Guardian Knight

Guardian Knight
chapter 20


__ADS_3

" hahahaha" tawa calix memecah keheningan


" apa yang kau tertawakan" tanya celsa yang sudah geram dengan tingkah saudaranya


calix mengusap sudut mata nya yang terlihat menetes kan air mata. " lihat lah wajah mu celsa ,ini sungguh lucu, aku seperti sedang berbicara dengan seorang gadis dewasa , aku tak pernah melihat sisi mu yang seperti ini, kau begitu lucu" tutur calix sambil mengusap usap pucuk rambut celsa


" berhenti menggoda ku calix, kau menyebalkan" celsa berpaling dari pandangan calix, ia kemudian melangkah kan kaki nya bergegas keluar dari ruangan itu


" celsa tunggu, aku tidak bermaksud.."


BUMM..


terdengar bunyi dari arah pintu yang di banting, calix yang berada di kamarnya tersentak kaget


" apa aku terlalu berlebihan ?" tanya calix berbicara pada dirinya sendiri


celsa yang keluar dari kamar calix bergegas berjalan menuju kamar nya yang tak jauh dari kamar calix berada, dengan dandanan yang Masin terlihat berantakan, celsa dengan santai nya berjalan di lorong lorong kerajaan yang di penuhi oleh para pelayan yang sedang bekerja


" nona muda, seperti nya anda belum membersihkan diri, biarkan saya membantu nona untuk bersiap" tutur salah satu pelayan yang sudah menghadang langkah celsa


" tidak perlu aku bisa sendiri" ucap celsa dengan wajah nya yang datar, Tampak nya, celsa masih kesal dengan apa yang telah terjadi saat di kamar calix


" baiklah kalo itu keinginan nona, tetapi jika nona membutuhkan bantuan saya, saya akan segera datang" jelas pelayan itu lagi sembari menunduk ke arah celsa


Pelayan itu kemudian berjalan lurus melewati celsa, celsa yang tadi nya sempat di hadang kini kembali berjalan lagi menuju pintu yang berada tepat di sisi nya, celsa kemudian memutar kenopak pintu dan mulai masuk ke dalam nya


" Dari mana saja kau" tanya fox yang sedang duduk di ranjang celsa


celsa yang mendengar arah suara dari punggung nya menoleh dengan cepat " fox, sejak kapan kau berada di situ?" tanya celsa bingung


" aku sudah berada di kamar mu sejak tadi, tetapi kau tidak ada, ku pikir kau sedang bersama saudara mu"


" aku tidur bersama calix semalam "


" sungguh, sejak kapan kau begitu dekat dengan seorang lelaki? " tanya fox dengan nada penuh candaan


" apa kau tidak pernah berpikir apa jenis kelamin mu haaa.." umpat celsa keras


" hahaha baiklah - baiklah, aku cuman bercanda, kau begitu sensitif rupa nya"

__ADS_1


" apa yang ingin kau bicarakan fox, tidak mungkin kau datang hanya untuk membicarakan hal ini" tanya celsa lagi dengan tangan yang menyilang di dada nya


" aku hanya ingin memberikan ini" fox menyodorkan sebuah benda yang terlihat seperti batu kristal yang sangat bening, celsa meperhatiin benda yang fox sodor kan, celsa menatap batu kristal itu lama, perlahan ia mulai mengambil batu kristal itu dari genggaman fox


" ini kan spirit stones, untuk apa kau memberikan ini kepada ku?" tanya celsa bingung


spirit stones adalah jenis batu mana yang sangat kuat, bentuk nya seperti batu kristal bening yang sangat mengkilat, batu ini sangat lah langkah di tiap kerajaan kekaisaran, batu ini hanya di dapat di kerajaan siluman yang bahkan orang lain tak pernah ketahui tempat nya


batu ini berguna untuk menghisap dan mengumpulkan mana pada pemakaian nya, bahkan batu ini bisa mendeteksi mana lain yang berbeda dengan aliran mana nya, batu ini sangat kuat hingga mampu menghancurkan gunung dengan sekali serang


" kau akan membutuh kan ini nanti, karena untuk sementara waktu, aku tidak akan bisa menemui mu dulu" tutur fox menjelaskan


" ada apa fox, mengapa kau tidak bisa menemui ku, apa ada masalah dengan kerajaan siluman" tanya celsa lagi


" ya seperti nya begitu"


" apa maksud mu, aku tidak mengerti?"


" kedudukan kerajaan telah berganti, dan sekarang aku yang menempati kedudukan itu, aku akan sibuk dengan kerajaan ku sendiri, mungkin hanya sesekali saja aku mampu menemui mu" jelas fox lagi


" sungguh, apa sekarang kau akan memimpin kerajaan siluman, tapi, bukan kah kau anak terakhir dari ke 3 saudara mu, bukan kah kedudukan kerajaan hanya berpindah kepada anak pertama saja?"


