
Rumah yang kosong kayu lantai yang sudah rapuh beserta di rumah ini sangatlah sesikit cahaya yang masuk dan memang inilah suatu tempat yang sangat disukai oleh phantom, Aku tidak melihat mereka berdua tapi dirumah sebesar ini sangatlah susah untuk kita saling lupa akan arah.
*bruughh!*
Bunyi itu lagi terdengar dan seakan sangatlah keras, kami berlari menuju arah bunyi tersebut namun semakin dalam rumah ini maka akan semakin banyak pula ruangan yang tersebar dan membuat kami bingun untuk menentukan arahnya.
"Bagaimana ini, disini terdapat banyak sekali jalan untuk masuk keruangan yang berbeda"
"Kita berpencar disini"
"Apa!, bukankah itu akan berbahaya"
"Sebagai tidak adanya ketua dimisi ini kita harus berpencar agar lebih mudah menemukan phantom itu"
"Baiklah aku akan menuju jalan paling ujung, Hana di tengah, Koga di ujung sebaliknya, Taro di lorong sebelah Koga dan ruangan lebihnya kita akan pergi secara bersamaan"
"Oke itu bagus"
Aku berpencar dengan temanku untuk membasmi phantom ini dan menemukan mereka berdua, seperti yang aku duga bahwa semakin dalam aku menuju kedalam lorong ini maka semakin gelap rasanya dan juga aku merasakan baunya sangat menyengat dari depanku berlari. Baunya sangatlah menyengat seakan aku air mata dari mataku akan keluar tapi aku merasakan bahwa bau ini berasal dari salah satu phantom di depan saja yang sedang menungguku untuk aku basmi, saat aku terus berlari dan seakan jauh dengan tempat aku dan temanku berpisah akupun menemukan letak asal bau itu berasal.
Phantom itu sangatlah besat berbentuk seperti siput tanpa cangkang yang memiliki lendir berwarna hijau beserta baunya ini yang membuatku mengeluarkan air mata karena baunya sangatlah busuk, phantom itu seakan tidak pernah di ketahui beserta aku melihat bangakai tulang manusia berserakan di sepinggir tubuhnya. Sekarang aku harus menghubungi mereka terlebih dahulu sebelum mengarahkan kekuatanku kearahnya.
*Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi*
__ADS_1
Mustahil ini bukanlah lokasi yang jauh dan juga Hana beserta yang lain tidak akan menutup telepob mereka sedetikpun saat melaksanakan misi, ya memang harus aku yang akan mengalahkannya disini sendirian dan juga mungkin itu baguskarena aku juga baru memasuki misiku setelah lama beristirahat.
"TEKNIK HENING KEEMPAT TUSUKKAN-"
"Kei! Tolong aku"
Suara terdengar dari asal suara ini namun dimana aku tidak melihat orang yang meanggilku tadi.
"Diatas kei, tolong kami! Para phantom itu mengeluarkan bau yang sangatlah busuk hingga kami semua melemah dan lingsan"
"Para phantom! Bukankah-"
"Mereka ada banyak Kei!"
"Keluar kalian para phantom!"
Semoga saja dengan suara bising seperti itu membuat para phantom itu keluar, memang seperti dugaanku kali ini. Tiga phantom berbeda jenis keluar dari tempat daerah mereka masing-masih dan juga yang berkaki empat di sebelah phantom siput itu sangatlah mengerikkan seakan kaki itu bukanlah kaki biasa melankan sebuah tangan.
Serangan pertama yang phantom itu berikan adalah dari phantom berbentuk siput itu yaitu dengan mengeluarkan udara bau yang amatlah busuk disertai phantom berkaki empat yang mengeluarkan cairan dan menembakkannya kearahku terus menerus hingga membuat aku menghindar kesana-kemari. Aku sudah tahu serangan dari phantom dua itu dan kini tinggal phantom satunya lagi yang berbentuk laba-laba sedang merembet di atasku seaka menunggu aku lengah, tapi maaf saja karena aku sudah terlatih untuk menakhlukkan monster seperti kalian.
Phantom berbentuk laba-laba itu menembakkan sebuah benang yang disertai cairan seakan cairan itu amat sangatlah lengket hingga phantom itu harus memutuskan benangnya saat menempel di lantai dan kini tinggal aku saja melangkah mju untuk melenyapkannya.
"TEKNIK HENING KESEMBILAN [KABUT ICE]"
__ADS_1
Nampaknya aku berhasil membuat kabut yang membuat serangan mereka bertebaran kearah yang salah juga disini aku bisa merasakan mereka dari dinginnya ice milikku ini dan sekarang saatnya.
"TEKNIK HENING KE TUJUH [TUSUKAN RIBUAN JARUM]"
Phantom darat ini sudah aku lumpuhkan dan sekarang hanya tinggal yang sedang menempel di atasku ini yang akan aku musnahkan, tapi nampaknya susah karena atap itu amatlah tinggi dan juga aku ini tidak bisa terbang. Pahntom itu terus menyerangku kesana kemari sampai aku memiliki cara akan hal yang aku lihat, cara itu adalah dengan membekukan tali aneh yang phantom itu berikan dan menarikknya kebawah karena aku melihat bahwa memutuskan tali miliknya saja itu memakan waktu lama bagi phantom tersebut.
"Sekarang kau kena TEKNIK HENING KE TIGA [PEMBEKUAN TAK BERNYAWA]"
Seperti yang aku duga bahwa phantom itu sangatlah lemat hingga membuat terjatuh hanya dengan menarik jaringnya saja dan kini aku akan membuat phantom itu musnah.
"Rajaku-"
"TEKNIK HENING KE LIMA [SERANGAN PEMBEKU DARAH] eh.."
Phantom itu berhasil membeku dan kini sudah tidak ada darah ditubuhnya juga kini phantom ini telah musnah tapi suara apa yang mengalir di telingaku tadi seakan ada yang mengatakan "Rajaku".
"Oii.. kei sampai kapan kami akan tetap disini"
"Maaf aku akan menurunkan kalian… tapi bagaimana!"
"Dasar bodoh cari cara sana"
Misi kali ini berhasil juga aku kembali kemarkas melihat ketua yang telah pulang dari perkumpulan pentingnya yang membawa hadiah untuk kami, hadiah yang ketua berikan adalah sebotol minuman yang kami sukai beserta kue yang amatlah manis. Mungkin untuk misi kali ini kami bisa menyelesaikannya tapi kekuatan timku tadi sangatlah rapuh hingga membuat mereka terjebak seperti itu saat ketua tidak itu dalam pemburuan.
__ADS_1