
Pagi-pagi sekali ada seseorang yang mengirim pesan singkat untuk Nirmala.
Selamat pagi cinta ...
Nirmala membuka pesan masuk di handphonenya. Sebuah pesan singkat dari pria pengganggu di sekolahnya. Siapa lagi kalau bukan pria pujaannya Anah, Jeff.
Nirmala hanya membukanya tanpa membalas pesan itu. Dia sudah selesai menyisir rambutnya, selanjutnya dia meraih tas sekolah dan keluar dari kamar, jalan menuruni tangga menuju ke ruang makan. Terlihat bi Sona sedang sibuk bersih-bersih ruangan. Sarapan sudah tersaji dan Nirmala tinggal menyantapnya saja.
Bi Sona tiba-tiba mendekati Nirmala, ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.
"Non."
"Iya bi."
"Besok bibi mau pulang kampung, hanya sehari saja. Gak apa-apa kan Non?"
Rumah bi Sona hanya berjarak 2 jam dari rumah Nirmala, tidak terlalu jauh. Tapi memang di perkampungan, suasana nya berbeda dengan suasana perkotaan.
"Iya gak apa-apa Bi."
Nirmala melanjutkan sarapannya dan bi Sona melanjutkan aktivitasnya bersih-bersih. Selesai sarapan, Nirmala minum segelas air dan segera berangkat ke sekolah. Tiba-tiba handphonenya berbunyi lagi, bunyi pesan masuk masih dari orang yang sama yaitu Jeff.
Aku sudah sampai depan rumah kamu.
Begitu isi pesan dari Jeff yang ternyata sudah menunggu Nirmala di depan pagar rumahnya. Duduk di atas motor. Begitu melihat Nirmala keluar pagar, Jeff langsung beranjak, berjalan mendekat dan seketika memegang tangan Nirmala seraya memakaikan gelang yang kemarin Nirmala tanyakan. Nirmala mencoba berontak tapi pegangan tangan Jeff lebih kuat dari perlawanannya.
"Sudah aku kembalikan gelangnya, sudah tenang kan sekarang?" tanya Jeff.
"Terimakasih."
"Ayo kita berangkat ke sekolah bersama." Jeff mengajak Nirmala naik motor bersamanya.
"Tidak usah, kamu duluan saja."
"Ya sudah, aku tidak akan memaksa." Kata Jeff sambil mulai naik ke motornya.
"Sekali lagi terimakasih." Kata Nirmala.
"Sama-sama."
Jeff lalu pergi ke sekolah lebih dulu. Walaupun awalnya dia ingin memaksa agar Nirmala ikut bersamanya, tapi dia tidak bisa melakukannya. Dia bahkan yang awalnya berniat untuk mengganggu Nirmala, mulai mengurungkan niatnya itu. Dia tahu pasti Nirmala punya alasan yang kuat mengapa di sekolah dia tidak mau di dekati.
Itu semua pasti karena Anah. Nirmala tidak ingin membuat Anah gelisah dan sakit hati. Tapi bagaimana dengan perasaanku, dia bisa menjaga perasaan sahabatnya. Tapi dia mengabaikan perasaanku.
Sepanjang perjalanan, Jeff terus memikirkannya. Memikirkan tentang perasaannya yang semakin tidak bisa di bendung, selain itu memikirkan Nirmala, dia juga memikirkan acara nanti malam dimana dia harus balapan dengan Tirta.
Nirmala memandangi Jeff yang terus melaju dan menghilang dari pandangannya. Dia kemudian melepas gelangnya dan memasukan ke dalam tas, bersamaan dengan itu dia melihat taksi dan segera menghentikan taksi itu. Hari ini dia ingin ke sekolah naik taksi dan bukan ojek. Padahal jika dia mau, pakde Slamet juga akan siap mengantar.
"Taksi ...." Nirmala melmbaikan tangan menghentikan sebuah taksi.
Taksi itu pun berhenti dan Nirmala langsung masuk.
