Guardian Knight

Guardian Knight
chapter 7


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Di sebuah kamar yang berdominasi warnah merah muda, terlihat seorang gadis kecil tertidur di ranjang nya


tuk tuk tuk..


terdengar bunyi ketukan dari arah pintu


cklek..


pintu terbuka, terlihat calix berada di sisi pintu


calix mulai berjalan mendekat ke arah celsa yang sedang terbaring di ranjang nya


" celsa apa kau tidur?" tanya calix sembari mendekat kan wajah nya pada wajah celsa " sungguh ! kau benar benar tertidur, aku bahkan baru selesai sarapan" omel calix yang melihat saudara kembar nya yang masih tertidur lelap


calix kembali menatap celsa yang masih terbaring, ia bahkan mendekat kan wajah nya hingga tersisa lima senti dari wajah celsa, entah apa yang ia perhatikan, tatapan nya tak lepas dari wajah celsa


sesaat kemudian, celsa pun terbangun, mata nya membuka perlahan, seketika mata nya membulat , ia terkejut melihat wajah saudara kembar nya begitu dekat dari wajah nya


" huuuuwwwaaaaa" teriak celsa terkejut " calix apa yang kau lakukan , kau membuat ku terkejut, mengapa wajah mu begitu dekat! " ucap celsa mengomel pada calix yang berada di sisi ranjang nya


celsa yang terkejut sepontan sudah berada dalam posisi duduk, kini ia menatap calix tajam


" apa yang kau kejut kan celsa, aku hanya menatap mu" tutur calix polos


astaga, apa ini, ia bahkan tidak memikir kan apa yang baru saja terjadi, wajah nya begitu dekat dengan ku, ku pikir ia akan mencium ku, ha aku sampe lupa bahwa dia adalah saudara kembar ku


ku harap ini tidak akan terjadi lagi, dia begitu tampan dan manis , aku sedikit sensitif tentang hal itu


wajah celsa kini berubah merah, calix yang melihat hal itu sedikit bingung dengan tingkah saudari kembar nya, ia memiringkan wajah nya polos


celsa kembali menatap calix, ia kemudian kembali memikirkan sesuatu yang bengganjal di benat nya, mata nya melirik ke arah kiri dan kanan, seakan akan sedang mencari sesuatu


ah fox aku melupakan nya, di mana dia, tadi fox berada di kamar ku, ia bahkan menggantung ku pada gagang lampu itu, tapi sekarang fox menghilang, ia bahkan meletakan ku di kasur ku, kemana fox pergi? apa karena calix berada di kamar ku, itu sebab nya fox menghilang


celsa menatap kembali calix , calix yang sedari tadi terdiam di sisi celsa mulai mengeluarkan suara nya

__ADS_1


" celsa apa yang sedang kau pikir kan?" tanya calix bingung


" tidak, aku hanya memikirkan satu hal, tapi lupakan saja, apa yang membuat mu datang ke kamar ku calix?"


" Hem? mengapa kau menanyakan itu celsa, bukan kan sudah jelas" ucap calix tertahan di akhir


celsa yang menyadari apa yang calix ingin katakan mulai tertawa


" hahaha calix, sungguh, kau ingin melakukan nya" tanya celsa memastikan


" tentu mengapa tidak, ini pasti menjadi hal yang menyenangkan"


" baik lah, ayo kita lakukan"


calix mengangguk degan kuat, dari raut wajah nya, terlihat ia sangat bahagia, entah apa yang calix dan celsa rencanakan, mereka mulai bergegas menuruni ranjang, celsa yang sudah turun terlebih dahulu dari ranjang nya, kini berlari menuju pintu


calix yang masih berada di belakang celsa, menatap punggung tubuh celsa yang sudah meninggal kan nya sendiri di ruangan itu


calix sempat menghentikan langkah nya, kini ia seorang diri di kamar celsa, ia menatap sisi pintu kamar yang terbuka sedikit


" apa itu tadi, aku melihat sebuah cahaya pada wajah celsa, aneh, aku tidak pernah melihat sebelum nya" ucap calix mengingat kembali di saat celsa terbaring di ranjang


****************


" calix lihat lah ini " celsa memetik semua bunga mawar yang berada di dinding dingin kaca itu, celsa mencabut helayan helayan pucuk bunga mawar tersebut, ia kemudian mengumpulkan nya di lantai


