Go To His World

Go To His World
26. Title yang diperebutkan


__ADS_3

"Wah kalian berdua ternyata satu kelompok, seru sekali" Ujar Eirla pada Glorva dan Wivon, ia kini masuk ke perkumpulan kelompok Wivon.


"Hei, kita juga harus berdiskusi, kenapa kau malah duduk disana" Tegur Riden yang merupakan teman satu kelompok Eirla, pasalnya Eirla saat ini malah duduk dibangku tempat kelompok Wivon berada, tepatnya disamping Wivon.


"Tidak bisa kah kita berdiskusi disini bersama mereka?" Rengek Eirla menatap Nean, sedangkan Nean hanya mendecih lalu meninggalkanya, tapi sebelum ia pergi, ia bertatapan dengan Glorva sebentar.


Jantung Glorva berdegup dengan kencang, entah kenapa ia tak bisa memalingkan wajahnya saat bertatapan dengan Nean tadi, "Apa apaan ini" Batin Glorva gugup.


"Siapa kamu? Bukankah seharusnya kau pergi bersama kelompokmu?" Tanya Jihan yang merasa asing dengan Eirla.


"Dia temanku" Sahut Wivon sebelum Eirla membuka suaranya.


"Meskipun begitu, tetap saja dia harus bersama kelompoknya kan?" Sahut Draken yang membuat Wivon tak bisa menjawab.


Eirla menghembuskan nafasnya berat, "Baiklah kalau begitu, aku akan pergi menyusul mereka, sampai jumpa Wivon" Ujar Eirla yang bangkit dari duduknya, ia nampak memasang wajah sedihnya, "Hei Glorva, sampai jumpa" Sambungnya lagi yang langsung tersenyum.


Glorva tersentak dari lamunannya, "Ah iya" Sahutnya sambil tersenyum tipis.


Eirla kemudian pergi menyusul Nean dan teman kelompoknya yang duduk dibangku taman tak jauh dari tempat kelompok Wivon berada.


"Bisa bisanya gadis itu tidak canggung bergabung dengan kelompok orang" Heran Lexi membuka suara.


"Haha dia teman semasa kecilku, sifatnya memang seperti itu jadi tolong maklumi" Kekeh Wivon, sedangkan Glorva masih tetap berada di dalam lamunannya.


"Kau menyukainya?" Tanya Glorva yang tiba tiba.


Wivon tersentak, "Ah dia hanya teman semasa kecil" Jawab Wivon.


"Lalu bagaimana kalau dia mempunyai hubungan spesial dengan orang lain?" Tanya Glorva lagi, kini ia menatap Wivon serius.


Wivon nampak berpikir, "Mungkin aku akan mendukungnya?" Jawabnya sambil menyengir.


Glorva memutar kedua bola matanya, "Dasar pembohong" Batinnya.

__ADS_1


...----------------...


Seperti yang dikatakan oleh instruktur tadi, waktu setengah hari benar benar berlalu untuk mengumpulkan semua kelompok. Kini tiba saatnya semua kelompok berkumpul di halaman akademi.


"Hei Jihan, aku sangat mengantuk sekarang" Keluh Glorva yang menyederkan kepalanya di punggung Jihan, posisi mereka saat ini tengah berbaris per kelompok dan Glorva berdiri di belakang Jihan.


"Jadi ini alasanmu menyuruhku berbaris di depanmu padahal kau lebih pendek?" Sahut Jihan.


"Pendek? Kau saja yang terlalu tinggi, tapi tak apa, pinjami aku punggung mu sebentar, aku tak tahan" Balas Glorva dengan suara lemasnya karena mengantuk, Jihan hanya bisa mendengus kesal, tapi tetap membiarkan kepala Glorva bersender di punggungnya.


Wivon yang berbaris dipaling depan sebagai ketua kelompok pun menoleh kebelakang, ia berbisik kepada Jihan, "Jihan, tolong suruh Glorva membenarkan posisinya, Instruktur sebentar lagi akan sampai dikelompok kami" Bisiknya pada jihan yang berbaris dibelakangnya.


Jihan mengangguk, ia langsung berbalik kebelakang dan membuat Glorva yang bersender di punggungnya sempoyongan.


Jihan dengan sigap menarik Glorva untuk menukar barisan denganya, kini posisi Jihan ada dibelakang Glorva, dan Glorva ada dibelakang Wivon, lalu barisan paling belakang diisi oleh Lexi dan Draken.


Jihan memegangi pundak Glorva dari belakang agar tetap tegap, "Berdirilah dengan benar atau kelompok ini akan ditegur karnamu" Bisik Jihan.


Glorva yang masih mengantuk kini memaksa tubuhnya untuk berdiri tegap dan berbaris dengan rapi.


"Nama saya Wivon Delarus, saya sebagai pemimpin kelompok ini" Ujar Wivon dengan nada tegas.


"Saya Glorva Dirvanda" Ujar Glorva setelah Wivon memperkenalkan namanya.


"Saya Jihan Mevoren" Sambung Jihan.


