Gelora Hasrat Sang Penguasa

Gelora Hasrat Sang Penguasa
Bab 17. Mantan menyebalkan


__ADS_3

“Benarkan Elgert, apa yang aku katakan itu?” tanya Paman Sean lagi.


“Tidak!”


“Baiklah, jika kau tidak ingin mengakuinya. Aku akan mengikuti permainan kamu, aku akan menunggu kamu mengembalikan Nona Ketry padaku,” ucap Paman Sean.


“Aku pergi dulu,” pamitnya seraya beranjak dari sana.


Elgert hanya menatap kepergian pria parubaya itu. Mereka memang dulu sangat akrab sekali, sudah seperti keluarga. Akan tetapi setalah Wilson meninggalkan, semuanya jadi berantakan dan itu semua ulah Domi.


Maka dengan itulah seorang Elgert tidak bisa membohongi pria itu. Paman Sean sebenernya orang yang bisa dipercaya, tapi dalam kondisi saat ini, Elgert harus waspada juga.


*


*


*


Sementara itu Gelora kini tengah berada di salah satu Restoran, hari ini ia udah membuat janji dengan seorang, ah tidak. Tepatnya ada orang yang ingin bertemu dengannya. Awalnya Gelora menolak, tapi dia terus memaksa, jadi ya sudahlah.


Seorang pria terlihat menghampiri Gelora, lalu duduk di kursi yang ada di hadapannya.

__ADS_1


“Maaf, membuat kamu menunggu,” ucap pria tersebut, yang tak lain adalah mantan suaminya, Steven.


“Ya kau membuang-buang waktuku! Katakan, ada apa kau meminta bertemu? Jika bukan urusan perkejaan, lebih baik kita sudahi saja pertemuan ini,” sahut Gelora dengar raut wajah tidak sukanya.


“Ayolah Gelora, aku tau kamu itu Gelora bukan Elora.”


“Lalu, jika itu bener, kamu mau apa?” sinis Gelora.


“Kenapa kamu menyamarkan namamu? Dan kenapa kamu bisa jadi pemilik Perusahan itu? Sebenernya siapa kamu Gelora? Dulu kamu tidak pernah menceritakan semua ini padaku?” Steven langsung memberondong banyak pertanyaan pada mantan istrinya itu.


Tentu saja hal itu membuat Gelora merasa heran, memang dasar mantan menyebalkan!


“Apa aku harus menjawab semua perkataan kamu itu, Steven? Aku rasa tidak perlu, kita bukan siapa-siapa, aku dan kamu tidak ada hubungan apa-apa lagi, kita sudah pada jalan kita masing-masing, jadi jangan terlalu ingin tahu tentang kehidupan aku yang sekarang. Tunggu! Apa kamu sekarang menyesal sudah menyia-nyiakan aku?” Gelora tersenyum sinis pada mantan suaminya itu.


“Maafkan aku,” lanjutnya.


Tapi sayangnya semuanya sudah terlambat, bahkan rasanya Gelora saat ini ingin tertawa mendengar kata maaf dari mantan suaminya itu.


“Tenang saja, aku masih punya hati, aku sudah memaafkan kamu,” ucap Gelora.


“Benarkah?” Steven langsung berbinar menatapnya.

__ADS_1


“Iya, benar,” jawab Gelora.


“Apakan itu tandanya kamu mau kembali denganku?” Steven meraih tangan Gelora. “Aku berjanji tidak akan mengecewakan kamu lagi, aku juga akan membantu membangun perusahaan kamu, kita mulai lembaran baru, kita pasti akan sukses sama-sama,” sambungnya.


Gelora langsung menarik tangannya dari genggaman tangan mantan suaminya itu. Heh percaya sekali dia?


“Kamu itu sangat lucu Steven, apa kamu pikir aku ini wanita bodoh. Kau mau membantu aku mengelola perusahaanku? Waow kau sangat percaya diri sekali,” seru Gelora.


“Kenapa kamu bicara seperti itu? Bukankah jika milikmu adalah milikku juga, dan begitu pun sebaliknya.” Steven menatap bingung pada wanita itu.


“Memangnya siapa yang mau kembali sama kamu hah? Steven, Steven, kau itu terlalu percaya diri! Apa kamu pikir setalah apa yang kamu dan keluarga kamu itu lakukan padaku, aku bisa menerima kamu begitu saja? Tidak! Kedatanganku kehidupan kamu bukan karena aku ingin bersama kamu lagi, mohon maaf kau bukan seleraku lagi, kita tidak level,” tegas Gelora.


Perkataan Gelora terasa langsung menusuk ke ulu hati Steven, ia bener-bener tidak menyangka jika Gelora akan berkata seperti itu. Lalu kenapa pada saat bertemu pertama mereka, Gelora terlihat menggodanya? Bukankah itu tandanya Gelora masih tertarik padanya?


“Ayo kita pulang, Bass,” ajak Gelora pada bodyguard-nya itu, yang sejak tadi memang berdiri di sampingnya.


Steven hanya menatap nanar kepergian wanita itu. Dengan dada yang terasa sesak akibatnya tolaknya.


‘Aku pasti akan membuat kamu jatuh kembali kedalam pelukanku Gelora, lihat saja nanti!’


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya.


Terima kasih.


__ADS_2