
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
"Celsa apa yang tadi di bicarakan oleh ayah, aku tak mengerti maksud dari pembicaraan ayah, apa yang sebenarnya terjadi" tanya calix pada celsa
"Bukan apa apa calix, mungkin ayah hanya cemas kepada mu dan aku, itu sebab nya ayah menghawatirkan Kita berdua" tutur celsa lembut pada saudara nya yang kini sedang memandangi nya
saat kedua nya sedang berbincang, cahaya muncul dari langit langit kamar celsa, celsa yang menyadari akan hal itu hanya menatap cahaya turun dari langit langit kamar nya, ia tau bahwa cahaya yang muncul itu adalah fox
dan benar saja, fox kini sudah berada di hadapan celsa, namun di sisi lain, calix tak mampu melihat fox, fox hanya mampu di lihat oleh celsa seorang, ia menggunakan sihir nya untuk melindungi nya dari penglihatan orang orang selain celsa
"Fox mengapa kau menghilang secara tiba tiba" tanya celsa dengan bertelepati
"Ada urusan yang harus ku selesai kan"
" urusan apa itu? ah, tidak, bukan itu yang sekarang ku ingin tanyakan, fox mengapa kau menghilang kan ingatan calix"
"Ah anak itu sudah sadar, aku tak menyadari nya" jawab fox sembari melirik ke arah calix
"Fox aku bertanya kepada mu"
"Baiklah , akun jelas kan, calix , melihat semua kejadian yang ada di tempat kau bertarung, aku mengetahui nya saat ia bangun tadi, ia begitu takut saat melihat mu ada di sisi nya, namun aku bingung pada nya, dengan ketakutan sebesar itu, dia tak menunjukkan sikap Takut nya sedikit pun , aku baru menyadari nya saat melihat ingatan di pikiran nya, saudara mu ini sangat terkejut saat kau membuka mana sebesar itu, itu sebab nya aku menyuruh mu keluar dari kamar mu, meninggalkan nya sendiri dengan ku" jelas fox pada celsa
Dri raut wajah celsa, ia sedikit terkejut mendengar penjelasan dari fox melaku telepati nya, ia tak menyadari bahwa calix sempat tersadar saat ia bertarung bersama nya di kastil tua itu
Aku kembali menatap calix yang berada di sisi ku. " calix " panggil ku dengan nada merendah
"Ya ada apa celsa" tanya calix
Xelsa menatap calix dengan tatapan lembut, terlihat di wajah nya, raut wajah khawatir dan cemas bercampur aduk
"Calix, jadi lah lebih kuat, kau Takan pernah bisa merasa takut lagi jika kau memiliki kekuatan di tubuh mu" jelas celsa langsung pada intinya
__ADS_1
"Hemm? mengapa kau membicarakan hal itu, tentu saja aku akan menjadi lebih kuat, aku akan menjadi penerus dari kerajaan guardian yang terkuat, aku akan selalu melindungi mu celsa, aku menyayangi mu" tutur calix dengan polos nya, senyum muncul di bibir nya yang kini wajah nya di dekat kan pada wajah celsa
Tanpa sadar, celsa meneteskan air mata nya, ia tidak tau mengapa hati nya begitu sakit mendengar perkataan dari anak berusia 8 tahun yang kini merupakan kakak kandung nya, sesaat kemudian ia berpikir
Aku tak tau apa yang terjadi dengan mu, jika kau mengetahui bahwa adik mu telah tiada, aku tak bisa membayangkan betapa sedih nya dirimu melihat adik mu tiada di depan mata mu sendiri
"Celsa mengapa kau menangis , apa aku membuat sedih, maaf kan aku"
"Tidak, bukan apa apa, aku hanya terharu mendengar perkataan mu begitu tulus pada ku, aku juga menyayangi mu" jawab celsa dengan senyuman di akhir
kini kedua nya saling tersenyum satu sama lain, di lain sisi fox yang sedang berada di ruangan itu, hanya menatap kedua bocah lugu yang sedang berbicara itu , sesekali ia tersenyum melihat tingkah celsa yang terkadang tak terlihat lagi usia asli nya
"Sekarang sifat mu seperti kadis kecil sungguhan, kapan kau akan dewasa" ucap fox menggoda celsa dengan senyum kecil nya
