GUARDIAN OF DESTINY

GUARDIAN OF DESTINY
KEMBALI


__ADS_3

Aku terbangun di sebuah rumahsakit dengan kepala yang diperban rapi juga nampak banyak sekali orang di balik tirai ruanganku dirawat, dokter datang kepadaku untuk bertanya tentang kondisiku dan aku hanya menjawab bahwa kondisiku baik-baik saja beserta nempak wajah dia senang mendengar hal itu. Aku di suruh untuk kembali beristirahat dan setelah itu dokter keluar meninggalkan ruangan, setelah dokter keluar ruangan ternyata anggota dari kelompokku datang menemuiku beserta membawa anak kecil bersamanya.


"Kei… apakah kau baik-baik saja"


"Iya kondisiku sekarang sudah baikan"


"Papa…."


"Eh… papa?"


"Kei sebenarnya itu anak yang kau bawa setelah lama kau pergi"


"Apakah benar begitu?"


"Iya kei, kau sangat melindunginya namun jika kau tidak ingin dia bersamamu maka kami terpaksa untuk membawanya ke pantiasuhan"


"Tidak… aku tidak ingin jauh dari papa, papa sudah berjanji akan tetap bersamaku juga akan melindungiku"


"Tapi jika begini kei akan-"


"Tunggu… apakah kau benar anakku?"


"Papa membawaku saat aku sendiri waktu itu dan papa telah berjanji untuk melindungiku dan membuatku tetap hidup"


"Tapi itu saat kei sedang tidak sadar-"


"Tunggu Glen!, aku akan merawatnya"


"Apakah kau yakin"


"Iya"


"Papa!…"


Aku tidak ingat jelas tapi nampaknya aku telah membuat sebuah janji kepada anak ini dan aku harus menepati janji itu dan akan merawatnya.


"Oh iya dimana Mai?"


"Mai aku suruh untuk pulang karena dia selalu di sampingmu selama kau tidur, aku tidak tahu waktunya tapi kau tidur sudah lebih dari tujuh hari"


"Eh… apakah selama itu!"


"Sudah-sudah biarkan Kei untuk istirahat kembali dan juga Kei aku perintahkan kepadamu untuk tidak bekerja dulu selama dua minggu untuk menjaga kesehatanmu"


"Eh dua minggu Ketua, bukankah itu terlalu lama?"


"Itu untuk kesehatanmu"


Ketua menyuruhku untuk tidak bekerja selama dua minggu tapi dua minggu bagiku itu waktu yang sangatlah lama beserta bagaimana kindisi diluar sana setelah aku tertidur saat ini.

__ADS_1


KEKAISARAN BARU "ELGOJO"


"Lapor Raja, Raja ketujuh telah tertangkap dan nampaknya Raja ketujuh ingatan miliknya telah kembali"


"Sudah tidak apa-apa karena dia itu adalah alat untuk membangun kekaisaran di kota ini…. Hahahahaha"


"Seperti biasa ya kembaranku bahwa kakak selalu tertawa saat rencananya berhasil"


"Iya dia memang selalu begitu"


"Kalian adik kembarku!!"


"Iya ada apa kakak?"


"Kalian berdua sebagai Raja aku perintahkan karena aku ini Raja beserta kalian kakak kalian aku perintahkan kalian untuk menghabisi Raja ketujuh"


"Baik kakak"


Raja kembar dan juga biasa di sebut dengan raja tanpa wajah ini mengincarku namun saat ini kondisiku sangatlah lemah beserta aku juga sedang di rawat di rumah sakit saat ini.


RUMAH SAKIT INTI (LAST HOSPITAL)


Aku terbaring disini dan tanpa pekerjaan apapun diriku merasa sangatlah bosan, tapi nampaknya sekarang aku sedang dihibur oleh anak yang mengaku sebagai anakku dan namanya adalah SANSERA LUCY dia berkata bahwa aku yang telah menamainya begitu.


"Ne… papa, apakah papa sedang sakit"


"Apakah papa tidak kembali ke pesawat besar itu"


"Pesawat?"


"Iya pesawat yang membawa banyak sekali monster"


*kapan aku di dalam pesawat dan juga monster apa yang dia maksud*


"Yaudah ngga papa kalau papa ngga ingat, Lucy disini dengan papa saja itu juga sudah Lucy anggap tidak apa-apa"


"Iya terimakasih"


Aku tidak mengerti apa yang Lucy maksud tapi nampaknya Lucy sedang membicarakan saat aku tertidur.


"Hei.. Lucy, apakah aku eh maksudnya papa boleh bertanya?"


"Boleh kok"


"Papa waktu itu seperti apa?"


"Papa waktu itu ne-"


"Permisi"

__ADS_1


Tiba-tiba saja Mai datang dengan wajah lesu namun nampaknya setelah Mai melihatku yang sudah terbangun dengan kondisi baik-baik saja Mai kembali ceria, Mai berlari dan langsung memelukku tanpa alasan namun nampaknya Mai sangatlah senang melihatku.


"Kei kau baik-baik saja"


"Iya aku baik-baik saja sekarang"


"Syukurlah"


"Papa wanita ini siapa"


"Eh… iya ini Mai dan dia adalah kekasih papa"


"Wah… mama!"


"Eh… mama?"


"Iya, papa berkata bahwa kau kekasihnya berarti kau adalah mamaku"


"Mama… itu bukankah terlalu cepat"


"Jangan asal begitu Lucy lihat Mai malu itu"


"Eh… apa yang kau katakan Kei!"


"Tidak, tidak apa-apa"


"Jadi Lucy mengapa kau memanggil Kei dengan sebutan papa?"


"Eto… jadi Lucy ini tidak memiliki papa makannya Lucy memanggil papa dengan sebutan papa dan juga papa sudah berjanji akan tetap bersama Lucy"


"Anak pintar"


"Hehe…"


Nampak wajah dari Mai menunjukan wajah yang cukup ceria mendengar hal yang di katakan Lucy dan setelah itu Mai yang membawa kue buatannya membagikan satu untuk Lucy agar memakan kue itu karena anak kecil sangatlah suka yang namanya kue. Lucy memakannya dan saat dia memakan satu suapan Lucy berkata bahwa kue itu pernah Lucy makan saat berada di pesawat.


*pesawat, pesawat apa yang Lucy maksud?*


"Apakah kau baik-baik saja Kei merawatnya"


"Justru aku yang menanyakan hal itu kepadamu, apakah baik-baik saja ada Lucy di hidupku saat ini"


"Itu aku juga suka dengan Lucy dan aku ingin dia juga ada di dalam hidupku"


"Kenapa wajahmu memerah"


"Gatau bodo amat"


Wajah Mai memerah dan kali ini aku berusaha untuk memulihkan tubuhku agar bisa kembali bekerja dan juga aku penasaran kenapa tubuhku melemah saat ini apakah dampak dari sesuatu hal yang tidak aku mengerti ataukah bagaimana, sejujurnya aku tidak tahu apa kelebihan dan kekurangan tubuhku ini tapi aku akan berusaha untuk menjaganya beserta akan menjadi kuat lebih kuat lagi agar dunia ini bisa damai.

__ADS_1


__ADS_2