
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
🌹✨💞✨🌹
Kini kedua anak kembar tersebut saling bertatapan, mereka tak habis pikir seorang pelayan berani membentak seorang anak dari kerajaan guardian
" apa yang Kelian lakukan sialan, apa Kelian sengaja melakukan ini kepada ku!" teriak pelayan itu pada wajah celsa dan calix
"......"
kedua anak kembar tersebut terdiam, menyisakan sunyi ruangan yang besar tersebut, tak ada sepatah katapun yang mereka ucapkan untuk menjawab pertanyaan dari seorang pelayan tersebut
wajah seorang pelayan tersebut berubah merah padam , tampak nya ia sedang menahan amarah nya , namun sesaat kemudian celsa di dorong oleh seorang pelayan hingga terjatuh ke lantai, calix yang melihat hal itu terkejut apa yang baru saja dia lihat
" apa yang baru saja kau lakukan pelayan rendahan, beraninya kau mendorong ad.." belum sempat calix melanjutkan pembicaraan nya, asap hitam muncul di sekeliling tubuh nya, di iringi tangan seorang pelayan yang sedang memainkan jari jari nya mengarah pada calix yang berada di hadapan nya
asap hitam mulai mengelilingi tubuh calix , calix yang melihat hal itu terkejut kemudian memundurkan langkah nya sesaat, namun begitu asap yang melingkar di leher calix semakin tebal hingga mengangkat calix melayang layang ke udara, kini leher calix tercekik dengan asap hitam tebal yang berada di leher nya
" lep..lep..paskan" lirih calix yang sudah tercekik oleh gumpalan asap hitam
" hahahaha matilah matilah!" ucap seorang pelayan dengan dingin nya, kini suara nya berubah berat bagai kan monster yang sedang menangkap mangsanya , " aku akan membunuh kau terlebih dahulu, dan setelah itu adik mu" lanjut nya sembari melirik ke arah celsa yang sudah tak ada di tempat nya " di mana anak perempuan itu, beraninya kau kabur dari ku" mata pelayan itu melirik ke sana kemari mencari celsa yang tiba tiba menghilang dari pandangan pelayan itu
sesaat kemudian dari sisi belakang tubuh pelayan itu terdengar decitan sepatu menggesek lantai yang basah
" hahaha di sana kau rupanya" ucap pelayan itu tertawa sembari membalik kan badan nya ingin melihat celsa yang berada di belakang tubuh nya
namun sebelum pelayan itu membalik badan nya , celsa sudah melompat dan menendang wajah nya
Brukk..
pelayan itu terjatuh di iringi calix yang ikut terjatuh karena mana hitam yang mengikat nya ikut menghilang
aku menatap calix yang sedang berusaha menetralkan nafas nya, aku bergegas berlari ke arah nya " calix, kau baik baik saja" tutur ku dengan wajah kekhawatiran
" tidak aku baik baik saja, tetapi bagaimana cara mu melakukan nya, aku tidak pernah melihat mu menendang siapa pun?" tanya calix bingung dengan apa yang ia lihat
__ADS_1
celsa terdiam, tak ada sepatah kata pun yang ia ingin lontar kan, ia bahkan menatap calix dengan tatapan yang seduh
"apa yang harus ku jelaskan, aku bahkan bukan adek mu yang sesungguhnya, walau pun begitu, aku tidak mungkin mengatakan bahwa adik mu telah tiada, aku harap kau bisa mengerti walau aku diam sekali pun calix" gumam celsa dalam benat nya
di sisi lain pelayan yang tergeletak di lantai kini kembali berdiri, ia bahkan membuat mana hitam di kedua tangan nya
sisi kiri dan kana tubuh pelayan itu kini mulai memunculkan gumpalan asap hitam yang begitu mencekam, namun bagi celsa, gumpalan mana yang ia rasakan, tidak lah begitu kuat
pelayan itu menatap celsa dengan tatapan dingin, ia tak mengerti seorang anak berusia 8 tahun begitu tegap nya saat melihat mana di tangan nya, ia bahkan tak gemetaran atau pun takut tentang hal itu, ia bahkan berdiri dengan tegap nya melindungi saudara nya dari depan, tatapan nya begitu percaya, seakan akan ia akan menang dari nya
"tampak nya ruangan ini terlalu besar untuk kita bertiga, bagaimana jika kita pergi ke suatu tempat yang lebih mencekam" ucap sang pelayan pada calix dan celsa
" apa yang kau ingin kan nuan, jika kau ingin membunuh kami, bawa lah aku pergi , dan biar kan calix tetap di sini!" tutur celsa tegas
calix menoleh ke arah celsa yang tiba tiba mengatakan hal itu" apa maksud mu celsa, tidak, aku tak ingin kau dalam bahaya , biar kan aku ikut dengan mu"
" apa yang Kelian bincang kan , siapa yang akan membawa siapa, aku akan membawa Kelian berdua sekali gus hihihi" seketika mana hitam mulai memenuhi ruangan dansa , tubuh celsa dan calix mulai di penuhi mana hitam, mana tersebut berputar mengitari tubuh mereka kemudia menghilang dalam sekejam menyisakan jejak jejak kaki yang berada di ruangan tersebut
****************
tuk tuk tuk..
