Guardian Knight

Guardian Knight
Chapter 10


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Saat ini terlihat celsa sedang melindungi calix yang berada di belakang punggung nya, calix yang tak sadarkan diri, hanya terbaring lemah di atas lantai yang dingin itu


tampak nya mana itu berasal dari nuan yang sedang mencoba menyerang, walau begitu, serangan nuan tak memakan hasil yang baik, sihir pelindung milik celsa berhasil menahan serangan yang di lontarkan oleh nuan, walau tak sekuat itu tetapi mampu melindungi kedua nya dari bahaya yang mengancam


aku belum bisa mengeluarkan mana yang besar, hanya ini yang mampu ku lakukan, jika aku memaksakan mana ku lagi, aku bisa saja tak sadarkan diri, tubuh gadis ini menghambat ku, aku belum terbiasa dengan tubuh se kecil ini


"haaaa..haaaa.."


celsa mengatur nafas nya yang tersenggal senggal


terlihat keringat mengalir di antara pelipis wajah nya, tatapan nya lurus hanya tertuju pada seorang pelayan yang tak tampak lagi wujud manusia nya, tampak nya nuan sudah menunjukan wujud asli nya


" *apa ini, wujud apa yang ku lihat ini, apa ia seperti fox yang seekor siluman, namun dari sudut mana pun ia tak tampak seperti siluman, wujud nya terlalu mengerti kan, tapi ada yang aneh dengan semua ini, bagaimana mahluk seperti dia bisa sesempurna itu merubah wujud menjadi manusia, sedang kan fox, fox masih terlihat di bagian tubuh nya yang masih menampakan jati diri nya yang sebenarnya, ya itu seekor siluman


namun ada satu sisi yang membuat ku mengatakan satu hal, wujud seperti ini pernah ku lihat, tapi apakah itu mungkin*?" Tutur celsa bergumam dalam pikiran nya


" mengapa anak kecil seperti mu bisa mengeluarkan mana seperti itu! siapa kau sebenarnya? tidak walau begitu aku lebih kuat dari mu , akan ku habisi kau sekarang juga " ia menunjukkan senyum miring di bibir nya


celsa yang mendengar perkataan dari nuan hanya menatap tajam, ia kemudian melirik sebilah pisau yang tergeletak di lantai, tampak nya pisau itu yang sempat celsa gunakan untuk menusuk punggung nuan dari belakang


nuan yang menyadari apa yang ingin celsa lakukan dengan cepat nya mengeluarkan mana dari kedua tangan nya, kini mana hitam nya menarik celsa hingga membanting dinding yang berada di belakang nya, saat ini celsa terjebak oleh lingkaran mana hitam yang mengikat kedua tangan nya pada dinding


" apa yang kau ingin lakukan, apa kau ingin menusuk ku lagi dengan pisau kecil mu itu, tampak nya kau begitu berani, bagaimana jika sekarang aku yang menusuk mu saja " mata nya membulat, seakan akan sedang menantang celsa dengan apa yang baru saja ia lakukan pada nya


" apa cuman ini mana yang bisa kau gunakan" tutur celsa sembari menatap nuan dengan senyuman miring nya


" apa kau meremehkan ku?"

__ADS_1


seketika kabut hitam memenuhi ruangan, dengan cepat mana hitam mulai mencengkram tubuh gadis kecil itu dengan kuat, celsa menggeretakan gigi nya


mata celsa tetap tertuju pada nuan yang berada di hadapan nya, ia tak bergeming sekali pun, senyuman muncul di antara bibir kecil nya, kini ia menatap nuan dengan tajam, wajah celsa tak menunjukkan rasa takut ataupun penyesalan dengan apa yang ia lakukan


nuan yang melihat tatapan celsa semakin mengeram, ia membuat nuan semakin marah dengan tatapan Tampa penyesalan nya itu


nuan kemudian mengambil sebilah pedang yang ada di dinding dinding yang tinggi, kini pedang itu ia sodor kan pada wajah celsa,


" kali ini kau akan mati" ucap nuan yang sudah memegang pedang di tangan nya, kali ini pedang itu berada di leher celsa, saat nuan ingin menggores leher nya


dengan cepat nya sebuah busur mendarat pada kepala sang pelayan itu


Bruk..


