Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Berdamai dengan Hati


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu. Nirmala dan Kevin pergi ke pantai untuk sekedar bersantai. Mereka sudah terbiasa bersama sejak kecil. Kevin memang menaruh besar perasaannya pada Nirmala, benih-benih cinta itu mulai tumbuh dihati Kevin sejak Nirmala masuk SMA, tapi Nirmala tak pernah lebih menganggapnya sebagai seorang kakak. Meski begitu, Kevin tetap menyayangi nya seperti seorang kekasih bukan seperti adik.


Walaupun Nirmala berulang kali mengatakan kalau Kevin sudah di anggapnya seperti kakak sendiri. Kevin tidak pernah peduli, dia tetap berusaha agar Nirmala bisa menerimanya sebagai orang yang spesial sebagai kekasih dan bukan sebagai kakak.


"Kevin!" Nirmala berteriak saat Kevin menciprat-ciprat air laut ke wajahnya.


Kevin tertawa.


Nirmala membalasnya dengan mendorong Kevin sehingga jatuh dan diterpa ombak. Kevin masih saja terus tertawa. Kevin memang selalu tertawa jika bersama dengan Nirmala.


Mereka menikmati indahnya pantai selama seharian, sampai matahari terbenam. Menurut Kevin, saat-saat paling indah berada di pantai adalah saat matahari tenggelam. Anginnya begitu teduh, ombaknya bersahabat dan tentu saja cuacanya juga tidak terlalu panas di bandingkan suasana pagi atau siang hari.


Nirmala duduk memandang matahari yang mulai tenggelam, sedangkan Kevin justru memandang wajah Nirmala dan tenggelam dalam lamunan.


Wajah yang begitu manis


Senyum di bibir yang begitu manja


Bulu mata yang lentik


Sungguh ciptaan Tuhan yang paling sempurna


Matahari yang tenggelam memang indah


Tapi keindahan di depan mataku lebih dari segalanya yang terindah


Kevin sudah benar-benar mabuk asmara. Suara ombak membuat lamunan Kevin semakin jauh dan tenggelam ke dasar hati, mungkin seperti itulah perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Betapa tidak, Nirmala hanya fokus memandang ke arah tenggelamnya matahari. Tapi Kevin masih terus saja memandangi Nirmala. Hingga surya itu benar-benar tenggelam dan Nirmala mulai beranjak dari tempat duduknya.


Kevin masih saja melamun, dia pun tidak sadar kalau Nirmala sudah pergi dari pandangannya. Entah sekarang apa yang ada di pikiran dan pandangan mata Kevin.


"Kevin, mataharinya sudah tenggelam, ayo pulang," Nirmala mengagetkan Kevin yang masih tenggelam dalam perasaan cintanya.


"Nirmala, sejak kapan kamu pindah di samping ku?"


Kevin kenapa terlihat seperti orang bodoh. Pikir Nirmala.


"Sejak matahari tenggelam, aku sudah berada disampingmu," Jawab Nirmala.


"Oh, iya maaf aku tidak lihat"


"Bagaimana kamu bisa melihatnya kalau pandangan mata kamu kosong, jangan keseringan melamun nanti kesurupan loh."


Kevin tertawa lagi.


"Kamu benar-benar lucu," Kata Kevin.

__ADS_1


"Sudah ayo kita pulang, ntar keburu malam belum lagi kalau macet di jalan." Kata Nirmala


Mereka mulai berjalan menjauh dari lautan menuju ke parkiran. Kevin membuka pintu mobilnya.


"Silahkan masuk Nona," Kevin mulai menggoda.


"hm ...." Nirmala menghembuskan nafasnya dan memanyunkan bibirnya.


Perilaku Nirmala itu membuat Kevin degdegan, jantung nya berdetak sangat kencang melihat bibir Nirmala yang manyun itu.


Kalau saja dia istriku, sudah ku gigit.


Pikiran Kevin mulai melayang ke udara. Membayangkan yang enggak-enggak. Kevin mulai menyetir mobilnya tapi dia kurang fokus. Pandangannya terus saja ke Nirmala. Kevin tiba-tiba menepi dan menghentikan laju mobilnya, dia tidak sanggup untuk menyetirnya lagi karena terbawa oleh perasaan cintanya.


Nirmala menunduk malu-malu dan matanya sesekali melirik ke sekelilingnya. Hanya ada jalanan yang sepi di malam hari. Kevin sangat terpana melihat kecantikan gadis jelita itu.


"Gadis ini sungguh cantik dan mempesona,” puji Kevin dalam hati dengan rasa kagum.


Kecantikan paras Nirmala benar-benar memikat hati Kevin. Kevin dibuatnya tak berdaya malam itu. Pandangannya terus tertuju pada Nirmala, dia memandang dari ujung kaki hingga ke ujung rambutnya.


Sementara itu, Nirmala yang merasa diperhatikan tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arah Kevin. Sepasang mata pun bertemu seakan saling menyapa dan saling bicara. Walaupun tak ada kata-kata yang terungkap, mata Kevin berbicara dengan bahasa jiwa. Tak dapat dipungkiri bahwa ungkapan rasa cinta dengan bahasa jiwa memang jauh lebih jujur, tulus, dan apa adanya.


Kevin semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Nirmala, mereka bertatapan begitu dekat. Nirmala mencoba untuk mundur tapi tidak bisa, kursi mobil menjadi alasan satu-satunya kenapa Nirmala tetap tidak bisa menghindari Kevin.


Astaga, kenapa menelepon di saat seperti ini.


"Hallo Chik, ada apa?"


Rupanya itu panggilan masuk dari Chika.


