Go To His World

Go To His World
30. Apa pendapatmu tentang Mak Comblang?


__ADS_3

Semua siswa yang sudah menyelesaikan sarapan paginya mulai memasuki ruang kelas mereka masing masing, kini hanya tersisa beberapa siswa yang masih ada diruang makan, salah satunya adalah Glorva dan Jihan.


"Kau sakit?" Tanya Jihan yang menatap Glorva dengan intens.


Glorva masih sibuk memainkan sendok makannya, "Tidak'' Jawabnya singkat.


Jihan semakin bingung dibuatnya, pasalnya dia yang sudah menghabiskan sarapannya harus menunggu Glorva yang masih main main dengan makanannya, ''Kalau begitu cepat selesaikan makananmu, kau tahu kita sebentar lagi ada kelas?'' Suruh Jihan.


"Huff kau duluan saja, nanti aku menyusul" Balas Glorva dengan nada tidak semangatnya.


Jihan menarik nafasnya dalam, "Aku tunggu lagi 10 menit" Ujarnya yang akhirnya pasrah.


Glorva memakan makanannya sedikit demi sedikit, saat matanya asik melihat sekitar, ia melihat Nean berjalan seorang diri keluar dari ruang makan, detik itu juga Glorva langsung menyantap sisa makananya dengan cepat.


Jihan melongo melihat perubahan sikap Glorva yang tiba tiba, saat ia akan mencibir, Glorva langsung memotongnya,


"Aku sudah selesai, ayo!" Ujar Glorva semangat, ia langsung mengangkat nampan makananya dan buru buru mengembalikannya.


"Hei kau malah meninggalkan aku yang sudah menunggumu" Teriak Jihan kesal, ia kemudian ikut mengangkat nampannya dan menyusul Glorva.


Glorva dan Jihan kini keluar dari ruang makan dan berjalan menuju ruang kelas mereka, Glorva nampak celingak celinguk seperti mencari keberadaan seseorang.


"Tidakkah kau merasa sikapmu mencurigakan?" Cibir Jihan.


Glorva kemudian menghentikan aksinya, lalu berdeham dan menormalkan sikapnya, "Tidak tuh, perasaanmu saja" Elak Glorva santai.


"Lalu? Apa yang sedang kau cari?'' Tanya Jihan lagi.


"Aku tidak mencari siapapun tuh, sudah ayo cepat karna kelas akan dimulai" Alih Glora, lalu ia mulai mempercepat langkahnya, sedangkan Jihan hanya menggeleng geleng kan kepalanya dan mengikuti Glorva.


Sesampainya mereka dikelas, Wivon menyapanya dari kursi tempat mereka duduk, Jihan dan Glorva pun langsung beranjak dan menghampiri kelompoknya.


Kini semuanya hanya tinggal menunggu guru pengajar mereka datang, hari pertama adalah jadwal untuk praktek memanah, namun 30 menit sebelumnya akan diberikan teori dasar untuk pembuka.


Akademi Chandel berbeda dari akademi lainnya, dimana akademi ini tidak lagi melakukan pembelajaran umum, namun lebih mengutamakan praktek, dan setelah itu siswanya akan diberikan misi yang akan dapat membantu kerajaan dan juga masyarakat.


Glorva melihat Nean yang duduk di depannya, Ia nampak asik mendengarkan Eirla yang menceritakan sesuatu dengan antusias.


"Huf mereka berdua cocok sekali, kalau aku mendekatkan mereka apakah Wivon akan terima ya?" Gumam Glorva kecil, namun terdengar oleh Wivon yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Kau memanggil namaku?" Tanya Wivon berbisik pada Glorva.


Glorva masih tak bergeming, matanya masih terus menatap lurus ke arah Nean, "Hei, kau suka Eirla?" Tanya Glorva tanpa mengalihkan pandangannya.


Wivon menaikan satu alisnya, "Sepertinya kau pernah menanyakan ini" Sahutnya.


Glorva kemudian menaruh kepalanya diatas meja, lalu menatap Wivon, "Kalau begitu kau tinggal perlu menjawab lagi" Ujarnya.


Entah kenapa Wivon menjadi salah tingkah karna Glorva yang memandangnya seperti itu, "I-itu, jawabanku masih sama" Sahutnya lagi, lalu memalingkan wajahnya karna malu menatap Glorva.


Glorva kemudian mengernyitkan keningnya bingung, ia kini membalikan kepalanya dan menatap Jihan yang ada di samping kanannya.


"Apa? Kenapa? Perbaiki posisimu atau kau akan di kira tidur dengan guru pengajar nanti" Oceh Jihan saat melihat Glorva yang tiba tiba menatapnya.


Glorva memanyunkan bibirnya, "Padahal aku belum mengatakan apa-apa, lagian guru pengajar masih belum datang" Sahut Glorva menggerutu, ia masih tetap menaruh kepalanya dimeja,


"Apa pandanganmu pada Mak Comblang?" Tanya Glorva pada Jihan.


Jihan menatapnya bingung, "Apa maksudnya Mak Comblang?" Tanya Jihan Balik.


"Julukan pada orang yanag suka menjodohkan orang lain" Jelas Glorva.


