
"Perkenalkan, nama saya adalah Gyan, saya yang akan menjadi wali kelas kalian, kelas C" Sapa seorang guru muda yang kini berdiri di depan kelas.
"Dikelas ini terdapat 15 kelompok, dan seperti yang kalian tahu, akademi ini hanya meloloskan murid murid yang berbakat sehingga kalian tidak perlu lagi mendapatkan banyak pembelajaran" Jelasnya.
Semua murid yang ada di dalam kelas hanya mengangguk paham, sedangkan Glorva lagi lagi tak mendengarkan sebab sibuk memperhatikan Nean yang duduk di depannya.
"Gilaa! Di lihat dari belakang pun dia tetap tampan, dia lebih cocok menjadi pemain utamanya" Kagum Glorva yang asik senyam senyum sendiri.
Wivon yang berada disamping Glorva kemudian menyenggol lengannya, "Apa yang membuatmu tersenyum? Apakah kau jatuh cinta pada guru itu?" Tanyanya, "Aku pikir tipemu seperti Preton" Lanjutnya bergumam.
Glorva menganga menatapnya tak percaya, "Hah aku benar benar tidak mengerti kenapa orang seperti dia yang menjadi tokoh utama novelnya" Batin Glorva yang masih menganga.
Wivon menaikan satu alisnya, "Apa? Apakah kau terdiam karna perkataanku benar? Aku tak percaya ini" Ujar Wivon memasang wajah shocknya.
Glorva menjitak jidat Wivon dengan keras hingga membuatnya meringis.
"Kau gila? Hentikan pertanyaan konyolmu itu" Kesal Glorva.
"Tapi waktu ini kau dengan jelas mencium tangan Preton, itu terlihat seperti kau melamarnya" Dumel Wivon sambil mengusap jidatnya yang masih perih, ia kini terlihat seperti anak kecil yang merengek.
"Wah kau benar benar gila, bagaimana bisa aku melamar orang tua seperti-" Omongannya terhenti saat Jihan menginjak kakinya, kemudian ia menyadari tatapan seisi kelas yang mengarah ke arahnya, "Preton" sambung Glorva pelan, melanjutkan omongannya yang terputus tadi.
"Sepertinya kelompok C13 tengah memiliki topiknya sendiri, kalian bisa keluar jika tidak ingin mendengarkan saya" Tegur Gyan yang menatap tajam ke bangku tempat kelompok C13 berkumpul, terutama kepada Glorva.
Glorva menundukkan kepalanya, "Maaf pak, saya tidak akan mengganggu lagi" Ujarnya dengan nada bersalah.
"Maafkan saya pak, saya yang bertanggung jawab" Sambung Wivon yang berdiri dari duduknya, lalu membungkukkan badannya meminta maaf.
"Rupanya kau si putra mahkota, meskipun statusmu seperti itu, tolong untuk tetap menaati aturan akademi, status seseorang bukanlah hal yang istimewa disini, jadi jangan sombong dan bertingkah seenaknya" Jelas Gyan dengan nada sindiran.
Wivon tetap membungkukkan badannya, "Baik saya tidak akan mengulanginya, tolong maafkan saya" Lanjutnya lagi.
"Ck, Itu pasti karna kau sering dimanja, baiklah aku memafkanmu" Ujar Gyan dengan senyuman sinisnya.
Brakk!
__ADS_1
Glorva memukul meja didepannya dengan keras, ia kini ikut berdiri.
"Bukankah dia sudah meminta maaf? Tapi kau tetap mengoceh dan mengatainya sebagai anak manja" Kesal Glorva dengan nada yang bergetar, kini aura dikelas dipenuhi dengan ketegangan.
"Astaga Nean, bagaimana ini" Bisik Eirla khawatir, ia terus menatap Wivon dan Glorva cemas.
Nean mengabaikan Eirla, pandangannya terus fokus memperhatikan ke arah Glorva.
"Apa apaan kau? Kau berlagak karna kau juga anak bangsawan?" Marah Gyan yang menunjuk Glorva.
Jihan memegang lengan Glorva untuk menyuruhnya kembali duduk, tapi Glorva menghempasnya.
"Semua orang dewasa disini selalu berkata bahwa status tidak penting di dalam akademi, tapi bukankah semuanya bersaing untuk mendapatkan status Empaire? Apa bedanya? Bukankah pada akhirnya yang diperebutkan adalah sebuah status yang katanya tidak penting? Konyol sekali kalian" Marah Glorva, ia berkata cukup keras.
Semua siswa kini mulai berbisik bisik, banyak yang membenarkan ucapan Glorva, namun ada juga beberapa yang tidak setuju dengan ucapan Glorva.
Nafas Glorva terengah engah, sedangkan wajah Gyan merah padam karna menahan amarahnya.
"Aku muak karna kalian selalu bilang status itu tidak penting, tapi ujung ujungnya kalian yang menghadiahkan kami sebuah status, apa itu? Status Empaire? Persetan dengan itu semua, kalian hanya memanfaatkan murid berbakat agar bisa bekerja untuk kerajaan" Lanjut Glorva yang masih mengeluarkan semua emosinya, wajahnya ikut merah padam dengan tubuh yang gemetaran.
