Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Cinta


__ADS_3

Anah tidak bisa datang untuk memenuhi janjinya membeli kado bersama Nirmala karena sakit. Sebagai teman yang baik, Nirmala berencana mendatangi rumah sahabatnya itu. Dia mengajak Jeff, tapi Jeff masih belum memberi jawaban.


Jeff tahu kalau Anah adalah teman dekat Nirmala, tapi Jeff selalu merasa risih jika bertemu dengan Anah. Sikap Anah yang terlalu berlebihan jika melihat Jeff, menjadi alasan Jeff merasa tidak nyaman. Dia merasa seperti di hantui, belum apa-apa Jeff sudah membayangkan yang bukan-bukan tentang Anah sampai bulu kuduknya berdiri. Benar-benar seperti melihat hantu.


Tapi disisi lain, Jeff juga ingin kebersamaan bersama Nirmala bisa lebih lama lagi. Dengan menemaninya ke rumah Anah, tentu menjadi sesuatu yang dia nantikan adalah saat naik motor berdua. Itu adalah saat terdekat dia dengan Nirmala dan berharap saat-saat itu akan terjadi selamanya.


"Bagaimana Jeff? Kamu mau tidak ke rumah Anah?" Tanya Nirmala.


Jeff hanya tertunduk, tidak lama kemudian dia menjawab.


"Hanya demi kamu." Kata Jeff sedikit berbisik.


Nirmala tidak begitu jelas mendengar jawaban Jeff.


"Jadi bagaimana Jeff, mau tidak?"


"Iya mau." Kata Jeff.


Nirmala terlihat sangat senang dan tersenyum bahagia. Dia berfikir, Jeff pasti akan membuat Anah senang dan cepat sembuh. Biar bagaimana pun, nanti malam ada pesta ulang tahun di rumah teman sekelasnya, apa jadinya jika dia hadir tanpa Anah. Nirmala menaruh harapan besar pada Jeff bisa sedikit menghibur Anah nanti di rumahnya.


"Sebelum kerumah Anah, aku ingin membeli parcel buah, kamu tidak keberatan kan?" Tanya Nirmala.


"Tidak." Jawab Jeff singkat.


"Ya sudah, kita jalan sekarang." Ajak Nirmala.


Nirmala dan Jeff mulai masuk ke toko buah segar. Memilih anggur, apel, pisang dan jeruk lalu meminta penjualnya untuk menjadikannya sebuah parcel. Sambil menunggu parcelnya di buat, Nirmala duduk melihat-lihat foto di ponselnya. Jeff sendiri duduk diam memperhatikan Nirmala.


Tidak lama kemudian, parcel mereka sudah siap dan Nirmala segera membayarnya. Tanpa basa-basi Jeff dan Nirmala segera bergegas ke rumah Anah agar tidak banyak waktu terbuang, mengingat sedari tadi Jeff belum pulang kerumah dan malam hari nanti harus pergi ke pesta ulang tahun.


Naik motor pun mereka tidak berbincang-bincang. Hanya suara angin yang menyapa dan suara-suara kendaraan yang lalu lalang. Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan rumah Anah. Berbeda dengan rumah Nirmala yang memiliki pagar menjulang tinggi, rumah Anah terlihat sangat sederhana bahkan tanpa pagar. Nirmala mencoba mengetuk pintu.


Tok ... Tok ... Tok ...


"Assalamua'laikum." Nirmala mengetuk pintu dan mengucap salam.


"Wa'alaikumussalam." Terdengar jawaban dari dalam suara seorang wanita paruh baya.


"Mau cari siapa Neng?" tanya wanita itu.


"Anahnya ada Bu?" Tanya Nirmala.


"Oh ada, mari masuk Neng." Kata wanita itu mempersilahkan Nirmala masuk.


Nirmala masuk dan tidak lupa juga mengajak Jeff ikut serta.


"Jeff, ayo masuk." Ajak Nirmala.


Jeff tidak bergeming dan masih saja duduk di atas motornya. Nirmala akhirnya menghampiri Jeff dan menarik jaketnya.


"Ayo Jeff."


"Iya, iya." Jeff mulai beranjak berdiri seraya merapikan jaketnya yang sedikit berantakan karena di tarik oleh Nirmala.


Mereka masuk ke dalam dan wanita itu mempersilahkan keduanya untuk duduk dan memberikan minuman.


"Silahkan duduk, diminum tehnya." Kata Wanita itu.


"Sebentar saya panggilkan Neng Anah." Katanya lagi.


