
GUARDIAN OF DESTINY: The Lost Empire
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Kini aku menjalin hubungan dengan Mai yaitu teman masa kecilku, namun aku tidak tahu hubungan sebagai seorang kekasih dan hanya sibuk bekerja di malam hari. Kini Mai mewarisi bisnis keluarganya yaitu menjual kue dan kini Mai sudah bisa membuat kue yang enak seperti yang keluarganya inginkan, aku sering pergi ke rumah Mai saat siang hari karena saat siang hari aku tidak ada pekerjaan sama sekali dan hanya bersantai menunggu malam.
"Ahh…. Bosan"
Kata-kata yang sering aku ucapkan setelah lulus dari SMA dan hanya bersantai di siang hari, namun nampaknya untuk hari ini kian berbeda karena Mai menelponku saat aku sedang bosan-bosannya.
"Anu…. Kei apakah kau bisa kesini untuk membantuku?"
"Eh ya bisa saja si.."
__ADS_1
"Tolong kesini cepat ya…"
Aku mendapatkan telepon dari Mai bahwa dia meminta pertolonganku untuk siang hari ini, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan disana tapi aku harus pergi kesana karena Mai memanggilku dan lain dari itu dia juga kekasihku dan aku harus membantunya selalu saat membutuhkan. Lalu aku kesana dengan berjalan kaki dan sesampainya disana ternyata ayah dan ibunya akan pergi dan menitip bahwa aku harus menjaga toko itu bersama Mai selama mereka pergi dan adik Mai juga ikut bersamanya, tapi apa yang harus aku lakukan disini karena aku juga belum pandai dalam membuat hal semacam ini dan bagaimana nanti jika gagal dan malah hancur nanti.
Mai mendekat kepadaku dan berkata bahwa Mai akan membantuku nanti dan kini aku hanya perlu menemaninya saat ada di toko dan membantu untuk menjual kue yang telah Mai buat. Mai membuat kue itu di dapur dan aku hanya duduk di kasir depan dan merasa bahwa ini adalah seperti layaknya keluarga yang sedang menjalankan bisnisnya, perasaan gugup apa ini dan terasa belum pernah aku rasakan sebelumnya namun kini aku rasakan saat ini adalah suatu seperti layaknya gugup dengan pikiran yang berantakan. Mai sudah berhasil membuat kuenya dan menyuruhku untuk mencobanya namun aku kini hanya menjaga toko tapi Mai masih menyuruhku untuk mencoba kue yang telah dia buat, aku mencobanya untuk menghargai hasil usahanya dan memang benar bahwa apa yang Mai buat selalu enak di lidahku dan kini aku mengatakan dengan jujur bahwa kue ini sangatlah enak di lidahku dan terasa sangat enak.
Setelah aku mencobanya dan saat itu juga ada pelanggan yang membeli kue di toko Mai dan nampak bahwa dia sudah menjadi langganan di toko ini dan Mai terasa sangat akrab dengannya, pelanggan itu membeli kue yang biasa dia beli dan aku hanya memberi lalu menaksir harga tersebut. Lalu pelanggan kedua datang dan nampak mulai siang dan toko ini mulai ramai, banyak yang datang untuk membeli kue dan ada juga yang memakan disini. Layaknya sebuah cafe tapi ini memang nampak seperti cafe dan memiliki suasana yang menenangkan dengan tidak adanya kebisingan dari jalan raya karena memang letaknya yang cukup jauh dari jalan raya dan memiki aliran sungai di sebelah toko yang membuat suara yang menenangkan.
Nampaknya hari ini sangatlah sial untukku pulang karena hujan datang saat aku akan pulang dan di sore hari ini disertai angin kencang, orang tua Maj menelpon dan berkata bahwa mereka menguruhku untuk menjaga Mai dengan tokonya dan menginal untuk hari ini saja karena hari sudah mau malam. Mereka berkata bahwa harus menginap di hotel karena hujan yang lebat dan menyuruhku untuk menginap di rumah Mai, ini adalah hal yang sudah di pastikan arena aku harus menjaga Mai karena hujan kali ini cukup lebat dan juga kalau hujan selebat ini membuat mati listrik bisa terjadi.
