
Hari ini nampak cerah karena natal akan tiba semua warga kota nampak senang akan hal itu tapi di kota ini tidak akan turun salju dan itu sudah terjadi di setiap tahun. Aku hanya bersantai sejenak saat waktu istirahat tiba di atap sekolah dan melihat ke awan bahwa awanpun tidak akan menurunkan salju, suasana yang menyejukkan yang membuatku nyaman. Namun nampaknya itu hanyalah sebentar saja karena saat aku akan menutup mata untuk tidur sejenak bel masuk berbunyi dan menunjukan bahwa pelajaran akan dimulai kembali, kenapa di saat nyaman seperti ini aku tidak bisa tidur sejenak saja.
Sesampainya di kelas aku duduk dan mereka bertiga mendekatiku, ya tidak salah lagi TOSA,YAHAGI, dan SUJI. Mereka bertiga mendekatiku dan berkata tentang natal nanti, aku sudah sering mendengar hal ini setiap tahun dan aku mulai bosan mendengarnya.
"Kei apakah kau ada acara saat natal nanti"
"Ya nampaknya--"
"Oke natal nanti kita jalan-jalan mencari hal yang menarik"
"Aku belum selesai bicara--"
"Santai saja Kei natal nanti kau tidak akan sendiri lagi karena kita akan berkencan dengan gadis dari SMA lain di kota ini dan kau harus ikut"
"Apa yang kalian katakan, kalu natal pasti banyak phantom berkeliaran bukan"
"Kita keluarnya siang hari dasar"
Apa yang mereka katakan apakah harus aku ikut bersama mereka, tapi itu siang hari bukan dan itupun di hari minggu setelah ulangan selesai dan aku juga tidak ada pekerjaan lain.
"Permisi tapi Kei akan membantuku saat natal di rumahku"
"Heee, Mai!!"
__ADS_1
"Tapi itu hanya sebentae untuk melengkapi saja"
"Tidak bisa karena itu juga harus cepat diselesaikan"
Mai menyelamatkanku, terimakasih aku bisa bebas dari mereka dan yang pasti itu bohong bukan karena natal nanti keluarga mereka katanya mau liburan ke rumah saudaranya. Keluarga Mai memang suka bepergian berlibur dan ayahnya memintaku untuk menjaga Mai saat keluarganya pergi, aku juga tidak keberatan akan hal itu karena mereka sangat baik kepadaku.
Ibu guru Furuhasi masuk ke ruang kelas dan dia berkata bahwa akan menginformasikan hal yang penting.
"Semua duduk dengan rapi karena ibu akan menginformasikan hal yang penting untuk kalian"
"Ulangan akan dimajukan dan akan diadakan minggu depan!!"
Semua seisi kelas terkejut namun nampaknya bukan seisi kelas tapi seisi sekolah terkejut akan hal yang di katakan olehnya. Ulangan minggu depan itu memanglah mendadak dan aku belum belajar penuh hari ini dan apakah aku bisa menyelesaikannya.
"Itu terlalu mendadak ibu guru"
Aku akan belajar penuh mulai hari ini dan akan izin libur bekerja dulu karena akan ulangan, memang ketua sudah mengizinkanku untuk libur jika aku akan ulangan tapi hari ini sampai minggu depan aku akan fokus belajar dan setelah ulangan aku bisa bekerja kembali.
Waktu sekolah hari ini selesai dan bel pulang juga sudah berbunyi aku memutuskan untuk langsung pulang saja agar bisa fokus belajar, tapi saat aku akan pulang Mai berkata kepadaku dan meminta untuk belajar bersama. Tapi apakah dia bisa jika kami belajar bersama dan bisa fokus nanti, memang bagus bisa belajar bersama dan jika satu soal belum aku atau Mai belum ketahui kita bisa saling mencari jawaban bersama namun itu masalahnya. Aku tidak bisa menolaknya dan memutuskan untuk belajar bersama tapi untuk hari ini saja, saat pulang sekolah kami memutuskan untuk belajar dirumahku saja karena disitu tempatnya tidak ramai dan bisa fokus untuk belajar.
Sesampainya dirumahku dan kami akan belajar mereka berempat disini tidak bukan sekarang bukan berempat dan bertambah dua lagi RAISE, REN, KANA, HANA dan sikembar LISA, LISA. Kenapa mereka selalu disini ini bukanlah tempat para perkumpulan gadis dan rumahku bukanlah markas.
"Kenapa kalian semua disini dan yang lebuh pagi kenapa harus dirumahku, rumahku ini bukanlah tempat kumpulnya para gadis kalian tahu itu!!"
__ADS_1
"Selamat datang Kei maaf ya tapi kami sedang bosan dan kami ingin kesini"
"Haaa bukankah ada markas!"