"Ke sekolah SMA xxxxx ya Pak."
"Baik Neng." Kata supir taksi tersebut.
Taksi itupun melaju ke sekolah, sementara itu Jeff yang sudah lebih dulu sampai di sekolah, sedang sibuk memarkirkan motornya. Selesai parkir, dia mengambil handphone dan mengetik sebuah pesan singkat lagi kepada Nirmala.
Cepatlah sampai, aku sangat merindukanmu.
Nirmala yang duduk di dalam mobil kemudian membuka handphonenya yang berdering, dering pesan singkat yang masuk. Dia membaca pesan dari Jeff tapi enggan untuk membalasnya. Tidak lama kemudian, Nirmala sudah sampai di sekolah. Dia berjalan menuju ke kelasnya, dari kejauhan Jeff memperhatikan langkahnya, ingin sekali dia mendekat tapi kemudian dia ingat dengan pesan Nirmala kemarin. Jeff pun mengurungkan niatkan.
Awalnya Nirmala berjalan sendirian, tapi kemudian seorang murid laki-laki mendekatinya. Tirta, Tirta mendekati Nirmala dan berjalan bersama menuju ke kelas. Mereka terlihat akrab, Nirmala terlihat tertawa lepas begitu juga dengan Tirta. Saat hampir sampai di depan kelas, tepat lewat di depan Jeff, Nirmala sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Justru Tirta yang menoleh ke arahnya dengan tatapan yang seolah-olah menantang berkelahi.
Saat sudah sampai di dalam kelas, Nirmala duduk menunggu bel masuk sekolah. Anah tiba-tiba datang dengan berlari dan tanpa sengaja menabrak Jeff.
Brugh ...!
Tanpa sengaja Anah menabrak Jeff dan membuatnya hampir terjatuh tapi dengan gerakan refleks Jeff menahan Anah dan mereka saling memandang. Saat Jeff sadar kalau dia menangkap tubuh Anah, seketika Jeff melepasnya dan membuat Anah benar-benar jatuh ke lantai.
Brugh ....
"Aw ... Jeff tolong bantu aku untuk bangun," pinta Anah sambil mengulurkan tangannya.
Jeff tidak bergeming dan justru membiarkan Anah dan meninggalkannya masuk ke kelas. Tiba-tiba ada tangan lain yang meraih tangan Anah, Salsa. Salsa membantu meraih tangan Anah seperti ungkapan perdamaian. Tapi dengan cepat, Anah menepis. Dia tidak mau berteman dengan orang jahat seperti Salsa.
"Jangan sentuh aku." Kata Anah sambil menepis tangan Salsa.
"Dasar anak manja, aku berniat membantumu ...!" Ucap Salsa merasa kesal karena kebaikannya di abaikan.
"Weeek ... siapa yang peduli pada mu." Kata Anah sambil menjulurkan lidahnya ke arah Salsa.
Ruby datang menghampiri Salsa dan mengusap bahunya.
__ADS_1
"Sudah Salsa, jangan di ambil hati. Terkadang niat baik memang tak selamanya bisa diterima dengan baik." Kata Ruby.
Salsa yang kesal masuk kelas dan mendadak dia marah tanpa kendali lalu menjambak rambut Anah. Tirta sebagai ketua kelas langsung memisahkan mereka dan mengingatkan agar tidak membuat keributan. Ruby juga berusaha menahan tangan Salsa, sementara Nirmala berusaha menahan tangan Anah.
"Dasar tidak tahu terimakasih." Salsa mengumpat dan menunjuk-nunjuk Anah.
"EGP ... Emang Gue Pikirin?" Kata Anah sambil merapikan rambutnya kembali.
Kelas pun menjadi tenang setelah Anah dan Salsa duduk di kursinya masing-masing. Bel masuk sekolah berbunyi. Mereka bersiap untuk menyambut guru yang akan datang ke kelas.
