Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Balapan Liar (Part 2)


__ADS_3

Motor-motor itu melaju dengan kecepatan yang super dan saling menyalip satu sama lain. Hanya untuk memperebutkan suatu kebanggaan dan kemenangan. Tirta terlihat memimpin pertandingan itu, tidak mau kalah Jeff pun menambah kecepatan motor dan berhasil menyelip Tirta.


Namun, Tirta tidak begitu saja membiarkan dirinya berada di posisi belakang Jeff, dia mulai mencoba menyalip lagi tapi tidak bisa. Pertandingan menjadi semakin seru dan lebih sengit lagi saat salah satu peserta yang lainnya mulai menyalip Tirta dan nyaris terjadi tabrakan. Tapi itu masih bisa terhindarkan, Tirta masih bisa menyeimbangkan motornya yang di tabrak oleh salah satu temannya. Kini Tirta berada di posisi ke tiga, sedangkan Jeff mulai tidak terlihat. Dia melaju begitu kencang tanpa peduli kiri dan kanan.


Waktu sudah berjalan sekitar empat puluh lima menit hingga akhirnya Jeff mulai terlihat oleh teman-temannya di garis finish karena dia berada jauh dari pembalap lainnya, dia benar-benar memimpin pertandingan malam itu seperti tidak ada lawan lainnya. Jeff menambah kecepatan laju motornya hingga sampai ke garis finish, dua cewek cantik nan seksi yang berada di kanan dan kiri jalan terlihat melambaikan bendera kemenangan. Pertanda Jeff memenangkan balapan liar itu.


Tidak lama kemudian disusul suara deruman motor dan terlihat pembalap lainnya sedang berebut kemenangan podium kedua. Tirta yang melihat Jeff sudah berada di posisi terdepan dan berhenti di garis finish menjadi kehilangan semangatnya untuk melanjutkan pertandingan itu. Tapi dia terus berjalan hingga ke garis finish yang telah di tentukan.


Salah seorang sahabat Jeff berlari dan menyambut kemenangan Jeff dengan menepuk bahunya.


"Hebat kamu Jeff, menang lagi. Yuhu ..." Sahabat Jeff terlihat sangat girang dan menepuk bahu Jeff dengan sangat keras, Jeff masih duduk di atas motornya. Dia kemudian membuka helmnya dan melayangkan tangannya berhigh five dengan sahabatnya. Tatapannya mulai tajam menusuk mata Tirta. Tirta terlihat sangat tidak menyukai kegagalannya kali ini, padahal di setiap pertandingan balap liar Tirta memang belum pernah bisa mengalahkan Jeff.


Jeff hanya pernah sekali kalah itupun bukan dalam sebuah pertandingan, tapi karena Tirta menantangnya di jalan saat dia sedang bersama Nirmala waktu itu. Tentu saja Jeff sengaja mengalah hanya karena dia mengkhawatirkan Nirmala yang membonceng motornya pada saat itu.


Tirta yang awalnya yakin bisa mengalahkan Jeff ternyata keyakinannya itu tidak membuahkan hasil. Kini dia harus menepati janjinya untuk menjauhi Nirmala karena sesuai perjanjian siapa yang kalah dalam pertandingan maka harus menjauhi Nirmala. Jeff mulai mendekati Tirta dan mengingatkan akan perjanjian itu.


"Laki-laki sejati tidak pernah mengingkari janjinya." Bisik Jeff di telinga Tirta.


Setelah berbisik di telinga Tirta, Jeff kembali ke kerumunan teman-temannya merayakan kemenangannya. Di tengah kemeriahan perayaan kemenangan itu, Jeff mendadak teringat wajah Nirmala. Padahal di tempat dia berada banyak sekali cewek cantik dan seksi yang mendekatinya. Teman-teman Jeff banyak yang memuji kehebatannya bahkan di kait-kaitkan dengan Rosi. Jeff merespon pujian teman-temannya dengan wajah sombong dan memiringkan senyumnya.


Jef kini berdiri di samping motornya dan mengobrol bersama teman-teman gengnya. Saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba beberapa cewek seksi menghampirinya.


"Selamat ya Jeff, kamu menang lagi." Ucap salah seorang dari cewek itu sambil berusaha memeluk dan ingin mencium pipi Jeff. Tapi dengan segera Jeff menepisnya. Membuat kaget semua teman-temannya. Padahal biasanya Jeff tidak pernah menolak pelukan apalagi ciuman dari cewek paling cantik nan seksi di balapan motor itu. Pemandangan peluk cium di area motor sudah menjadi pemandangan yang biasa. Tapi kali ini Jeff sama sekali tidak tertarik dengan itu. Gadis itu merasa sedikit malu dengan menundukan kepala dan kesal karena di tolak mentah-mentah oleh Jeff.


