
Celsa menyunggingkan bibir nya
" kali ini aku yang menang, coba lah keberuntungan mu lain kali fox" ucap celsa sembari menatap retakan yang kini sudah tertutup
celsa yang beranggapan bahwa ia telah menang, mulai berjalan dengan santai nya, hingga tak menyadari satu hal
" apa yang.." kata kata celsa terhenti ketika sebuah tangan yang muncul dari dasar tanah menggenggam kaki nya kemudian menghantam nya dengan kuat, hingga menarik nya ke dasar tanah
" dasar kau fox sialan, lepas kan kaki ku" geretak celsa pada fox
fox yang masih berada di dasar tanah, tidak tampak wujud nya, dalam tanah yang bahkan begitu keras nya, fox mampu bergerak bebas, hingga terlihat gerakan berliuk liuk yang tampak dari dalam tanah
bum..
bunyi getaran berasal dari fox yang tiba tiba muncul di permukaan tanah
" lumayan untuk anak berusia 8 tahun" ucap fox sambil menggerakkan lengan nya yang kini ia putar ke atas dan ke bawa
" hfuu.." dengus nya "mengapa kau selalu lebih kuat dari ku, menyebalkan" keluh celsa pada fox yang masih dengan keadaan tubuh terkubur dengan kepala yang terlihat di atas permukaan tanah
" mengapa kau menanyakan hal konyol seperti itu, sudah jelas bukan, aku ini siluman, kekuatan yang ada di tubuh ku memiliki energi yang berbeda dengan manusia pada umumnya " jelas fox
" ya aku tau, sekarang keluarkan aku dari sini" jelas celsa menetap fox malas
fox menatap celsa yang masih setengah terkubur itu, ia tersenyum dengan bibir Kiri nya yang terangkat, sinar mata nya menggoda,
" mengapa aku harus menolong mu, ke- lu- ar- se- ndi- ri- sana " jawab fox sembari mengeja kata di belakang nya
" fox jangan bercanda Kel.." belum sempat celsa menyelesaikan kata nya, mata nya tiba tiba berupa putih dan mengeluarkan cahaya terang
****************
tuk.tuk.tuk
terdengar bunyi ketukan dari arah pintu kamar celsa, ruangan yang kini terlihat gelap, hanya menyisakan kesunyian di dalam nya
" celsa? apa kau sudah tidur" tanya calix yang perlahan membuka pintu kamar celsa
calix yang melihat sebuah ruangan yang terlihat gelap, dan tampak sepi itu menaikan alis nya ke atas, ia kemudian menoleh ke arah kiri dan kanan, mencoba mencari sesosok orang yang berada di kamar itu
" celsa, kau di mana? mengapa kamar mu begitu gelap, apa para pelayan lupa menyalakan lampu untuk mu" tanya calix yang sedari tadi tak terdengar suara apa pun yang akan menjawab pertanyaan dari nya
" celsa..?" panggil calix lagi
__ADS_1
calix melangkah perlahan meninggalkan sisi pintu yang terbuka lebar, ia mencoba merasakan sesuatu di tiap dinding itu dengan kedua tangan nya, seakan akan mencari sesuatu agar ruangan itu tampak terang
whuuuss..
terdengar bunyi angin berhembus dari sisi jendela yang terlihat terbuka itu
calix yang sedang berada di dinding kamar celsa, menoleh ke arah jendela yang terlihat terbuka sedikit itu, angin yang berhembus membuat kain yang berada di jendela melanyang layang mengikuti hembusan angin
calix yang sudah berada di sisi jendela itu melirik ke arah luar ruangan " apa celsa pergi keluar " tanya calix pada diri nya " sebaiknya aku memberi tau ayah, aku takut celsa berada dalam bahaya" calix bergegas pergi menuju ke arah pintu, saat langkah nya ingin melewati ruangan itu, kamar celsa kembali bercaya
" calix sedang apa di kamarku, apa kau mencari ku" tanya celsa pada calix yang sedang berdiri di pintu kamar nya
" celsa? aku mencari mu? kau pergi ke mana?" tanya calix lagi sembari melangkah menuju celsa yang tiba tiba berada di belakang punggung nya
" ah.. itu, aku tadi sedang berada di ranjang ku, tadi aku bermain di dalam selimut, mungkin karena itu calix tak melihat ku" jawab celsa mengarang cerita
" sungguh? aku bahkan tak melihat mu di kasur, apa aku salah lihat"
" ya mungkin karena gelap, calix tak melihat ku dengan baik"
" tapi tadi aku memanggil mu celsa, apa kau tak mendengar suara ku?"
