
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Saat ini celsa kembali berada di kamar nya, terlihat 3 orang pelayan berdiri di sisi pintu kamar celsa, calix yang berada tepat di samping celsa masih tak sadarkan diri akibat pukulan yang di lakukan celsa
seperti nya aku terlalu mengeluarkan tenaga ku saat memukul calix, ia bahkan tak sadar kan diri hingga pertarungan ku yang telah usai, ku harap dia baik baik saja saat sadar nanti
celsa menatap Ronal yang merupakan asisten Duke, terlihat ia sedang mengompres goresan luka yang ada di lengan celsa, celsa yang duduk di ranjang nya hanya terdiam dan memerhatikan perilaku Ronal
Ronal yang merasa di perhatikan pun menoleh pada gadis kecil yang terduduk di kasur nya itu
" tuan putri, mengapa engkau memperhatikan saya seperti itu, apa kah tuan putri masih terkejut dengan apa yang tuan putri alami?" tanya Ronal lembut
" tidak " jawab celsa singkat
" apa tuan putri tidak menyukai saya, saya bisa menyuruh para pelayan menggantikan saya untuk mengobati tuan putri?" tanya Ronal lagi memastikan
" tidak perlu Ronal, saya tidak merasa sakit, terimakasih sudah mengobati saya" ucap celsa masih dengan wajah datar nya " bisa kah tinggal kan saya sendiri bersama calix saja, saya ingin beristirahat " lanjut nya lagi
Ronal yang mendengar ucapan dari celsa yang seorang anak Duke berusia 8 tahun terkejut, wajah nya berubah saat celsa mulai berbicara ke pada nya
" apa ini tuan putri celsa, tutur bicara nya sangat dewasa, saya sampai tidak menyangka mendengar ucapan dari mulut kecil nona secara langsung, SE ingat saya, nona tidak pandai dalam berbicara, bahkan berbicara pada tuan Duke dan juga para pelayan saja sangat kaku dan pelan, apa kah nona sudah berubah " gumam Ronal dalam pikiran
" baiklah putri , saya mohon undur diri, jika ada yang tuan putri merasakan sakit, panggil kan saya, saya akan segera datang " ucap Ronal sembari menunduk
"......"
celsa tak lagi bicara, ia hanya mengangguk memberi isyarat bahwa ia mengerti apa yang Ronal katakan
Ronal pun pergi meninggalkan celsa dan calix yang berada di kamar, pelayan yang tadi nya berada di sisi pintu juga ikut pergi meninggalkan ruangan kamar milik celsa, kini hanya tersisa celsa dan calix saja di ruangan itu
celsa yang melihat ruangan nya telah sepi mulai merebahkan tubuh nya di kasur yang empuk, mata nya di pejamkan, sinar biru muncul dari tubuh nya, serpihan mana yang keluar dari tubuh celsa melayang layang di udara hingga menerangi tiap sisi ruangan itu , mana yang celsa keluarkan berputar putar mengitari tubuh celsa yang sedang terbaring
__ADS_1
lemah
angin menghembus pelan, celsa yang sedang menetralkan mana nya itu, terpejam hingga kehilangan kesadaran nya, ia pingsan saat itu juga
sesaat kemudian cahaya muncul dari langit langit kamar celsa, Cahaya itu kemudian berubah wujud menjadi seorang lelaki dewasa, dia adalah fox
fox yang sempat menghilang kini kembali lagi menemui celsa yang sudah terbaring lemah
" apa yang terjadi di sini?" tanya fox
fox melangkah maju mendekati tempat celsa merebahkan tubuh nya,dengan jari nya ia kemudian menyentuh tangan celsa yang terlihat seperti goresan goresan akibat pertarungan
ia kemudian beralih memandangi serpihan mana biru melayang layang di udara
" anak ini memaksakan tubuh nya untuk mengeluarkan mana yang besar"
fox kemudian mengeluarkan mana nya juga, serpihan mana yang tadi nya melayang layang di udara mulai berputar deras memasuki tubuh celsa yang sedang terbaring, mana itu mulai masuk dan menyinari tubuh celsa secara perlahan, dengan cepat nya kulit celsa yang tadi nya terlihat ada nya goresan kini mulai menghilang seketika
