
Gelora kini tengah berada dibawah guyuran air shower, wanita itu tengah menangis lirih.
Nyatanya, semuanya tidak seperti yang ia pikirkan, tidak semudah itu merelakan diri dan tubuhnya pada laki-laki itu.
Walaupun Elgert itu saat ini adalah suaminya, tapi bercinta tanpa adanya rasa itu sangat menyakitkan.
“Nona, Gelora? Apakan anda ada di dalam?” suara teriakan dari arah luar terdengar, membuat Gelora tersadar dari lamunannya.
“Ya,” sahut Gelora singkat.
Ia pun segara menyelesaikan ritual mandinya, berkali-kali ia membasuh seluruh tubuhnya dengan sabun, akan tetapi ia merasa dirinya masih kotor. Terbayang saat Elgert mengagahinya itu, laki-laki itu sangat kasar, bahkan kini menimbulkan rasa yang perih diare sensitif milik Gelora.
Hingga beberapa menit kemudian, Gelora pun keluar dari kamar mandi tersebut. Ella.—pelayannya terlihat masih berada di sana.
“Tuan Elgert menunggu Anda, Nona. Sebaiknya cepat,” ujar Ella.
Gelora hanya menganggukkan kepalanya, setalah itu ia pun segara berganti pakaian yang sudah Ella siapkan.
*
*
*
Sementara itu Elgert di bawah terlihat tengah di kursi kebesarannya, ya bisa dikatakan begitu, kerena kini Elgert tengah berada di sebuah ruangan khusus miliknya, atau sebut saja jika ruangan itu adalah ruangan kerja yang ada di masion tersebut.
“Bagaimana apa kau sudah mendapatkan semua informasi yang detail tentang orang itu?” tanya Elgert pada pria yang duduk berhadapan dengannya itu.
“Sudah Tuan, dia hanya orang biasa. Itu semua sangat mudah,” jawab pria tersebut, yang bernama Alex.
Elgert tersenyum sinis, “baiklah, kau bantu dia untuk menyelesaikan semuanya. Aku tidak ada waktu untuk ngurus dia.”
“Lagian kau itu sangat konyol Tuan, untuk apa juga anda membebaskan dia, dan ingin membantunya? Itu semua tidak menguntungkan bagi kita,” ejek Alex.
Lagi-lagi Elgert hanya tersenyum sinis. Tentu saja kalian mengerti bukan, siapa orang yang dibicarakan oleh mereka. Ya, benar, tentu saja itu adalah Gelora.
Elgert yang membebaskan Gelora, bahkan berjanji akan membantu membalas dendam pada mantan suami wanita itu. Sampai saat ini pun Elgert tidak memberitahu apa sebab dan tujuannya.
__ADS_1
“Diam saja kau, nanti juga kau akan mengerti.”
“Yayaya, oke. Seperti saya sudah mendapatkan jawabannya.” Alex tersenyum tipis.
“Apa?”
“Hanya untuk bersenang-senang bukan? Hanya untuk menuangkan hasrat Tuan saja, kasian sekali dia, bahkan kau bermain sangat kasar Tuan,” jelas Alex sambil terkekeh pelan.
“Hey dari mana kau tahu?” Elgert menatap tajam orang yang selama ini menjadi kepercayaannya itu.
“Kau tidak tidak menutup pintunya dengan ramat,” jawab Alex. Ia terlihat menahan tawanya.
Benarkah? Perasaan tadi Elgert sudah menutup pintu kamarnya saat ingin berniat menggagahi Gelora.
“Santai saja Tuan, tidak usah begitu. Tidak akan ada yang melihat selain saya, kerena saya yang membantu menutup pintunya," sambung Alex. Kini Alex tidak bisa lagi menahan tawanya.
Sial, benar-benar memalukan, Elgert hanya bisa mendesak kesal dalam hatinya.
“Aku masih tidak menyangka, apakah dia wanita yang selama ini Tuan cari?”
“Ya kau benar," jawab Elgert.
“Hancurkan mereka, tapi perlahan-lahan, buat mereka merasakan penderitaan yang selama ini dirasakan oleh wanitaku.”
“Baiklah, semuanya akan saya atur. Satu lagi, apakah Nona Gelora tahu yang sebenernya alasan anda membebaskannya, Tuan?”