"Saya Lexi Adelo"


"Saya Draken Sidara"


Semua Kelompok Wivon sudah selesai memperkenalkan diri mereka dan Instruktur juga sudah selesai menulis namanya satu satu.


"Baiklah kalau begitu, nama kelompok kalian adalah C13, title kelompok kalian Newbies, kelas kalian adalah kelas C yang terletak di lantai 3 Akademi, Ingat itu dengan baik" Jelas Instruktur tersebut, lalu memberikan Wivon tanda kelompok C13, istruktur tersebut kemudian beranjak menuju barisan kelompok berikutnya.

__ADS_1


Glorva nampak bingung, ia merasa asing dengan beberapa kata yang diucapkan oleh instruktur tersebut, "Title Newbies? Apa itu?" Tanyanya pada Wivon.


Wivon kemudian menoleh kebelakang, "Title Newbies adalah tingkatan paling bawah, setiap kelompok memiliki tingkatannya dan karna kita baru masuk jadi tingkatan kita masih Newbies" Jelas Wivon.


"Memangnya ada berapa tingkatan?" Tanya Glorva lagi.


Wivon mengernyitkan dahinya bingung, namun dia tetap menjelaskannya, "Ada 7 tingkatan, yang paling bawah adalah Newbies, lalu Silver, Platinum, Master, Crown, Ace, dan yang tertinggi adalah Conqueror" Jelasnya lagi.


Glorva mengangguk kepalanya pelan, "Apa yang didapatkan jika kelompok mendapatkan gelar tertinggi?" Tanya nya lagi.


Wivon kini mulai curiga, "Kau sepertinya hampir tidak tau semuanya, tadi kepala akademi sudah menjekaskannya saat acara penyambutan" Tanya Wivon heran.


"Dia tidak mendengarkannya, tadi pagi saja dia bertanya padaku apa yang harus dilakukan, dia seperti orang kebingungan, jadi sudah pasti dia tidak mendengarkan apa yang diucapkan oleh kepala akademi" Sahut Jihan yang ternyata diam diam mendengarkan percakapan mereka.


Glorva menyengir sambil menggaruk tengkuknya, "Aku kehilangan fokus tadi pagi" Jawabnya malu malu.


Wivon nampak menahan tawanya melihat wajah Glorva yang seperti anak kucing, "Pantas saja, kalau begitu aku akan menjelaskanya" Kekeh Wivon yang membuat Glorva menatapnya antusias.


"Kelompok akan diberikan kenaikan peringkat jika berhasil mengumpulkan banyak prestasi dari misi yang diberikan oleh akademi, kelompok yang berhasil mendapatkan Title tertinggi akan direkomendasikan menjadi ahli sihir, ahli strategi, dan pasukan militer, kita bisa memilihnya sesuai minat kita" Jelas Wivon.


"Jadi ini hampir sama dengan status Empaire?" Tanya Glorva memastikan.


"Hampir sama, yang membedakan adalah status Empaire hanya bisa didapatkan oleh satu orang paling berprestasi di setiap angkatan, sedangkan Title Enqueror bisa didapatkan oleh setiap kelompok yang mampu mengumpulkan banyak prestasi" Lanjutnya menjelaskan.


"Lagi pula Enqueror tidak seistimewa Empaire, Empaire akan bisa bekerja di dekat raja sekaligus, sedangkan Enqueror hanya bekerja yang berhubungan dengan keamanan negara" Sahut Jihan menjelaskan.


Glorva nampak mengaguk paham, "Kalau begitu aku tidak perlu mendapatkan keduanya" Sahutnya santai.


Wivon mengerutkan kedua alisnya, "Kenapa?" Tanyanya penasaran.


"Aku tidak mau menjadi babu negara, aku mau bekerja untuk kesenangan dan tujuanku sendiri, lagi pula untuk apa aku harus mengabdi pada negara yang kejam ini?" Jawabnya yang membuat Jihan ketar ketir mendengarnya, sedangkan Wivon nampak seperti termenung.


"Hei bagaimana bisa kau berkata seperti itu dihadapan putra mahkota langsung, kau bodoh ya?" Bisik Jihan pada Glorva.

__ADS_1


Glorva mengabaikan Jihan, lalu ia kembali menatap Wivon yang masih termenung, "Kau juga sudah menjadi anggota keluarga kerajaan, tidak, bahkan kau adalah penerus tahta, jadi untuk apa kau mengejar gelar yang tidak memberikanmu pengaruh?" Tanya Glorva yang membuat Jihan kembali berkeringat dingin.


"Haha gimana ya menjelaskannya" Sahut Wivon dengan tawa kecilnya, "tapi aku membutuhkan gelar itu untuk mencapai tujuanku, kau tahukan gelar itu bisa membuat kita menjadi tangan kanan raja? Tenang saja, ini untuk mengubah negara yang kau sebut kejam Glorva" Lanjutnya berbisik ditelinga Glorva, lalu tersenyum lebar seperti biasanya.


__ADS_2