Guardian Knight

Guardian Knight
Chapter 13


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Kini yang mulia dari kerajaan mentari sudah berada di pintu kerajaan guardian, terlihat segerombolan prajurit telah berbaris di mulut gerbang


saat yang mulia dari kerajaan mentari berjalan , dari kejauhan ia melihat sosok gadis kecil melihat nya dari jendela kaca yang begitu bening


yang mulai mentari pun mengehentikan langkah nya sesaat, gadis yang ia lihat tadi hanya menatap nya kagum, entah itu tatapan yang memiliki arti atau tidak, tatapan gadis kecil itu tak lepas dari wajah nya, duke Sedo yang melihat langkah yang mulia terhenti, ikut memperhatikan sesuatu yang ia lihat


" nak sedang apa di situ?" tanya Duke sedo yang sudah melihat celsa di balik kaca yang terlihat bening itu


celsa yang mendengar ayah nya sedang memanggil nya , menoleh dengan cepat ke arah suara, Duke kini menatap anak nya khawatir , ia bergegas memasuki ruangan tempat celsa berdiri


kini Duke Sedo sudah berdiri di hadapan nya, ia kemudian berlutut di Depan celsa menyetarakan tinggi tubuh nya , celsa yang menatap ayah nya hanya terdiam


" nak, kau baik baik saja, mengapa berada di sini, seharusnya kau beristirahat di kamar mu" ucap duke dengar raut wajah cemas


Duke sedo kemudian menggendong celsa dengan satu tangan nya, Duke kemudian berjalan menuju tempat yang mulia mentari berdiri


kini kedua nya saling bertatapan, celsa yang sedari tadi menatap yang mulia mentari sesekali mengedip kedip kan mata nya, entah apa yang ia pikirkan , pandangan nya tak lepas pada yang mulia mentari berdiri


" apa ini putri kembar mu, di mana saudara nya" tanya yang mulia mentari


" seperti nya ia sedang beristirahat di kamar nya" jawab duke Sedo ragu ragu


aku bingung, apa penglihatan ku ini benar atau kah tidak, wajah nya , tak asing bagi ku, ah tidak, lebih tepat nya, ia sangat mirip dengan orang yang ku kenal dulu, apa mungkin ia keturunan nya, bisa saja bukan, ini sudah seribu tahun lama nya, apa mungkin setelah aku tiada, anak itu membangun kerajaan ini sendiri dengan para prajurit lain nya

__ADS_1


ya bagi ku tak masalah, tapi melihat nya menjadi penerus tahta membuat ku sangat iri, fox selalu menghidupkan aku di kehidupan yang tak tentu arah, terkadang aku di lahirkan oleh orang tua yang tak bertanggung jawab, aku di buang di bawah jembatan


aku sangat dendam oleh orang tua ku yang pernah melahirkan ku dulu, saat aku tumbuh dan besar di sebuah panti, aku berusaha keras mencari kedua orang tua yang membuang ku dulu, dan akhir nya aku menemukan mereka, ibu ku yang wanita penghibur malam , dan ayah ku seorang penjudi


aku membunuh mereka berdua, mereka pantas mendapatkan kan nya, aku lalu tiada kembali karena saat itu, aku bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang di bayar oleh orang pengusaha kaya raya


kehidupan yang lain nya terus berjalan, hingga aku datang di dimensi yang berbeda, ku pikir kerajaan, sihir dan pedang hanyalah dongeng belaka, ternyata di kehidupan ke empat dan kelima ku, aku memasuki dunia yang sama, ya itu sihir dan pedang


karena kehidupan yang ku jalani. begitu lama, aku mahir dalam sihir maupun pedang, aku selalu di angkat sebagai kesatria terkuat di tiap kerajaan yang ku tempati dulu