Wanita itu berjalan menuju ke kamar Anah dan menyampaikan kalau ada temannya yang datang. Anah tidak ingin menemuinya, dia bilang sedang ingin istirahat.


"Siapa yang datang bi? Suruh pulang saja, aku mau istirahat." Kata Anah.


Dari ruang tamu Nirmala dan Jeff mendengar kata-kata Anah karena kamar Anah berada tepat di samping kiri ruang tamu. Terdengar sangat jelas.


Wanita itu menemui Jeff dan Nirmala, belum sempat menyampaikan apa yang di katakan oleh Anah. Nirmala sudah lebih dulu mengerti dan mengatakan tidak masalah.


"Kalau begitu kami nitip ini saja ya Bu? Tolong sampaikan ini parcel dari Jeff." Nirmala memberi parcel kepada wanita itu dan melirik ke arah Jeff dengan senyuman.


Jeff terlihat tidak suka Nirmala mengatakan hal itu, tapi dia mencoba untuk tenang. Rupanya, saat Nirmala mengatakan kata Jeff, Anah mendengar dengan sangat jelas dan langsung berlari keluar kamar. Ketika Nirmala dan Jeff baru keluar dan sampai di pintu, tiba-tiba Anah memanggil mereka.


"Jeff, Nirmala." Anah berdiri memanggil nama mereka.


Nirmala dan Jeff menengok ke arah Anah, wajah Anah begitu pucat, rambut berantakan dengan memakai piyama berwarna pink hello kitty. Dia terlihat tersenyum dan berharap Jeff juga Nirmala mau masuk kembali ke dalam rumahnya.


"Nirmala, sini." Anah memanggil Nirmala agar masuk kembali.


"Kenapa kamu gak bilang mau datang? Aku jadi gak enak tadi." Kata Anah dengan sedikit malu-malu.


"Jeff, ayo masuk sini." Kata Anah kepada Jeff.


Jeff melangkah masuk dengan langkah yang sedikit terpaksa. Anah memperhatikan langkah Jeff dan lagi-lagi dia seperti kehilangan akal sehatnya serta melupakan rasa sakitnya. Anah terus memandang Jeff tanpa mengalihkan sedikitpun pandangan ke arah lainnya. Hal itu membuat Jeff menjadi semakin ketakutan tapi tetap harus masuk.


"Silahkan duduk Jeff, ya ampun kamu makin tampan saja Jeff." Kata Anah.


Jeff hanya diam.


"Makasih ya Jeff, kamu udah datang dan ngasih aku parcel, nanti pasti aku makan. Atau kamu mau lihat aku makan sekarang?" Kata Anah sambil mulai duduk mendekati Jeff.


Jeff terlihat bergeser dari tempat duduknya. Semakin Jeff bergeser, Anah pun semakin mendekatinya.


"Astaga." Tiba-tiba Jeff berdiri dengan sedikit kesal.


Dia melihat ke arah Nirmala, tapi Nirmala justru memohon agar Jeff tetap tenang dan santai menghadapi Anah. Jeff duduk kembali. Kini Anah mulai memegang lengan Jeff tapi Jeff berusaha untuk melepasnya.


"Ya ampun Anah, tolong lepasin ya Anah. Kamu udah minum obat belum?" Tanya Jeff sambil melepaskan cengkeraman cinta Anah.

__ADS_1


"Ya ampun ... Kamu sweet banget, perhatian sama aku." Kata Anah.


"Ya sudah Anah, kamu duduknya agak kesana ya." Jeff menyuruh Anah duduk sedikit menjauh darinya.


Anah pun segera duduk sedikit jauh dan tanpa permisi, Jeff langsung berdiri dan pergi keluar dari rumah itu. Sangat tidak sopan.


"Anah, maafin Jeff ya, jangan di ambil hati." Kata Nirmala.


"Kalau begitu, aku juga pamit pulang ya Anah. Semoga kamu lekas sembuh." Kata Nirmala.


"Makasih ya Nirmala, kamu udah datang. Nanti malam aku gak bisa ke pesta, kata dokter aku harus istirahat dirumah." Kata Anah.


"Iya tidak apa-apa." Kata Nirmala.


"Nirmala," Anah memanggil Nirmala lagi yang kini sudah berdiri di depan pintu.


"Iya." Jawab Nirmala.


"Janji sama aku, kamu gak akan nikung Jeff." pinta Anah.


Nirmala tersenyum dan menghampiri sahabatnya lagi seraya memeluknya.


"Iya Anah, aku janji." Kata Nirmala.