nuan terjatuh dengan busur yang menusuk kepala nya


" apa yang baru saja kau lakukan pada anak ku" geram Duke Sedo pada nuan yang telah tergeletak di lantai


di sisi lain celsa sudah terjatuh dari ikatan mana hitam yang menggantung nya pada dinding, mana yang mengikat nya seketika lepas dari pergelangan tangan nya, celsa melirik ke arah Duke yang berada di sisi pintu, terlihat segerombolan prajurit berada di belakang nya


" huuuuwwwaaaaa ayah.." pecah tangis celsa yang terdengar di ruangan mencekam itu


Duke sedo yang mendengar suara tangis sang anak, menoleh dengan cepat, ia kemudian berlari ke arah celsa yang sudah terduduk di lantai yang dingin


mata Sedo membulat melihat anak nya yang sudah di penuhi goresan di tangan dan kaki nya, pakaian yang di kenakan ke dua anak nya juga terlihat kotor seakan akan tengah berguling di gumpalan debu yang menumpuk


Duke mengepal tangan nya kuat, melihat air mata di wajah celsa, membuat nya semakin marah, ia kembali melirik putra nya yang sudah tergeletak di lantai, kini amarah Duke semakin meningkat, wajah nya berubah merah pasih, menyisakan kerutan di kening nya


Duke kemudian mengangkat kedua anak nya pada lengan kekar nya, ia kembali menoleh pada sang pelayan yang sudah tak berwud


" kau telah melukai kedua anak ku, tak akan ku apuni hidup mu, PRAJURIT TANGKAP DIA DAN LAKUKAN EKSEKUSI MATI DI KEDIAMAN KERAJAAN GUARDIAN!" tegas Duke Sedo memerintah di akhir kalimat

__ADS_1


" aku belum kalah, aku tidak akan kalaaaahhhh.. akan ku hancur kan kerajaan ini, dan aku akan menjadi pemimpin yang tuan luzer ingin kan hahahaha " tawa sang pelayan itu " bunuh , bunuh, akan ku bunuh " teriak sang pelayan itu semakin menggila


ia berlari menunju arah sang Duke sedo berniat ingin menyerang nya , namun dengan gesit nya di halang oleh sang prajurit yang berada di sisi Duke


Srekk..


satu tebasan berhasil memutus kedua tangan pelayan yang sudah berubah wujud itu


darah


mengalir dengan deras nya dari kedua lengan nya yang terbelah


Duke yang melihat hal itu bergegas menutupi mata celsa yang tengah menyaksikan penyiksaan yang di lakukan sang prajurit


Duke menatap pelayanan itu dengan dingin, ia tak habis pikir apa yang tengah terjadi di kerajaan ini secara tiba tiba, bahkan pelayan yang seharusnya nya melayani dan mengabdi pada kerajaan guardian menjadi penghianat dengan wujud yang tidak semestinya ada


Duke melirik ke arah Ronal sang asisten yang berada di sisi nya


" Ronal bawa kedua anak ku pergi dari tempat ini, obati luka yang berada di tubuh anak ku!" ucap sang Duke tegas


" baik yang mulia" kini kedua anak kembar itu berpindah tangan, celsa yang sudah menghentikan tangis nya hanya menatap tajam sang pelayan yang sedang di eksekusi oleh para prajurit langsung


kini celsa dan calix telah di bawa oleh sang asisten Duke meninggal kan kastil tua tersebut, sedang kan Duke yang masih berada di ruangan yang sama dengan seorang pelayan itu, kini sedang di cambuk secara bertubi tubi yang di perintahkan kan oleh sang Duke itu sendiri


Duke kemudian melirik wujud seorang pelayan yang tak biasa, ia sempat mengingat sekilas zaman zaman peperangan yang ia baca dalam buku sejarah kekaisaran


tanduk hitam yang runcing, tangan yang di penuhi sisik, cakar yang panjang, dengan mata yang pirip seperti ular berbisa


wujud yang Tampak pada sang pelayan itu, sangat mirip dengan apa yang Duke baca di kitab sejarah pada zaman dahulu


"wujud ini, ya tidak salah lagi, ia dari keturunan kerajaan zenos seribu tahun yang lalu, tetapi mengapa bisa berada di zaman ini, apa mereka belum sepenuh nya musnah, ini berbahaya" gumam Duke pada pikiran nya

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2