dan saat itu aku kembali tiada melawan musuh musuh yang sangat kuat, saat masih di kehidupan ke lima ku, ku pikir akan hidup lebih lama, namun pikiran ku salah, aku mati karena harus melindungi banyak orang, Monster yang ku lawan saat itu sudah tak bisa ku atasi lagi, terpaksa aku harus melakukan pengorbanan untuk ke sekian kali nya, ku gunakan pedang ku sebagai perisai pelindung untuk melindungi mereka dari ledakan yang ku buat, ku harap ledakan saat itu tidak membuat retakan di mana mana


dan kali ini aku hidup kembali di tempat di mana aku pernah tiada sebelum nya, aku tak tau apa yang di rencanakan fox hingga ia menghidupkan ku di tempat ke kepemimpinan guardian knight, sebagai seorang putri dari keturunan yang mulai raja Sedo itu sendiri


" anak mu sangat cantik, tampak nya ia terkejut melihat kehadiran saya yang asing bagi nya berada di sini" tutur yang mulia mentari sembari menatap celsa


" salam kenal yang mulia, saya celsa guardian knight, maaf yang mulia saya telat memberi salam" ucap celsa dengan tutur sopan namun terlihat dewasa


yang mulia raja tersenyum tipis pada celsa yang sedang memberi salam kepada nya


" anak mu masih sangat muda, namun perilaku nya sangat dewasa, kau mengajar nya dengan baik" tutur yang mulia raja


di sisi lain, celsa yang mendengar hal itu, menunjukan senyuman tipis nya pada yang mulia raja, kini kedua nya tak saling canggung lagi melain kan, berbincang dengan nyaman nya


" boleh kah aku meminta satu hal kepada yang mulia raja?" tanya celsa


" tentu, apa yang ingin kau tanyakan gadis kecil"

__ADS_1


" boleh aku melihat mana mu?" tanya celsa dengan menunjukkan wajah polos nya


Duke melirik ke arah yang mulia raja, ia tak mengerti mengapa anak nya menanyakan hal yang bahkan tak di sangka sangka oleh nya


yang mulia raja tak bertanya tentang apa pun lagi, ia bahkan langsung menunjukan mana nya yang kini sudah di keluarkan nya dari tangan kanan nya


mana berwarna biru muncul dari tangan nya, celsa yang melihat hal itu kemudian meraih tangan yang mulia raja perlahan, walau tak menyentuh mana biru itu, celsa hanya mendekat kan telapak tangan nya pada lingkaran Cahaya biru itu


aku mengenal mana ini, mana yang tak cocok dengan mana ku, mana yang selalu bertolak belakang saat ingin menggabungkan kekuatan, ya tak salah lagi, ini milik Amon, dan satu hal yang membuat ini menjadi jelas, dia adalah keturunan Amon dan penerus atas tahta yang didirikan oleh Amon itu sendiri


astaga, Amon, aku bahkan tak membayangkan bahwa kau akan melakukan sejauh ini, ku pikir kau hanya akan fokus bekerja sebagai kesatria pelindung kerajaan dari zaman ke zaman, namun lihat lah sekarang, kau bahkan menjadi memimpin dari semua kerajaan yang berada di sini


aku bangga kepada mu, namun sayang sekali, aku tak bisa melihat mu lagi di kehidupan kali ini, ku harap ada seseorang yang mirip dengan mu di sini


****************


seorang anak lelaki berusia 9 tahun, terlihat sedang berlatih pedang di sebuah taman yang di penuhi kayu yang sudah tergores oleh pedang yang begitu tajam, bahkan beberapa kayu yang tadi nya berdiri tegak, kini telah terbagi dua, yang sudah memisah kan batang dengan akar nya


" ha..ha..ha" nafas nya kini terengah-engah,


keringat membasahi kemeja putih nya yang saat ini sudah terlihat transparan


"Aku takan pernah memaafkan diriku karena mu" ucap anak lelaki itu yang sedang memburu dengan amarah nya yang memuncak


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2