
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Di ruangan yang gelap, terlihat kedua anak yang sedang terikat oleh tali di dinding tembok yang dingin itu, cahaya lilin yang di nyala kan, hanya menyinari sebagian dari ruangan itu saja
nuan yang seorang pelayan kini wujud nya tak lagi sama dari sebelumnya, terlihat dari wujud nya berubah menjadi sisi yang lebih mengerikan
mata merah, kulit yang bersisik di ikuti tanduk yang tumbuh di atas kepala, siapa pun yang melihat nya akan terkejut dan takut dengan apa yang akan mereka lihat, namun di sisi lain, celsa dan calix tak begitu terkejut dengan apa yang mereka lihat
wajah mereka begitu datar , tatapan mereka begitu dingin saat melihat nuan yang sedang menyentuh satu persatu pisau yang ada di meja panjang
nuan melirik celsa yang berada di lantai dengan keadaan tangan terikat, begitu pula calix yang berasa di belakang nya, entah mengapa kedua saudara kembar ini tak memiliki rasa takut pada diri mereka, mereka bahkan menatap nuan dengan rasa percaya diri
" mengapa Kelian tidak takut pada ku, apa Kelian meremah kan ku!" teriak sang palayan itu melempar salah satu pisau yang ia pegang
pisau itu melayang hingga mengenai daun telinga celsa, Terlihat goresan pisau yang mengenai telinga celsa kini mengeluarkan darah segar walau tak banyak
pelayan itu kembali menatap celsa, ia tak mengerti seorang anak kecil yang bahkan tak Takut melihat wujud nya yang sebenarnya, bahkan pisau pun tak membuat nya takut bahkan menangis
" sungguh , apa Kelian berdua menganggap remeh tentang ku, baiklah , seperti nya Kelian ingin ku bunuh dengan cepat di ruangan ini hihihi" tawa yang berat itu menyebar di ruangan sunyi milik nya
ini tidak bisa di biarkan, aku harus bergerak, jika tidak calix akan dalam bahaya, aku tidak bisa berpatokan dalam rencana ku, namun aku berharap rencana ku berhasil
celsa melirik ruangan yang gelap itu, terlihat pisau, pedang , dan juga rantai besi begitu banyak terlihat di ruangan ini
__ADS_1
Tampak nya, ini adalah kastil tua milik kerajaan guardian yang sudah tak lagi beroperasi, dalam ingatan gadis kecil yang ku dapat , kastil ini tidak jauh dari kerajaan guardian, di sini adalah tempat eksekusi para bangsawan dan penduduk yang memiliki masalah atau tindak kejahatan
aku ingin mengeluarkan mana ku, ku harap bisa berhasil, jika fox berada di sini, aku sudah keluar dari tempat ini
fox ia menghilang begitu saja, aku tak tau ke mana ia pergi
celsa melirik pisau yang berada di sisi kanan nya, pisau yang telah menggores telinga nya kini tertancap di dinding tepat di samping telinga nya
aku memang belum bisa mengeluarkan mana dengan besar untuk sekarang ini, bukan berarti aku tak mampu lagi memainkan pisau di tangan ku, pisau ini memang cukup kecil, tapi ku harap ini akan berguna
celsa kembali melirik calix yang berada di sisi nya, terlihat di mata nya bahwa ia ingin menghabisi nuan dengan kedua tangan nya, ia menggeretakan gigi nya, air mata mulai menetes di sisi pipi kiri nya, tampak nya ia sedang menahan amarah nya begitu dalam
seperti nya goresan di telinga ku membuat nya semakin marah, hingga wajah nya berubah merah, aku ingin menyerang nuan dengan tangan ku sendiri, aku tak ingin ada orang lain melihat ku memegang pisau atau pun pedang
karena saat ini , yang berada di tubuh anak ini adalah celista bukan celsa gadis kecil yang merupakan adik mu calix
celsa menatap nuan dari kejauhan , tampak nya ia sibuk memilih memilih alah tajam di dinding dinding yang gelap itu, perlahan aku mengeluarkan mana petir ku, kemudian dengan cepat tali yang mengikat pergelangan tangan celsa kini terputus, mana yang di keluarkan celsa tidak besar sehingga tidak membuat nuan curiga
kini celsa terlepas dari ikatan , dengan cepat ia kemudian memukul punggung leher calix dengan kuat, calix yang tidak menyadari nya langsung kehilangan kesadaran nya dengan keadaan tubuh yang sudah tergeletak di lantai
nuan yang mendengar suara dari arah punggung nya berbalik dengan cepat
"apa yang tengah terjadi di sini, di mana gadis bodoh itu, apa kau pikir bisa lari dari ku!" Tampak nya celsa sudah tak ada di sisi calix lagi, dalam sekejam ia menghilang begitu saja
nuan menoleh ke sana kemari mencari celsa yang sudah tak tampak, celsa merupakan kesatria terkuat di kehidupan sebelumnya, ia di juluki sebagai kesatria bayangan, karena selalu pintar bersembunyi dan menyerang secara tiba tiba
__ADS_1
dari sudut ruangan yang gelap itu, terlihat celsa sedang mengawasi nuan yang sedang mencari nya, dengan gesit nya celsa melopat dan meliuk kan badan nya kemudian menusuk punggung nuan dengan pisau yang ia cabut
" Aaaaaaahhhhh" teriak nuan ke sakitan
celsa kemudian memundur kan langkah nya, pisau yang ia genggam masih tertancap pada punggung pelayan itu
celsa menatap nya intens, seketika mata nya membulat tak percaya, entah apa yang ia kejut kan, raut wajah nya tampak berubah
tatapan celsa tak berpaling pada nuan yang sedang merintih ke sakitan, tatapan nya begitu dalam seakan akan mengingat sesuatu dari wujud nuan yang berada di hadapan nya
celsa kemudian mengeluarkan mana petir dari kedua tangan nya, mana itu kemudia menjadi bersar hingga menyambar ke segala arah
nuan yang melihat hal itu menatap tak percaya " apa ini, mengapa anak sekecil ini bisa melakukan sihir tingkat tinggi ? siapa yang sedang ku lawan sekarang ini?!" gumam pelayan itu dalam pikiran nya
celsa mulai berlari menuju nuan yang ada di hadapan nya, lagi lagi ia melompat kemudian dengan mana nya ia mencoba menyerang nuan dengan mana petir nya
zerett..
mana petir itu kemudian dengan tepat nya mengenai tubuh nuan yang sedari tadi tak bergeming
" Aaaaaaahhhhh, kubunuh Kau , ku bunuh , ku bunuh!" teriak nuan menggeram menahan sakit di tubuh nya
kini tubuh nuan sudah tergores oleh mana petir milik celsa, walau kekuatan nya belum sempurna, namun sudah berhasil membuat pelayan itu berteriak kesakitan
nuan kembali berdiri setelah sempat tersungkur jatuh menahan sakit, wajah nya berubah merah padam, tampak nya ia sangat marah saat ini kini mana hitam kembali muncul di sekitar tubuh pelayan itu, mana ini semakin pekat dan memenuhi ruangan yang
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...