Lalu gadis yang lain mencoba mendekati Jeff.


"Selamat ya Jeff, kamu emang keren banget. Kapan-kapan boleh dong aku di boncengin sama kamu." Ucapnya dengan nada menggoda dan mencubit pipi Jeff.


"Oke, thanks." Ucap Jeff dengan sedikit tersenyum.


"Ya udah yuk, kita ambil uang taruhannya." Ajak gadis yang lainnya lagi.


"Kalian aja yang ngambil uang taruhannya, aku mau langsung pulang kerumah." Jeff menunjuk ke arah teman-temannya, menyuruh agar mereka saja yang mengambil uang itu.


"Buru-buru amat Jeff." Kata salah seorang temannya.


Jeff tidak mendengar kata-kata temannya itu. Dia mulai naik ke atas motornya.


"Ambilin uangnya ya, kalau mau di pakai juga tidak apa-apa, aku cabut duluan. Bye." Dia lalu memakai helmnya dan menstarter motornya lalu pergi.


"Gak biasanya si Jeff pulang duluan." Ujar salah satu temannya sedikit kebingungan.


"Lagi ada urusan kali." Ujar teman yang lainnya lagi.

__ADS_1


Tiba-tiba gadis seksi yang tadi pelukan dan ciumannya di tolak oleh Jeff berteriak ke arah mereka.


"Guys, ini kalian mau ngambil uangnya apa enggak? Udah di tunggu sama yang lainnya loh." Ujarnya mengingatkan lagi.


"Biar aku yang ngambil."


"Jangan, biar aku aja yang ngambil kan kamu gak ikut balapan. Aku yang tadi hampir tabrakan dengan si Tirta."


Kedua teman Jeff saling berebut untuk mengambil uangnya. Kemudian salah satu dari mereka mendekati gadis seksi itu dan mengapit pinggangnya.


"Yee ... modus aja kamu."


Salah satu temannya yang sekarang sedang mengapit pinggang gadis seksi itu tertawa cengengesan. Dan mengambil uangnya.


***


Jeff sudah berlalu jauh meninggalkan area. Dia nampak lega karena bisa memenangkan balapan. Terbayang wajah Nirmala dan membuatnya lebih berbunga-bunga. Malam yang sunyi sepi, di jalan tidak ada satu pun kendaraan yang melintas. Terasa jalanan hanya milik neneknya saja. Tidak terasa dia sudah sampai di rumahnya. Jeff mengendap-ngendap masuk ke dalam rumahnya.


Ternyata kedua orang tuanya masih belum tidur, mereka menunggu kepulangan Jeff.


"Darimana kamu Jeff? Malam-malam begini baru pulang?" tanya ayahnya dengan wajah garang.


Istrinya mencoba membujuk suaminya itu agar lebih tenang menghadapi anak laki-laki satu-satunya.


"Jeff ...! Daddy belum selesai bicara." Kata ayahnya lagi seraya mendongakkan kepalanya ke atas mengikuti Jeff yang sudah berlalu masuk ke kamarnya.


"Sudah Dad, tenang." Kata Ibunya Jeff sambil mengelus punggung suaminya.


"Kamu terlalu memanjakannya, makanya dia jadi begini." Ayah Jeff tiba-tiba melampiaskan kemarahannya kepada istrinya.


"Kok aku sih yang di salahin." Istrinya merasa tidak terima.


Mendengar keributan orang tuanya, Jeff lalu keluar dari kamar.


"Mami, Daddy kenapa kalian selalu saja ribut." Kata Jeff sambil berdiri di depan pintu kamarnya menatap kedua orang tuanya yang sedang bertengkar di bawah.


Chika yang sedang tertidur pulas akhirnya terbangun mendengar keributan yang terjadi di rumahnya.


"Ada apa sih, ribut sekali." Gumamnya sambil menyingkirkan selimut dan berjalan keluar dari kamar nya.


"Ada apa sih ribut-ribut, besok jadi gak pada pergi ke pantai?" Chika berbicara seolah tidak terjadi apa-apa.


Mereka semua terdiam, Jeff masuk kembali ke kamarnya. Ayah Chika juga menyuruhnya masuk kembali kamar.