Di dalam kelas siswa memang sudah seharusnya bersikap tenang untuk belajar dengan mengikuti bimbingan guru yang mengajar pada kelas tersebut. Tetapi terkadang masih ada siswa yang melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan di dalam kelas seperti yang mendadak di lakukan oleh Salsa.
Saat guru sedang menulis di papan tulis, tiba-tiba saja Salsa yang masih tidak terima karena kebaikannya di tolak mentah-mentah oleh Anah pun berbuat onar. Kali ini bukan Anah yang ingin dia jailin tapi Nirmala. Perlahan dia mendekati Nirmala dan bermaksud menarik rambut Nirmala. Namun sayang, sebelum tangannya menyentuh rambut Nirmala Jeff sudah lebih dulu menahannya. Dia menatap Jeff dengan kesal, Jeff pun melepaskan pegangannya.
Salsa yang tahu akan sikap Jeff yang mengerikan pun mengurungkan niatnya karena dia sudah tahu kalau Jeff menyukai Nirmala. Akan sangat berbahaya baginya jika Salsa tetap meneruskan niatnya mengganggu Nirmala. Salsa melempar senyum kepada Jeff sebagai tanda permintaan maaf. Jeff tidak merespon tapi dia memaafkan Salsa karena biar bagaimanapun Salsa adalah temannya.
***
Waktu demi waktu terus berjalan, tidak terasa jam pelajaran di sekolah sudah usai, sekolahpun usai pada hari itu.
Sepulang sekolah Nirmala pergi ke perpustakaan kota mencari buku tentang biologi, perkembanganbiakan sel. Dia melihat-lihat katalog di perpustakaan itu, semua buku-buku yang dia inginkan ada disana. Tapi penjaga perpustakaan tidak mengijinkan membawa semua buku yang Nirmala perlukan, hanya di batasi 2 buah buku per orang. Nirmala membawa 2 buah buku tebal itu di tangannya. Saat dia keluar dari perpustakaan tiba-tiba seseorang menyapanya.
"Sudah selesai membacanya?"
Nirmala menoleh, ternyata Jeff mengikutinya.
"Aku tidak membacanya di sini, aku mau membacanya di rumah."
Nirmala berjalan meninggalkan Jeff yang sedari tadi menunggunya.
"Kenapa kamu tidak bisa memberiku kesempatan sedikit saja, buka hatimu sedikit saja, lihat aku." Kata Jeff lagi.
"Maaf Jeff, aku harus buru-buru pulang. Permisi." Nirmala berjalan meninggalkan Jeff dan mencari taksi.
Tidak lama kemudian Nirmala sudah menemukan taksi dan masuk tanpa menoleh sedikit pun ke arah Jeff. Dia berlalu pergi begitu saja. Jeff masih berdiri di perpustakaan. Seseorang kemudian datang dan mengagetkannya.
"Hai Jeff." Sapa Ruby.
"Kamu ngapain disini?" tanya Ruby.
"Tidak ngapa-ngapain, kamu sendiri ngapain ke sini?"
"Aku memang sering ke sini." Jawab Ruby.
Jeff diam sejenak sambil memandang Ruby.
"Ruby." Jeff memanggil Ruby agar mendekat kepadanya.
"Ya." Ruby berjalan mendekatinya.
"Kamu bisa bantu aku tidak?"
"Bantu apa?" tanya Ruby penasaran.
Jeff kemudian berbisik pada Ruby dan Ruby menyetujui untuk membantu Jeff.
"Jangan beritahu siapa-siapa." Pinta Jeff.
"Iya ,aku mengerti."
Ruby kemudian masuk ke perpustakaan itu sendirian tanpa Salsa, sedangkan Jeff menuju ke parkiran motornya dan cepat-cepat menyalakan motor itu untuk kembali ke rumah. Dia juga harus menyiapkan tenaga dan motornya untuk balapan nanti malam.
