
" celsa aku melihat mu terus termenung, apa yang kau pikirkan" tanya calix mengentikan ayunan nya
" tidak ada calix , seperti nya aku sedikit lelah, bisa aku beristirahat di kamar ku"
" apa kau sakit celsa, aku akan memberi tahu ayah?" tutur calix meraih tangan celsa
" tidak perlu calix, aku baik-baik saja, aku hanya sedikit mengantuk" tutur celsa lembut
" dasar celsa tukang tidur" goda calix pada celsa
" calix, seperti nya aku ingin memotong sosis lagi" celsa tersenyum pada calix, walau begitu raut wajah calix tak baik baik saja saat mendengar perkataan itu dari celsa
" wah sepertinya nya udara nya mulai panas, aku ingin mandi, da celsa" calix berlari begitu cepat meninggalkan celsa di taman sendirian
" dasar calix" celsa tertahan sebentar " tunggu, calix usia mu masih 8 tahun sama dengan ku, tapi pikiran nya bisa sampai di situ, sejak kapan ia mengerti tentang gurauan ku ini, biasa nya hanya orang dewasa yang mampu mengerti maksud dari perkataan ku, aku baru menyadari nya , saat di meja makan juga ia mengatakan hal yang sama, seperti nya kepala ku akan pecah jika terus memikirkan semua ini"
celsa mulai berjalan menuju lorong kerajaan, mata nya tak henti-hentinya menatap pintu pintu yang tertutup itu
" di mana tempat itu" gumam celsa
seorang pelayan yang sedang membersihkan kan kaca menatap sesosok gadis kecil yang sedang berjalan di lorong, ia dengan cepat menghentikan pekerjaannya, ia kemudian melangkah menuju ke arah nya
" permisi nona muda, apa bisa saya membantu nona, seperti nya nona sedang mencari sesuatu?" tanya sang pelayan
" aku sedang mencari dapur istana"
" ada apa anda mencari dapur istana nona, apa nona lapar, saya akan membawakan makanan jika nano mau" tutur pelayan itu sopan
" tidak perlu, aku hanya ingin melihat lihat saja"
" baiklah, saya akan mengantar nona, mari"
pelayan itu mulai mengarahkan tempat yang celsa minta
aku yang berada di belakang nya mulai mengikuti arah sang pelayan itu menunjuk arah, sambil berjalan, aku mulai menghafal tiap sudut dan arah yang aku lalui, karena terakhir kali aku sempat tersesat di lorong lorong kerajaan, seperti nya agak lucu jika memikirkan itu lagi, karena yang merupakan pemilik kerajaan ini adalah ayah ku , dan aku merupakan anak nya malah tersesat di tempat yang merupakan rumah ku sendiri
" di sini nona" jawab pelayan itu yang sudah menghentikan langkah nya
aku melangkah maju memasuki ruangan yang merupakan tempat dapur kerajaan berada, saat aku memasuki ruangan itu, sepasang mata menatap ku kaget, mereka kemudia menunduk saat menatap ku
" tuan putri mengapa berada di sini, tempat ini tidak pantas untuk tuan putri yang bersih ini"
jelas seorang ketua yang merupakan koki kerajaan
" jangan berlebihan, aku hanya ingin melihat lihat saja" tutur celsa sambil menggoyang kan jari telunjuk nya ke kiri dan kekanan
" baiklah kalo begitu putri"
" di sini sangat nyaman, bau masakan di mana-mana, aku jadi sedikit lapar karena aroma masakan ini" celsa menggosok perut nya, ia menatap sebuah masakan yang sedang di masak oleh sang koki
" apa nona lapar, saya akan membawa makanan ini di kamar tuan putri" jawab sang koki yang sudah mengisi makanan di piring
__ADS_1
" tidak perlu aku akan memakan nya di sini"
" APAAA.." teriak para pelayan bersamaan
" ada apa? Kelian membuat ku terkejut, aku hanya ingin makan, apa itu tidak boleh "
" maaf tuan putri, bukan kami tidak mengizinkan tuan putri untuk makan di sini, hanya saja, jika yang mulia tau, kami akan di marahi oleh nya" jelas para pelayan yang sudah menunduk Takut
