
Setelah lulus SMA Nirmala melanjutkan kuliah kedokteran bersama Tirta dan Ruby sementara Jeff melanjutkan kuliah jurusan manajemen bersama Anah. Mereka satu universitas, hanya beda fakultas saja.
Setelah empat tahun berlalu, mereka lulus dan mulai bekerja. Hubungan Ruby dan Tirta terjalin begitu dekat karena mereka satu profesi dan bekerja dirumah sakit yang sama sebagai dokter, begitu juga dengan Nirmala. Jeff menjadi seorang direktur utama di perusahaan Smith menggantikan posisi kakaknya. Dan Anah bekerja sebagai karyawan diperusahaan yang Jeff kelola. Anah sangat bahagia karena setiap hari dia bisa bertemu dengan pria idamannya.
Kevin dan Nirmala menjalin hubungan spesial, tapi sayang hubungan keduanya ditentang oleh tuan Wicaksana, ayah Nirmala. Tuan Wicaksana lebih memilih Riko sebagai calon menantu yang memang sudah dijodohkan sejak awal. Namun Riko bukanlah pemuda yang baik, dia hanya mengincar harta keluarga Wicaksana.
Pertunangan Nirmala dan Rikopun berlangsung meriah. Kevin tidak menghadirinya dan memilih pergi keluar negri yang kemudian disusul oleh Salsa. Kevin tidak pernah lagi menghubungi Nirmala.
Waktu terus berlalu, Nirmala berada dalam kesedihan sejak kepergian Kevin. Kesedihannya menjadi semakin lengkap ketika kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Meskipun kedua orang tuanya sudah meninggal, Nirmala tidak bisa serta merta membatalkan pertunangannya dengan Riko. Dia pasrah dan menerima takdirnya.
Acara pernikahanpun berlangsung, tapi pada saat Riko akan mengucapkan ijab qabul, tiba-tiba polisi datang menangkapnya. Semua hadirin menjadi ramai dan saling bertanya satu sama lain. Nirmala juga bingung.
"Ada apa ini sebenarnya?"
Jeff dan Chika mendekati Nirmala. Jeff yang memang sangat mencintai Nirmala tanpa canggung memeluk gadis itu dihadapan semua orang. Anah yang melihatnya merasa sakit hati. Nirmala berusaha melepas pelukan pria itu tapi Jeff semakin erat mendekapnya.
"Lepaskan aku Jeff, sebenarnya ada apa ini?"
Jeff melepaskan pelukannya.
Nirmala mendekati Riko yang tengah diamankan oleh polisi.
"Maaf, ini sebenarnya ada apa Pak?" Tanya Nirmala kepada petugas kepolisian.
"Saudara Riko terbukti telah melakukan tindak kejahatan."
"Kejahatan apa?"
"Riko adalah seorang pembunuh." Sela Chika.
"Apa maksudnya, Kak?" Tanya Nirmala yang menyaksikan calon suaminya dibawa oleh polisi.
"Mala, kakak minta maaf. Kakak sudah menyembunyikan kebenaran ini bahwa kematian kedua orang tua kamu bukanlah kecelakaan biasa. Semua itu rencana Riko." Kata Chika.
"Astagfirullah." Nirmala tak kuasa menahan airmatanya sebelum akhirnya ia jatuh pingsan dipelukan Jeff.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Nirmala tersadar.
"Mala, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Jeff merasa sangat khawatir. Dia kemudian memberi minum segelas air putih.
Nirmala memandang sekitar, ia masih mengenakan gaun kebaya berwarna putih dengan rok bawahan berwarna gold.
"Kepalaku sedikit pusing, Jeff." Kata Nirmala kemudian berusaha bangun. Dia duduk dikasurnya ditemani Anah dan Jeff. Anah tersenyum dan memberi semangat kepada Nirmala.
"Semua akan baik-baik saja." Kata Anah.
"Terima kasih kalian sudah menolongku."
"Sama-sama." Jawab Anah dan Jeff kompak.
"Kalian pulang saja, aku sudah tidak apa-apa." Pinta Nirmala.
"Aku tidak akan pulang sampai kamu benar-benar menunjukan kalau kamu baik-baik saja." Kata Jeff.
"Aku tidak apa-apa, Jeff. Pulanglah." Ucap Nirmala sambil memegang kepalanya.
"Apa salahku? Kenapa semua orang yang aku cintai pergi meninggalkan aku?" Gumam Nirmala pelan.
"Bersabarlah, Mala. Ini sudah suratan takdir." Kata Anah mencoba menenangkan hati sahabatnya.
"Apa salahku, Anah?"
"Kamu tidak salah apa-apa." Jawab Anah kemudian memeluk Nirmala.
"Semua akan baik-baik saja. Masih ada aku yang akan selalu menemani hari-harimu." Ucap Jeff menegaskan.
"Terima kasih, Jeff."
"Kalau kamu mau, aku bisa menggantikan posisi Riko sebagai pengantinmu." Ucap Jeff sambil nyengir.
"Aku tidak mau." Jawab Nirmala dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Astaga, gadis ini menyebalkan sekali. Sudah tidak punya siapa-siapa lagi, masih saja keras kepala." Batin Jeff.
"Jeff, Nirmala sedang bersedih. Kenapa kamu malah bercanda?" Tanya Anah.
"Aku serius, Anah. Apa wajahku terlihat main-main?" Tukas Jeff.
Anah mencibir. Akhirnya Anah dan Jeff justru ribut sendiri dikamar Nirmala, membuat gadis itu semakin pusing.
"Kalian membuatku semakin pusing." Kata Nirmala yang menyaksikan pertengkaran Anah dan Jeff.
"Maaf," kata Anah dan juga Jeff.
"Kalian keluarlah, aku mau ganti pakaian." Pinta Nirmala.
Anah dan Jeff kemudian keluar, mereka masih terus bertengkar satu sama lain. Setelah mengganti pakaiannya Nirmala keluar dari kamarnya, ia berjalan menuruni tangga mendekati Anah dan Jeff yang sedang menonton televisi diruang tengah.
"Aku mau pergi ke makam kedua orang tuaku, apa kalian mau ikut?"
"Iya, tentu saja." Jawab Anah.
"Aku siap menjadi supirmu, nona cantik." Kata Jeff.
Mereka kemudian bersama-sama pergi ke pemakaman. Sejak saat itu, Nirmala selalu ditemani oleh Jeff dan Anah kemanapun ia pergi.
------------------ TAMAT ----------------
Terimakasih kepada para pembaca setia. Alhamdulillah novel ini sudah tamat.
Ada season duanya lho, tapi dengan judul yang berbeda.
Season keduanya berjudul 'Hatiku Adalah Milikmu'. Namun tidak saya teruskan disini. Bagi yang penasaran bisa mampir ke akun Mia Poei di *******.
Aku tunggu disana ya.
See You ....
__ADS_1