" wah sepertinya menyenangkan" senyum muncul di wajah calix


calix bergabung memetik satu persatu bunga mawar yang berada di rumah kaca, kini mereka mengumpulkan semua pucuk bunga mawar yang mereka cabut


" celsa lihat ini" calix mengumpulkan semua tumpukan bunga yang mereka cabut, kemudian melempar kan nya ke udara


bunga bunga yang terjatuh dari udara menutupi celsa dan calix dengan hujan bunga yang indah


namun di sisi lain, bunga bunga yg mereka petik mulai membuat lantai yang bersih menjadi kotor dengan bunga bunga yang berserakan


" astaga calix kau membuat nya menjadi kotor" senyum muncul di antara wajah celsa, ia kemudian melirik seorang pelayan yang berada di pintu rumah kaca


terlihat pelayan itu sedang bersih bersih di antara dinding dinding kaca yang di penuhi bunga itu, melihat calix dan celsa yang membuat bunga bunga berserakan ia pun mulai mengambil alat penyapu lantai

__ADS_1


" tuan calix dan nona celsa, maaf, tapi bisakah saya membersihkan tempat ini terlebih dahulu, nona dan tuan bisa bermain kembali saat tempat ini bersih" ucap seorang pelayan itu menunduk


celsa melirik ke arah calix, ia mengangguk memberi isyarat, calix yang melihat wajah celsa beralih memandangi pelayan yang berada di sisi celsa


" baik lah, ayo celsa" calix menarik tangan celsa dan segera keluar dari rumah kaca itu, sedang kan seorang pelayan yang melihat calix dan celsa dari arah pintu hanya menggeretakan gigi nya


****************


celsa dan calix kini kembali ke dalam pafilium nya, tempat yang saat ini mereka tempati adalah ruangan dansa kerjaan, tempat celsa sempat terjatuh saat itu


celsa menatap tangga yang berada di hadapan nya


" celsa..?" tutur calix lembut, ia menatap raut wajah celsa begitu dingin , tatapan Tampa arti yang terus menerus melihat tangga menurun tempat celsa jatuh


aku tidak tau apa yang gadis kecil ini rasakan saat ia terjatuh, melihat tangga yang begitu tinggi , membuat ku kesal karena kejahatan yang orang itu lakukan, lihat lah tangga ini, gadis semungil ini terjatuh dengan mengerikan nya terguling guling menunju lantai hingga jalur tangga ini berakhir


anak ini tiada karena nya, akan ku balas kan dendam mu pada nya gadis kecil


celsa melirik seorang pelayan yang sedang mengepel lantai , celsa kemudian menarik tangan calix menuju pelayan tersebut


" calix, ayo main kejar kejaran" tutur celsa sembari tersenyum ke arah calix


" baik lah aku yang akan mengejar mu lari lah"


celsa mulai berlari kesana kemari, sedang kan calix mengejar nya dari belakang, seorang pelayan yang sempat berada di rumah kaca tersebut menatap bingung melihat calix dan celsa yang sedari tadi mengikuti nya ke mana mana, di mana pun pelayan itu bekerja, calix dan celsa selalu berada di situ


" celsa kena kau hahaha, kau yang jaga ya" ucap calix yang sudah menangkap celsa


" baik lah, tapi lihat lah apa yang ku bawa ini" ucap celsa, sembari menunjukkan sebuah bungkusan yang berisi serbuk hitam yang mengkilat


calix yang melihat benda yang di bawa celsa kemudian melirik seorang pelayan yang sedang memegang pel di tangan nya


kedua saudara kembar itu saling menatap satu sama lain, mereka mulai berlarian mengejar satu sama lain, serbuk yang mereka bawa di tumpah kan kemana mana, menyisakan jejak kaki yang penuh warna di tiap lantai nya


seorang pelayan yang sedari tadi terdiam kini menatap dengan tatapan lemah, ia tak habis pikir apa yang di lakukan kedua anak dari Duke Sedo itu lakukan


mata nya menatap kedua anak kembar yang tak hentinya berlarian, mata nya kemudian beralih menatap lantai yang sudah di penuhi jejak kaki hitam dengan di ikuti lantai yang baru di bersihkan kini kembali kotor


" dasar anak anak sialan" ucap pelayan itu berteriak menghentikan langkah kedua anak kembar tersebut

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2