" tidak apa-apa, aku akan merahasiakan ini, dan Kelian juga harus merahasiakan ini dari ayah, jika ayah tau, Kelian pasti dalam masalah besar bukan" jelas celsa lagi dengan jari yang menutupi bibir nya
" tidak tuan putri, saya tidak akan menuruti keinginan tuan putri, saya tidak bisa membiarkan kan tuan putri memakan makanan di dapur kerajaan " tegas koki itu menjawab
" apa keinginan terakhir ku terlaku sulit bagi Kelian semua, aku akan tiada, dan hanya ini yang ku ingin kan" tutur celsa pelan dengan ektingnya ia menujukan raut wajah sedih nya pada para pelayan itu
celsa tau bahwa para pelayang istana ini sudah tau sejarah pada kerajaan ini, hanya saja mereka diam karena di perintahkan oleh Duke sendiri, siapa yang tidak tau tentang sejarah seribu tahun yang lalu, kejadian yang aneh, hingga terjadi terus menerus sampe keturunan Duke sedo
" tuan putri, bagaimana bisa anda mengetahui semua ini?" tanya koki itu perlahan
celsa tersenyum pada sang koki, yang masih memasang raut wajah cemas " jadi apa Kelian tidak ingin memenuhi keinginan ku?" tanya celsa lagi
" baiklah kami akan merahasiakan semua ini"
" ya, kami akan melayani tuan putri kami!"
" apa yang ingin tuan putri makan, kami akan memasaknya" jawab para pelayan dan koki itu bergantian
" hemm aku ingin memakan sup daging, dan juga ayam" jawab celsa dengan wajah yang begitu bersemangat
sayur yang mereka ambil pun kini sudah terpotong rapi dan mulai di masukan pada Panci kecil itu, api pun di nyala kan, sembari menunggu masakan mereka matang, para pelayan itu mendekati celsa yang sedang duduk di atas meja panjang
" tuan putri seperti nya harus menunggu masakan nya matang, seperti nya anda harus manganjal perut terlebih dahulu dengan ini" seorang pelayan memberikan roti kepada celsa yang sedang mengayun ayun kan kaki nya
" terimakasih, Kelian sudah bekerja keras" tutur celsa lembut, ia kemudian mengambil roti yang di sodorkan oleh pelayan tersebut
" tuan putri, bisa kah saya menanyakan sesuatu?" tanya sang koki
" ya tanyakan saja"
" apa tuan putri tidak merasa sedih setelah mengetahui usia tuan putri yang hanya menghitung tahun? tanya pelayan itu ragu
" aku tidak takut bahwa aku akan mati sekarang atau pun nanti, karena aku yakin, pada akhirnya aku akan berumur panjang" tutur celsa dengan lembut namun berhasil membuat para pelayan yang berada di dalam nya terdiam
" saya seperti merasa berbicara dengan orang lain yang lebih dewasa, seakan akan tuan putri yang saya lihat ini berbeda" tutur sang koki takjub
" berhenti memuji ku" senyum muncul di bibir nya
celsa memakan roti yang sempat di berikan oleh sang pelayan itu, dengan lahap nya ia mengunyah tiap potongan roti itu, walau begitu tampak nya pandangan celsa sedang tidak fokus, ia terus menatap ke arah sebalik nya, entah apa yang ia perhatikan, ia tersenyum miring namun tak tampak oleh para pelayan itu
" Tuan putri seperti nya sangat kelaparan, kami merasa tidak becus melayani tuan putri selama ini" ucap salah satu pelayan sambil menunduk
" Kelian ini selalu merendah kan diri ya, jangan seperti itu, roti ini sangat enak, itu sebab nya aku sangat menyukai nya " Tutur celsa dengan senyuman
__ADS_1
" saya senang mendengar hal ini dari tuan putri, tuan putri sangat pantai memuji makanan seseorang " tutur sang koki bersemangat
" itu sangat berlebihan " jawab celsa dengan tawa kecil nya
