Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Kelulusan Sekolah


__ADS_3

Tidak terasa hari ini merupakan hari yang terakhir di sekolah. Mereka bersama-sama menunggu hasil ujian. Nirmala merasa dag dig dug walau sudah yakin dia pasti akan lulus.


Pengumuman kelulusan sudah di pasang di papan, mereka berebut mencari nama masing-masing. Jeff dan Anah tak kalah hebohnya ikut dalam kerumunan. Sementara Tirta dan Nirmala terlihat sangat tenang menunggu sampai kerumunan itu menghilang.


"Jeff Smith ... Jeff Smith ... Jeff Smith ...." Jeff menempelkan jari telunjuknya di kertas yang tertempel pada papan lalu menarik jari telunjuknya ke segala arah mencari namanya. Sangat lama sekali dia mencari namanya di antara ribuan nama siswa yang lainnya. Hingga dia merasa lelah dan putus asa.


"Kau kenapa Jeff?" Tanya Anah.


"Anah, bisa tolong bantu carikan namaku tidak? Aku lelah." Pinta Jeff pada Anah.


"Dengan senang hati, tampan." Ucap Anah dengan senyuman termanisnya sambil tangan kiri memegang plastik berisi lemon tea dan sedotan dia masukan ke mulutnya yang mungil. Jarinya menjelajah papan pengumuman untuk menemukan nama yang selalu terpatri di hatinya.


"Jeff Smith ... Jeff Smith ... Jeff Smith ...." Mulutnya bergumam pelan.


"Ah, ketemu."


"Benarkah?"


"Iya benar, selamat Jeff. Kau berhasil meraih peringkat ke tujuh dari bawah. Kau nyaris tidak lulus." Ucapan Anah tiba-tiba melemah tapi kemudian dia berteriak hingga tersedak.


"Selamat Jeff! Kau lu ... Uhuk uhuk uhuk." Anah loncat-loncat kegirangan hingga tanpa sadar dia tersedak.


"Anah, astaga kamu tidak apa-apa?" Jeff menepuk-nepuk punggung Anah.


Anah melirik Jeff dan tersenyum karena merasa mendapat perhatian dari cowok incarannya.


"Astaga, Anah. Jangan melirikku sepertu itu, aku mengkhawatirkan mu." Kata Jeff.


Kalimat yang Jeff ucapan semakin membuat Anah kegirangan dan kemudian dia kembali loncat-loncat lalu memeluk Jeff.


"Selamat Jeff, selamat .... Kita lulus."


"Aaaaaa ....! Aku bahagia sekali." Teriakan Anah membuat Jeff serta merta menutup telinganya.


"Nirmala, bagaimana? Dia rangking berapa?" Tanya Jeff.


"Kau lihat Jeff, nama Nirmala tidak sulit untuk di cari. Dia ada di peringkat teratas di susul oleh Tirta dan Ruby." Ungkap Anah kemudian menyeruput minumannya lagi hingga habis tak bersisa. Dia kemudian pergi mencari tempat sampah, setelah itu kembali ke tempat Jeff berada. Sayangnya, saat ia kembali Jeff sudah menghilang bak di telan bumi. Tidak terlihat sama sekali.


Jeff pergi mencari Nirmala.


"Mala, kau jadi kuliah di tanah jawa?" Tanya Jeff saat dia mulai menemukannya.


Nirmala menggeleng.


"Papa aku tidak mengijinkan."

__ADS_1


"Oh, begitu. Jadi mau kuliah dimana?"


"Untuk apa kau menanyakan, Jeff. Sudah pasti di Universitas terfavorit di kota ini. Dan kau jangan mimpi bisa masuk kesana." Tiba-tiba Tirta datang menyela ucapannya.


"Aku akan buktikan kalau aku bisa masuk ke universitas manapun, jangan menyepelekan aku sepupu." Balas Jeff atas ucapan Tirta.


"Kita lihat saja nanti." Pungkas Tirta lalu pergi meninggalkan Jeff dan Nirmala di taman sekolah.


Nirmala masih terus duduk dan sesekali menghirup udara segar dalam-dalam. Merasakan hembusan angin di sekolahnya untuk terakhir kali.


"Masa-masa di sekolah, akan aku kenang selalu." Gumam Nirmala lirih.


"Apa kau bersedih? Seharusnya kau bahagia, kau lulus dengan nilai yang paling bagus." Tukas Jeff kemudian duduk disampingnya.


Nirmala menghela napas.


"Apa kamu tidak merasa sedih, Jeff? Sebentar lagi kita tidak akan bisa merasakan udara di taman sekolah ini, kantin, perpustakaan, canda tawa teman-teman kita. Dan kita akan berpisah juga dengan para guru yang sudah mendidik kita selama ini."


"Ya ampun Mala, kamu tidak perlu berpikir sepahit itu. Kalau kita rindu, kita masih bisa kesini. Kita juga masih bisa reuni dan berkumpul kembali bersama dengan teman-teman." Ucap Jeff.


"Yup, itu betul." Tiba-tiba Anah muncul dan mengagetkan mereka.


Nirmala kembali tersenyum dan menghela napas.


"Anah, boleh aku memelukmu." Ucap Nirmala seraya meraih tubuh Anah dan memeluknya.