__ADS_1


Ibu Jeff masih berusaha menenangkan suaminya dan mereka pun masuk kembali ke dalam kamar. Tidak lupa juga ibunya Jeff mematikan lampu-lampu yang masih menyala di rumah itu. Kini rumah besar itu nampak gelap dan sunyi. Chika dan kedua orang tuanya sudah tidur. Sementara Jeff masih belum memejamkan matanya.


Dia berbaring dan memeluk guling. Tapi wajahnya senyum-senyum sendiri sambil membayangkan Nirmala. Dia teringat akan saat-saat bersama gadis pujaannya itu.


Aku tidak bisa berhenti memikirkannya, apa aku kirim sms saja ya. Batinnya.


Jeff benar-benar tidak bisa tidur, dia gelisah tapi dengan hati yang berbunga-bunga. Sesekali dia memegang handphonenya tapi kemudian di letakkan lagi. Dia ingin bisa mengobrol dengan Nirmala di tengah malam itu, tapi dia berfikir mungkin Nirmala sudah tidur dan tidak akan membaca pesannya.


Tapi tidak masalah, tidak akan tahu jika tidak di coba.


Jeff kemudian memberanikan diri untuk mengetik pesan singkat.


"Aku mau tidur, tapi kamu bikin aku senyum-senyum terus.”


Pesan terkirim.


Handphone Nirmala berbunyi, kebetulan Nirmala terbangun dari tidurnya dan dia sedang berada di kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi, Nirmala duduk di kasur dan meraih ponselnya. Dia duduk sambil mengecek ponselnya karena tadi dia mendengar ada pesan masuk. Dia pun membuka pesan yang dikirim oleh Jeff itu. Setelah membaca pesan itu, dia melihat ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 1 dini hari.


Sudah tengah malam kenapa masih belum tidur?


Nirmala membalas pesan dari Jeff. Tidak biasanya dia akan membalasnya. Tapi entah malam itu tiba-tiba dia membalas pesan dari Jeff. Mendapat balasan dari Nirmala, seketika membuat Jeff sangat bahagia tidak terkira, dia tidak pernah menyangka kalau malam itu benar-benar malam keberuntungannya. Saking senengnya dia bahkan tidak melihat kondisi baterai ponselnya. Saat dia sedang mengetik dan ingin membalas pesan Nirmala, tiba-tiba ponselnya mati. Baterai habis.


"Astaga, kenapa pake acara mati segala nih handphone." Jeff kemudian mencari charger untuk mengisi baterainya.


Tapi kemudian dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu berubah mengepalkan tangan kanannya dan menepuk dahinya sendiri. Dia bahkan lupa dimana menaruh charger handphonenya. Dia mencari-cari di kamarnya tapi tidak ketemu juga. Akhirnya dia meletakan ponselnya dan membaringkan badannya ke kasur. Lalu tidur.


***


Ke esokan harinya, Chika datang ke kamar Jeff dan berusaha membangunkannya. Tapi Jeff menolak untuk bangun, dengan setengah sadar dia justru meminta kakaknya untuk mengisikan baterai handphonenya yang sudah mati sejak tadi malam. Chika mencari handphone adiknya dan membawanya keluar, dia mengisikan baterai itu di luar kamar. Karena memang charger nya berada di luar. Chika kemudian kembali ke kamar dan membangunkan adiknya kembali.


"Ayo Jeff, kita kan mau ke pantai." Ajak Chika sambil menarik selimut yang membalut badan adiknya.


"Aku masih ngantuk." Jawab Jeff dengan nada malas.


Dari arah bawah terdengar kedua orang tua Chika memanggil agar Chika dan Jeff segera bersiap-siap.


"Chika ... Jeff ... buruan nanti keburu siang." Ucap ibunya.


Chika lalu mengingatkan adiknya kembali agar segera bangun. Akhirnya dengan rasa malas Jeff mau bangun juga dan masuk ke kamar mandi. Chika kemudian keluar dari kamar Jeff menemui kedua orang tuanya.


"Hari ini Mami dan Daddy terakhir berada di Indonesia, besok sudah kembali ke luar negri." Kata Ayah mereka sambil duduk menikmati teh hangat.


"Kamu harus bisa menjaga adikmu dengan baik." Ibunya menasehati Chika sambil memegang tangannya.

__ADS_1


Mereka duduk bertiga di ruang keluarga menunggu Jeff. Tidak lama kemudian Jeff sudah bersiap dan sudah berada di depan mereka. Mereka pun mulai berdiri dan berjalan menuju ke dalam mobil. Di mobil, tanpa basa-basi Jeff melanjutkan tidurnya.


__ADS_2