"masuk lah "
terlihat dari arah pintu, seorang lelaki berkemeja hitam dengan pedang di pinggang nya memasuki ruangan
" yang mulia, saya menerima pesan dari kesatria edon, bahwa kerajaan mentari akan datang ke kediaman guardian sebentar lagi"
" apa?, mengepa kerajaan mentari datang secara tiba tiba, yang mulai dari kerajaan mentari bahkan tak mengirimi surat sebelum nya?" tanya Duke Sedo pada kesatria berbaju hitam itu
" mohon bicara yang mulai, saya mendengar bahwa mereka ingin membicarakan hal penting secara langsung yang mulia " tutur prajurit itu menunduk
" baiklah, beritahu para prajurit penjaga bahwa kerajaan mentari akan segera datang, lalu beritahu pada para pelayan untuk menyambut yang mulia raja dari kerajaan mentari" ucap Duke sedo memerintah
" baik yang mulai, saya mohon undur diri"
__ADS_1
Duke Sedo mengangguk perlahan memberi isyarat kepada sang kesatria itu, kesatria yang berada di ruangan Duke menunduk kemudian kembali membuka pintu keluar dari ruangan tempat Duke sedo bekerja
" apa yang ingin di bicarakan yang mulia kerajaan mentari, hingga ingin mendatangi langsung di kediaman kerajaan guardian " gumam Duke Sedo berbicara pada pikiran nya
" seperti nya aku melupakan kedua anak kembar ku, aku harus memberitahu mereka untuk menyambut tamu dari kerajaan mentari, mungkin saat ini mereka sedang bermain di suatu tempat "
" Ronal !" teriak Duke sedo memanggil prajurit nya
" yang mulia memanggil saya?" ucap Ronal sang asisten Duke
" dimana putri celsa dan pangeran calix, apa mereka sedang bermain bersama?" tanya Duke sedo
" tentu yang mulia, seperti nya saat ini mereka sedang bermain di rumah kaca yang mulia, saya sempat melihat tuan putri celsa dan pangeran calix sedang memetik bunga yang berada di rumah kaca"
" baiklah, Ronal ikut dengan ku, kita akan pergi ke rumah kaca tempat anak anak ku bermain" ucap Duke Sedo memerintah
" baik yang mulai "
kini Duke Sedo pergi ke rumah kaca tempat celsa dan calix sempat bermain, namun saat sampai di sana , seorang pelayan yang sedang lewat mengatakan bahwa tuan putri dan, pangeran celsa, sudah tidak berada di rumah kaca ini
Duke Sedo pun bertanya ke arah mana kedua putra dan putri nya bermain, pelayan itu kemudian mengatakan bahwa mereka sempat menuju ke arah ruangan dansa yang tidak jauh dari rumah kaca tersebut
Duke Sedo yang mendengar perkataan pelayan tersebut sempat terdiam sesaat, ia mengingat bahwa celsa sempat terjatuh pada tangga yang berada di ruangan dangsa tersebut, ia kemudian dengan cepat berlari menuju ke arah tempat ruangan dangsa itu berada
saat sampai di sana, ruangan itu sudah di penuhi gumpalan gumpalan kabut yang bengitari ruangan dangsa itu, Duke Sedo kemudian beralih memandangi lantai yang sudah di penuhi jejak kaki- jejak kaki mungil milik kedua anak nya, namun terlihat ada jejak kaki orang dewasa berada di tiap sisi nya
Duke Sedo kemudian menatap sebuah ember dan tongkat pel yang biasa di gunakan para pelayan untuk membersihkan ruangan kerajaan
benda yang seharus nya di tata dengan rapi kini berhamburan ke sembarang tempat
" apa yang terjadi di sini, di mana calix dan celsa berada"
Duke Sedo kemudian menuruni tangga yang berada di sisi kiri nya, perlahan ia berjalan menuju lantai lantai yang kotor itu, ia kemudian menatap langit langit yang masih terlihat kabut hitam yang tersisa oleh mana pelayan yang bernama nuan tersebut
" ini sihir hitam" ucap Duke Sedo tegas
__ADS_1
...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......
...✨____________ 🌼🌼_______________✨...