." refleks Kimy sedikit memekik karena kaget.


"maaf, saya gak sengaja" ucap orang yang menabrak Kimy.


"tidak masalah, saya juga salah karena tidak fokus, maaf ya, saya permisih". ucap Kimy kemudian melanjutkan langkah kakinya.


❤❤❤❤


Kimy kembali ketempat ia belajar menenun, pemandangan pertama yang dia lihat sangat menyayat hati, tangan Juna sedang di genggam oleh seorang wanita (menggenggam karena ingin mengajarkan Juna memegang alat tenun tapi..yang melihat sudah cemburu buta duluan jadi semua terlihat berbeda hehe..) Kimy segera berfikir apa yang bisa dia lakukan untuk memberentika hal yang mebuat mata dan hati nya sakit bersamaan.


"auuuu...aduh..sa..kit" Kimy melilitkan kedua tangan nya di bagian perutnya sambil sedikit membungkuk, ia yakin Juna akan panik melihat nya kesakitan.


"nona, nona kenapa?". Juna langsung menghampiri Kimy dengan wajah yang terlihat panik, binggo dugaan Kimy tepat sasaran kan.


"Kim, are you okey?." Mini ikut panik.


"gue keram perut Min". ucap Kimy.


"Min, saya bawa nona ke dokter, anda lanjutkan saja dulu nanti saya akan meminta supir kantor untuk menjemput anda disini". Juna mencoba memberikan solusi ditengah kondisi panik yang di ciptakan Kimy akibat cemburu buta.


"gak usah kerumah sakit, ke villa aja, aku cuma butuh istirahat nanti keram nya juga ilang." Kimy berusaha menahan Juna membawanya ke rumah sakit, bisa ambyar urusannya ketahuan dia bohong demi perhatian Juna tertuju padanya.


Juna dan Mini nampak berfikir


"tapi Kim, nanti klo makin parah gimana?." tanya Mini yang masih berusaha membujuk Kimy.


"enggaklah kan cuma keram aja, lagi pula lo mau nanti ada berita cuma gara gara kaki keram gue kerumah sakit, malu kali nanti dibilang manja sama netizen". Kimy memutar otak kembali agar Juna dan Mini mau menurutinya.


"yasudah Min, anda tidak perlu khawatir saya akan jaga nona di villa". Juna pun bergegas kemobil dengan menggondong Kimy ala bridal, Kimy pun sangat senang lagi lagi dia bisa nempel dengan dada bidang Juna yang pastinya pelukable banget hehe.

__ADS_1


❤❤❤❤


#villa


Juna merebahkan Kimy di ranjang kamar.


"non, saya siapakan air hangat dulu untuk kompres perut non Kimy." Juna pamit menuju dapur.


Kimy memperhatikan punggung Juna hingga menghilang di balik pintu.


'ya tuhan jantung gue..uhh sweet banget di gendong Juna dua kali..nikmat mana lagi yang kau dustakan Kim'. batin Kimy sambil senyum senyum ia membayangkan tubuh atletis Juna.


"non, ada apa?." tiba tiba Juna sudah duduk disamping ranjang menghadap Kimy yang sedang melamun jorok..eh.. jorok gak sih lamunin badan atletis hahaha.


"hah... enggak.. cuma seneng aja perut aku udah mulai gak sakit jadi gak butuh ke dokter deh" jawab Kimy asal.


"syukurah non... non ini air hangat nya, nona bisa kompres sendiri atau mau saya panggilkan ibu penjaga villa agar membantu?." tanya Juna.


"sama kamu aja boleh gak?." Kimy bercicit pelan dengan wajah merah merona.


"maksudnya bagaimana non?." Juna ingin menegaskan apa mungkin ia salah dengar.


"akkh.. enggak.. aku bisa sendiri, makasih ya Jun" Kimy segera mengalihkan pembicaraan.


"kalau nona butuh apapun saya ada di depan kamar nona atau nona bisa telpon saya". kemudian Juna keluar dari kamar Kimy dan tak lupa menutup pintunya.


dua kali Kimy mendapat jackpot pelukan Juna saat menggendongnya, yaa sekarang mah gendong aja dulu siapa tau kan besok yang lain lain hahaha.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


next episode & jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca


__ADS_2