Nirmala berpamitan pulang, Anah masuk dan menutup pintu rumahnya.


Jeff kemana lagi. Gumam Nirmala sambil mencari keberadaan Jeff.


Nirmala berjalan sambil melihat kiri dan kanan, tiba-tiba suara motor mendekatinya dan berhenti tepat di sampingnya.


"Jeff, kamu pergi kemana barusan?" Tanya Nirmala.


Jeff tidak menjawab pertanyaan Nirmala dan justru mengatakan hal yang lainnya.


"Nanti malam aku jemput kamu ya, kita berangkat ke pesta bersama." Ajak Jeff.


"Nanti malam aku mau minta di antar Kevin." Kata Nirmala.


Kevin lagi, Kevin lagi.


"Oke, ayo naik kita pulang." Ajak Jeff.


Mereka lalu naik motor lagi bersama. Setengah perjalanan, Jeff mulai membuka percakapan.


"Boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Jeff.


"Tanyakan saja." Jawab Nirmala singkat.


"Kalau harus memilih, mana yang akan kamu pilih? Sahabat atau kekasih?" tanya Jeff.


"Pertanyaan kamu terlalu sulit untuk anak SMA," Kata Nirmala sambil tertawa.


Mendadak Jeff melajukan motornya dengan menambah kecepatan dan memaksa Nirmala mau tidak mau harus memeluknya dengan erat. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Nirmala.


"Makasih banyak ya Jeff." Kata Nirmala.


"Sampai jumpa nanti malam." Kata Jeff sambil mengangkat tangan kanannya dan tersenyum manis.


Nirmala masuk ke dalam rumahnya dan Jeff mulai menyalakan motornya, melaju pulang ke rumahnya.


Tadi sebenarnya dia ingin mengungkapkan perasaannya kepada Nirmala, tapi dia khawatir itu terlalu cepat untuk di ungkapkan mengingat usianya yang masih remaja. Dia tidak ingin Nirmala hanya menganggapnya sebagai bualan saja. Apalagi saat ini Nirmala sedang menjalin asmara dengan Kevin, menurutnya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, tidak ada hubungan asmara antara Nirmala dengan Kevin.


Jeff sudah sampai di rumahnya, dia yang sedari pulang sekolah belum menginjakkan kaki di rumahnya, kini sudah bisa bersantai. Dia melemparkan tas dan jaket sekenanya di kasur. Dan langsung menjatuhkan badannya rebahan di kasur pula. Belum membersihkan diri padahal debu jalanan sangat mengotori wajah dan badannya. Dia seperti tidak ingat akan hal itu. Yang dia ingat hanya wajah Nirmala.


Beberapa saat kemudian tak terasa matanya mengantuk dan dia tertidur, lebih tepatnya ketiduran. Dia baru terbangun saat azan maghrib berkumandang. Rumah Jeff memang tidak jauh dari masjid. Dia lalu bangun dan menyalakan lampu-lampu di rumahnya. Asisten rumah tangganya sudah pulang, sedangkan Chika kakak satu-satunya masih belum pulang dari kantor.


Kemudian dia mengambil handuk dan bergegas mandi. Selesai mandi dan sholat maghrib, dia mempersiapkan hadiah untuk sahabatnya.


Cukup di masukan saja ke kotak kado dan ikat. Tidak perlu repot untuk membungkusnya lagi. Done, udah beres. Waktunya berangkat.


Di tempat lain, di kediaman Nirmala nampak Kevin sedang duduk di ruang tamu Nirmala, Kevin sedang menunggu Nirmala berdandan sebelum ke pesta. Tidak lama kemudian Nirmala turun dari tangga memakai gaun pesta ulang tahun berwarna merah muda dengan gaya rambut sedikit terurai di hiasi headpiece bunga-bunga kecil. Sangat anggun membuat siapa pun yang melihatnya terpesona.


Kevin melihatnya berjalan tanpa mengedipkan matanya, betapa ia tersihir akan pemandangan gadis remaja yang ada di depannya kini.


"Kevin," Nirmala memanggil Kevin sembari memetik jari-jarinya tepat di wajah Kevin.


Kevin kaget dan gugup, sangat gugup sampai tak mampu berkata-kata.


"Sangat cantik." Katanya dalam hati.


"Sudah siap Nona Cantik?" Kata Kevin seraya membungkukan setengah badannya seperti seorang pelayan yang memberi penghormatan untuk tuan putrinya.


"Kevin, berhenti menggodaku." Kata Nirmala yang nampak tersipu malu-malu.