"Dari tadi aku disini, tapi tidak dipeluk. Anah baru saja datang sudah dapat pelukan." Batin Jeff.


"Bagaimana kalau kita foto? Jeff ... Ayo kita foto bertiga." Ajak Anah.


Mereka kemudian mengabadikan moment dengan berselfie bersama. Sesekali Jeff di samping Anah, sesekali pindah ke samping Nirmala. Selesai puas jeprat-jepret, Anah kemudian melihat-lihat foto itu dan tersenyum-senyum sendiri. Dia kemudian mendadak merangkul Jeff dan memotretnya kembali.


"Anah, kamu ini apa-apaan sih?" Jeff meraih handphone Anah tapi Anah keburu pindah ke samping Nirmala.


"Udah, Jeff. Biarin aja, kenapa sih?" Ujar Nirmala.


"Awas kau!" Gertak Jeff pada Anah.


"Weeeee ...." Anah menjulurkan lidahnya mengejek Jeff.


Hari ini benar-benar hari yang bahagia sekaligus hari yang mengharukan, karena besok mereka akan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Tidak lagi pergi ke sekolah dan belajar bersama. Nirmala masih enggan beranjak dari tempat duduknya. Di sebelah kanannya ada Jeff dan di sebelah kirinya ada Anah.Tiba-tiba Anah merasakan perutnya melilit.


"Aduh, Jeff ... Mala, aku ke kamar mandi sebentar ya? Perut aku mules nih." Ucap Anah sambil memegangi perutnya kemudian berlari menuju ke kamar mandi.


"Lama juga gak apa-apa, Anah!" Teriak Jeff sambil tertawa.

__ADS_1


Hahaha ....


Akhirnya si pengganggu pergi juga. Kata Jeff dari dalam hati.


"Mala, ayo kita foto berdua." Ajak Jeff kemudian sambil memasang kamera handphone di depan wajahnya.


"Tadi kan udah Jeff," Nirmala menolak tapi Jeff sudah merangkulnya lebih dulu dan cekrak-cekrek. Jeff dapat banyak foto berdua dengan Nirmala walau posisi Nirmala berantakan karena dia malu-malu.


"Ayo dong, Mala. Yang bener posisinya." Pinta Jeff.


Mala kemudian mau mengikuti permintaan Jeff dan mereka berfoto bersama saling menempelkan kepala satu sama lain. Akhirnya Jeff merasa senang karena mendapatkan gambar yang bagus.


"Jeff, kau ini benar-benar tidak peka ya? Anah sangat menyukaimu." Sergah Nirmala.


Kau sendiri, memangnya kau peka? Kau tahu kan aku sangat menyukaimu? Tapi kamu tak mengerti juga. Kata Jeff dalam hati.


Meskipun Jeff juga sudah kali menyatakan rasa cintanya pada Nirmala, tapi berkali-kali pula Nirmala menolaknya. Jeff juga tahu dan menyadari kalau Nirmala lebih menyukai Kevin daripada dirinya. Meskipun Nirmala tidak pernah mengungkapkannya, tapi sikap yang ia tujukan kepada Kevin lebih perhatian dan lembut daripada kepadanya. Nirmala lebih suka bersikap seenaknya sendiri jika bersama dengan Jeff. Dia juga suka mengatur-ngatur sudah seperti bos saja.


"Aku tidak mau membahas Anah. Bagaimana kalau kita bahas tentang cita-cita saja. Kamu ingin jadi apa?" tanya Jeff tampak mulai penasaran.


Nirmala memandangi Jeff agak lama sambil tersenyum manis.


"Aku ingin menjadi dokter." Jawab Nirmala masih dengan senyum manisnya.


Jeff terhenyak. Bola matanya membesar dan mulutnya seakan tidak bisa menutup dengan rapat, dia dekatkan wajahnya memandangi wajah Nirmala seolah ingin meneliti seberapa besar keinginan Nirmala untuk menjadi seorang dokter.


"Kenapa kau memandangi ku seperti itu? Apa wajahku nampak meragukan?"


"Kau serius atau hanya ingin menakut-nakutiku saja?" Jeff masih tidak percaya, karena Nirmala adalah cewek yang penakut. Jeff pikir, Nirmala akan ketakutan jika melihat darah.


"Aku serius. Ini tentang masa depanku." Jawabnya dengan tegas.


"Aku berharap kamu mau ambil jurusan ekonomi bisnis bersamaku, kau jadi sekretaris dan aku direkturnya. Bukankah itu akan lebih indah?" Jeff menatap Nirmala dengan lekat lalu dia tersenyum manis.


"Kenapa kamu ingin menjadi dokter?"


Nirmala belum menjawab pertanyaan Jeff, tiba-tiba Anah muncul di hadapan mereka.


"Siapa yang ingin jadi dokter? Mala, kamu ingin jadi dokter?" Tanya Anah.


Nirmala mengangguk lalu bertanya apa cita-cita Anah.


"Kalau kamu Anah, kamu mau jadi apa?"


"Aku? Aku ... Anah melirik ke arah Jeff. Aku ingin menjadi istrinya Jeff." Jawaban Anah seketika membuat Nirmala tertawa tapi membuat Jeff nyaris terkena serangan jantung.

__ADS_1


Anah tersenyum malu-malu.


__ADS_2