
Anah terbangun dari mimpi indahnya.
"Ya ampun, aku ketiduran. Jam berapa ini? What! Jam 6 sore. Pizza, pizza." Anah nampak begitu panik.
Dia kemudian berlari keluar dari kamar.
"Bi ... tadi ada yang nganterin pizza gak?"
"Ada Non, di meja makan."
"Hah, syukurlah." Anah menghela napas dan membuka tudung saji di meja makan.
"Bayarnya pake uang siapa Bi?"
ART Anah menghela napas, ini bukan yang pertama kali dia selalu membayar pesanan nona mudanya dan pasti akan bilang minta bayarannya sama ibunya.
"Pake uang Bibi ya? Nanti minta sama mama ya Bi. Paling bentar lagi mama pulang." Kata Anah dengan santai nya sambil mulai menikmati makanannya.
Dia bahkan lupa belum sempat ganti baju, apalagi mandi. Betapa joroknya Anah, dia setiap kali pergi ke sekolah atau jalan-jalan selalu rapi dan wangi. Tapi kalau dirumah malas nya nggak ketulungan.
***
Sementara itu, Nirmala yang baru saja pulang dari rumah sakit sibuk membersihkan diri. Dia juga berniat untuk kembali menjaga anak korban tabrak lari kemarin karena dia masih enggan menyebutkan nama keluarganya.
"Non, mau ke rumah sakit lagi?" tanya Bi Sona.
"Iya Bi, kasihan dia nggak ada yang jagain. Hari ini Papa sama Mama juga gak pulang kan? Jadi aman, Bibi nggak usah khawatir."
"Ayo pakde kita berangkat."
Nirmala kemudian berangkat ke rumah sakit lagi. Sesampainya dirumah sakit, dia segera masuk ke ruang perawatan.
"Jeff, kamu ke sini lagi?" Tanya Nirmala saat melihat Jeff sedang bercanda dengan anak kecil itu.
"Iya, aku mau nemenin kamu. Boleh kan?" Jeff merayu Nirmala.
"Ya udah gini aja deh, berhubung kamu ada disini jadi aku pulang saja. Kamu yang jaga gimana?" Nirmala mencoba melakukan negosiasi.
"Iiishh .... Aku kesini buat nemenin kamu, bukan nemenin dia." Bisik Jeff di telinga Nirmala.
Nirmala memalingkan wajahnya. Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu datang dengan sangat terburu-buru. Dia masuk dan melihat pasien.
"Anakku, syukurlah kamu baik-baik saja." Ibu itu memeluk anaknya dengan erat.
Nirmala dan Jeff saling menyatukan pandangan satu sama lain.
"Ibu, ibunya dia?" tanya Jeff dengan spontan.
"Iya, aku baru mendengar kalau ada anak kecelakaan, aku menduga itu anakku karena sampai sore dia belum pulang. Dan ternyata benar."
"Apa kalian yang menolong anakku? Terimakasih ya nak, terimakasih kalian sudah menolongnya."
"Sama-sama Ibu." Jawab Jeff dan Nirmala bersama-sama.
Nirmala dan Jeff kemudian berpamitan, mereka merasa sudah waktunya untuk pulang dan perlu lagi berjaga.
"Aku seneng banget banget malam ini." Kata Jeff sambil berjalan berdampingan dengan Nirmala.
Nirmala hanya diam.
__ADS_1
"Kamu seneng nggak, Mala?"
"Biasa aja." Jawab Nirmala.
Jeff kemudian menggenggam tangan Nirmala, Nirmala berusaha melepas tapi tidak bisa. Jeff menariknya menuju ke parkiran motor.
"Ayo naik." Ajak Jeff.
Nirmala menolak dan berjalan keluar dari parkiran, Jeff yang sudah memakai helmnya kemudian melepasnya kembali dan mengejar Nirmala. Dia kemudian menyeimbangkan langkah Nirmala.
"Udah sana pulang." Pinta Nirmala.
"Kamu mau kemana?"
"Entahlah, aku hanya ingin jalan-jalan saja menikmati malam." Jawab Nirmala.
"Aku tahu tempat yang bagus untuk menikmati malam." Kata Jeff mencoba menaklukan hati Nirmala.
Nirmala hanya diam dan masih melanjutkan langkahnya.
Sepertinya rayuanku tidak berhasil. Nirmala memang tidak bisa dirayu, tapi dia kan penakut. Apa aku takut-takutin saja ya? Pikir Jeff.
"Mala, kamu tahu nggak? Di sini itu banyak sekali preman. Apalagi kalau malam-malam, kalau mereka hanya mengambil barang-barang berharga sih masih mending. Terkadang mereka berbuat nekad."
"Nekad? Maksudnya?" Nirmala nampak sedikit bimbang.
"Kamu kan cantik, yang jelek aja di pake. Apalagi yang cantik, kamu ngerti kan maksud aku?"
"Ih .... Otak kamu itu ngeres banget."
"Aku serius."
Nirmala mendadak menghentikan langkahnya. Dia mulai terpengaruh oleh kata-kata Jeff.
"Ya sudah, ya sudah ... Aku ikut kamu."
"Nah gitu donk dari tadi."
Mereka kemudian berjalan kembali ke parkiran.
"Tidak usah minta peluk-peluk, pelan-pelan saja." Ucap Nirmala sesaat sebelum dia naik motor Jeff.