celsa kembali melirik seseorang yang tampak nya sedang sibuk dengan pekerjaan nya, padahal para pelayan lain nya ikut bergabung dengan sang koki untuk menemani celsa berbicara
" pak koki siapa para pelayan yang sedang sibuk itu?" tanya celsa
" nama pelayan itu adalah bihan dan juga roksy" jawab koki itu menjelaskan
" oh begitu" jawab celsa singkat
koki yang sempat berbincang bincang dengan celsa kini beranjak dari duduk nya, ia kemudian melangkah menuju tempat masakan yang ia masak, ia kemudian membuka penutup masakan nya, uap panas muncul dan terbang melayan di udara, tampak nya masakan yang celsa inginkan sudah siap di sajikan
" apa masakan mu sudah matang"
" tentu nona, ini pesanan nona, silahkan di cicipi" ujar sang koki yang sudah meletakkan makanan nya di meja makan yang berada di dapur
" aku tak ingin memakan nya"
" apa, tapi nona, bukan kah.." ucapan nya tertahan, celsa dengan cepat memotong pembicaraan nya
" aku ingin di suapi oleh bihan" jawab celsa lagi yang membuat seorang pelayan bernama Bihan itu tersentak
" jika nona mau, saya yang akan menyuapi nona" tutur sang koki lagi menawarkan
" tidak, aku tak mau, aku hanya ingin bihan yang menyuapi ku" ujar celsa lagi dengan ekting nya, mencoba merengek ke arah pelayan itu
" nona ingin saya menyuapi nona?" tanya bihan pelan
" ya, suapi aku" celsa menunjuk nunjuk mulut nya dengan jari kecil nya itu, disisi lain, Bijan yang melihat perilaku celsa hanya diam dan mengikuti apa yang ia ingin kan, celsa akhirnya memakan makanan yang dibuat kan oleh koki, tidak lupa pula dengan bihan yang menyuapi celsa hingga makanan yang berada di mangkuk itu kandas
" enak sekali pa koki, ini makanan terenak sedunia, kau sangat pandai memasak, aku akan sering-sering datang ke sini untuk mencicipi masakan mu" jelas celsa dengan wajah yang penuh dengan keceriaan
" terimakasih nona, saya sangat senang mendengar pujian dari nona" jawab sang koki yang sudah meneteskan air mata harus pada nya
" bihan terimakasih sudah menyuapi ku makan, seperti nya aku ingin tidur, bisakah kau menggendong ku?" tanya celsa pada bihan
" baiklah tuan putri saya akan lakukan" jawab bihan dengan menunduk
celsa tersenyum lebar melihat wajah bihan yang penuh dengar raut wajah paksaan, ia kemudian menaiki punggung bihan dan mulai di gendong oleh bihan, para pelayan yang melihat itu hanya tersenyum melihat tingkah lucu celsa, mereka tidak berpikir bahwa celsa sengaja melakukan hal itu dengan alasan pribadi nya
bihan mulai melangkah keluar dari pintu dapur itu, dengan perlahan ia berjalan menyusuri lorong kerajaan, tidak butuh waktu lama, celsa sampai pada pintu kamar nya, pelayan itu kemudian memutar kenopak pintu dan mulai masuk ke dalam nya.
saat sampai di ruangan itu, celsa turun dari punggung sang pelayan, celsa kemudian menoleh pada pelayan tersebut
" terimakasih Bihan, kau bisa pergi" tutur celsa dengan senyuman manis nya
" sama- sama tuan putri, saya permisi" jawab bihan kemudian berbalik dan meninggalkan celsa diruang kamar nya
celsa menatap pintu yang kini telah tertutup, celsa kemudian mengangkat tangan kiri nya ke atas, tepat sejejer dengan dadanya, terlihat ia membuka perlahan telapak tangan nya, dan saat terbuka, Tampak lah sembuh kalung dengan liontin berwarna ungu bergelantung di tangan celsa
__ADS_1
, ceroboh sekali, benda sepenting ini tidak kau sembunyikan dengan baik hingga jatuh ke tangan ku, kau baru saja membuat kesalahan yang besar , berhati-hati lah aku yang akan menyerang mu terlebih dahulu gumam celsa pada pikiran nya