Gelora Hasrat Sang Penguasa

Gelora Hasrat Sang Penguasa
Bab 18. Kehilangan


__ADS_3

Gresy terlihat mengeluarkan semua isi lemarinya, wanita parubaya itu seperti tengah mencari sesuatu.


“Astaga, di mana semua perhiasanku, barang-barang berhargaku,” ucapnya panik.


Kamarnya itu kini sudah seperti kamar pecah, ia mencari kontak berhiaskan dan uang simpanannya, ia yakin melekatkan semua itu di dalam lemari, tapi saat ia cari tidak ada.


“Tunggu! Apa mungkin Serra yang sudah mengambil semuanya?” gumamnya.


“Aku yakin pasti dia sudah mengambilnya, dasar wanita tidak tahu diri, lihat saja aku akan memberi dia pelajaran!”


Dengar raut wajah dipenuhi dengan amarah, Gresy keluar dari kamarnya. Ia akan mencari Serra dan mengambil miliknya itu. Rasanya ia sangat menyesal sudah memberi hati pada wanita itu. Sudah diberi hati malah minta jantung, air susu di balas air tuba, seharusnya manusia seperti Serra harus lenyap, pikir Gresy.


“Bu, Ibu mau kemana?” tanya Steven yang baru saja pulang, ia berpapasan dengan Ibunya.


“Steven ayo antar Ibu, kita harus mencari Serra!” pintanya.


“Buat apa? Bukankah Ibu kemarin mengusirnya, kenapa sekarang malah di cari?” tanya Steven bingung.


“Ibu mencari dia bukan mau minta dia kembali. Dia sudah mengambil semua perhiasan Ibu dan uang simpanan Ibu!” jawabnya.


“Apa, kok bisa?” Steven terkejut.


“Tentu saja dia itu wanita licik, ayo cepat kita cari dia!”


Steven langsung menganggukkan kepalanya, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil.


***


Sementara itu Serra kini tengah berada di sebuah Restoran bersama seorang pria, Pria itu adalah Alex.


“Ada apa anda ingin bertemu dengan saya?” tanya Alex langsung pada intinya.


Sebenernya Alex sangat malas bertemu dengannya, ia juga sempat menolak saat Serra menghubunginya, dan entah dari mana wanita itu mendapatkan nomer ponselnya. Tapi, saat Alex mendengar alasan Serra ingin bertemu dengannya, Serra mengatakan jika ada hal penting yang ingin disampaikan.


“Apa kita tidak memesan makanan dulu atau minum?” tawar Serra.


“Saya tidak suka bertele-tele, cepat katakan apa yang ingin kamu sampaikan!” jawab Alex tegas.


“Baiklah, ini.” Serra memberikan sebuah flashdisk pada Alex.


“Apa itu?”


“Itu adalah rekaman CCTV, tentu saja anda tahu bukan Tuan Alex, tentang sama lalu Gelora, ah maksud saya Elora? Semua kebenarannya ada di CCTV ini, ya saya mengakui, jika saya salah, sebenernya saat itu Gelora tidak berniat ingin menyakiti saya, tapi saya yang berniat menyakitinya,” jelas Serra. Ia kembali mengambil flashdisk itu lagi.

__ADS_1


Alex tersenyum sinis, “saya memang sudah menduganya.”


“Jadi kamu ingin menyarahkan diri kamu sendiri?” sambungnya.


“Tentu saja tidak. Aku tidak sebodoh itu!”


“Lantas mengapa kamu mengatakan kebenaran ini?”


“Aku ingin meminta bantuan Tuan Alex untuk menjebloskan mantan suami dan Ibu mertua saya. Saya akan memberikan CCTV ini, tapi dengan syarat, anda harus mengeditnya dulu, ya tentu anda tahu apa yang harus anda lakukan, bukan? Saya ingin mereka masuk ke dalam penjara, saya mohon lakukan semua ini demi Gelora, saya sudah menyesali semuanya, saya tidak mau ikut dipenjara,” ucap Serra.


Alex kembali tersenyum sinis, wanita yang ada dihadapannya itu memang sangat konyol. Tapi Alex tahu apa yang dimaksud oleh Serra.


“Siapa kau berani memerintahku?”


“Ya saya memang bukan siapa-siapa, saya hanya ingin membalaskan dendam pada Steven dan si wanita tua itu. Apa Tuan Alex tahu, mereka itu sekarang sedang mengincar Gelora, agar kembali pada mereka, mereka sangat licik, ingin menguasai perusahaan milik Gelora.”


“Baiklah, berikan flashdisk itu,” pinta Alex.


“Saya akan memberikannya, tapi anda harus berjanji, tidak memasukan saya ke penjara, saya tahu anda orang berkuasa, pasti bisakan melindungi saya.”


