Gelora Hasrat Sang Penguasa

Gelora Hasrat Sang Penguasa
Bab 15. Tidak semudah itu!


__ADS_3

“Ibu ini sangat aneh, dulu saja meminta aku langsung menceraikan dia, bahkan Ibu melarang aku untuk mencabut laporan aku, dan kini Ibu meminta aku untuk membuatnya kembali, apa Ibu sedang bercanda? Ini sama sekali tidak lucu, Bu!” ucap Steven, ia benar-benar merasa heran dan menganggap jika Ibunya itu sangat konyol!


Masih teringat jelas di benak Steven, usai menjebloskan Gelora dan langsung menceraikan istrinya itu, beberapa hari setalah itu ia menyesal dan berniat untuk meminta maaf pada Gelora serta membebaskannya, mencabut laporan terhadap wanita itu.


Akan tetapi Gresy menolak keras keinginan itu, dan wanita parubaya itu malah mengancam akan mengakhiri hidupnya. Alhasil saat itu Steven pun hanya bisa pasrah mengurung niatnya.


“Ya-ya itukan dulu, tapi sekarang Ibu yakin kok. Ibu janji kalau kamu bisa membawa Gelora bersama kita kembali, Ibu akan memaafkan dia dan menyayangi dia seperti dulu lagi,” ucap Gresy.


Padahal sejak kapan wanita itu bersikap baik dan menyayangi Gelora, benar-benar wanita bermuka dua dan pandai bersandiwara.


“Ibu pikir semudah itu hah? Apa Ibu pikir Gelora mau kembali sama aku, setalah apa yang sudah kita lakukan dulu sama dia? Sudah deh, Ibu jangan minta hal yang konyol. Aku tidak mungkin bisa membawa Gelora kembali ke sini, walaupun sampai detik ini aku masih mencintainya! Dan satu lagi, apa Ibu lupa, aku sekarang sudah punya istri lagi, Serra. Bukan kah Ibu sendiri yang meminta aku untuk menerima wanita yang selama ini aku anggap sebagai adikku itu menjadi istriku. Sudah cukup, Bu! Aku capek!” pekik Steven.

__ADS_1


Steven benar-benar tak habis pikir dengan sikap Ibunya itu, sangatlah aneh. Seharusnya jika Ibunya itu ingat apa yang sudah dilakukan Gelora dulu terhadap Serra, menuduh jika Gelora mencoba membunuh Serra, tentu dia tidak meminta hal seperti ini.


“Masalah Serra itu gampang, Steven. Kamu ceraikan saja dia, toh dia itu sama sekali gak berguna, dia cuman numpang hidup sama kita. Awalnya Ibu memang sangat mendukung kamu sama Serra, tapi ternyata dia itu sangat keterlaluan, hobinya cuman ngabisin duit doang! Gak bisa jadi istri yang baik, bahkan berlaga sok kaya ratu di rumah ini,” ucap Gresy, seakan semuanya terasa enteng.


“Sudahlah, aku benar-benar tak habis pikir sama Ibu. Kenapa Ibu dulu memaksa aku untuk menikahinya? Dan sekarang Ibu dengan mudahnya juga meminta aku untuk menceraikan Serra, terus meminta aku untuk kembali bersama Gelora. Apa jangan-jangan Gelora memang tidak pernah melakukan apa yang sudah selama ini kalian tuduhkan?” tanya Steven, menebak-nebak.


Gresy terlihat gelagapan. ‘Ah sial, harusnya aku bermain cantik, jangan sampai masalah itu terbongkar,’ batinnya.


“Iya benar, aku dan Ibu yang sudah menyabotase CCTV itu, maafkan aku Steven, aku hanya mengikuti rencana Ibu.”


Tiba-tiba saja Serra datang menyahut pembicaraan suami dan ibunya itu. Serra berbicara dengan sendu, wajahnya menampakkan rasa bersalah dan menyesal.

__ADS_1


Sontak Steven dan Gresy pun langsung menoleh kearah Serra.


Gresy langsung membulatkan matanya tak percaya sekaligus terkejut mendengar perkataan Serra.


‘Tidak semudah itu untuk menyingkirkan aku wanita tua, sebelum kamu menyingkirkan aku, akan aku buat kau yang lebih ditendang oleh anak tirimu itu,’ batin Serra.


Bersambung ...


Jangan lupa like, komen dan votenya.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2