" ***berhenti menggoda ku , aku sudah dewasa, kanya saja karena ulah mu, aku menjadi gadis kecil yang imut lagi"
"Ha jangan bicara omong kosong seperti itu, menjijikkan"
" apaa kata mu***"
celsa yang melihat rambut nya yang panjang di main main kan oleh calix hanya membiarkan nya, sesekali calix tidur di pangkuan celsa yang sedang duduk bersandar di atas kasur nya
"Fox aku ingin mengembalikan kekuatan mana di tubuh ku, aku merasa, kerajaan yang didirikan seribu tahun lama nya ini tidak akan bertahan lagi, firasat ku mengatakan bahwa akan ada kekacauan yang akan datang lebih besar"
"Apa karena kejadian yang kau alami hari ini adalah penyebab nya"
"Ya aku berpikir begitu, karena wujud manusia yang mereka gunakan terlalu sempurna hingga mengelabui ku , Bahkan Duke sedo yang jelas jelas pemimpin atas kerajaan ini "
"Ya kau memang benar, aku bisa saja mengetahui mereka ada dan tidak ada nya, namun karena aku terlalu sibuk dengan jiwa mu saat itu, aku tak memperdulikan apa yang sedang terjadi selama seribu tahun lama nya itu"
"Apa sesulit itu kau memindahkan jiwa ku"
"Kau akan tau nanti, jika kau telah bertemu dengan nya"
__ADS_1
"Apa maksud mu dengan nya?"
"Ha sudah lah, kau ingin mengembalikan mana mu bukan, temui aku nanti malam di rumah kaca, aku akan membawa mu ke suatu tempat, pastikan tak ada yang melihat mu keluar saat malam nanti***" jelas fox yang kini sudah perlahan menghilang wujud nya
Xelsa yang menyadari fox yang mulai menyembunyikan banyak hal pada nya, menatap nya malas
"Fhuuu" dengus nya
****************
Kini sore berganti malam, suasana sunyi mulai menghiasai tiap ruangan itu, ruangan yang gelap di tempat itu membuat siapa pun tak dapat melihat orang yang berada di dalam nya
Saat ini celsa sedang berada di sisi jendela kamar nya, terlihat di tangan kecil nya, ia sedang menggenggam sebuah lilin panjang yang hanya menerangi sebagian dari tubuh nya
Perlahan ia membuka jendela yang berada di sisi nya, kemudian dengan cepat nya, ia melewati Sisi jendela yang sudah terbuka sedikit itu, kini celsa sudah berada di luar ruangan, entah apa yang ia ingin lakukan, ia lebih memilih menggunakan jendela dari pada menggunakan pintu yang berada di kamar nya
"Hfuuu" hembusan angin yang terdengar dari mulus celsa yang sedang meniup lilin itu hingga padam
Kini celsa mulai berjalan di antara kegelapan itu, celsa yang berjalan sesekali melirik ke arah kiri dan kanan memastikan tak ada yang melihat nya keluar dari kamar nya
Celsa yang melihat rumah kaca yang sudah dekat, kemudian mempercepat langkahnya nya, ia pun masuk ke dalam rumah kaca itu
Dari sisi ruangan yang diterangi cahaya bulan , sesosok siluman rubah berada tepat di antara sinar bulan yang menembus kaca yang bening itu
"Kau terlambat" tutur fox perlahan namun terdengar oleh celsa
"Maaf kan aku" tahan ya sesat. " apa yang sebenarnya yang ingin kita lakukan di sini" tanya nya lagi
"Ikut dengan ku" kabut merah muncul dari ruangan kaca yang besar itu, mata merah fox yang di lintasi cahaya bulan bersinar dengan terang nya, fox menunjukkan senyum tipis nya , yang sedikit tampak gigi taring yang panjang dan mengkilat itu
Tubuh celsa yang sudah di kelilingi kabut merah hanya diam dan tak berkutik, ia tau bahwa kabut yang berada di tubuh nya ini adalah kabut merah milik fox, kabut itu kemudian dengan cepat melingkari tubuh celsa hingga menutupi Tubuh celsa dari kepala hingga kaki nya
Sesaat kemudian, kedua nya menghilang dengan cepat dari rumah kaca tersebut, kabut merah yang tadi memenuhi ruang kini tak tampak lagi wujud nya sekarang hanya tersisa kekosongan dari ruangan itu.
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...