
Ledakan itu membuat seisi kapal merceceran isinya ke segala arah dan aku hanya melihat sesuatu hal yang sama terjadi yaitu mimpi yang datang kembali.
"Astaga kamu melakukan lagi ya Kei!"
"Apa ini mimpi itu kembali"
"Iya ini aku lagi dan sudah berapa kali aku katakan untuk kau lebih berhati-hati, tapi kau malah mengambil tindakan yang konyol"
"Maaf tapi aku harus menyelamatkan kota"
"Memang seharusnya begitu dan Kei akan aku ingatkan ini kepadamu bahwa kau kini adalah seorang KING, sebelumnya pemilik dari kekuatan ini hanya ada satu yang mencapai ke kekuatan itu tapi kali ini kau berhasil mencapainya dan kekuatan itu kembali, aku peringatkan bahwa kekuatan ini melebihi semua roh dan semua Raja"
"Raja dan roh!"
"Iya jadi kau harus menggunakannya dan juga mengendalikannya, jika kau gagal mengendalikannya maka kekuatan itu akan menguasaimu tapi jika kau berhasil mengendalikannya maka kau akan menemukan kekuatan yang amat sangatlah hebat"
"Apa maksudmu itu?!"
"Yang jelas pergilah dan basmi para phantom itu maka kau akan mengetahui apa yang aku maksud"
Aku bangkit kembali dari mimpi itu dan melihat bahwa kapal besar yang aku naiki tadi sudah hancur bersama para Raja disana yang tersenyum akan melihat hal itu, tapi aku masih hidup dan kalian akan aku kalahkan semuanya.
"Oii...!! Sampah!!"
"Apa!"
"Aku masih belum kalah kalian tahu itu dan aku akan membunuh kalian!"
"Memang benar sang pengguna roh terbaik adalah yang terhebat"
__ADS_1
Yang jelas yang aku pikirkan sekarang adalah membuat kekuatan ini bisa aku kendalikan dan juga makhluk besar itu harus aku musnahkan, semuanya masih ada di balik perlindunganku dan aku kini bisa untuk mengalahkan para phantom itu terlebih dahulu seblum memulai penyerangan.
"TEKNIK HENING KE 7 [TUSUKAN RIBUAN JARUM]"
Aku arahkan kekuatanku tepat ke para phantom yang menglilingiku layaknya sebuah lautan dan seperti perintahku bahwa semua phantom itu mati seketika terkena seranganku juga aku melihat bahwa seranganku sedikit berdeba yaitu aku melihat tusukan itu bertambah besar layaknya sebuah duri yang mengarah ke langit.
"Oohhh.. jadi kau berhasil menghancurkan para koloniku ya.. kerja bagus tapi, kami berdua masih ada"
Aku melihat tatapan mereka yang sangatlah mengerikan seakan ingin sekali membunuhku, mereka mempersiapkan diri untuk menyerangku dan aku sudah bersiap akan hal itu dan itupun terjadi.
Mereka berdua bersama makhluk besar itu menyerangku secara bersamaan dan aku hanya bisa melindungi diriku terlebih dahulu sebelum memulai penyerangan untuk mengambil celah, serangan demi serangan mereka lampiaskan kepadaku dan aku hanya bisa melindungi diriku saja.
Lalu satu celahpun ada dan saat itu terjadi aku langsung menyerang mereka tapi, aku tidak berhasil dan malah berbalik kepada diriku sendiri. Mereka berdua ternyata membuat serangan ilusi yang membuatku tidak tersadar akan hal itu dan membuatku tertusuk di bagian perut.
Sakit.. sungguh sakit dan rasa ini seakan beda saat aku tertusuk pisau atau terkena tembakan, saat terkena tusukan ini diriku sangatlah susah untuk meregenerasi kembali dan malah membuatku menjadi sangatlah kesakitan. Namun saat itu di dalam kondisi yang sangatlah tidak berdaya aku mengingat perkataab darinya bahwa "berhati-hatilah" ya itulah yang aku ingat dan kini aku malah ceroboh akan hal yang aku lakukan.
"Kau sudah kalah Kei"
"Tidak… masih belum karena, aku masih belum melihat tawa terakhir Lucy dan Mai sebelum aku mati kau tahu..!!!!"
Diriku seakan sangatlah marah, aura biru keluar dari tubuhku dan mataku berubah kembali mengeluarkan hal yang sama. Rahang sebelah kananku mengeluarkan gigi mengerikan dan aku berubah menjadi sosok yang sangatlah menyeramkan dan tidak dipungkiri lagi bahwa sosok ini berasal dari kekuatan yang aku keluarkan.
"Kau akan mati disini"
Mataku menuju kearah mereka berdua dan sesaat setelah mendengar hal itu mereka berdua memerintahkan makhluk besar itu untuk menyerangku namun apa daya bahwa aku juga memiliki makhluk yang lebih besar dari miliknya yaitu NAGA dengan bentuk yang sangatlah mengerikan yaitu berbentuk seperti kristal beserta memiliki ukuran yang amat sangatlah besar.
Nagaku menyerang makhluk itu dan kini aku hanya akan membunuh mereka berdua.
"Tunggu kami hanyalah diperintah dan sebagai sesama Raja, kau harus mengampuni kami"
__ADS_1
"Ya tolong"
"Hah…? Itu mustahil karena aku sudah muak melihat kalian berdua"
Aku mengeluarkan dua pedang dari kedua tanganku dan menusuk mereka secara bersamaan hingga membuat mereka bedua mati seketika, aku masih tahu bahwa diluar dua kota sebelumnya masih banyak sekali phantom dan saat itu aku mengeluarkan para perajuritku.
""TEKNIK HENING KE 14 [PARA BUDAK]"
Aku memerintahkan mereka untuk menghabisi para phantom yang masih berkeliaran di setiap kota dan juga dengan awan gelap setebal ini aku percaya bahwa para perajuritku bisa bertahan sampai tiga hari.
Perang kali ini nampaknya selesai sudah dengan diakhiri oleh hujan dan aku membuka pelindung dsri pasukkan pemburu phantom dan saat mereka tersadar karena percikan air, mereka melihatku seakan diriku ini adalah seorang yang sangatlah hebat karena berhasil menghancurkan perang ini sendirian.
"Oi.. itu Kei yang melindungi kami dan membereskan perang ini sendirian"
"Wah benar"
"Kau hebat Kei"
"Ya kau hebat"
"Andai saja kau disini saat perang itu belum dimulai"
"Terima kasih Kei, telah melindungi kami"
"Iya tidak apa-apa"
Wajah mereka seakan bahagia dan nampak sekali bahwa mereka kagum kepada diriku dan aku hanya membalas senyuman mereka dan saat aku mencoba berjalan sedikit tubuhku tiba-tiba terasa sangatlah lemas dan membuatku terjatuh.
Aku tahu aku terjatuh karena menerima kekuatan yang sangatlah besar dan kini aku sedang dibawa ke rumah sakit untuk menerima perawatan agar diriku dirawat kembali, ya… dirumah sakit itu kembali dan aku tahu bahwa rumah sakit itu sangatlah membosankan.
__ADS_1