Mereka berjalan beriringan menuju ke parkiran mobil. Saat sudah sampai di mobilnya, Kevin membukakan pintu untuk Nirmala dan mempersilahkan masuk.


"Terimakasih, tapi kamu berlebihan." Kata Nirmala.


"Biasa saja Nirmala sayang." Ucap Kevin.


"Kevin." ucap Nirmala malu-malu


Mereka bukan sepasang kekasih tapi Kevin sudah merasa seperti kekasihnya Nirmala. Dia selalu memperlakukan Nirmala dengan sangat lembut dan penuh perhatian. Sedangkan Nirmala tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang kakak, sejak kecil Kevin memang selalu ada untuknya. Bahkan di setiap hari ulang tahunnya yang tidak pernah di rayakan. Kevin akan datang dan merayakannya berdua, hanya berdua.


Benih-benih cinta itu tumbuh subur di hati Kevin, semakin hari semakin bertambah rasa sayangnya. Bahkan Kevin selalu ingin menyatakannya, melamar dan menikahinya. Tapi karena Nirmala masih sekolah, Kevin akan bersabar menunggu sampai dia lulus kuliah.


Berbeda dengan perasaan Kevin untuk Nirmala yang begitu dalam, perasaan Nirmala justru biasa-biasa saja. Tidak ada rasa cinta itu, atau mungkin karena Nirmala belum merasakan getaran apapun. Mengingat dia hanya ingin fokus sekolah dan melanjutkan kuliah. Setelah lulus kuliah barulah dia akan memikirkan pasangan hidupnya.

__ADS_1


"Malam ini kamu terlihat sangat cantik." Kata Kevin mulai memuji kecantikan Nirmala sambil terus menyetir.


"Kamu sudah sering mengatakannya." Kata Nirmala.


Kevin tersenyum. Dia masih menyetir mobilnya, sesekali dia menoleh ke arah Nirmala.


"Fokus saja ke depan." Kata Nirmala.


Lagi-lagi Kevin hanya tersenyum.


Tidak lama kemudian mereka sampai di lokasi. Sebelum turun, Kevin bertanya jam berapa Nirmala mau di jemput.


Dan Nirmala mengatakan hanya sampai jam 9 malam.


"Terimakasih." Nirmala mengucapkan terimakasih dan membuka pintu mobilnya, dia keluar menuju ke halaman rumah temannya.


Di halaman nampak begitu ramai, banyak teman-teman sekolahnya yang sudah lebih dulu hadir ada di sana. Nirmala berjalan pelan dan melihat sekeliling, dia berjalan sendirian masuk ke rumah gedung itu mencari ratunya. Mencari seseorang yang berulang tahun.


Nirmala berjalan berkeliling, ia melihat-lihat di sekitar. Pesta itu hanya di hadiri oleh teman-teman sekolahnya, Nirmala tidak melihat ada wajah-wajah asing atau lebih tepatnya belum melihat kehadiran orang asing. Semuanya yang dia lihat di pesta merupakan wajah-wajah teman sekolahnya. Sangat tidak asing.


Saat dia sedang berjalan dalam kesendirian, tiba-tiba seseorang menyapa. Dengan sapaan yang tidak mengenakan.


"Besar juga nyali anak pembantu." Kata Salsa.


"Salsa, jangan bikin keributan disini," Kata Ruby.


Nirmala hanya diam.


"Mana teman kamu yang genit itu? oh pasti dia sedang bergenit-genit dengan lelaki pujaan nya, hahaha ...." Kata Salsa lagi sambil tertawa.


Jeff yang sedari tadi menunggu kehadiran Nirmala dan terus memusatkan pandangan ke arah Nirmala memperhatikan perilaku Salsa. Tentu saja dia khawatir kalau Salsa berbuat sewenang-wenang.


"Maaf Salsa, aku permisi dulu." Kata Nirmala sambil berbalik membelakangi Salsa dan Ruby.


Salsa yang memang tidak pernah menyukai Nirmala menggerakkan tangannya ingin meraih rambut Nirmala dan menariknya. Ruby sudah memperingatkannya agar tidak berlaku kasar tapi tidak di hiraukan nya. Untung lah Jeff dengan cepat datang dan menangkis tangan Salsa. Seketika Nirmala juga menoleh.


"Kamu apa-apaan Jeff, lepaskan tanganku!" Kata Salsa dengan nada kesal.


Jeff melepaskan tangan Salsa tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dia lalu berjalan beriringan bersama Nirmala di pesta itu. Teman-teman sekolah yang melihatnya banyak yang bersorak.