***
Malam pun tiba, bi Sona terlihat sibuk menyiapkan semua keperluannya untuk di bawa saat pulang kampung. Kebetulan besok adalah hari minggu, saat bi Sona sedang sibuk berkemas. Nirmala menghampirinya.
"Bi, Nirmala boleh ikut gak? Nirmala janji gak akan ngerepotin Bibi." Pinta Nirmala.
"Non, yakin mau ikut?"
Nirmala mengangguk.
"Ya sudah, Non siapkan sendiri keperluan Non yang mau di bawa ya."
"Siap Bibi Sayang."
Nirmala terlihat sangat senang, dia langsung ke kamarnya menyiapkan semua keperluan untuk besok.
Hanya sehari saja, tidak perlu terlalu banyak membawa barang-barang.
Saat Nirmala sedang sibuk berkemas, tiba-tiba dia teringat sesuatu hal.
Ya ampun, hari minggu besok kan aku ada janji sama Kevin. Nirmala menepuk jidat nya dan berlari menemui bi Sona.
__ADS_1
"Maaf Bi, Nirmala gak jadi ikut. Nirmala baru ingat kalau ada janji dengan Kevin."
"Iya gak apa-apa, Non."
Nirmala kemudian kembali ke kamar nya dan mengeluarkan barang-barang yang sudah dia kemas. Saat dia sedang mengeluarkan barang-barang nya, tiba-tiba teleponnya berdering. Ada panggilan masuk dari Ruby.
"Selamat malam Nirmala, maaf mengganggu."
"Selamat malam Ruby, tidak mengganggu sama sekali, ada apa?"
"Nirmala, aku di depan rumahmu, apa kamu bisa keluar sebentar?" Pinta Ruby.
"Bisa."
Nirmala kemudian keluar dari kamar, seperti biasa dia harus menuruni tangga kamarnya dan berjalan cukup jauh untuk sampai ke pintu pagar rumahnya.
"Ruby." Nirmala menyapa Ruby dan mematikan panggilan teleponnya.
"Ayo masuk." Nirmala mengajak Ruby untuk masuk ke dalam rumahnya. Akan tetapi Ruby menolak, dia hanya datang atas permintaan Jeff.
"Tadi sebelum ke sini aku mampir ke rumah Jeff." Kata Ruby.
"Lalu?" tanya Nirmala penasaran.
" Jeff menitipkan kado ini untuk kamu, aku tidak tahu apa isinya. Terimalah." Ucap Ruby sambil menyodorkan sebuah kado kecil kepada Nirmala.
"Aku permisi."
"Iya, terimakasih Ruby. Hati-hati di jalan."
Nirmala melambaikan tangan ke arah Ruby. Ruby masuk ke mobilnya dan membuka jendela mobilnya melambaikan tangan ke arah Nirmala dengan senyuman. Ruby duduk di dalam mobilnya dengan perasaan lega karena sudah menepati janjinya untuk membantu Jeff memberikan hadiah kepada Nirmala.
"Akhirnya aku bisa lega karena sudah menyampaikan hadiah itu, aku harus segera memberi tahu Jeff."
Ruby pun mengetik pesan singkat di ponselnya.
Jeff, hadiahnya sudah aku berikan kepada Nirmala.
Jeff yang sedang nongkrong bersama teman-teman geng motornya membuka pesan masuk di ponselnya. Dan membalas pesan Ruby.
**Terimakasih.
Sama-sama**. Balas Ruby
Jeff kemudian kembali mengobrol bersama teman-teman geng motornya yang berasal dari sekolah lain. Mereka memang suka balapan liar tapi tidak pernah mengganggu orang lain. Walaupun terkadang mereka berkelahi dengan geng motor lainnya.
Mereka tahu aksi balap liar ini bukanlah perbuatan yang baik di kalangan remaja, tapi masih saja mereka melakukannya.