Dengan terpaksa aku menginap di rumah Mai dan dia menunjukan kamarku untuk beristirahat tapi aku berkata kepadanya bahwa aku harus bekerja saat malam hari dan saat hujan reda aku harus berangkat bekerja tapi Mai berkata bahwa orang tua mereka menginap dan Mai sendirian dirumah, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian dirumah karena Mai sendirian dirumah dan malam ini dia harus sendirian. Aku berpikir atas hal itu saat sedang hujan dan kini hujan malah semakin deras saja, membuatku terjebak di rumah Mai dan kini kami hanya berdua di dalam satu rumah. Aku berpikir bahwa ada apa dengan kondisi ini namun aku dan Mai sudah menjadi kekasih bukan dan hal ini akan sering terjadi namun kini Mai mendekat sekali kepadaku, apa karena dingin atau karena Mai takut aku juga tidak mengerti dan memutuskan untuk duduk saja di ruang televisi. Kami duduk bersama dan nampak kini terasa dingin, eh… dingin tapi aku memanglah dingin tapi kenapa Mai malah mendekat kepadaku apakah aku ini terasa hangat saat sedang tidak mengeluarkan kekuatanku tapi selama ini aku tidak mengerti rasa dingin kecuali di lidahku.
Malam nampak semakin larut dan hujan kini masih berlanjut dan saat aku akan ke toilet nampak bahwa Mai sudah tidur di sebelahku samb bersandar di bahuku, aku melapor bahwa kini aku menjalankan tugas agak sedikit terlambat karena aku harus menjaga mai disini namun nampaknya ketua berkata untuk santai saja dan nikmati masa mudamu. Masa muda? Aku tidak tahu yang ketua katakan tapi terakhir dia berkata bahwa santai saja dan hari ini biar kami yang urus, namun aku tidak bisa bersantai dan tampaknya aku saja sekarang yang tidak melaksanakan pekerjaanku untuk hari ini karena terjevak hujan yang di sertai Mai yang ada di sebelahku sedang tertidur lelap di bahuku.
__ADS_1
Aku tidak bisa membangunkannya begini dan aku hanya menggunakan jaketku untuk menutupinya agar tidak kedinginan, nampak bahwa kindisi isi seperti kekasih yang sedang berduaan di bawah hujan dan bermesraan. Tapi aku yang di sebelahnya dengan rasa hangat dan bunyi hujan yang membuatku nyaman ini sangatlah membuatku mengantuk sampai aku mulai tertidur di sebelahnya, nampak bahwa aku tertidur di sebelahnya Mai sambil Mai yang memegang tanganku saat tidur dan kepala kami yang saling bersentuhan membuat kondisi ini seperti layaknya drama romantis.
Sampai hujan nampak reda dan suara burung berbunyi lalu saat aku terbangun aku tersadar bahwa aku sedang ada di rumah Mai, lalu aku bangun dan terdapat selimut di badanku yang menutupiku sangat hangat. Aku melihat Mai dan dia berkata bahwa untuk tetap tidur jika aku masih mengantuk, tapi ini rumahnya aku tidak bisa tidur sembarangan. Mai mengatakan bahwa orangtuanya sebentar lagi pulang dan menyuruhku untuk sarapan disini, aku tidak bisa menolaknya dan harus sarapan disini. Aku membantu Mai untuk menyiapkan sarapan lalu setelah kami sudah menyiapkan semua ternyata orangtua Mai sudah pulang dan melihat kami sedang menyiapkan sarapan bersama, mereka berkata itu seperti suami istri tapi aku hanya membantunya dan tidak bisa tinggal diam hanya itu saja. Tapi nampaknya mereka tidak percaya dan nampak bahwa muka Mai memerah. Kali ini nampak hari yang cukup berat dan hari selanjutnya semoga saja bisa aku jalani lebih sempurna agar tidak muncul kejadian seperti ini.
*kemarin kau bertemu dengannya*
*ya aku bertemu dengannya*
*ENTENSE SKY*
*kalian adik kembarku, kuperintahkan kalian raja kedua dan ketiga untuk melenyapkannya*
*demi membalaskan dendam big mom dan kelangsungan hidup para phantom*
__ADS_1