Glorva kini merubah posisinya, ia langsung duduk dengan tegak mengarah ke Jihan,


"Bagaimana dengan mendekatkan dua orang yang saling suka? Apakah itu buruk?'' Tanya Glorva lagi, ia nampak antusias menunggu jawaban dari Jihan.


Jihan menatap Glorva curiga, "Apakah kau merencanakan sesuatu?" Curiganya.


Glorva mengedipkan-ngedipkan matanya, "Aku merencanakan sesuatu? Tentu saja tidak, aku hanya bertanya" Elak Glorva diikuti tawa kecilnya, "Jadi apa menurutmu?'' Lanjutnya lagi.


"Menurutku itu terlalu ikut campur, biarkan saja mereka menggunakan caranya masing masing untuk mengurus romansa mereka, beda lagi halnya jika kita dimintai bantuan oleh mereka, jika tidak kenapa harus repot repot?" Jawab Jihan yang membuat Glorva nampak berpikir cukup lama.


"Sudah kuduga pasti kau menyembunyikan sesuatu, katakan, apa yang kau rencanakan?" Tanya Jihan yang kembali curiga setelah melihat respon Glorva.


Glorva yang sadar dari lamunannya hanya mendecih, "Sudah kubilang tidak ada, sudahlah aku mau tidur sebentar" Sahut Glorva, lalu ia menumpuk lengannya diatas meja sebagai bantal kepalanya.


Saat Glorva akan menaruh kepalanya, Jihan dengan cepat menarik telinga Glorva dan membuat Glorva meringis, "Kau mau kena masalah lagi? Duduk dengan benar, aku tidak akan membiarkan mu tertidur'' Omel Jihan pada Glorva.


Glorva mengusap telinganya yang perih, "Ntah kenapa kau terlihat lebih menyeramkan dari guru guru disini" Gerutu Glorva.

__ADS_1


"Bagus kalau kau takut padaku" Bangga Jihan.


Glorva menatap Jihan sinis, ''Aku tidak berkata bahwa aku takut padamu tuh, aku hanya bilang kalau kau itu menyeramkan, bahkan dihari pertama kita bertemu kau terlihat seperti monster yang memelototi tanda pengenalku" Ejek Glorva yang berhasil membuat Jihan kesal.


Jihan kini melotot ke arah Glorva, "Seperti ini? Baiklah kalau kau mengatakan aku seperti monster, aku akan mencekik mu sekarang" Kesal Jihan, kedua tangannya kini berusaha mencekik leher Glorva.


Glorva sibuk menahan kedua tangan Jihan, dan membuat tubuhnya bersandar pada Wivon yang berada disampingnya.


"Kalian berdua tenanglah, guru akan segera datang, jangan sampai kejadian kemarin terulang" Suruh Wivon, kini ia ikut menahan punggung Glorva yang semakin mendesaknya.


Draken yang duduk disebelah Jihan pun langsung menarik Jihan menjauh dari Glorva,


"Tenanglah, kalian selalu bertengkar seperti anak kecil" Tegur Draken yang kini ikut menengahi.


Jihan menarik nafasnya, ''Kau benar, harusnya aku tidak terpengaruh dengan perkataan ANAK KECIL disebelahku" Sinis Jihan yang menekankan nadanya.


Glorva hanya menatapnya sinis sambil menjulurkan lidahnya mengejek.


Wivon menepuk pundak Glorva, "Hentikan, guru sudah datang" Suruhnya.


Semua siswa kini berdiri untuk memberi salam pada guru laki laki yang sudah hadir di depan mereka.


"Selamat pagi, perkenalkan saya Vienz, saya yang bertanggung jawab untuk mengajar kelas kalian untuk pelatihan memanah" Sapanya sembari memperkenalkan diri.


"Harusnya saya memberikan kalian teori dasar tentang memanah terlebih dahulu sebelum praktek, tapi saya rasa akan lebih bagus jika saya menjelaskannya sambil mempraktekkannya, benar bukan?" Lanjut Vienz.


"Benaaarr" Teriak Glorva seorang diri, kini semua murid langsung menoleh ke arahnya dan membuat Jihan menutup wajahnya malu.


Glorva seketika gelagapan, "Tunggu, jika di duniaku semua murid akan merespon seperti yang aku lakukan barusan, apa apaan mereka, aku hanya merespon guru tau!" Batin Glorva, ia kini menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan cengirannya.


"Hahaha kau sangat bersemangat, siapa namamu nak?" Tanya Vienz terkekeh.


Melihat reaksi Vienz, Glorva menghempas rasa malunya, "Saya Glorva dari kelompok C13 pak!" Jawab Glorva.


"Ah kau anak obat baru itu, ya ya aku ingat" Jawab Vienz, "Pertahankan semangatmu nak, aku suka dengan anak muda yang ber energi sepertimu" Lanjutnya lagi terkekeh.


Glorva tersenyum lebar, akhirnya ia menemukan guru yang sefrekuensi dengannya.


"Baiklah, karna aku tidak suka membuang waktu, jadi mari kita kelapangan memanah, aku akan menjelaskan teori sekaligus mempraktekkannya" Ajak Vienz pada semua siswanya.

__ADS_1


__ADS_2