Guardian Knight

Guardian Knight
chapter 22


__ADS_3

Tuk.tuk.tuk


terdengar ketukan dari arah pintu


" masuklah" jawab celsa


" maaf sebelumnya tuan putri, yang mulia memerintahkan saya untuk memanggil putri celsa di ruang makan istana, yang mulia kawatir tuan putri belum bersiap jadi yang mulia memerintahkan saya untuk membantu tuan putri" jelas sang pelayan dengan menunduk


" tidak perlu, saya sudah bersiap, saya akan segera ke sana" jawab celsa lagi


" baik , saya permisi" pelayan itu kemudian berbalik dan mulai keluar dari kamar celsa


karena bantuan fox, aku jadi lebih cepat bersiap, memang sihir itu lebih nyaman digunakan seperti ini, seperti nya aku harus segera turun, jika tidak calix pasti akan menjemput ku ke sini


****************


saat ini celsa berada di ruang makan istana, terlihat ada wajah yang tak asing yang duduk berhadapan dengan nya, ia menatap nya lekat


*bukan kah dia adalah putra mahkota, anak pertama dari kerajaan guardian, ya aku mengingat nama nya, nofal , ya tidak salah lagi, dia orang kedua setelah Duke yang menjenguk ku tempo hari, ia juga yang menggendong ku saat aku sedang berbicara dengan fox


tapi mengapa dia baru muncul sekarang, aku hampir melupakan nya bahwasanya dia adalah kakak tertua ku, aku tidak berpikir selama ini keberadaan nya tak tampak di dekat ku, bahkan di kerajaan ini, apakah dia sedang bertugas di luar kerajaan* gumam celsa pada pikiran nya


" celsa, mengapa menatap ku seperti itu?" tanya nofal pada celsa


" bukan apa apa kak, aku hanya tak pernah melihat kakak akhir akhir ini, itu sebab nya aku sedikit terkejut dengan keberadaan kakak yang tiba-tiba berada di sini" tanya celsa dengan senyuman paksa


" seperti nya adik ku ini sangat merindukan ku rupanya, aku sedang menjalani pekerjaan di luar istana, jadi maaf kan aku jika adik ku ini baru melihat ku hari ini" jelas nofal lagi


" begitu, maaf kan aku , jika pertanyaan ku terlalu banyak kak" tutur celsa sopan pada nofal


" seperti nya apa yang dikatakan oleh ayah itu benar, kau terlihat lebih dewasa celsa, calix jadi terlihat seperti adik mu" nofal tertawa kecil sambil melirik orang yang ia sebut


" hey itu tidak benar, aku ini tetap kakak nya, bukan begitu celsa " tanya calix sambil memajukan wajah nya pada wajah celsa


" hemm.." celsa menatap calix tajam, wajah nya begitu datar saat calix berbicara pada nya, di sisi lain calix yang melihat hal itu tersentak, tubuh nya seketika merinding saat melihat tatapan celsa yang begitu menusuk di tubuh nya

__ADS_1


" seperti nya Kelian sedang bertengkar, apa yang membuat mu marah celsa, apa calix berbuat sesuatu pada mu?" tanya Duke yang sedang memperhatikan tingkah kedua anak nya


" bukan apa apa ayah, hanya saja calix begitu nakal, ia membuat ku marah " ucap celsa sambil melirik ke arah calix yang sudah terlihat pucat


" a..aku tidak melakukan apa apa, aku.. aku hanya mengajak nya bercanda " tutur calix kaku dengan kepala yang sudah menunduk


" calix.." panggil Duke


" ya ayah" jawab calix yang sudah mengangkat wajahnya


" minta maaf pada adik mu"


" baik ayah" calix menoleh pada celsa yang duduk tepat di sebelah nya " celsa.. aku minta maaf" tutur calix lembut


" baiklah aku memaafkan mu, tapi jangan lakukan lagi, jika tidak.." celsa beralih memandangi piring yang berada di hadapan nya, terlihat celsa sedang memegang pisau di tangan kanan nya, ia kembali beralih menatap calix , dengan pisau di tangan nya ia memotong satu sosis yang berukuran besar di atas piring nya " ini akan terjadi " lanjut nya lagi dengan sosis yang sudah terbelah dua


tiga orang lelaki yang melihat tingkah celsa tersentak kaget, mereka tak habis pikir apa yang baru saja mereka lihat, celsa yang hanya seorang gadis kecil tapi mampu membuat tiga orang berada di sekeliling nya membeku melihat nya


calix menelan syalifa nya kasar, ia menatap pisau yang Masih celsa genggam dengan tangan kecil nya, tatapan nya tak lepas dari pisau yang mengkilat itu , hingga pantulan bayangan nya mampu terlihat di pisau yang celsa genggam


