GUARDIAN OF DESTINY

GUARDIAN OF DESTINY
NAMA


__ADS_3

"Raja ketujuh CYFER"


Pria itu menatapku seolah melihat phantom perukuran besar dengan kekuatan melebihi apapun ada di depannya, tatapan wajahnya kosong dengan ketakutan keluar dari seluruh tubuhnya namun yang dia katakan tadi itu aku tidak mengerti. Apa itu kepala pelindung dan kenapa dia nampak mengenali wajahku karena aku baru bertemu dengannya saat ini dan dia berkata bahwa dia pernah menemuiku dengan kepala pelindung, aku tidak mengerti sama sekali namun yang jelas aku menyuruhnya untuk mengatakan informasi tentang kota ini sekarang dan bersiap untuk melawan kami.


"Kau bersiaplah untuk kehancuran dari kota ini"


"Hentikan!!…. Toling hentikan….. anakku dan istriku ada di kota ini dan aku hanyalah seorang pemburu biasa disini yang menafkahi keluargaku, jadi tolong untuk tidak menghancurkan kota ini"


"Jadi keluargamu disini tapi maaf dan aku tidak bisa melenyapkan keinginanku ini"


"Bersiaplah manusia bahwa kematian kalian sangatlah membutku terhibur"


"Kau….. kau…… bukankah kau adalah anggota dari PINTO yang bernama Agato Kei bukan dan kenapa kau malah jadi seperti ini"


"Hentikan!!!…… aku bukanlah dia dan dia kini sudah tidur sangatlah lelap di dalam sini jadi tidaklah kau untuk memanggilnya kembali"


"Kei tertidur….."


"Bawa dia pergi dan bilang bahwa kota ini akan hancur"

__ADS_1


"Kau apakan Kei… woi monster"


Kami berjalan kembali ke arah kota yang akan kami musnahkan dan nampak wajah manusia saat itu sangatlah ketakutan melihat awan hitam yang disertai dengan puluhan ribu phantom tingkat tinggi sedang menuju kota yang mereka tinggali. Panik dan ketakutan terdengar dari kejauhan dan semua manusia itu hanyalah berlari dan tidak ada satupun yang terlihat ingin melawan kami, cahaya matahari tertutup awan hitam yang berisi kematian para manusia. Ketakutan itulah sumber kekuatan kami dan makanan kami adalah manusia itu sendiri, semua yang ada di dunia ini akan kami musnahkan dan hanya akan ada yang namanya senyuman dari makhluk yang aku perintahkan sekarang.


Banyak sekali lampu sorot diarahkan ke kami namun sudah aku cegah dengan kekuatanku, mereka ketakutan karena tahu bahwa kekuatan satu-satunya yang mengendalikan elemen ini hanyalah ENTENSE SKY yaitu diriku sendiri. Tidak ada cahaya yang terlihat di depanku dan hanya ada kegelapan dan bayangan dari orang-orang yang akan mati beserta nyawa mereka yang merintih pertolongan, manusia hanyalah makanan bagi kami tapi perasaan ini tidak kunjung hilang di dalam diriku. Perasaan ini memanggilku untuk pergi dan diriku yang kejam ini seakan menangkalnya, sebuah perasaan yang sangat ingin keluar tapi seakan selalu di cegah membuat diriku sangat tidak bisa berkonsentrasi.


Saat itulah aku tirun ke kota tersebut dan berkata bahwa ini hanyalah sebuah permainan bagiku, aku menuju ke arah pusat kota dan melihat bahwa wajah manusia saat itu sangatlah beragam. Melihat dari hal itu diriku seakan ingin memmbunuh mereka semua namun nampak bahwa mereka semua berlari ketakutan membuatku sangatlah bahagia, namun saat itu aku melihat seorang anak kecil dengan kondisi yang membuat diriku bergerak menuju kearahnya.


"Kau tidak apa-apa?"


"Mama… aku harus bertemu dengan mama…"


"Tidak aku ingin bertemu dengan mama"


Anak kecil ini sangat ingin bertemu dengann ibunya namun kenapa dia rela tidak lari hannya untuj menemuinya, karena hal ini akan terasa menarik dan aku juga merasa bosan menunggu pasukanku tiba aku memutuskan untuk mengikuti anak itu dan datang ke ibunya. Kami berjalan berdua dan yang kami temui saat itu adalh sebuah makam, makam yang nampak sangatlah bersih seakan dirawat sangat oleh seseorang.


"Apakah itu ibumu?"


"Ya… dan aku ingin melihatnya sebelum para phantom menghancurkan semua kota ini"

__ADS_1


"Oh….. lallu ayahmu kemana?"


"Ayahku pergi menniggalkanku dan aku hanya hidup sendirian dengan diusir sana-sini untuk hidup"


Anak yang aneh dengann nasib yang sangatlah buruk. Aku beranggapan bahwa dia memiliki roh didalam tubuhnya namun jika belum maka dia adalah seorang manusia yang memiliki nasib yang masih beruntung.


"Apakah kau akan lari nanti dan bagaimana kau akan tinggal setelah itu"


"Aku akan mengungsi dan aku akan tinggal dimana saja asalkan aku bisa hidup karena ibuku menyuruhku untuk hidup"


*Kei hiduplah dan hadapi semua dengan langkah yang maju lalu janganlah kau untuk mundur walaupun hanya satu langkah*


Kata hidup itu membuat kepalaku sakit dan kini apa yang dia katakan tadi membuatku seakan tersadar tapi semua pasukanku sudah sampai di kota ini dan sudah menyerang mulai dari linggir kota.


"Hei…. Apa kau ingin hidup?"


"Iya.. aku ingin hidup"


"Ikutlah denganku dan kau akan selalu hidup"

__ADS_1


Aku membawanya karena beranggapan bahwa roh akan menghampirinya dan saat itulah aku akan memakan lebih banyak roh di dunia ini dan akan menjadi yang terkuat untuk membangkitkan senyuman itu kembali.


__ADS_2