"Ya dimarkas kami tidak diperbolehkan minum-minuman seperti ini oleh ketua karena ketua memmbenci minuman sejenis ini, Dan aku juga mengajak Lina beserta Lisa untuk keperkumpulan para gadis"
Aku sudah tidak peduli lagi dan mengajak Mai ke kamar untuk belajar menghadapi ujian namun sebelum itu aku menyuruh mereka untuk tidak berisik karena aku dan Mai akan belajar menghadapi ulangan, untung saja bahwa kamarku ini cukup kedap suara dan suara mereka dari luar tidak terdengar sama sekali. Kami belajar di kamarku dan setiap soal yang aku atau Mai tidak ketahui kami bisa saling bantu, namun aku heran apakah Lina dan Lisa tidak belajar menghadapi ulangan atau hanya sekolahku saja yang begini. Sudah lebih dari tiga jamm kami berdua belajar dan hana menyuguhkan kami jus sudah hampir habis kami minum selama kami belajar dan nampaknya hari mulai malam tapi aku berkata bahwa jika sampai malam hari aku akan mengantarnya sampai rumah. Memang mudah untuk pasukkan pemburu phantom untuk keluar saat malam hari dan tidak akan takut dengan adanya phantom sama sekali, waktu kini sudah menunjukan pukul 18:00 dan kami masih belajar. Aku bertanya kepada mai kapan Mai mau pulang dan dia berkata jam 19:00 saja dan sampai itu aku menyiapkan makan malam dulu untuk mengisi perut kami, terdengar tenang sekali dari luar apakah mereka sudah pergi dan aku memutuskan untuk mengeceknya.
Memang mereka sudah pergi menjalankan misi dan aku hanya melihat Hana sendiri, aku bertanya kepadanya kenapa tidak ikut mereka ke markas dan dia berkata bahwa seorang pria dan gadis yang seumuran tidak boleh ditinggalkan sendirian. Memangnya kenapa padahal aku dengannya juga tidak apa-apa dan juga aku tidak bakal berbuat hal buruk kepada Mai, Hana bilang hanya untuk jaga-jaga dan Hana juga sudah menyiapkan makan malam untuk kami berdua. Mai dipanggil turun untuk makan malam dan kami bertiga makan malam bersama dan makanan buatan Hana memang selalu enak karena sudah terbiasa membuat hal yang seperti ini, setelah kami selesai makan Mai ditelepon oleh ayahnya dan Mai berkata bahwa Mai sedang ada dirumahku dan akan segera pulang. Mai memintaku untuk mengantarnya pulang dan aku juga harus mengantarnya sampai kerumahnya karena hari mulai malam, selama perjalanan nampak bahwa jalanan di kota ini sangatlah sepi dan tidak ada orang yang keluar sama sekali.
Tapi saat disuatu gang kami melihatnya ada seseorang yang sedang berjalan keluar rumah, nampak bahwa dia bukanlah pasukkan pemburu phantom karena hanya kelompokku saja yang menjaga kota ini dan pringkat S atau A ditempatkan dikota lain yang sedikit phantom di kota itu.
"Kei siapa itu apakah dia itu dari timmu"
"Tidak tapi nampaknya dia manusia biasa"
"Lalu bagaimana dia keluar saat malam hari, bagaimana nanti jika dia di makan oleh phantom nanti"
"Aku akan menanyakannya"
Aku mendekat kepada orang itu dan saat aku memanggilnya dia memalingkan wajahnya dan saat itu aku terkejut bahwa orang itu adalah Tabeni Kiri. Wanita yang waktu itu aku selamatkan dan bekerja di bisnis milik Raise, aku heran kenapa dia keluar malam hari dan apakah dia tidak takut akan adanya phantom.
"Kau Kiri, kenapa kau keluar saat malam hari apakah kau tidak takut akan phantom"
__ADS_1
Kiri tidak bisa berbicara dan hanya menggunakan tangannya untuk memberitahuku kenapa dia sampai keluar saat malam hari, nampaknya arahan tangannya menunjukan ke arah supermarket dan ingin membeli sesuatu disana. Tapi tidak boleh keluar saat malam hari itu sangatlah berbahaya, Kiri hanya ingin membeli tisu toilet dan barang lainnya karena diapartemennya sudah habis. Boleh saja tapi apakah tidak bisa besok dan Kiri hanya menggerakkan kepalanya seakan bilang tidak, aku mengantar Kiri ke supermarket dan menyuruhnya untuk menungguku setelah aku mengantar Mai.
Setelah aku mengantar Mai aku kembali untuk menjemput Kiri dan nampaknya barang yang dia beli cukup banyak dan tak sengaja dia jatuhkan seperti minuman energi dan seperti sangatlah kuat sekali. Aku tidak mengerti tapi aku harus membantunya sampai Kiri sampai ke apartemennya, sesampainya di depan apartemen Kiri aku melihat kamarnya itu gelap dari luar dan dia langsung saja menyuruhku untuk pulang. Kenapa dia bertingkah seperti itu dan kenapa lampu kamarnya dimatikan aku juga tidak mengerti lalu aku kembali kerumah saja untuk melanjutkan belajarku.