“Tidak, dan kau jangan memberitahunya. Biar nanti saja waktu yang akan menjawab semuanya, dan ingat kau harus menjaga Gelora dari semua musuh kita, jangan sampai mereka tahu identitas Gelora yang sebenernya,” tegas Elgert.
“Jadi benar kalau Gelora itu anak dari Wilson?” Alex nampak terkejut.
“Ya benar, dia anak dari Wilson, mafia terkenal itu. Kamu jaga rahasia ini jangan sampai ada orang yang tahu, apa lagi musuh kita. Kita harus menyembunyikan Gelora dari orang-orang, tanpa terkecuali keluarganya, jangan sampai mereka tahu jika Gelora berada di sini.”
“Baik Tuan, lalu apakah Gelora tahu jika ternyata Ayah dia ... ”
“Tidak, kerena dia sejak kecil tinggal di panti asuhan. Dan seperti orang yang menitipkan dia di panti itu tidak memberitahu pemilik panti asal-usulnya,” sela Elgert memotong ucapan Alex.
“Lalu, kenapa anda sangat yakin jika dia anak dari Wilson?”
__ADS_1
“Apa kau meragukan saya? Saya sudah mencari selama 10 tahun, Alex!”
“Ya kau benar, semoga saja benar. Jika memang benar jika Gelora anak Wilson, kita bisa mengambil alih kekuasaan Wilson yang turun ke Anak tirinya itu. Saya sudah muak, semenjak Tuan Wilson tiada, dan anak tirinya yang mewarisi kekuasaannya itu, banyak orang yang meradang dan kesusahan oleh mereka.”
“Ya kau benar, saya pun muak. Jadi kerjakan tugasmu dengan baik!”
“Siap, kalau begitu saya permisi,” pamit Alex, seraya beranjak dari tempat duduknya.
“Oh iya, lain kali kau jangan kasar Tuan, ya saya tahu anda sudah lama menahan hasrat itu, bermainlah dengan lembut, bukankah kau juga mencintainya,” ucap Alex sebelum ia keluar dari pintu tersebut.
“Sialan kau!”
Alex buru-buru keluar, saat melihat tatapan tajam dari Elgert.
'Sial! bisa-bisa aku ceroboh seperti ini? Memalukan! Tapi tunggu, apakah benar aku bersikap kasar padanya? Aku rasa semuanya masih wajar, bukankah semua itu tidak masalah, dia istriku, apa pun yang aku lakukan wajar, dia milikku.'
Ya itulah alasan mengapa Elgert membebaskan Gelora, Gelora adalah wanita masa kecil yang pernah menolong Elgert.
Seorang anak perempuan yang pernah menyelamatkan nyawanya.
Setalah mencari sekian lama akhirnya Elgert kini menemukan wanita itu. Dan sebuah fakta kembali mengejutkan Elgert, ia menemukan sebuah fakta jika Gelora adalah putri dari Wilson yang hilang, yang sudah dianggap mati.
Wilson sendiri adalah kerabat dari ayahnya Elgert, namun baik Wilson dan Ayahnya kini sudah tiada, dan kekuasan dua orang tersebut kini sudah diwariskan.
Elgert sendiri pewaris tunggal dari keluarga.
Dan kekuasan Wilson, harusnya diwariskan pada Gelora, tapi, saat ini yang menjadi pewaris adalah Kakak tirinya Gelora yang bernama Domi.
Semenjak kekuasaan Wilson turun pada Domi, kekuasaan Wilson itu disalah gunakan olehnya. Dan tak jarang membuat keributan.
Bahkan kini Domi mencoba untuk mengambil kekuasaan milik Ayahnya Elgert yang kini dikuasi oleh Elgert, dan membuat mereka saling menyerang.
Dan kini Elgert berencana akan menyingkirkan Domi, ia saat ini masih mencari bukti yang kuat, bahwa Gelora adalah putri kandungnya Wilson, yang seharusnya pewaris sesungguhnya adalah Wanita itu.
Entah mengapa walaupun Gelora seorang wanita, Elgert yakin jiwa Tuan Wilson turun pada Gelora. Gelora adalah Ketry Wilson—putri dari Wilson.
“Baiklah, kita susun strategi!” gumam Elgert, dengan senyuman menyingrai-nya.
__ADS_1
Bersambung ...