Guardian Knight

Guardian Knight
chapter 19


__ADS_3

" kami hanya mendapatkan beberapa informasi yang mulia, cukup sulit untuk membaca semua informasi penting dari memori yang ada di kepala nya " jelas pelayan itu


" apa yang kelian dapat kan dari informasi itu?" tanya Duke


" kami menemukan beberapa titik terang dari informasi yang kami gali, yang pertama monster ini memiliki pemimpin yang saat ini tak tau keberadaan nya, namun kepimpinan nya sudah sangat lah luas , dan, mereka juga memiliki beberapa pasukan dan itu sudah menyebar di antara penduduk. saat ini mereka berbaur sangat baik, hingga tak menyadari bahwa mereka adalah monster itu sendiri , seperti nya mereka memiliki rencana yang mulia "


" ya seperti nya begitu, ini cukup berbahaya jika di biarkan, namun karena mereka sangat pintar melakukan persembunyian, bahkan menyetarakan wujud mereka sama persis dengan penduduk sekitar nya, ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui tiap tiap orang yang berada di wilayah kerajaan ku" tutur Duke sembari melirik ke arah monster yang kini sudah tiada


" kami akan berusaha keras untuk mencari tau keberadaan monster monster itu bersembunyi yang mulia " tutur sang pengawal


" kami juga akan pastikan, monster monster itu akan segera di tangkap, sebelum festival kerajaan di mulai"


" bagus, lakukan apa yang seharusnya Kelian lakukan, dan pastikan, setiap penduduk nya tidak mengetahui tentang apa yang sedang Kelian selidiki, karena bisa saja, jika kejadian ini di umumkan, para monster itu akan bergerak cepat" jelas Duke


" baiklah yang mulia " ucap serempak para prajurit


Duke melirik ke kiri dan ke kanan, mencari seseorang yang sedang ia butuh kan


" dimana Ronal" tanya Duke pada prajurit melihat sang asisten tak tampak di saat seperti ini


" mohon bicara yang mulia, kami tidak melihat nya dari tadi, seperti nya dia sedang berada di luar kerajaan yang mulia" jawab salah satu prajurit itu


" sedang apa dia berada di luar, siapa yang memerintah kan nya untuk berada di luar kerajaan guardian" tanya Duke lagi membentak


" saya tidak tau yang mulia, yang jelas tuan Ronal tadi terburu buru pergi keluar kerajaan menaiki kuda hitam nya yang mulia" jawab sang prajurit lagi


Duke menatap prajurit itu dingin, entah apa yang ingin ia lakukan, Duke beralih memandangi jendela yang tak terlihat ada kaca nya, ia berjalan menuju jendela yang terbuka itu, dari kejauhan tampak seorang lelaki sedang menaiki kuda hitam nya dengan penuh kecepatan tinggi mengarah pada kastil tua di mana Duke dan para prajurit berada


" apa yang dia lakukan" gumam Duke dalam pikiran


****************

__ADS_1


dingin berubah sejuk, cahaya mentari mulai masuk di antara celah celah jendela kaca tersebut, terlihat dua anak kembar masih tertidur lelap di atas ranjang nya, dari sisi kamar calix terlihat seorang pelayan mencoba masuk secara perlahan, ia sesekali melirik kedua anak yang masih tertutup mata nya sambil berpegangan tangan dengan lucu nya.


pelayan itu kemudian perlahan melangkah kan kaki nya menuju jendela kaca yang masih tertutup oleh tirai tirai yang menghalang, dengan cepat ia kemudian membuka tirai tirai jendela itu mempersilahkan masuk cahaya pagi yang sudah menyinari di luar ruangan


cahaya yang masuk dari jendela yang terbuka, menyinari sebagian wajah anak-anak itu, merasa terganggu, dengan lucu nya mereka berguling dan menutupi wajah mereka dengan selimut nya secara bersamaan


" ah tuan dan nona sangat imut sekali " tutur sang pelayan yang masih menatap celsa dan calix dari sisi jendela


" pangeran calix, dan tuan putri celsa bangun lah, ini sudah pagi" ucap sang pelayan itu mencoba membangun kan kedua anak kembar tersebut


calix yang mendengar seorang pelayan yang sedang mencoba membangun kan mereka, menoleh ke arah suara, ia kemudian beranjak dari kasur nya yang kini sudah berada di posisi duduk


" sudah pagi? , seperti nya semalam aku tidur terlalu lambat, aku jadi bangun lebih telat" jawab calix sambil menggosok gosokan mata nya


" seperti nya tuan putri masih tertidur, apa saya boleh membangun kan nya pangeran" tanya pelayan itu melihat celsa yang masih tertidur lelap


calix menoleh pada celsa yang berada di sisi nya, mata nya masih terpejam, tidur nya sangat lelap hingga mentari pun yang sudah menyinari wajah nya, tak di hiraukan lagi