fox kembali menetralkan mana yang ia keluarkan, sekarang tersisa keheningan yang ada di ruangan itu
" ah fox, sejak kapan kau berada di sini?" tanya celsa yang sudah terbangun dengan posisi yang terduduk
"....." fox tak mengeluarkan suara pada celsa yang sedang bertanya pada nya, ia hanya menatap celsa dengan wajah datar nya
" mengapa kau memandangi ku seperti itu fox, ada apa?" tanya celsa lagi pada fox yang sedari tadi tak menjawab pertanyaan nya
" mengapa kau mengeluarkan mana mu dengan tubuh selemah ini, aku baru memindahkan jiwa mu, kekuatan mana mu yang dulu belum kembali, apa kau ingin mati lagi" tutur kata fox dingin
" maaf kan aku, jujur saja, aku sebenarnya nya tak ingin mengeluarkan mana ku, namun saat melihat pelayan dengan wujud setengah Monster itu, membuat ku mengigat seseorang yang pernah ku bunuh di kehidupan sebelumnya nya" celsa menatap fox dengan tatapan yang bingung. " ini cukup aneh, fox ini bukan seperti yang ku pikir kan bukan?" tanya nya memastikan
fox menatap celsa , tangan kiri nya ia tutup pada wajah nya, mata nya ia pejam kan seakan akan ingin mengatakan sesuatu yang seharusnya ia katakan
" seperti nya kau harus tau tentang ini"
__ADS_1
" celsa, kau berada di kehidupan sebelumnya nya , namun dunia yang kau tempati sekarat ini sudah seribu tahun lama nya, tempat yang pernah kau hancurkan gerbang kegelapan milik zenos berada"
mata celsa membulat tak percaya, ia tak menyangka dengan apa yang saat ini ia alami, ia kembali ke dunia yang sama, namun dengan waktu yang begitu lama, sedang kan saat ledakan itu terjadi, celsa tiada namun saat bangun sudah berada di tubuh dan kehidupan baru nya
" i..itu tidak mungkin"
****************
di ruangan yang di penuhi prajurit terlihat satu orang sedang tergeletak di lantai, darah dari tubuh nya mengalir deras keluar, wujud nya tak seperti setengah Monster lagi, sekarang ia sudah kembali ke wujud pelayan yang biasa nya ia gunakan
" yang mulia ini adalah seorang pelayan, dia pelayan pribadi tuan putri celsa, nuan " tutur prajurit itu pada Duke yang berdiri di sisi nya
" berani sekali kau ingin membunuh anak ku dengan wujud palsu mu ini!" Duke sedo menusuk pedang nya pada perut pelayan yang sudah tergeletak itu
Duke kemudian melirik kearah prajurit nya " cari informasi tentang mahluk ini berasal, bunuh dia secara perlahan jika ia tak mau mengatakan sesuatu!" jelas Duke pada prajurit nya
" BAIK YANG MULAI" ucap serempak para prajurit itu pada Duke
Duke Sedo kemudian mengangkat pedang dari perut pelayan yang sudah terkapar lemah namun hidup, ia kemudian keluar dari ruangan itu dan kembali ke kediaman nya di kerajaan guardian berada
saat ia menuju lorong lorong kerajaan itu, seorang pelayan dan satu prajurit menghampiri Duke, mereka memberi salam dan menunduk, Duke mengangguk dengan wibawa nya
" yang mulai, kerajaan mentari telah tiba"
Duke Sedo yang mendengar perkataan prajurit itu mematung sesaat, ia lupa bahwa kerajaan mentari akan datang di kediaman nya, namun kerena kerusuhan yang terjadi di kediaman nya, ia harus menangani nya sendiri
" baiklah"
Duke sedo pun bergegas ke tempat ruangan kerja nya, ia sempat memerintah kan para prajurit nya jika kerajaan mentari telah datang mereka harus menyambut nya dan menunggu Duke Sedo di ruangan istana kerajaan nya
ia sedikit merasa bersalah karena tak menyambut langsung kedatangan yang mulia dari kerajaan mentari mengingat apa yang telah terjadi pada kedua anak nya ia mengeram dalam pikiran nya
" akan ku bunuh semua pelayan yang berkhianat kepada ku, jika aku tau sejak awal putra dan putri ku takkan mengalami semua ini"
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...