Sweet ... Sweet ....


"Terimakasih sudah menolong." Kata Nirmala.


"Ucapan terimakasih saja tidak akan cukup." Ucap Jeff.


Susana tenang kembali, Nirmala dan Jeff terus berjalan masih mencari ratunya. Tidak lama kemudian mereka pun bertemu dengan Helen, teman sekolah yang menjadi ratu pada acara itu.


"Selamat ulang tahun Helen." Kata Nirmala.


"Terimakasih Nirmala sudah datang." Helen memeluk Nirmala dan cipika-cipiki.


"Terimakasih Jeff, kamu juga datang." Kata Helen kepada Jeff.


"Iya, selamat ulang tahun." Kata Jeff sambil memberikan kadonya.


Jeff sudah datang sebelum Nirmala, tapi dia sengaja tidak menemui Helen lebih dulu dan memilih untuk memberikan kado bersama-sama dengan Nirmala. Jeff pernah memiliki pengalaman buruk dengan Helen. Helen pernah nangis-nangis menyatakan cintanya pada Jeff. Tidak seperti Anah yang terang-terangan. Helen justru diam-diam menyukainya, hanya Jeff yang tahu.


**Beberapa bulan kejadian di sekolah saat Helen menyatakan cintanya untuk Jeff.


Lokasi di area parkir sekolah**.


Saat Jeff sedang mengantri untuk mengambil motornya pada saat pulang sekolah. Helen menghentikan langkah Jeff.


"Jeff, ada yang ingin aku sampaikan." Kata Helen.


"Katakan saja." Kata Jeff.


"A ...ku ... A ... ku ... Aku ... Aku menyukaimu. Aku ingin kita pacaran." Kata Helen tanpa merasa takut harga dirinya hancur.


"Maaf Helen, aku tidak bisa menerima kamu. Kamu baik, di luar sana pasti banyak yang menyukaimu." Kata Jeff.


"Tapi kenapa Jeff? Apa karena Nirmala?" Tanya Helen.


Wajah Helen memulai memerah, mendung terlihat jelas di matanya. Dia mencoba menahan sekuat tenaga agar pertahanan nya tidak jebol, tapi air mata itu tidak bisa di bendung lagi. Helen menangis terisak.


"Usaplah air matamu, kalau ada yang melihatnya pasti mereka mengira kalau aku menyakitimu." Kata Jeff.


Jeff kemudian pergi dan meninggalkan Helen menangis dalam kesendirian.


***


Jeff kemudian tersadar kalau sekarang dia sedang berada di pesta. Dia melihat ke arah Helen dan mengajak Nirmala untuk mencari lokasi lain, mencari makanan atau minuman di pesta itu. Jeff berjalan bersama Nirmala, Helen memperhatikan mereka dan lagi-lagi dia hampir menangis. Tapi karena ini pesta ulang tahunnya, sebisa mungkin dia menahan tangisnya dan berpura-pura bahagia.


Nirmala memilih untuk mencari lokasi di dekat Taman rumah gedung itu. Dia duduk di sebuah kursi di ikuti oleh Jeff. Sayangnya Jeff tidak bisa mendapatkan momentum spesial berdua dengannya karena baru saja dia duduk tenang berdua, tiba-tiba seseorang datang mengagetkannya. Orang itu duduk tepat di hadapan Nirmala dan mulai merayu. Jeff terlihat sangat kesal dan marah.


"Lagi-lagi si pengganggu datang." Gumam Jeff sambil mengepalkan tangan kanannya.


Kenapa banyak sekali pengganggu dalam kehidupan ini. Selain Kevin dan Tirta, Anah juga menjadi pengganggu dalam hubunganku dengan Nirmala dan sekarang entah dari mana dan siapa aku tidak pernah mengenalnya, dia terlihat lebih tua di bandingkan dengan teman-teman yang lain. Di sekolah pun, aku tidak pernah melihatnya. Siapa orang ini? dan berani sekali dia mengajak Nirmala berkenalan.


"Hai, boleh kenalan?" Sapa orang itu kepada Nirmala sambil menyodorkan tangannya.


"Iya, aku Nirmala." Nirmala menyambut hangat salam perkenalan itu dengan menerima berjabat tangan.


Cukup lama laki-laki itu menjabat tangan Nirmala dan melihat dengan tatapan tanpa henti, tanpa berkedip.


"Lepaskan tanganmu." Jeff terlihat kesal dan menyuruh dia melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Maaf, maaf." Kata laki-laki itu sambil melepas tangan Nirmala.


__ADS_2