Gelora Hasrat Sang Penguasa

Gelora Hasrat Sang Penguasa
Bab 21. Tempat asing


__ADS_3

Perlahan Gelora membuka matanya, kepalanya terasa sangat berat dan pusing.


Matanya melihat kesekitaran.


"Di mana aku?" gumam Gelora.


Ia merasa tidak mengenali tempat dirinya kini berada, tapi jika diamati tempat ini seperti sebuah gudang yang sudah tidak dipakai lama. Gelora bisa mencium bau debu yang sangat melekat dia Indra penciumannya itu.


"Siapa yang membawa aku ke sini?" Gelora berusaha beranjak dari kursi yang ia duduki itu, namun sialnya, ia baru saja sadar ternyata tangan dan kakinya diikat.


Gelora mencoba mengingat kembali, apa yang sudah terjadi. Seingatnya ia tadi berjalan bersama Ella, kabur dari tempat Elgert. Tapi, kenapa tiba-tiba ia berada di tempat seperti ini?


"Tolong, tolong, tolong, Ella kau dimana?" teriak Gelora, ia berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya itu, tapi sayangnya itu sangat sulit sekali.


"Ah sial, siapa yang membawa aku ke sini? Dan dimana Ella?" Gelora bertanya-tanya sendiri.


Tunggu! Apa mungkin kaburnya tadi diketahui Elgert, dan kini Elgert mengurung Gelora di sini.


"Suami macam apa dia? Malah menghukumi istrinya seperti ini, menyebalkan. Lihat saja Elgert jika aku bisa melepaskan diri, aku pastikan kau tidak akan pernah berumur denganku lagi!" gerutu Gelora, ia terus berusaha melepaskan tali terbuat, tapi lagi-lagi tidak berhasil.


***

__ADS_1


"Apa bagiamana dia bisa kabur, Bass? Aku tidak mau tahu kau harus mencari dia sampai ketemu, jika dalam 24 jam kamu tidak membawa istriku ke hadapanku, aku yang akan menghabismu, tentu kamu tahukan apa akibatnya, jika kamu lalai sepertinya ini, hah?" teriak Elgert membentak Bass, yang baru saja tiba di tempatnya dan memberitahu pada Elgert jika Gelora dan Ella melarikan diri.


"Baik, Tuan. Saya akan membawa Nona Gelora kembali ke sini," jawab Bass sambil menundukkan kepalanya.


"Harus! jika tidak, aku akan membuatmu hanya tinggal nama saja!" ancam Elgert dengan tegas.


Semakin terlihat jelas wajah ketakutannya Bass, setalah itu Bass mengangguk dan berlalu dari sana.


"Memang bodoh! Menjaga dua wanita saja tidak becus!" kesal Elgert.


Setalah itu Elgert pun menghubungi Alex, memerintahkan orang kepercayaannya itu untuk mencari Gelora dan Ella.


"Aku rasa Gelora tidak mungkin bisa lengah dari Bass, apa dia sudah merencanakan semua ini dengan Ella? Kau nakal sekali Gelora, lihat saja, jika aku sudah menemukan kamu, aku akan memberikan kamu hukuman yang lebih berat!"


***


Hanya butuh satu jam lebih, anak buahnya sudah mendapatkan informasi tentang Gelora.


"Bagaimana, dimana Nona Gelora sekarang?" tanya Alex pada salah satu anak buahnya itu.


"Sudah Tuan, Nona Gelora di sekap oleh anak buah Domi, di salah satu gudang tempat mereka berkumpul, penjagaan disana sangat lekat, kami belum bisa menyelamatkan Nona Gelora, tapi saya yakin jika Nona Gelora baik-baik saja di sana," jelasnya.

__ADS_1


Tentu saja Alex terkejut saat mendengar informasi yang diberikan oleh anak buahnya itu.


"Bagiamana bisa, Nona Gelora ada di sana?"


"Untuk itu kita belum tahu pasti, Tuan. Tadi, seperti selama ini diantar kita semua ada orang yang berkhianat."


Alex mencoba mencerna ucapan salah satu anak buahnya itu. Pengkhianat? Apa maksudnya?


"Tidak mungkin Nona Gelora bisa keluar begitu saja, bukan Tuan? Apa lagi sampai bisa lolos dari Bass. Saya merasa ada yang janggal," lanjutnya.


"Benar, semua ini memang terasa sangat janggal, untuk kaburnya Nona Gelora sepertinya memang sudah direncanakan oleh dia. Tapi, kira-kira siapa yang membantunya?


"Maaf jika saya lancang, Tuan. Saya curiga pada Bass dan sama Pelayan pribadinya Nona Gelora,"


"Maksud kamu, Ella?" sela Alex memotong ucapan anak buahnya itu.


"Baiklah, sekarang kau suruh semua anggota kita untuk berkumpul dan bersiap-siap, kita harus menyelamatkan Nona Gelora," titah Alex.


"Siapa Tuan." Anak buahnya itu pun berlalu.


Alex pun segara menghubungi Elgert, ia langsung memberitahukan jika sudah ada informasi dari anak buahnya itu.

__ADS_1


"Cepat cari Ella, dan bawa ke hadapanku. Jika dalam 24 jam kau tidak berhasil, aku tidak akan membuat hidupmu sengsara!"


Bersambung ....


__ADS_2