"Kevin, kamu sudah siap belum?"


Kevin lupa kalo malam ini ada acara reuni bersama teman-teman SMA nya dulu.


Kevin menoleh ke arah Nirmala. Nirmala yang masih menunduk malu-malu hanya diam saja. Pikirannya tidak karu-karuan membayangkan tadi Kevin yang hampir saja menciumnya. Dia menampar-nampar pipinya kenapa hanya diam saja di perlakukan seperti itu sama Kevin. Kevin memang sangat tampan dan mampu menyihir setiap wanita, tapi dia sudah Nirmala anggap seperti kakaknya sendiri. Tidak mungkin Nirmala jatuh cinta padanya dan menjadi kekasihnya.


Nirmala mulai tersadar dan sekarang dia justru merasa ketakutan. Dia keluar dari mobil dan memilih pindah duduk dikursi belakang saja.


Kevin mematikan ponselnya dan berniat mau ke rumah Chika. Dia memutar balik mobilnya mulai menuju kerumah sahabatnya itu.


Kevin sangat senang membayangkan wajah Nirmala saat di dekatkan dengan wajahnya. Dia merasa menang karena Nirmala pasrah saja.


Nirmala duduk di belakang dan memukul-mukul kepalanya sendiri sambil mengucapkan kata-kata bodoh bodoh bodoh berulang kali.


Kevin memperhatikan tingkahnya dan kembali tersenyum. Kevin merasa sangat puas bisa membuat Nirmala terdiam saat dia mulai nakal. Dia berfikir untuk mencobanya lagi lain waktu. Kevin yang selama ini terlihat sangat kalem ternyata bisa berbuat liar juga. Dia sudah tidak bisa menyembunyikan perasaannya lagi.

__ADS_1


Tak lama kemudian Kevin sudah sampai dirumah Chika, Chika sudah menunggunya di depan pintu. Saat mobil Kevin berhenti, Chika langsung membuka pintu mobil di sebelah Kevin, masuk dan duduk persis di samping Kevin. Dia tidak melihat kalau ada Nirmala juga di dalam.


"Hai kak Chika," Nirmala membuat Chika kaget.


"Anak ini, bagaimana bisa dia ada disini." Chika berbicara kesal dalam hati.


"Tidak mungkin Kevin mengajaknya untuk ikut reuni," Lanjut Chika masih dalam hati.


Tok ... tok ... tok ....


"Kak, buka dulu kak kacanya," Tiba-tiba Jeff datang menghampiri kakaknya yang sudah duduk manis di dalam mobil.


Saat kaca mobil dibuka, Jeff terperangah karena melihat gadis pujaan nya ada di dalam mobil yang sama. Jeff jadi lupa mau bicara apa tadi dengan kakaknya.


"Tadi seharian kami main di pantai," Kevin seolah ingin memamerkan kepada Jeff tentang kemesraannya dengan Nirmala.


Chika yang mendengar kalimat Kevin sedikit kesal tapi mencoba untuk menenangkan diri.


"Jeff, kalau ada sesuatu katakan cepat," Kata Chika.


Jeff terdiam, dia lupa dengan apa yang ingin di sampaikan.


"Kalau tidak ada yang ingin kamu sampaikan, kakak pergi dulu." Kata Chika


"Tapi sebelumnya, antarkan aku pulang dulu," kata Nirmala.


Chika sangat kesal kenapa bisa ada gadis ini di mobil.


"Kevin sebentar ya, bagaimana kalau Nirmala di turunkan saja. Enggak, maksud aku biar Jeff saja yang mengantarnya pulang, karena acara kita sudah mau mulai," Pinta Chika memohon kepada Kevin dengan pasang senyuman walaupun sebenarnya dalam hati dia sangat kesal pada Nirmala.


"Please ... Kevin please, ya." Chika memohon kepada Kevin agar dia mau menurunkan Nirmala.


Kevin belum memberikan jawabannya tapi Nirmala sudah lebih turun.


"Nirmala memang anak yang manis," Chika memuji Nirmala.


Kevin masih terdiam, tapi Nirmala justru melambaikan tangannya. Chika menyuruh Nirmala untuk buru-buru masuk kedalam rumahnya dan meminta Jeff untuk mengantarnya pulang atau menunggunya sampai dia dan Kevin kembali. Nirmala pun akhirnya masuk. Mau tidak mau, Kevin harus mengikhlaskan hati meninggalkan Nirmala di rumah Chika.


Baru saja Nirmala masuk beberapa langkah, Jeff mendadak datang dari arah belakang Nirmala, dengan cepat dia memepetkan badan Nirmala ke sebuah dinding. Kedua tangannya di letakan di sisi kanan dan kiri tubuh Nirmala. Nirmala terlihat pucat dan seketika Jeff tertawa. Ini untuk pertama kalinya Nirmala melihat Jeff sebahagia itu.


Jeff melepaskan Nirmala dan pergi ke dapur membuatkan minuman. Di rumah itu dia hanya tinggal berdua dengan kakaknya, orang tuanya masih di luar negri. Sedangkan pembantunya tidak menginap dirumah, hanya datang pada pagi hari dan pulang ketika sore harinya. Artinya dirumah itu hanya ada mereka berdua.


Ya ampun, keluar dari kandang macan kenapa malah masuk ke kandang singa.


Nirmala berharap, apa yang dia alami hari itu adalah mimpi, tapi sayangnya itu bukanlah sebuah mimpi. Nirmala merasa ketakutan karena Jeff terus menatapnya, dia takut Jeff akan berbuat macam-macam seperti yang hampir saja di lakukan oleh Kevin.

__ADS_1


__ADS_2