" tidak perlu membangun kan nya, biarkan dia tidur, kau boleh pergi" perintah calix pada sang pelayan untuk keluar dari kamar nya


seperti nya semalam aku membuatnya terkejut, aku jadi tidur lebih malam karena ulah celsa yang begitu aneh semalam, aku memeluk nya semalam, dan celsa malah memberi raut wajah tak suka nya, tapi aneh, mengapa wajah nya berubah merah, ku pikir dia demam, aku mencoba mengukur suhu tubuh nya dan mendekat kan wajah ku pada wajah nya, tapi sepertinya tak membuat nya semakin membaik


aku di lempari bantal oleh celsa semalam, ku pikir ia sedang mengajak ku bermain bantal, haha aku juga ikut menyerang nya, setelah itu, ia deluan yang memeluk ku dan langsung tertidur, celsa sungguh aneh, adik ku ini semakin menggemaskan saja


gumam calix pada pikiran nya, calix kembali merebah kan diri di ranjang yang empuk, ia mendekat kan tubuh nya pada celsa yang masih tertidur


" celsa bangun lah, ini sudah pagi, ayah akan menunggu kita saat di ruang makan nanti" ucap calix berbisik pada telinga celsa


celsa yang merasa suara seseorang lelaki begitu dekat di telinga nya, perlahan membuka mata nya, ia membulat kan Mata nya terkejut melihat calix yang lagi lagi begitu dekat dengan wajah nya, tampak nya celsa belum terbiasa dengan keberadaan calix yang suka menempel seperti ini


" calix, apa yang sedang kau lakukan, ha aku terkejut " jelas celsa yang sudah berada di posisi duduk

__ADS_1


" tingkah mu begitu aneh celsa, aku jadi sulit mengerti tentang dirimu, sekarang bangun lah adik kecil ku, kita akan sarapan pagi, seperti nya ayah sudah menunggu" ucap calix sambil memain kan pipi cabi sang adik


" baiklah" celsa mengangguk ke arah calix, ia kemudian bergegas menuruni ranjang nya dan mulai melangkah menuju pintu


" celsa, mau ke mana?" tanya calix lagi


" aku ingin sarapan" ucap celsa dengan nada yang polos, seperti nya ia belum begitu sepenuhnya sadar, tingkah nya saat ini benar benar seperti anak kecil sungguhan, rambut nya yang masih acak acakan tak di hiraukan lagi bagi ya


calix menatap Ade nya lucu, ia sempat tertawa kecil , calix kemudian melangkah menuju tempat celsa berdiri, kemudian dengan cepat ia meraih tangan celsa dan pergi ke arah sisi pintu lain nya


" celsa kau begitu lucu, aku jadi ingin mencubit mu, tapi sebelum itu, adik ku yang manis ini harus membersihkan tubuh nya terlebih dahulu, aku akan memandikan mu"


" apaa..." teriak celsa tak percaya


" ada apa celsa, apa kau tak mau mandi, kau harus mandi, jika tidak tumbuh mu akan bau" calix menutup hidung nya saat berbicara pada celsa yang masih menatap nya aneh


" aku tak mau mandi di sini, aku mau mandi di tempat ku saja" celsa mencoba berbalik arah namun langkah nya berhenti saat calix menahan kerak baju nya dari belakang punggung nya


" mau kemana celsa.." tatap calix dengan menopang dagu nya, tidak lupa ia memberikan senyum manis nya pada celsa


apa apaan ini, aku tak mau mandi di sini, lihat lah wajah nya itu, aku hampir tak ingin menolak ajakan nya, oh astaga yang benar saja aku di mandikan oleh seorang lelaki tampan, seperti nya akhir akhir ini aku sedikit sensitif Tetang pria, padahal usia ku masih menginjak 8 tahun, belum waktunya aku mengenal hal hal percintaan


tapi sungguh, aku tak mau di mandikan oleh calix, bukan apa apa, ini karena usia ku yang memang seharusnya sudah dewasa , aku sudah beberapa kali di lahir kan seperti ini, dan bagi ku di mandikan oleh seseorang adalah hal yang memalukan, calix memang saudara ku di dunia yang saat ini menjadi kehidupan baru ku , namun di sisi lain, aku menyukai nya sebagai lelaki yang tampak, ha mengapa orang terdekat ku selalu setampan ini


" ayo mandi celsa" senyum muncul di tiap kata nya, tampak nya calix sangat suka menggoda adik nya


" aku tak mau"


" lalu apa yang kau ingin kan, apa kau ingin pergi sarapan dengan bentuk seperti ini" calix menurun kan pandangan nya , melihat adek nya dari ujung rambut hingga ujung kaki nya


" kalo begitu aku akan persiap siap di kamar ku saja, di kamar mu tak ada pakaian ku calix, bagaimana aku mengganti baju ku?" tanya celsa

__ADS_1


" tidak usah pake baju"


" apaa..."


__ADS_2