Guardian Knight

Guardian Knight
chapter 6


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Seorang pelayan terlihat sedang mondar mandir di jendela kaca yang terbuka, seakan akan ia sedang menunggu sesuatu yang akan datang


raut wajah nya terlihat cemas, ia mengigit kuku jari nya kuat


terlihat seekor burung terbang mendekati jendela kaca yang terbuka itu, burung itu kemudian mendarat dan bertengger di antara ranting kayu yang berada di sisi jendela itu


wanita yang melihat seekor burung itu, kemudian mengambil nya secara perlahan, kini burung itu berada di tangan pelayan itu


raut wajah nya kini berubah saat melihat burung yang ia genggam, entah apa yang ia pikirkan, ia tersenyum miring begitu saja


terlihat seekor burung itu membawa gulungan surat di kaki nya, pelayan itu kemudian mengambil gulungan yang mengikat kaki kecil burung tersebut


kini sepucuk surat sudah berada pada tangan pelayan itu, ia kemudian membaca nya, entah apa isi surat itu, pelayan itu terlihat senang , ia bahkan tertawa terbahak bahak


" hahahaha" tawa nya lepas


" INI YANG KU INGINKAN! INI YANG KU INGIN KAN HAHAHAHA " suara pelayan itu kini berubah berat, tawa nya memecah keheningan pada ruangan yang kosong itu


" INI AKAN SANGAT MENYENANGKAN"


****************


saat ini celsa sedang mengelilingi ruangan, ia Tampak senang mengagumi ruangan ruangan yang kini ia tempati


Duke Sedo telah mengizinkan nya untuk bermain di luar, walau sebelum nya itu di larang karena kebiasaan celsa yang sering berlarian di lorong lorong pafilium


fox yang berada di belakang celsa tak terlihat oleh orang orang yang melintas, fox menggunakan sihir nya agar siapa pun tak dapat melihat nya kecuali celsa


" kebiasaan mu tidak pernah berubah ya, selalu mengagumi rumah mu sendiri" ucap fox yang berada di sisi celsa


" hey ini adalah seni, mengagumi ciptaan seseorang adalah seni kau tau" ucap celsa sembari mengangkat salah satu tangan nya mengarah kan pada guci guci yang berada di tiap dinding itu


" terserah kau saja" ucap fox malas

__ADS_1


celsa terus berjalan, hingga mata nya menangkap seorang pelayan yang sedang berjalan dengan cepat nya


" nuan sedang apa? mengapa berjalan secepat itu? " tanya celsa sambil memiring kan kepala nya, kini jari kecil nya ia letakan pada dagu nya


fox yang melihat tingkah celsa melirik tajam, ia tidak habis pikir perilaku celsa yang seperti gadis kecil sungguhan


" ma.. maaf kan saya nona, tapi ada pekerjaan yang saya harus lakukan, saya terburu buru hingga tidak melihat nona , maaf nona, saya sudah menganggu nona" ucap pelayan itu menunduk


" tak apa , maaf sudah menggangu pekerjaan mu" tutur celsa sambil tersenyum


" saya permisi nona" pelayan itu kemudian menunduk dan mulai kembali berjalan meninggalkan celsa dan fox yang berada di belakang nya


celsa yang berada di belakang nya menatap punggung pelayan itu yang sudah semakin menjauh


" mengapa kau melihat nya terus?" ucap fox pada celsa


" tidak, aku hanya mengira ngira saja " senyum muncul di bibirku


****************


terlihat pada meja yang berada di sisi ranjang celsa, di atas nya di penuhi makanan yang sangat lezat


fox yang tak tahan melihat begitu banyak makanan lezat di meja panjang , mulai megambil kue kek yang berada di piring bundar itu


" apa yang kau lakukan?" tanya celsa menarik kerak punggung baju fox


" memakan kue, apa lagi"


" ini milik ku, bukan punya mu" ucap celsa sambil merentangkan tangan, menutup meja makan yang berada di balakang tubuh nya


" hey jangan pelit pelit bocah tengik " fox mengangkat tubuh celsa dengan satu tangan nya, kini celsa yang sudah tidak menyentuh tanah mulai menggerutu


" turun kan aku..!"


fox mulai tersenyum miring, kini ia beralih memandangi dinding yang terdapat gagang yang di pakai untuk menggantung lampu


ia mulai berjalan ke arah gagak besi itu, celsa yang melihat fox mengarah pada gagang besi itu membulat kan Mata nya, ia menyadari apa yang fox akan lakukan

__ADS_1


" berhenti, fox , apa yang kau lakukan" celsa mulai benggerutu, ia mencoba menendang fox dengan kaki kecil nya, namun sayang usaha nya itu tak membawa hasil yang baik


fox yang mulai menjaili celsa, menggantung kerak baju celsa pada gagang besi itu, kini celsa sudah bergelantungan dengan baju yang tersangkut


" dasar kau fox sialan, turun kan aku" celsa berteriak pada fox yang berada di bawah nya " oh ini cara main mu ya rubah sialan" celsa mulai membuat mana sihir pada tangan nya , cahaya muncul pada telapak tangan nya


namun saat celsa ingin melempar mana nya itu, tiba tiba tubuh nya seketika melemah, mana yang ada di telapak tangan nya pun menghilang


celsa seketika pingsan saat itu juga, fox yang memang sudah menyadari ini akan terjadi, sengaja melakukan kejailan agar celsa mengeluarkan mana nya saat itu juga


fox mulai mengangkat celsa yang bergelantungan di dinding kamar, fox kemudian merebahkan tubuh celsa di ranjang nya


fox duduk di sisi celsa yang sedang berbaring,kini fox mulai mengeluarkan mana nya, kabut merah muncul di antara kedua tangan nya


fox memasukkan mana kabut berwarna merah itu pada tubuh celsa, saat fox menarik kembali mana nya, terlihat sihir hitam muncul di antara sihir fox


" sudah ku duga, tubuh gadis kecil ini di tanami sihir hitam, itu sebab nya celista belum terbiasa dengan tubuh baru nya, mana yang berada pada diri celista juga belum memulih, anak ini terlalu memaksakan diri nya di kehidupan sebelumnya nya"


mata merah fox berubah putih terang, kini ia melihat jalur mana yang mengalir di dalam tubuh celsa, mana yang berada di dalam tubuh celsa hanya berjalan lamban, terlihat di dalam tubuh celsa terdapat sihir hitam yang berada di jantung nya


" ini berbahaya" fox mulai mengeluarkan sihir hitam di dalam tubuh celsa, saat ia mengangkat nya, sihir itu tiba tiba mengurung tubuh fox dalam dinding kabut hitam


fox yang merupakan siluman rubah terkuat, tidak merasa adanya kekuatan yang menusuk dari sihir hitam tersebut, bagi nya, sihir hitam ini adalah sihir terlemah yang ia lihat


namun begitu, bagi tubuh yang tidak miliki mana, maka tubuh nya bisa saja hancur dalam sekejap


fox mulai menetralkan sihir mana pada tubuh nya, Kini, sihir hitam yang mengelilingi tubuh fox telah menghilang seketika


fox kemudian menatap celsa yang masih terbaring di ranjang nya, fox kembali mengeluarkan mana pada tangannya nya, kemudian cahaya putih muncul pada telapak tangan fox


fox kemudian memasukan mana nya pada jantung cela yang sebelumnya memiliki sihir hitam di dalam nya


sihir itu kemudian perlahan di serap oleh tubuh celsa, seketika itu juga fox menghilang mengikuti cahaya putih tersebut


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2