" kalo soal itu.., mungkin karena selimut nya terlalu tebal, aku jadi tak bisa mendengar suara mu dengan baik hehe" tawa celsa kecil, sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
saat mata celsa masih bersinar dengan terang nya, celsa yang masih dengan keadaan tubuh yang setengah terkubur itu mematung, fox yang berada di sisi nya menatap celsa celsa, ia kemudian bergegas mengangkat celsa Dari tanah yang mengubur nya
mata celsa yang tadi nya bercahaya perlahan mulai meredup, kini celsa kembali bergerak bebas
" apa itu tadi, aku tidak pernah melihat hal seperti itu" jelas celsa yang sudah menatap mata fox
" tampak nya kau baru saja menerima mana baru dari batu mana kristal inj, batu mana itu memiliki kekuatan yang besar, jadi jarang sekali kau mendapatkan lebih dari ini, walau begitu seperti , sekarang kau lebih banyak mendapat kan aliran mana baru, kau juga bahkan bisa menerima mana sebanyak itu, luar biasa " kagum fox pada celsa
" kalau itu benar, seperti nya sekarang aku harus segera pulang "
" apa maksudnya mu?" tanya fox
" calix sedang berada di kamar ku saat ini" jelas celsa
" kalo begitu, aku harus mengirim mu kembali pulang, hari ini cukup sampai di sini, lain kali aku akan melawan gadis berusia 17 saja, dari pada bocah ingusan berusia 8 tahun " goda fox dengan senyuman kecil nya
" ya seperti nya kakek kakek tua yang berumur 300 tahun lebih suka yang muda dari pada yang lebih muda rupa nya" celsa berdiri dan mengebas ngebas pakaian putih nya " ya tak masalah aku mengerti" goda celsa lagi pada fox yang kini menatap nya dingin
" siapa yang kau panggil kakek tua bocah ingusan" cubit fox pada kedua pipi celsa
__ADS_1
" berhenti memanggilku seperti itu juga, aku ini bukan bocah ingusan dasar kakek kakek tua" celsa yang tak mau kalah oleh fox menjambak rambut merah fox dengan kuat
" sekarang kau ingin pulang atau ku tinggalkan di sini" tanya fox dengan ancaman
" aku mau pulang, antar kan aku pulang" jawab celsa yang sudah mulai melepas kan jambakan rambut fox
" minta maaf kepada ku"
" tidak mau"
" minta maaf " fox kembali mencubit kedua pipi celsa gemas
" hentikan bodoh" umpat celsa pada fox dengan tatapan dingin nya
" oh baiklah sebaik nya aku pulang sendiri saja" fox kembali menggoda celsa, ia memalingkan wajah nya berpura pura akan pergi
" baiklah baiklah, aku minta maaf" ucap celsa dengan nada yang terdengar sangat kecil
" apa aku tak mendengar nya"
" aku minta maaf" ucap celsa dengan wajah yang kini mulai datar
" wah sepertinya kata maaf mu tidak merasal dari hati, aku kecewa"
apa apaan siluman rubah ini, dia benar-benar membuat ku geram, ingin sekali ku banting wajah nya itu hingga hancur dan ku pajang di dinding kamar nya
" fox aku sungguh minta maaf" tutur celsa lagi dengan keterpaksaan mencoba menahan amarah nya
fox yang melihat hal itu tertawa kecil, ia sangat senang menggoda gadis kecil nya itu hingga memohon mohon sebari menahan amarahnya
" baiklah, seperti nya permohonan maaf my sangat tulus, ayo kita pulang" kabut merah milik fox kembali muncul, kabut itu kemudian mulai memenuhi tempat yang saat ini celsa dan fox berada
kabut yang fox keluar kan mulai melingkari tubuh kedua nya, hingga menutupi kedua tubuh orang tersebut
seketika dengan cepatnya mereka berpindah tempat berada di kamar celsa yang saat ini Tampak sangat gelap, fox yang berada di sisi celsa tak di sadari oleh calix yang saat itu berada di sisi pintu
kembali ke sebelum nya..
" jadi sedang apa kau di sini calix" tanya celsa
" ayah menyuruh ku memanggil mu celsa"
" ayah memanggil ku?"
__ADS_1