"Iya, iya." Sahut Jeff.
Kini mereka berdua naik motor membelah jalanan gelap di malam hari. Tidak ada obrolan yang serius, hanya sesekali Jeff sengaja mengerem mendadak.
"Jeff, yang bener dong nyetirnya."
"Iya, iya maaf tuan putri."
Mereka kembali mengarungi jalanan ibu kota, menjelajah jalan-jalan tikus yang sempit dan berliku. Nirmala hanya diam saja tanpa protes, dia juga memperhatikan sekitar jalananan yang begitu sunyi. Memilih jalan di gang-gang sempit memang sepi dan terkesan mencekam, tapi itu bisa membuat perjalanan lebih singkat karena terhindar dari kemacetan.
Tiba-tiba Jeff berhenti di restoran Aksara. Dia memang paling suka dengan menu hidangan di restoran tersebut.
"Aku lapar, kita makan dulu ya." Ucap Jeff setelah melepaskan helmnya.
"Iya." Jawab Nirmala singkat.
Mereka kemudian masuk dan memilih kursi yang hanya untuk dua orang. Terkesan romantis.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa?" Tanya Jeff sambil menyodorkan menu makanan kepada Nirmala.
"Terserah kau saja, semua menu di restoran ini enak."
"Okey."
Jeff kemudian memanggil pelayan restoran dan memesan pesanan yang sama untuk dirinya dan juga Nirmala.
Tidak perlu menunggu lama, pesanan yang mereka pesan sudah tersaji. Mereka kemudian menikmati makan malam. Jeff merasa sangat senang bisa makan malam berdua dengan Nirmala.
Tanpa mereka sadari, Salsa dan Ruby ternyata ada di sana.
"Sal, bukannya itu Jeff dan Nirmala?" Ruby menunjuk ke arah Jeff dan Nirmala yang sedang makan berdua.
"Ah, iya bener. Aku rasa mereka benar-benar pacaran. Dan soal ciuman yang kemarin, aku rasa juga benar." Kata Salsa.
Ruby hanya diam tanpa berkomentar.
"Jangan di sia-siakan momen ini, aku harus ambil foto mereka." Kata Salsa sambil menyiapkan handphonenya untuk mengambil gambar.
Nirmala begitu berselera, tentu saja karena dia lapar, dia bahkan lupa belum sempat makan siang. Sehingga dia makan dengan cepatnya dan tanpa ia sadari, makanannya sampai nempel di dagunya. Jeff kemudian membantu membersihkan dagu Nirmala dengan mengusapnya menggunakan tissu. Nirmala menatap Jeff.
Melihat adegan itu, Salsa yang sedari tadi memang sedang mengambil gambar mereka, tidak menyia-nyiakan kan kesempatan. Dia berhasil mendapatkan foto mesra Jeff dan Nirmala.
"Nah, ini baru foto keren. Aku akan mengirimnya ke Anah dan juga kak Kevin." Ucap Salsa dengan diringi senyum yang lebar.
Tiba-tiba seorang pelayan tidak sengaja menabraknya dan membuat handphonenya jatuh ke lantai.
Brakkkk ...!
Jeff dan Nirmala serta merta menoleh ke arah sumber suara.
"Salsa." Ucap Jeff dan Nirmala bersama-sama.
Salsa nampak kesal dengan pelayan itu dan dia marah-marah. Membuat Jeff dan Nirmala penasaran ingin tahu ada kejadian apa. Salsa yang masih memarahi pelayan itu justru melupakan handphonenya. Nirmala yang melihat handphone Salsa tergeletak di lantai kemudian meraihnya. Salsa masih belum menyadari kalau sekarang handphone nya ada di tangan Nirmala.
Nirmala mencoba menekan tombol di handphone Salsa untuk mengecek konsdisinya masih bagus atau tidak. Saat handphone itu menyala, dia kaget karena yang pertama di lihatnya adalah foto dia bersama Jeff. Foto saat Jeff mengusap dagunya.
"Salsa, kamu kenapa marah-marah?" tanya Jeff kepada Salsa.
"Jeff, gara-gara pelayan tidak tahu diri ini, handphone aku jatuh. Oh ya, handphone aku mana?" Salsa mulai teringat dengan handphonenya.
"Kamu nyari ini?" Nirmala menunjukan handphone nya.
"Sini balikin."
"Enggak." Sahut Nirmala.
Jeff merasa bingung, kenapa Nirmala tidak mau mengembalikan handphone Salsa.
"Mala, kamu kenapa? Itu kan handphone Salsa." Kata Jeff.
"Jeff, lihat ini. Apa maksud Salsa mengambil gambar kita berdua?" Nirmala menunjukan hasil jepretan Salsa.
Salsa menutupi wajahnya dan berbalik.
"Salsa, tunggu. Jelasin apa maksud kamu?" Lanjut Nirmala.
"Bukan apa-apa." Jawab Salsa.
__ADS_1
"Kamu pasti mau nyebarin ini disekolah, iya kan?" Nirmala mulai bisa membaca pikiran Salsa walaupun kurang tepat. Lebih tepatnya mau di tunjukkan kepada Anah dan Kevin.
Nirmala kemudian menghapus foto-foto itu sebelum kemudian menyerahkan handphone itu kepada Salsa. Salsa yang merasa sudah tertangkap basah kemudian pergi.