
“Bass, antarkan saya jalan-jalan, saya penat,” ajak Gelora pada bodyguard-nya itu.
“Mau kemana, Nona? Apa Nona sudah minta izin pada Tuan?” tanya Bass.
“Sudah,” jawab Gelora berbohong. “Ayo cepat! gak sudah banyak tanya bisa gak!" lanjut kesal.
Bass mengangguk, lalu ia pun mengikuti langkah Gelora. Sesampainya di depan, Gelora melihat Ella sudah berada di sana, Gelora langsung memberikan kode pada Ella agar melajukan rancana mereka selanjutnya.
“Ah iya, Bass. Aku lupa, ada yang tertinggal, tolong ambilkan kacamata saya di kamar, di atas meja rias, cepat!” titah Gelora.
“Maaf, Nona. Sebaiknya Nona ambil saya sendiri, saya tidak mungkin masuk ka kamar Nona, itu tidak sopan, dan saya tidak mau terkena masalah,” tolak Bass.
‘Sialan, berani dia menolak permintaanku, aduh bagaimana ini? Aku harus bisa membujuknya,’ batin Gelora.
“Jika kau masuk tanpa izin itu baru tidak sopan, saya yang menyuruh kamu! cepat ambil, kalau kamu tidak menurut, lihat saja aku akan adukan pada suamiku, dan aku akan minta dia untuk menghabisimu," ancam Gelora.
“Baik, Nona. Saya akan mengambilnya,” sahut Bass, akhirnya menuruti permintaan Gelora.
Bass pun langsung masuk kembali ke dalam rumah.
“Dasar menyebalkan, harus diancam dulu, baru nurut!” gerutu Gelora.
“Ella sini,” pinta Gelora, berucap tanpa suara hanya dengan gerakan bibir saja.
Ella yang mengerti langsung menghampiri Gelora, tapi sebelum mereka melihat-lihat kondisi dulu, menunggu para penjaga itu lengah. Untungnya penjaga di sana hanya satu orang saja, itu pun berjaga di depan, kebetulan saat ini jam istirahat makan siang, yang lain mungkin sedang makan.
Ella pun dengan capat membawa plastik yang berisikan koper milik Gelora, tadinya koper tersebut sudah di simpan di dekat tong sampah, tapi Ella ambil kembali, kerena mereka merubah sedikit rencananya. Agar aksi kabur mereka tidak dicurigai.
Ya walaupun sebenernya aksi mereka saat ini terekam CCTV, tapi tidak masalah, yang mereka saat ini tidak curiga, paling jika nanti mencari, akan mengecek rekaman CCTV-nya, tapi sayang Gelora dan Ella pasti sudah jauh dari sana.
Gelora segara membuka bagasi mobil tersebut, lalu Ella dengan cepat memasukan plastik yang berisikan koper tersebut ke dalamnya.
__ADS_1
“Aman, Nona,” bisik Ella. Kedua wanita itu terlihat bernapas lega.
“Ini Nona, kacamatanya." Bass terlihat sudah kembali dan memberikan kacamata tersebut pada Gelora.
“Oke terima kasih, Bass. Ayo kita berangkat, Ella kau ikut ya, nanti bantu saya untuk mambawa barang belanja saya,” ucap Gelora.
“Baik, Nona.”
Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil, seperti rencana mereka berhasil.
“Kita mau kemana, Nona?" tanya Bass yang tengah mengemudikan mobil tersebut.
“Ke Mall X saja, Bass.”
“Mall X, itu sangat jauh Nona, apa Nona yakin, butuh waktu 2 jam untuk ka Mall X.”
“Sudahlah, kau ini protes terus, Bass. Apa mau saya laporkan ke suami saya hah?” Gelora langsung mengeluarkan senja ampuhnya. Dan berhasil, Bass tidak berkutik.
Ella terlihat langsung menganggukkan kepalanya, lalu ia mengeluarkan sapu tangan yang sebelumnya sudah ia siapkan, tentu saja sapu tangan itu sudah di pakaian obat bius.
“Bass berhenti!” teriak Gelora.
Sontak Bass yang terkejut langsung mengehentikan laju mobilnya, dan Ella dengan cepat beraksi membekam Bass dengan sapu tangan yang sudah dipakainya obat bius.
Bas langsung meronta-ronta, namun detik kemudian langsung tak sadarkan diri.
“Yes, berhasil!" seru Gelora dan Ella.
“Ayo cepat, kita harus pergi sekarang," ajak Gelora pada Ella.
“Ayo Nona.”
__ADS_1
Mereka pun langsung turun dari mobil tersebut, tak lupa mereka mengambil koper yang ada di bagasi mobil itu.
Setalah itu mereka langsung berlari, menjauh dari mobil tersebut, sekitar 5 menit mereka berlari.
“Ella, saya cepak, kita berhenti dulu di sini,” pinta Gelora dengan napas yang ngos-ngosan.
“Iya Nona, rumah saya sudah tidak jauh kok dari sini, kondisinya juga sudah aman saya rasa, kita istirahat di sana saja, sekalian beli minum,” sahut Ella tak kalah ngos-ngosan.
Ella menunjuk salah satu tempat penjualan minuman dan makanan yang ada dipinggir jalan tersebut.
“Baiklah, aku juga haus.”
Mereka pun langsung menuju tempat tersebut, dan langsung memesan minuman.
“Terima kasih Ella, kamu sudah membantuku,” ucap Gelora tulus, ia tidak bisa membayangkan jika tidak Ella, mungkin ia akan sulit kabur dari sana.
“Sama-sama, Nona.”
Minuman mereka pun datang, mereka pun langsung menikmatinya sambil mengobrol.
“Aku ingin istirahat, sebaiknya kita langsung ke rumah kamu saja Ella, bagaimana?”
“Baik Nona, sebaiknya memang begitu. Takut juga Bass keburu sadar dan menemukan kita di sini.”
Keduanya pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya, Ella membayar terlebih dahulu minuman mereka, kerena Gelora memang tidak memiliki uang sepeserpun saat ini, lagi-lagi Gelora merasa beruntung bisa bersama Ella.
“Ayo Nona, sudah tidak jauh kok, hanya 15 menit paling dari sini," ajak Ella.
Mereka pun kembali berjalan, akan tetapi baru saja berjalan beberapa meter, tiba-tiba saja seseorang membekam Gelora, membuat Gelora langsung tak sadarkan diri.
Bersambung ...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YA, TERIMA KASIH.