Gyan tak bisa berkata kata, baru kali ini ia dibuat terpatung kaku dengan perkataan seorang anak kecil.
Wivon tersenyum tipis, lalu menepuk pundak Glorva yang gemetar, "Hei, kau sudah sadar?" Bisik Wivon pada Glorva.
Glorva kembali menatap sekelilingnya, semua uneg unegnya sudah keluar meskipun ia masih bernafas dengan terengah engah.
"Sial mati aku sekarang" Batin Glorva panik, ia baru sadar dari emosinya, dan kini ia hanya bisa berdiri sambil terus gemetaran.
"Kelompok C13, selamat kalian telah mendapatkan Pinred di hari pertama kalian, sekarang keluarlah untuk menyambut hukuman pertama kalian" Perintah Gyan dengan nada tajamnya, semua siswa kini riuh mendengar perkataan Gyan.
Pinred adalah label yang paling harus di hindari di akademi, setiap siswa yang bermasalah akan diberikan pinred sebagai peringatan, dan yang lebih parah adalah kelompok dari siswa bermasalah tersebut akan ikut mendapatkan Pinred meskipun mereka tidak ikut membuat kesalahan.
Kelompok yang mendapatkan 8 Pinred akan resmi dikeluarkan dari Akademi, ada satu cara agar mereka bisa menghilangkan label tersebut, yaitu penurunan title kelompok.
Setiap menuntaskan 10 buah misi yang diberikan oleh Akademi dapat menaikan title kelompok, Misi yang diberikan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, semakin tinggi title yang dicapai, semakin tinggi pula tingkat kesulitan misi tersebut.
__ADS_1
Saat ini kelompok C13, kelompok Glorva mendapatkan Pinred di hari pertama mereka, sedangkan title mereka masih paling bawah, yaitu newbies, jadi mereka harus menuntaskan 10 misi tanpa kenaikan title untuk menghilangkan label pinred tersebut.
"Kenapa? Keluarlah dan ambil pinred pertama kalian di ruang bimbingan, hari ini kelompok kalian tidak akan ikut berkeliling akademi" Lanjut Gyan lagi.
Wivon menatap semua anggota kelompoknya, lalu ia menggeleng pelan. Mereka berlima kemudian berjalan keluar kelas dengan langkah yang pelan.
"Kenapa dia harus terang terangan begitu, bodoh sekali" Batin Nean, ia menatap Glorva yang kini berjalan keluar kelas, hingga akhirnya sosoknya menghilang dari pandangan Nean.
Saat kelompok Glorva telah keluar, Gyan kembali mekanjutkan kegiatan di kelasnya.
"Baiklah kita percepat saja karna kita sudah membuang banyak waktu, kita masih memiliki waktu 2 jam untuk berkeliling akademi, saya harap semua kelompok bisa mengikuti arahan saya dengan tertib" Ujarnya, lalu bersiap untuk menuntun murid muridnya berkeliling.
"Perkataan anak itu cukup menggangguku" Batin Gyan, ia menjadi kurang fokus karna perkataan Glorva terus bermunculan di kepalanya.
Akhirnya semua kelompok dikelas C selain kelompok Glorva berkililing akademi untuk orientasi,
Nean yang berada di kelompok C7 sebagai ketua juga mengikuti orientasi dengan baik meskipun Eirla selalu mengoceh padanya karna khawatir dengan Wivon.
...----------------...
"Aku tidak menyangka akan mendapatkan hadiah ini di hari pertamaku" Lirih Jihan dengan tatapan kosong, setelah menerima redpin mereka tidak diizinkan ikut orientasi, sehingga mereka memutuskan untuk pergi ka danau yang berada dibelakang akademi.
Glorva sibuk melemparkan batu kerikil kedalam danau, tatapannya juga kosong, "Aku benar benar bodoh" Lirihnya.
"Tapi perkataanmu tak sepenuhnya salah, tidak, kau memang tidak salah" Bantah Draken pada Glorva.
"Yah itu benar, aku juga baru sadar setelah mendengar perkataanmu" Sambung lexi.
"Tapi kita jadi mendapatkan redpin, orang itu sangat licik" Kesal Glorva, ia terus melempari kerikil tersebut.
Wivon menghembuskan nafasnya, "Yah kita hanya perlu menebusnya dengan title kelompok kita, meskipun kita tidak akan mendapatkan kenaikan title meski menuntaskan 10 misi, tapi setidaknya label pinread kita bisa hilang" Ujar Wivon yang mencoba menghibur.
"Itu berati kita akan tertinggal" Sahut Glorva lagi.
"Bodoh, itu sebabnya kita harus menuntaskan lebih banyak misi dengan cepat, bukanya kau tidak peduli dengan title, kenapa kau jadi kehilangan semangat begitu" Ketus Jihan pada Glorva.
__ADS_1
"Cih, aku begini karna memikirkan kalian" Sahutnya Glorva sebal.
"Wah aku tak percaya kau punya sisi yang seperti ini, kau seperti beda orang" Lanjut Jihan mengejek, mereka kemudian tertawa kecil meski telah mendapatkan pinread di hari pertama mereka.