"pfuuuu HAHAHAHA" tawa celsa lepas


" lihat lah wajah mu calix, kau Takut pada ku, HAHAHAHA, aku cuman bercanda, kau terus menggoda ku, kali ini aku yang menggoda mu" jelas celsa dengan tawanya yang terbahak bahak


disisi lain, terlihat Duke terus memandangi celsa, akhir-akhir ini, Duke sering mantau tingkah laku celsa yang semakin berubah, entah ia menyadari apa yang sedang mengganjal dengan keberadaan celsa saat ini, atau kah ada sesuatu yang berbeda dengan sifat celsa yang semakin terlihat berbeda


nofal yang duduk tepat di sisi kanan Duke memperhatikan tatapan mata Duke " ayah? ada apa?" tanya nofal dengan bisikan


" tidak, ayah hanya sedang memperhatikan tingkah kedua adik mu" tutur Duke yang sudah berpaling dari pandangan nya


"....."


nofal terdiam, ia tau bahwa apa yang di katakan sang ayah tidak sepenuhnya benar, ia tau saat ini ia sedang memandangi celsa seorang, bukan calix atau pun kedua nya


" HAHAHAHA kakak lihat lah wajah calix, wajah nya sangat lucu" jelas celsa yang sedang berbicara pada nofal

__ADS_1


" wajah mu tak berubah walau adik mu sudah mengatakan kalo dia cuman bercanda"


" apa nya yang bercanda kak, lihat lah tadi apa yang dia lakukan, bukan kah itu mengerikan jika benar benar terjadi"


mata celsa dan nofal bertemu, secara bersamaan mereka berdua tertawa saat mendengar perkataan calix yang begitu polos, Duke yang berada di situ tak di hiraukan oleh ke tiga anak nya, Duke hanya menatap nya malas dengan tingkah anak anak nya itu


seperti nya sopan santun Mereke seketika menghilang karena kegaduhan yang diperbuat oleh celsa sendiri


" ah perut ku sakit melihat mu calix, kau sungguh lucu, aku menyukai nya" ucap celsa yang sudah mencubit kedua pipi calix


" ini tak adil, Kelian menertawakan ku seperti ini, menyebalkan" calix menyilang kedua tangan nya didada nya


" celsa.. berhenti tertawa dan makanlah, seorang putri tidak boleh tertawa terbahak-bahak seperti itu dimeja makan " jelas Duke pada celsa yang sudah terdiam mendengar perkataan dari nya


" baik ayah" jawab celsa kembali memakan makanan nya


" ayah biarkan saja celsa seperti itu, dia hanya ingin bersenang-senang" jelas nofal membela adik nya


" nofal ini demi kebaikan nya" jelas Duke lagi


" baiklah"


suasana kembali hening dengan perkataan Duke yang tiba tiba membuat semua orang terdiam, masing masing dari mereka kembali memakan makanan yang berada di meja makan itu, Duke yang tadi sempat mengheningkan suasana mulai mengeluarkan suara nya


" celsa.."


" ya ayah" jawab celsa masih menunduk pada makanan nya


" Dari mana kau dapatkan kalung berliontin kristal itu" tanya Duke yang sudah menatap kalung yang melingkar di leher celsa " apa kau menyukai perhiasan, ayah akan membelikan nya untuk mu" lanjut Duke lagi


" tidak perlu ayah, aku hanya menyukai kalung ini, dan aku akan terus mengenakan nya"


" liontin itu tak memiliki warna, apa kau tak ingin membeli kalung dengan liontin berwarna" tanya calix yang ikut bertanya


" tidak, aku menyukai nya"

__ADS_1


nofal menatap celsa lama, ia kemudian menopang dagu nya dengan tangan kanan nya


ayah seperti nya kau membuat celsa marah besar kali ini, lihat lah betapa ia tak menatap mu saat berbicara dengan mu, aku tak pernah melihat sisi celsa yang sedang marah, tapi firasat ku mengatakan bahwa ini akan berlangsung lama..


__ADS_2