" uwwah kau sungguh hebat fox, aku bangga pada mu, setelah 300 tahun kau baru mampu menempati kerajaan simulasi sebagai raja, kau sungguh hebat" celsa tersenyum dengan tawa kecil nya, ia menunjuk Nunjuk dada fox dengan jari nya terus menerus


" hey bocah, kau sedang mehina ku atau membanggakan ku"


" pfuuuhh HAHAHAHA, dua dua nya lah HAHAHAHA" tawa celsa lepas


fox menatap celsa malas, ia kemudian menggenggam kerak baju celsa kuat, dengan satu lengan nya ia mengangkat tubuh celsa dengan baju yang ia genggam


" hey fox apa kau mau menggantung ku lagi, turun kan aku" teriak celsa sambil menendang nendang dengan kedua kaki kecil nya, fox yang mulai melangkah menuju sebuah pintu hanya memasang wajah datar nya


" fox turun kan aku, aku cuman bercanda, turun kan" teriak celsa lagi yang tidak di hiraukan oleh fox


fox kini sudah berada di sebuah pintu tepat di sisi kamar celsa, ia kemudia membuka pintu itu dengan mana yang berada di tangan kanan nya, sedang kan tangan kiri nya hanya sibuk mengangkat seorang gadis mungil yang terus terusan berteriak


" apa yang mau kau lakukan" tatap celsa masih dengan keadaan melayang


fox menatap sebuah bak mandi yang begitu besar, terlihat di dalam nya telah di isi oleh air hangat yang di penuhi gelembung sabun, fox kemudian beralih memandangi celsa, dengan cepat ia melempar celsa ke arah bak mandi yang berisi air tersebut

__ADS_1


" huwaaaaa dasar kau fox, aku Takan mengampuni mu" teriak celsa yang sudah tercebur kedalam bak mandi nya


" berhenti lah mengoceh, kau begitu bau, mandi lah"


celsa menatap fox, fox yang Masih berada di ruangan yang sama dengan celsa, mulai menyenderkan tubuh nya di antara dinding dinding itu


" dimana batu itu?" tanya fox lagi


" maksud mu batu ini, ada apa, apa kau ingin mengambil nya lagi?" tanya celsa yang sudah menyodorkan batu kristal itu pada fox


fox menatap batu itu, dengan mana di tangan nya ia kemudian membuat bantu kristal itu terbang ke arah nya, kini batu itu sudah berpindah tangan ke arah nya, ia kemudian kembali memusat mana nya di antara kedua tangan nya, batu itu seketika melayang di antara kedua sisi telapak tangan fox, batu mana yang terbang itu perlahan mengeluarkan cahaya, bentuk dari batu itu sedikit demi sedikit berubah menjadi sembuh kalung yang memiliki liontin batu kristal seperti wujud asli nya


mana fox kembali di netral kan, cahaya yang tadi ada sekarang sudah mulai redup, fox kembali memberikan batu mana itu pada celsa yang masih berada di bak mandi


" kau mengubah nya menjadi sebuah kalung, ini sangat indah" tutur celsa yang sudah menggenggam kalung spirit stones


" aku ingin kau mengenakan nya selalu, agar tidak terlihat mencurigakan, aku membuat nya menjadi sebuah kalung"


" terimakasih fox, aku menyukai nya" celsa tersenyum pada fox, yang kemudian di balas senyuman dari nya pula


" jika kau membutuhkan ku, salurkan mana mu pada batu kristal itu, aku akan datang dan menemui mu" jelas fox pada celsa


" baiklah aku mengerti"


" seperti nya aku harus segera pergi"


" selamat tinggal fox, aku akan merindukan mu" celsa melambaikan tangan nya pada fox yang sudah mulai beranjak dari tempat nya


dari arah tangan fox, sebuah mana berwarna biru terlihat muncul di antara jari- jari nya, cahaya itu kemudia mengikuti tubuh celsa dengan cepat, kabut putih muncul di sekeliling tubuh celsa, celsa yang melihat hal itu tampak tenang dan hanya tersenyum lebar


tubuh celsa yang sempat berada di bak mandi itu kini sudah melayang di udara, kaki nya kembali di pijak kan pada lantai marmer berwarna putih


asap putih yang tebal masih melingkari tubuh celsa, secara perlahan kabut putih itu mulai menipis dan mulai menunjukkan tubuh dan wajah celsa yang sudah bersih dengan gaun nya yang sudah berganti


" nah ini hadiah terakhir ku, aku harus pergi, selamat tinggal gadis bodoh" lambat celsa dengan tubuh yang Juda membelakangi celsa


" selamat jalan" celsa yang sudah berpenampilan rapih kini terlihat cantik dengan gaun berwarna biru , senyum muncul diwajah kecil nya, dengan lambayan tangan ke arah fox yang perlahan sudah menghilang dari pandangan nya


" terimakasih fox, untuk semua nya"

__ADS_1


__ADS_2