Jeff masih menunggu kehadiran Tirta. Tanpa Jeff ketahui, diam-diam Tirta mampir ke rumah Nirmala sebelum ke area balapan. Tirta datang ke rumah Nirmala tepat pada saat Ruby sudah pulang. Malam minggu itu Nirmala merasa jadi banyak tamu, padahal hanya Ruby kemudian Tirta yang datang. Kevin sama sekali tidak menunjukan batang hidungnya.
Setelah merasa puas mengobrol dengan Nirmala, Tirta mulai melajukan motornya ke area balapan. Tanpa Tirta sadari dia sudah sampai di area yang di tuju, kemudian dia melepas helmnya dan berkaca di spion menata rambutnya lalu berjalan ke arah sahabat-sahabatnya berkumpul, tanpa Bharata tentunya. Tirta memang tidak pernah mengajak Bharata pada saat balapan. Dia punya geng motor sendiri, sedangkan Bharata tidak menyukai balapan.
"Wuidih ... Pembalap liar nya udah dateng." Sapa salah satu sahabatnya sambil melayangkan tangan kanannya untuk mengajak tos, tapi Tirta tidak menghiraukannya dan memilih untuk duduk di samping Jeff. Dengan canggung temannya menarik tangannya kembali lalu menepuk pundak Tirta.
"Darimana aja bro baru dateng?"
Tirta masih diam dan tidak menjawab sama sekali. Lalu salah seorang lainnya menjawab.
"Biasa, kencan dulu bro."
"Siapa cewek yang di pacarin Tirta?"
Mereka mulai penasaran dengan cewek yang membuat Tirta terlambat datang ke area balapan. Dan saling bertanya satu sama lain.
"Siapa lagi bro kalau bukan Nirmala."
Mendengar kata Nirmala di sebut, mendadak membuat jantung Jeff seperti mau copot. Tapi dia tetap bersikap tenang dan tetap diam, Tirta pun sama, dari tadi hanya diam. Sementara itu, mereka masih terus membicarakan Nirmala. Tiba-tiba terdengar teriakan dari ambang pintu kafe.
"Balapan akan di mulai ...!"
Sontak sebagian orang yang berada di dalam kafe berhamburan keluar menuju ke area balapan. Malam ini hanya ada 4 orang yang akan balapan. Tirta, Jeff dan kedua teman mereka yang lainnya.
Kini keempat cowok itu sudah sampai di area balapan. Semua mata gadis yang berada di sana tertuju ke arah mereka dengan mata bersinar di iringi senyuman tipis yang mengembang di bibir-bibir seksi mereka. Beberapa dari mereka menata rambut dan bercermin dengan menggunakan ponsel, memastikan tampilan mereka akan memikat para pembalap yang terlihat tampan, macho dan cool itu.
"Oke guys ... Semua peserta udah check in dan semua udah lengkap, jadi kita mulai round one ...!"
Seorang cewek cantik berbaju seksi berdiri di tengah-tengah kerumunan dengan berteriak lantang sehingga semua yang hadir disana bisa mendengarnya.
Gadis itu terlihat sangat berbeda dengan gadis yang lainnya, dia memakai celana levis pendek yang memperlihatkan paha putihnya dan kaos tipis berlengan pendek berwarna putih yang memamerkan pusarnya di lengkapi dengan jaket yang senada dengan celana pendeknya. Rambutnya di gerai sampai punggung. Dia memakai wedges warna hitam dan wajahnya di poles make up tebal yang membuat wajah cantiknya semakin terlihat menawan dan penuh pesona.
Nyaris semua laki-laki yang ada disana menatapnya tanpa berkedip, tapi itu tidak berlaku untuk Jeff dan Tirta. Mereka sama sekali tidak memperhatikan gadis itu. Mereka hanya fokus pada jalanan. Gadis itu berjalan mendekati keempat pembalap.
"Semua udah di posisi? Ready? Go ...!"
__ADS_1
Gadis itu menjatuhkan sebuah kain dari tangannya dan seketika deruman motor-motor itu memekikan telinga.