Alex langsung mengambil flashdisk tersebut, tanpa kata ia langsung meninggalkan Serra setalah mendapat benda kecil tersebut.


Serra terkejut, ia segara menyusul Alex, akan tetapi ia dihadang oleh kedua bodyguard Alex.


Niatnya ingin balas dendam pada Steven dan Gresy namun berakhir seperti ini. Benar kata Alex, Serra menyerahkan dirinya sendiri.


Serra pikir Alex pria yang mudah ditaklukan, tapi nyatanya ia salah. Menganggap enteng semuanya.


Serra hanya bisa memandangi mobil Alex yang melaju meninggalkan tempat tersebut. Benar-benar sial.


“Aku harus segara pergi dari kota ini. Ya benar, aku harus pergi sejauh mungkin. Setidaknya aku sudah membuat Steven dan Gresy sialan itu akan segara membusuk dipenjara!” gumamnya.


***


Alex langsung menuju tempat Elgert, tentu saja ia akan memberikan rekaman CCTV tersebut padanya.


Sesampainya di sana, Alex langsung menuju ruangan Elgert.


“Ada apa?” tanya Elgert saat melihat Alex masuk ke dalam ruangannya itu.


“Ada informasi bagus,” jawabnya. Lalu menghampiri Elgert dan memberikan rekaman CCTV tersebut padanya.


“Apa ini?”

__ADS_1


“Bukti jika mantan suami dan keluarganya Nona Gelora sudah memfitnah Nona Gelora dulu,” jelas Alex.


“Bagus, kau urusan saja semuanya. Pastikan mereka masuk ke dalam penjara, dan membusuk di sana,” pintanya.


Alex langsung menganggukkan kepalanya, ia pun segara menjalani perintah Bosnya itu.


***


Gelora terlihat tengah bersantai di balkon yang terhubung dengan kamarnya itu. Ia merasa jika hidupnya itu sangat membosankan. Tidak ada kegiatan, walaupun di sana semuanya sudah tersedia, apa pun yang ia mau tidak tunjuk tangan, semuanya akan terkabul. Tapi tetap aja Gelora merasa bosan, ia seperti buruk yang berada di sangkar emas, penuh kemewahan tapi tak bisa menikmati kebebasan. Kemana-mana saja harus ditemani si Bass bodyguard menyebalkannya itu, Bass tidak bisa disogok.


Apa lagi belakang ini Elgert sangat sibuk, mereka tinggal satu atap, tapi sudah seminggu ini ia tidak melihat batang hidung pria yang status suaminya tersebut.


Ada rasa rindu juga di hati Gelora, tunggu! apa jangan-jangan ia sudah jatuh cinta pada Elgert.


“Ck! apa yang aku pikirkan? Mana mungkin aku jatuh cinta padanya? Apa yang menarik dari dia? Dia sangat menyebalkan, hanya bersikap manis jika ada maunya saja. Seperti aku sudah gila!”


“Siapa yang sudah gila?” Tiba-tiba saja sebuah suara menyahut ucapannya.


Gelora terkejut, ia pun langsung menoleh, dilihatnya pria yang sedang ia bicarakan barusan sudah berdiri dibelakangnya.


“Sejak ka-kapan kamu di sana?” tanya Gelora gugup.


“Sejak tadi, oh iya aku ada informasi bagus untuk kamu.”


“Apa?”


“Mantan suami kamu dan kedua wanita itu akan segara mendekam di penjara,” jawab Elgert.


Sontak Gelora pun membulatkan matanya tak percaya. Kenapa bisa? Namun detik kemudian ia sadar, tentu saja bisa, dia bisa mengeluarkan Gelora tanpa bukti, jika hanya memasukan Steven, Gresy dan Serra tentu saja sangat mudah baginya.


“Syukurlah, jadi aku tidak usah repot-repot membalas pembuatan mereka lagi,” ucap Gelora, sebenarnya ia juga sangat malas berurusan dengan mereka. Tapi, ia rasanya belum puas membuat mereka menderita, tapi ya sudahlah. Setidaknya mereka sudah merasakan akibatnya, dan mereka sudah melihat Gelora sudah bangkit, bukan Gelora yang payah seperti dulu.


“Berarti semua urusanku sudah selesai bukan? Mereka sudah merasakan apa yang sudah aku rasakan dulu. Apa kita bisa mengakhiri semuanya?” tanya Gelora.


“Kau sudah membantuku membalas mereka semua, aku rasa aku sudah tidak ada urusan lagi denganku, mari kita akhir semuanya.”


Bersambung ....


MAAF BARU UPDATE LAGI. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YA.


TERIMA KASIH.


HAPPY NEWYEAR 2023

__ADS_1


SEMOGA KALIAN SELALU DIBERIKAN KEBAHAGIAAN.


__ADS_2